Dunia Senja

Dunia Senja
08 penasaran


__ADS_3

********pov FAHMI RIZKY MAULIDDIN


Malam ini aku sudah berada dikafe bersama ketiga temanku sambil menikmati segelas kopi beserta cemilan yang sudah kami pesan sedari tadi, tak ku sangka malam ini ketiga temanku ini benar tak membawa pasangan mereka masing-masing padahal malam ini malam minggu, entah ini antara setia kawan atau ada sesuatunya.


"hemmmmm,....gila ni bener-bener kalian ninggalin cwe kalian, padahal malam minggu ini brew" kataku, selama dua minggu ini tak ada yang mengajakku untuk pergi nongkrong diluar karena ketiga temanku ini setiap malam minggu sibuk sendiri dengan pasangannya masing-masing.


"malam minggu kelabu brew" kata indra


"maksutnya" kata yudis, aku hanya bengong mendengarkan apa kata-kata yang akan dikatakan indra selanjutnya.


"aku baru diputusin lira kemaren" kata indra


"apa....." kata irwan, "tunggu...tunggu....gak salah dengerkan aku brow" kata irwan memastikan, aku juga masih penasaran jadi aku memilih tetap diam & memastikan kembali yang dikatakan indra.


"haaaaaaaaaahhhh,....gak ngerti lah,...mungkin dia sudah dapat pengganti yang lebih baik dari aku" kata indra, "tapi tenang brew, aku gak lagi galau ko, ku pikir memang aku sama dia makin kesini makin sering ribut, kayanya mulai gak cocok" kata indra.


"buset....ketularan aku ya ndra" kata irwan,...membuatku & yudis serta indra tertawa bersama. Aku gak nyangka si sebenernya indra yang awalnya serius sama lira akhirnya putus juga padahal mereka pacaran lumayan lama sudah sekitar setengah tahun, bahkan mereka berdua punya niat untuk melanjutkan hubungan mereka kejenjang yang lebih serius lagi tapi ternyata hubungan mereka sekarang sudah kandas, jodoh memang tak ada yang tau.


"wah ada teman sekarang kau fah, gak cuman kau yang jomblo, ni si kutu beras juga jomblo,...hahahah" kata yudis, aku tertawa mendengar kata-kata yudis, bahagia tuh begini gak harus punya pacar, punya temen nongkrong gini aja, udah bikin aku bahagia pikirku.


"jomblo itu bukan nasib ya brew, jomblo itu pilihan" kataku pada yudis


"betooooollll" kata indra


"gayamu cokkkkkkkkkk,.....kalau kamu itu bukan pilihan, itu nasib kau diputusin sama lira" kata irwan.


"hhahhhhhaaaaa,...tapi aku bahagia co walau aku yang diputusin" kata indra


"wah...wah....gilaseeeeeeehhhhhh"kata yudis, perbincangan kami masih berlanjut tetapi aku lebih banyak diam menyimak semua perbincangan ketiga temanku ini, bahkan irwan yang mengkode kami bertiga kearah seorang wanita yang memakai baju biru,....ya menurutku lumayan lah, tapi gadis itu bukan tipeku.


"cwe lagi kau wan,...pokonya giliran cwe nomer satu kau" kata yudis


"brew,...kamu kan tau teman kita satu ini pencinta wanita brew,...hahahah"kata indra


"ati-ati emak-emak kalian juga bakal diembat irwan, diakan pecinta wanita" kataku ngasal


"coyyyyyy,....gak juga kali emak-emak,...gragas banget ya kesannya aku sampe emak kalean mau ku embat, eh tapi emak kau fah masih muda boleh juga,....hahahahah"kata irwan


"asem,....ibun ku gak bakal mau sama kamu brow, ayahku lebih ganteng dari kamu" kataku


"hahahahahh,....emak ku aja brew,...kebetulan emak ku janda butuh bapak aku" kata indra bercanda.


"*****......jangan lah cok,..gak mau aku jadi bapak tirimu, sayang aku cok sama kamu" kata irwan.


"aiiiiihhh,...so sweet juga irwan sayang sama indra katanya, jangan-jangan homo juga kau wan" kata yudis, Irwan melotot sambil tersenyum kearah yudis.


"hussssttttt....hust....sembarangan kamu brew ngatain aku homo, aku gak cuman sayang indra lah brew sayang juga kalian berdua, kaya saudaraku brew" kata irwan, sama denganku pikirku, aku juga menganggap ketiga temanku ini sama seperti saudaraku sendiri, kami berempat tak pernah berselisih paham masalah wanita sekalipun.


"""""""""brak"""""""brak""""""""


"brengsek kamu,.....brengsek" kata seorang perempuan disebrang meja.


Seketika kami berempat menyaksikan tontonan gratis ini, ada apa rupanya seorang wanita disebrang meja marah kepada sepasang muda-mudi yang lagi menikmati malam minggunya berdua, si wanita yang memakai baju merah rupanya mengamuk pada seorang pria yang lagi berduaan sama pacarnya ini, tetapi lama-lama yang aku tangkap ternyata pria itu pacarnya & sedang berduaan sama selingkuhannya, jadi ceritanya dia malam mingguan sama selingkuhannya.


"astaga,....bangke tuh cwo,...kalo gak mau sama tuh cwe buat ku aja kali, lumayan cantik tuh cwennya" kata irwan

__ADS_1


"sssstttttt,...diem kau wan" kata yudis, dalam keadaan seperti ini irwan masih saja berpikir soal cwe.


Kami berempat masih menyaksikan pertengkaran tersebut bahkan tak hanya kami tetapi semua pengunjung yang ada dikafe memperhatikan pertengkaran tersebut, ku lihat wanita berbaju merah itu menangis sambil menunjuk-nunjuk pria tersebut, wanita berbaju merah itu datang tak sendiri ia bersama seorang teman yang memakai baju warna putih tulang bersepatu hitam.


"""""""""""brakkkkkkk,.....sudah cukup ya"""""" kata sang pria mendorong wanita yang berbaju merah samapai terjatuh, aku melotot menyaksikan itu, ini cwo malah main kasar sama cwe padahal jelas-jelas dia yang salah.


"ih brengsek kamu ya jo" kata wanita berbaju putih, "kamu itu cwo, kamu itu yang salah ngapain si kamu dorong-dorong sinta" kata wanita itu lagi, wanita itu lumayan manis loh pikirku, aku tersenyum melihat seorang wanita yang berani melawan pria hidung belang & membela temannya.


"apa,.....kasih tau ni sama temen kamu,...aku muak sama dia,....kamu juga ngpain ikut campur" kata pria tersebut, cwo ini sangat kasar peringainya, sudah tau salah bukannya minta maaf malah marah-marah


"eh jelas lah aku ikut campur, kamu main tangan ko sama temen aku, dasar cwo sinting" katanya, "sudah ta biarin penghianat pergi sama seorang yang murahan, kita liat aja tar kedepannya" kata wanita berbaju putih lagi.


"apa maksut kamu" kata pria itu lagi mendorong wanita berbaju putih itu juga sontak membuatku berdiri, rasanya aku tak terima melihat seorang wanita yang lemah & seharusnya kita lindungi malah diperlakukan seperti ini.


"mau kemana brew" kata indra aku hanya diam mengisyarakat mereka untuk tetap ditempat, aku berjalan menuju kearah keributan tersebut.


"bang tolong bang jangan kasar-kasar sama cwe ya bang, apalagi sampe main tangan" kataku masih dengan nada santai.


"emang kamu siapa, mau ikut campur masalah saya, tolong kalau gak tau apa-apa gak usah ikut campur" kata pria tersebut.


"saya temen deketnya dia, tadi kan abangnya ndorong-ndorong dia makanya saya ikut campur" kataku asal, aku terpaksa berbohong sih, terpaksa sok kenal padahal sama sekali gak kenal, tapi ini demi lah soalnya ni cwo udah terlalu banget sekasar itu sama cwe.


"oh kamu gebetannya dia,...jadi mereka yang duduk disana kamu bawa buat ngroyok aku ya, pantesan dari tadi ngeliatin kaya gitu kesini, asal kamu tau, kalo berani satu-satu...anjing" kata pria tersebut, "ayo yang kita pergi, " katanya lagi pergi menarik wanita yang tidak lain selingkuhannya tadi & berlalu pergi.


"maaf ya mba saya sok kenal, soalnya kasian liat mbaknya berdua didorong-dorong" kataku meminta maaf sambil tersenyum


"kakaknya nolongin nanggung banget si cuman ngaku temen deket doang, kenapa gak bales pukul gitu, tampol mukanya ke,....aihhhhhh masih gak rela aku tuh dia pergi gitu aja" kata wanita yang memakai baju putih ini, aku seketika melongo mendengar ocehannya, bagaimana bisa dia mengatakan seharusnya aku tadi memukul pria tersebut untuk memberinya pelajaran, aku lalu tertawa mendengar ocehannya.


"eh,...ya sudah yu duduk dulu kesana bareng temen-temen aku, kayanya temen kamu masih shok nih, biar aku pesenin minuman" kataku mengajak mereka berdua, mereka berdua mengikuti menuju meja dimana ketiga temanku berada, minuman yang kupesanpun telah tiba, aku menyuruh mereka untuk meminumnya dulu untuk menenangkan diri.


"makasi ya ka"kata wanita berbaju merah, "makasi udah ditolongin, dipesenin minum pula" katanya lagi, aku & ketiga temanku masih diam memperhatikan dua wanita didepan kami.


"caca"kata wanita berbaju putih


"indra" kata indra


"irwan" kata irwan


"yudis" kata yudis


"fahmi" kataku juga memperkenalkan diri


Setelah memperkenalkan diri sinta akhirnya menceritakan kenapa sampai akhirnya ia bisa melabrak pacarnya yang ketahuan selingkuh dikafe ini, ya setiap seseorang pasti awalnya tak akan pernah menyangka jika pasangannya akan tega berselingkuh seperti ini, miris sih sebenarnya, karena aku juga pernah merasakannya.


Tapi aku masih tetep kagum ni sama caca temennya sinta, dia lumayan manis si tapi agak cuek, padahal tadinya dia bawel kenapa jadi mendadak diem batinku dalam hati.


"jadi ceritanya kamu udah denger desas-desus cwo kamu deket sama cwe lain gitu, trus kamu gep cwo kamu disini" kata irwan


"ya gitulah" kata sinta


"trus kenapa kamu nangis padahal sebelumnya kamu sudah dengerkan kalo cwo kamu slingkuh?"kata indra.


"ya namanya juga aku cwe ka, ya wajar lah aku nangis, cwe itu manusia yang paling rapuh" kata sinta


"ah,...tapi kamu jangan tunjukin kerapuhan kamu didepah cwo brengsek macam johan ta,....gak pantes cwo kaya gitu kamu tangisin"kata caca, wow....akhirnya dia keluarin lagi tuh taringnya, aku tersenyum kearah wanita yang bernama caca ini, ya namanya mirip dengan nama panggilan adikku.

__ADS_1


"wajarlah sinta nangis ca, namanya juga diselingkuhin" kata yudis, "cwo aja kalo diselingkuhin bisa juga nangis" katanya lagi, sepertinya yudis nyinggung aku sih,...ah sialan batinku, aku mengingat-ngingat kembali apa benar aku pernah nangis waktu aku tau aku diselingkuhin sama oliv, tapi kayanya engga sih, aku tersenyum simpul sambil menyeruput kopiku lagi.


"kamu nangis gak fah waktu diselingkuhin" kata indra.


""""""uhuk....uhuk....uhuk..."""""" aku tersedak kopi yang baru saja ku sruput, sial bener ini pertanyaan indra bener-bener pada intinya, aku yang kena batinku.


"aduh pelan-pelan brew minumnya, santuyyyyy,...kaget amat sama pertanyaan indra" kata irwan sambil tersenyum & menepuk-nepuk pundakku, caca terlihat serius melihat kearahku karena pertanyaan dari indra.


"hemmmmm,....itu masalalu ngapa dibahas brew, aku kayanya malah udah lupa" kataku ngasal, aku bukan lupa tapi aku masih berusaha melupakan meskipun sudah terlalu lama tapi rasanya masih terasa.


"oh kakaknya ini juga pernah diselingkuhin kaya aku ya kakak" kata sinta, membuatku membuang nafas kasar sambil menggeleng-gelengkan kepalaku, kenapa jadi aku sih yang dibahas batinku.


"ngomong-ngomong jangan panggil kakak dong, ko kesannya apa ya kayak kakak kelas aja" kata indra "panggil abang aja"katanya lagi


"ok deh bang,.."kata sinta


Akhirnya indra berhasil mendapatkan nomer telpon sinta, mereka berdua bertukar nomer.


Jam menunjukan pukul 09.00malam, caca & sinta berpamitan untuk pulang, karena mereka berdua besok harus kuliah.


"kalau gitu pamit dulu ya bang"kata sinta sambil melambaikan tangan, sedang caca langsung melenggang pergi tanpa mengatakan sepatah katapun yang membuatku agak sedikit penasaran, biasanya si cwe kalau deket aku pasti mendadak jadi genit tapi ni cwe malah sebaliknya, genit kagak cuek iya, ngeliat aja sinis banget, salah apa coba aku, lagi PMS kali gumamku dalam hati.


"hati-hati ya,...sampe ketemu lagi"kata indra


Dua wanita itu akhirnya menghilang ditelan kegelapan entah kearah mana, agak ngerasa kecewa si gak dapet nomer telponnya caca, gak tau alamatnya dimana, sialnya lagi gak tau dia kuliah dimana.


ahhhhhh....baru kali ini ketemu cwe yang menarik malah cwenya yang cuek ke aku, inj kali ya yang namanya karma nyuekin cwe selama ini, giliran deh aku yang dicuekin, batinku. Tapi aku selalu yakin dengan takdir allah jika memang dia jodohku suatu saat pasti kita akan dipertemukan.


"indra...indra....mantep juga kau brew,...baru kemaren diputusin lira udah dapet aja nomernya sinta yang lagi patah hati, nyambung tuh kalian berdua, sama-sama lagi patah hati brew,...hahahah"kata yudis


"aihhhh,...sapa yang patah hati brew,....aku gak sedikitpun patah hati diputusin lira, tapi sedikit kecewa si, tapi gakpapa ada sinta,...hahahahha"kata indra


"pepet terus ndra, kalau kamu gak mampu, gantian aku yang mepet"kata irwan


"kau wan semua-semua mau,....bekantan aja kalau digincuin bisa-bisa kau mau juga,...hahahah"kata yudis, aku hanya diam tak ikut berbicara tapi aku tetepa ikut tertawa.


"sembarangan kau cok,....gak juga aku segitunya mau sama bekantan, masih bisalah aku bedain" kata irwan.


"pulang yok brew,...kayanya aku mulai ngantuk ni" kataku mulai bosan disini, ini suasana jadi berubah semenjak kepergian dua wanita tadi terutama semenjak caca pergi, kenal baru beberapa menit tapi rasanya kaya gak rela harus pisah, pengen kenal lebih deket tapi gimana caranya.


"tumben banget joy udah ngantuk, baru jam sembilan lewat, masa kalah sama banci, banci aja pulang pagi" kata irwan


"kau aja kalau gitu pulang pagi cok, biar sama kaya banci" kata yudis


"kepet,...malas lah aku,..ayo sudah kita pulang" kata irwan.


"ayo deh,..buru,...ini aku aja yang bayar" kata indra.


Kami bertigapun pergi meninggalkan kafe dengan berboncengan dengan motor, setelah membayar semua pesanan kami tadi, kami berempat pulang kearah yang sama karena kami berempat tinggal disatu rumah yang sama disebuah barak dikompi, kami berempat tinggal jadi satu disebuah rumah dinas karena kami berempat belum berkeluarga alias masih lajang atau belum menikah.


Angin malam rasany menusuk-nusuk kulitku, meskipun aku sudah memakai pakaian yang berlengan panjang masih saja tak bisa menahan dinginnya angin malam yang berhasil membelai tubuhku, setelah beberapa menit kami berkendara akhirnya kami sampai dirumah juga, lalu masuk kedalam rumah & bersiap untuk tidur, dikamar masing-masing.



ini fahmi ekspresinya fahmi kagum ngeliat caca.

__ADS_1



ini caca


__ADS_2