Dunia Senja

Dunia Senja
14. menghilang


__ADS_3

####### POV ARIANI ASYIFA


Jam telah menunujukan pukul 01.00siang sebentar lagi jam sekolah akan berakhir, sedari tadi aku mencari keberadaan aliesya yang tak kunjung kembali setelah pergi bersama kakak kelas yang gak tau siapa namanya, aku terus mencoba menghubungi ponselnya sedari tadi tapi tak kunjung mendapatkan jawaban, sudah satu sekolah ku telusuri bersama ketiga temanku untuk menemukan dimana aliesya berada, aku sangat hawatir sesuatu pasti terjadi pada sahabatku itu.


Tak hanya satu sisi sekolah ku telusuri bahkan aku juga menanyakan keberadaan aliesya kepada hampir seluruh siswa siswi yang aku kenal tapi tak ada juga yang melihatnya karena memang aliesya pergi bersama sisiwi yang tak ku kenal itu saat jam pelajaran pertama berlangsung, sedari tadi aku juga berusaha menemukan siswi yang tadi membawa aliesya tapi aku juga tak menemukannya karena aku tak tau siapa namanya & berasal dari kelas berapa.


Ku pandangi tas aliesya yang sedari tadi tetap berada ditempatnya, ku rapikan buku catatan sisa dia menyatat pelajaran pertama tadi, semakin tak tenang aku terus bertanya-tanya apa yang terjadi dengan sahabatku kenapa sampai saat ini dia tak kembali setelah berjam-jam pergi, yang aku herankan wulan yang aku pikir dalang dari menghilangnya aliesya bahkan juga gak tau dimana sahabatku itu berada begitu pula rasta.


"sya kamu dimana sih"


Akhirnya bel pulang sekolahpun terdengar, aku bergegas keluar kelas sambil membawa tas aliesya, aku berulang kali menghubungi ponsel aliesya kembali, ponselnya aktif tapi sedari tadi tak kunjung dijawab, kini aku mencoba menghubungi tante fitri ibu dari aliesya untuk menanyakan kebaradaan aliesya ini adalah jalan terakhir barang kali ada sesuatu yang membuatnya harus pergi meninggalkan sekolah pikirku.


Aku berjalan menuju pintu gerbang sekolah menunggu jemputanku, aku memutuskan menelpon tante fitri nanti setelah jemputanku datang. Kini aku berada tepat didepan gerbang bersama sandra, mia & anin.


"gimana fa sudah ada jawaban dari aliesya?" kata sandra, rupanya ketiga temanku ini ikut mencemaskan sahabatku aliesya terlihat jelas dari raut wajah mereka, aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku.


"di wa deliv gak?"kata anin, entah sudah seberapa banyak pesan ku kirim ke whatsap aliesya meskipun deliv tapi tak kunjung dibaca, sudah berpuluh-puluh kali pula aku mencoba menghubunginya berharap mendapatkan kabar darinya.


"gak dibaca nin, kalian gimana dibales gak?" tanya ku balik kepada ketiga temanku.


"engga juga" kata mia & dibarengi anggukan oleh sandra serta anin.


*********tit*****tit*********


Suara klakson mobil terdengar yang berhenti tepat disamping kami, ini adalah mobil jemputan aliesya, aku segera menghampiri mobil tersebut berniat memberikan tas aliesya yang tertinggal sambil menanyakan keberadaan aliesya mungkin saja mang agus kesini untuk mengambil tas aliesya.


Ku ketuk kaca mobil tersebut agar mang agus menurunkan kacanya, setelah mang agus menurunkannya aku memberikan tas aliesya.


"loh neng aliesya mana neng?" kata mang agus, aku terkejut karena mang antok justru menanyakan aliesya kepadaku, kalau mang agus kesini bukan untuk mengambil tas berati mang agus kesini untuk menjemput aliesya tapi kemana dia.


"mang agus, emang beneran gak ada aliesya dibutik tante?" kataku memastikan.


"gak ada neng, kan ini baru mamang jemput, gimana si neng asyifa, jadi neng aliesyanya mana neng?" kata mang agus lagi.


Bagai disambar petir disiang bolong, aku benar-benar terkejut & kebingungan, dimana aliesya gak mungkin dia menghilang begitu aja.


"mang aliesya dari tadi gak ada disekolah, tadi jam pertama dia pergi sama murid lain habis itu gak kembali" kataku menjelaskan


"ya gusti,.....menghilang gimana si neng maksutnya, cilaka ini mah, bisa kena marah pak bos ini" kata mang agus


"mang aku boleh ikut kebutik tante, aku yang tau kronologinya aliesya sebelum menghilang, aku mau bantu cari aliesya mang" kataku, mang agus hanya manggut-manggut & menyuruku masuk kedalam mobil, setelah masuk kedalam mobil ku hubungi pak ishak supir jemputanku untuk memberi tahu jika aku akan pergi kebutik tante fitri agar dia tak menjemputku.


Setelah beberapa menit akhirnya kami sampai juga dibutik, aku segera turun & bergegas lari menuju butik tante fitri, aku gak mau terlambat untuk menemukan aliesya sebelum terjadi apa-apa dengan sahabatku.


"tante" kataku begitu ku lihat tante fitri berdiri membawa gaun yang sedang dipasang dipatung manekin.


"eh asyiefa, tumben kesini, bareng caca ya" katnya sambil tersenyum.


"tante aliesya hilang tante" kataku tanpa basa basi, aku gak boleh bohong & harus cepat memberitahu kabar ini ke tante fitri supaya mereka bisa cepet nemuin aliesya.


"hilang,....tunggu dulu sayang, kamu gak lagi ngepreng tante kan" kata tante fitri sambil berjalan kearahku, terlihat tante fitri masih tidak percaya dengan kata-kata ku.


"tenang tante kita duduk dulu" kata ku, aku mencoba menenangkan tante fitri sebelum menjelaskan kronologinya.


"tante pagi tadi aliesya berangkat kesekolah duduk dikelas bareng syifa, pas pelajaran pertama gak ada guru soalnya gurunya rapat jadi kami cuma diksih tugas mencatat, tapi saat kami sedang mencatat ada kakak kelas cwe dateng ngajak aliesya pergi gak tau kemana, setelah itu aliesya gak kembali sampe jam pelajaran terakhir, tasnya ditinggal, hpnya dari tadi syifa hubungi tapi gak diangkat, wa syifa juga gak dibaca, tadi syifa pikir aliesya pulang kesini tante" kataku menjelaskan.

__ADS_1


"fa,...kamu gak lagi ngepreng tante kan bareng caca" kata tante fitri masih berusaha meyakinkan diri.


"maaf tante syifa gagal jaga aliesya" kataku lagi.


"fa ini beneran sayang, caca beneran hilang, maksut kamu caca diculik" kata tante fitri mulai hawatir


"syifa gak tau tante aliesya diculik atau apa syifa cuma taunya aliesya menghilang, tante kita harus cepat-cepat temuin aliesya, soalnya sudah hampir semua sudut sekolah aku telusuri tapi gak ada juga aliesya disekolah" kataku


"ajeng....ambilkan hp diatas meja" kata tante fitri sambil menangis, "caca....dimana sayang" katanya lagi, saat ini tante fitri mulai menangis seperti tak percaya.


Menyaksikan ini aku ikut menangis, ini adalah kecerobohanku, andai aja aku tetap menahan aliesya supaya gak pergi mungkin dia gak akan menghilang seperti sekarang, andai aja aku tadi ikut sama dia mungkin semuanya gak bakal terjadi.


Saat ini tante fitri ibu dari sahabatku mulai menghubungi seseorang yang mungkin itu ponsel milik aliesya karena tak kunjung ada jawaban, setelah itu ku perhatikan lagi tante fitri menghubungi seseorang yang sepertinya om sapar suami tante fitri ayah aliesya.


"hallo yah" kata tante fitri sambil menangis


"---++++++---+++++--_-----_-" jawaban dari om sapar


"yah kamu pulang yah, pulang sekarang" kata tante fitri sambil menangis


"*:***..........+-+++-------±++++_-----+++++++---_" jawaban dari om sapar yang samar-samar terdengar sepertinya ia mulai panik karena tante fitri menangis histeris.


"yah,...anak kita hilang yah,...cepet pulang cari anak kita,...caca hilang" kata tante fitri lagi masih tetap menangis.


"___++++++---++++++:::!!,,?!" kata om sapar lagi


"iya yah, cepet ya yah" kata tante fitri sebelum mematikan ponselnya.


"ya allah kemana anak ku,....tolong ya allah selamat kan anak hamba" kata tante fitri masih menangis.


"tante tenang tante, pasti om sapar bakal nemuin aliesya secepatnya" kataku menenangkan tante fitri


"caca hilang fa, caca gak tau dimana gimana tante bisa tenang, mana dari tadi pagi hujan deres gak reda-reda, kemana coba caca, caca itu gak pernah hapal jalanan daerah PPU ini sayang, kalau dia pergi sudah pasti dia bakal nyasar, gimana kalau sampe dia diculik, ya allah,...caca dimana kamu sayang" kata tante fitri menangis histeris, sahabatku aliesya selalu pulang pergi dijemput oleh supirnya itu yang membuat dirinya gak pernah hapal wilayah PPU.


Melihat tante fitri tak henti-hentinya menangis membuatku sedari tadi juga menangis merasa kehilangan yang sama dirasakan oleh tante, aku tau betul bagaimana perasaan tante fitri, aliesya adalah anak perempuan tante fitri & om sapar satu-satunya bahkan mereka berdua akan melakukan apa saja untuk aliesya. Setelah beberapa menit akhirnya om sapar tiba juga, ia berjalan menuju arah kami.


"bun kenapa bisa caca hilang" kata om sapar, sekarang om sapar sudah duduk disebelah tante fitri sambil memeluk tante fitri.


Aku mulai menjelaskan lagi kronologi sebelum aliesya pergi & tak kunjung kembali setelah pelajaran pertama kepada om sapar, om sapar menanyakan kepadaku panjang lebar sebelum kejadian tersebut beberapa hari ini apakah ada masalah yang menimpa aliesya sehingga aku menceritakan semuanya kepada om sapar, nampak guratan amarah diwajah om sapar, kejadian yang menimpa anak kesayangannya ini sepertinya benar-benar memancing amarahnya.


"ibun tenang ya sayang, ayah bakal cari anak kita, ayah bakal minta bantuan polisi" kata om sapar mencoba menenangkan tante fitri, om sapar bukan melaporkan kasus menghilangnya aliesya kepada polisi karena jika belum 24jam menghilang seseorang maka laporannya belum bisa diproses, sehingga saat ini om sapar hanya meminta bantuan polisi untuk melacak keberadaan aliesya.


"yah kabari fahmi sama bariq biar pulang bantu cari caca" kata tante fitri.


"iya bun, ayah nanti juga kabarin abang, sudah ibun sekarang tenang ya, ayah pasti bakal nemuin anak kita" kata om sapar.


"syifa makasi ya sudah kasih kabar ini secepatnya" kata om sapar padaku.


"iya om, tolong temuin aliesya dengan selamat ya om" kataku pada om sapar dengan penuh harap.


"iya fa, doakan aja om cepat menemukan caca, sekarang sebaiknya kamu pulang aja om hawatir pasti orang tuamu saat ini juga menunggumu" kata om sapar.


Akupun segera pulang dengan diantar oleh mang agus, sebelum pulang aku berpamitan dengan tante fitri & om sapar terlebih dahulu, aku berharap aliesya cepat ketemu & kembali dengan baik-baik saja.


#####*********POV ATHALLAH BARIQ RASYIDDIN

__ADS_1


Kenapa bisa caca menghilang seperti ini, sedari tadi pikiranku tak henti-hentinya memikirkan adik semata wayangku. Saat ini aku sudah berada dibandara menuju kota tempat tinggalku dengan terburu-buru setelah mendapatkan kabar dari ayah saat tiba-tiba menelpon & mengatakan adikku menghilang.


Aku coba menghubungi ponsel caca yang sampai saat ini masih aktif tapi tak kunjung mendapatkan balasan, bahkan pesan whatsap yang ku kirim juga tak mendapatkan balasan.


"caca kamu dimana de" kataku lirih.


Sambil menunggu jadwal keberangkatanku aku mencoba menguhubungi abangku fahmi yang juga sudah pasti sudah mendengar kabar hilangnya caca.


""""""tut""""""tut""""""""


"hallo riq" kata abangku disebrang telpon


"hallo bang, abang sudah denger kabar kan caca hilang" kataku


"iya de, kamu sekarang dimana"kata abangku fahmi


"aku dibandara bang, abang pulang juga?" kataku


"iya de barusan abang udah ijin sih, untung abang masuk malam, masih nunggu ijin dari atasan habi itu abang terbang" katanya.


"oke bang kalau gitu sudah dulu ya, pesawat ku sudah mau terbang sepertinya" kataku, segeraku matikan henponku & berdiri menuju pesawat yang akan ku naiki.


##*********POV FAHMI RIZKY MAULIDDIN


"gimana brew sudah dapat ijin" kata irwan


"belum brew masih nunggu" kataku


"tenang brew" kata indra


"iya brew ademu pasti ketemu" kata yudis, ketiga temanku tau dengan masalah yang menimpa keluargaku saat ini atas hilangnya adikku kesayanganku caca.


"pasti brew, gimanapun caranya aku harus bisa nemuin adeku" kataku.


"iya brew yakin pasti ketemu" kata indra


"makasi ya brew,...." kataku kepada tiga temanku.


Dengan pengalamanku aku berusaha melacak dimana keberadaan adikku dari ponsel yang saat ini dibawanya, saat ini aku masih berusaha tenang beruntung ponsel caca masih bisa ku lacak, lokasi caca saat ini disebrang kota tempat tinggalku, aku agak terkejut mengetahui titik kordinat caca berada di sebuah rumah sakit dikota balikpapan.


"allahuakbar" kataku tak percaya, apa yang terjadi dengan adik ku saat ini, kenapa lokasi ponsel miliknya ada dirumah sakit, siapa yang ngebawa dia kesebrang, batinku.


Aku terus-terusan mengusap kasar wajahku & mengacak-acak rambutku merasa frustasi.


"kenapa brew?" kata irwan bertanya sambil menepuk bahuku.


"itu titik kordinat dimana hp adeku caca" kataku lemas, sambil memperlihatkan leptopku kepada ketiga temanku.


"rumah sakit xxxxxx " kata yudis


"iya brew, kalau bener hp itu sama caca kemungkinan caca disana" kataku lagi, rasanya aku gak sabar untuk pulang & mencari tau apa yang sebenarnya terjadi dengan caca, kenapa saat ini dia ada dirumah sakit sebrang sedangkan caca benar-benar sama sekali gak tau arah jalan.


"berdoalah brew semoga ademu baik-baik aja" kata indra, aku hanya mengangguk tak bisa berkata apa-apa lagi saat ini, yang ku pikir saat ini bagaimana ibu jika mengetahui caca saat ini berada dirumah sakit.


Aku segera menghubungi sepupuku alifa untuk segera mendatangi lokasi tempat titik kordinat ponsel milik caca berada, aku berpesan kepada alifa untuk tak menceritakan terlebih dahulu kepada ibu sebelum tau kepastiannya tetapi aku menyuruhnya untuk menyampaikan kepada ayahku agar ayah bisa ikut dengannya untuk melihat apa benar caca berada disana. Hanya itu yang bisa aku lakukan dari sini untuk sementara, karena ijinku belum juga disetujui, beruntung sepupuku alifa saat ini sedang standby diPPU & sedang tidak sibuk, begitu mendapatkan kabar dariku alifa sudah bergerak menuju rumah sakit xxxxxx bersama ayah & beberapa polisi.

__ADS_1


Kalau sampai terjadi apa-apa sama caca aku gak akan pernah maafin bahkan lepasin begitu aja siapapun dalang & penyebab caca menghilang seperti ini.


__ADS_2