Dunia Senja

Dunia Senja
12. malam


__ADS_3

Malam ini aku sudah berada didepan meja makan untuk menyantap makan malam bersama ibu & ayah, kami makan malam hanya bertiga saja semenjak abang-abangku meninggalkan rumah untuk kesibukannya masing-masing, kesunyian seperti ini sudah biasa kami bertiga rasakan semenjak satu persatu abang ku harus pergi selama beberapa tahun ini mencapai cita-cita mereka, beberapa tahun lagi aku akan seperti abang-abangku meninggalkan ayah & ibuku untuk melanjutkan pendidikanku, aku terkadang heran kenapa seorang anak dibesarkan hanya untuk meninggalkan orang tuanya & memilih kehidupannya sendiri setelah itu mereka akan mempunyai keluarga sendiri, aku berfikir jika boleh memilih aku tidak mau menjadi dewasa supaya aku akan terus bisa bersama kedua orangtuaku karena bagiku menjadi dewasa itu tidak mudah.


Selesai makan malam aku membantu ibu membereskan piring-piring kotor, dirumahku ART hanya bekerja dipagi hari sampai menjelang sore setelah itu mereka pulang kerumah masing-masing sehingga pada malam hari semua pekerjaan dapur akan dikerjakan oleh ibu. Setelah membantu ibu aku berlalu menuju ruang keluarga menyusul ayah yang sudah duduk bersantai disana sambil menonton berita, sekilas aku melihat ayah melirik kepadaku sambil tersenyum, aku duduk disamping kiri ayah sambil menyender pada ayah, sedang ibu duduk disisi ayah yang lain.


"caca besok sudah mulai belajar kan de?" tanya ayah, memang mulai besok kami murid baru akan belajar secara normal karena mos sudah berakhir hari ini.


"emmmm" jawabku sambil mengangguk


"gimana selama empat hari ini ada masalah ga sayang?" kata ayah lagi


"no ayah, ayah tenang aja" kataku kembali, ku lihat ayah tersenyum melihat kearah ibu sambil mengode ibu mencari jawaban dari ibu sedang ibu yang mendapatkan kodean dari ayah hanya menaikan bahunya sambil tersenyum.


"ayah gak percaya banget si, caca serius lo, di sekolah caca baik-baik aja yah, kayanya caca gak salah pilih sekolah deh yah, soalnya disekolah sekarang banyak yang mau temenan sama caca"


"syukurlah sayang, semoga caca betah ya, kalau gak betah bilang aja biar ayah pindahkan aja kamu kesekolahnya ka lian de" kata ayah sambil mengelus rambutku.


Aku hanya mengangguk-angguk sambil tersenyum, harapanku disekolah baruku gak terlalu muluk-muluk si, aku cuman berharap terhindar dari penindasan & bulian.


Sejauh ini masih tetap berjalan lancar hari-hari disekolahku, meskipun ada sedikit kejadian yg gak mengenakan, sebenarnya ayah menyuruhku untuk mendaftarkan diriku disekolah swasta, diSMK PELITAKASIH karena disana ada sepupuku lian yang tentunya bisa diandalkan untuk menjagaku, alih-alih jauh dari rumah sebenarnya aku gak enak kalau harus satu sekolah dengan ka lian karena ka lian termaksut siswi terpopuler disekolahnya aku gak mau ngerusak imagenya sebagai siswi tercantik disekolahnya karena mempunyai adik sepupu sepertiku, padahal sih ka lian sudah berpesan supaya aku daftar ditempat dia bersekolah sekarang tapi aku tetep kekeh daftar ke SMANSA, sepertinya dia agak kecewa si aku gak bisa jadi adik kelas disekolahnya.


"weekend aku boleh gak nginep dirumah bu lia yah?" minggu ini aku memang ada janji untuk menginap dirumah bu lia dengan kak lian, sudah lama rasanya gak tidur bareng disana.


"kalo ayah si boleh-boleh aja sayang tapi terserah ibun lagi ca" kata ayah sambil melihat kearah ibu, aku sekilas juga ikut melihat kearah ibu, ku lihat senyum dibibir ibu mengembang.


"boleh aja sayang, tapi caca jangan bikin dagangan ibu lia habis ya" kata ibu sambil tertawa, aku hanya manyun karena kata-kata ibu.


"gak masalah ah bun, caca boleh makan kuker buatan ibu lia apa aja, nanti ayah yang bayar" kata ayah


"yah jangan bikin bangkrut toko kuker adekmu yah, ayah kan tau, seberapa toples yang dihabiskan anak-anak mana pernah ibu lia mau terima uang dari kamu yah" kata ibu sambil menyilangkan tangannya,


Memang benar ibu lia tidak pernah mau menerima seperserpun uang dari ayah untuk membayar kuker yang aku makan walaupun seberapa toples pun ku habiskan, karena ibu lia selalu bilang kalau aku juga anaknya jadi tidak perlu mengganti apapun yang sudah dimakan anak dari toko kukernya, hal itu juga berlaku ke kakak sepupuku yang lain bahkan berlaku juga buat kedua abangku.


Memang dari abangku fahmi masih kecil ayah & ibu beserta adik-adik ayah selalu mendekatkan diri menganggap anak dari masing-masing seperti anak sendiri, seperti halnya ayah & ibu yang menganggap ka alifa & ka alika seperti anak mereka sendiri, itulah mengapa aku memanggil adik-adik perempuan ayahku dengan sebutan ibu juga & begitu pula anak-anak dari adik-adik ayah yang memanggil ayah serta ibu dengan sebutan yang sama denganku.


"ya terus gimana dong bun, kan ibun tau anak kita suka makan kue buatan adik iparmu itu" kata ayah sambil tersenyum.


ibuku menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum. "ayah ini gimana sih,...adik ipar ibun ya adeknya ayah"


"emang adik ayah bun,...tapi selama ini mereka lebih deket sama ibun dibanding sama ayah, kaya ibun aja kakak mereka" kata ayah sedikit protes


Awalnya aku juga sempat menyangka kalau keluarga ayah adalah keluarga dari ibu karena selama ini ibulah yang sangat akrab dengan keluarga ayah bahkan justru ayahlah yang terlihat seperti menantu bukan ibu.


"jadi intinya caca boleh gak makan kuker buatan ibu lia, ini niatnya weekend nginap disana selain janjian sama kak lian juga pengen makan kuker dari toko ibu lia loh yah" kataku yang agak kecewa.


"oh jadi udah janjian sama kak lian caca" kata ibuku & aku hanya mengangguk saja mengiyakan pertanyaan ibu.

__ADS_1


"boleh kesana tapi jangan ngobrolin cwo, ayah gak suka, caca masih kecil" kata ayah yang agak serius, aku hanya menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal, ayah ku memang sangat over posesif....ya walaupun aku tau posesifnya ayah karena dia sayang sama anak-anaknya, tapi bagiku ayahku adalah ayah yang terbaik.


"ihhh apaan si yah, cacakan udah gede masa gak boleh ngomongin cwo, lagiankan cuman ngomongin bukan jalan sama cwo, ayah ni suka ada-ada aja deh kadang-kadang" kata ibuku sambil geleng-geleng kepala & tersenyum.


Ayahku mulai menyilangkan tangannya & memasang muka seriusnya, bukan ayah namanya kalau tidak tegas kepada anak-anaknya sekali tidak ya tidak karena keputusan ayah adalah satu-satunya keputusan yang tidak bisa diganggu gugat.


"sapa juga si yang mau ngomongin cwo, ayah tenang aja deh caca cuman pengen ngobrol sama main bareng ka lian aja yah" kataku pada ayah berusaha meyakinkan ayah.


"hhhmmmm,....ok" kata ayah singkat, sekarang raut wajahnya sudah mulai santai si ketimbang tadi, agak kuatir kalau tadi ayah berubah pikiran & gak ngijinin aku.


*####POV FAHMI RIZKY MAULIDDIN


Sudah dua malam ini aku mendapatkan tugas malam bersama ketiga temanku irwan, indra & yudis...ya sebenarnya gak cuman kami bertiga saja si yang bertugas malam ini masih ada beberapa TNI AU juga yang lain disini. Seperti biasa kami masih tetap siap siaga dengan tugas kami sebagai prajurit TNI AU, tugas kami sebagai prajurit TNI AU tidak lah semudah yang orang lain bayangkan, kami harus selalu siap siaga dalam keadaan apapun, kadang kala kami harus berlatih melaksanakan tugas pada malam hari dengan berbagai tantangan seperti kondisi keterbatasan penerangan dan peralatan.


Tujuan latihan ini adalah agar Crashteam mampu melaksanakan penanggulangan keadaan darurat kecelakaan pesawat udara pada malam hari baik berupa pemadaman api, pertolongan korban, evakuasi korban dan pengamanan daerah kejadian (accident site). Latihan yang wajib dilakukan ini merupakan bentuk tanggung jawab TNI AU kepada negara dan masyarakat,.


Seperti halnya malam ini yang aku lakukan bersama teamku, kami semua sedang sibuk mencoba menerbangkan pasawat Sukhoi bermanuver & pesawat Boeing mengelilingi langit kota makassar, setelah beberapa jam kami berlatih akhirnya latihan malam ini usai juga, aku berjalan bersama ketiga temanku ini menuju bilik untuk beristirahat sejenak.


"aku agak nervous bawa pesawat malam ini" kata indra


"bisa juga kamu nervous ndra" kata irwan sambil tertawa


"ye bisalah, aku juga manusia kali wan, lagi gak enak perasaan lah malam ini aku brew" kata indra


"emang rada pening kepalamu brew" kata yudis


"pasti nyesel ya diputusin lira kamu brew?" kataku sambil tersenyum mengahadap kedepan sambil terus berjalan


"betul co" kata yudis kepada indra


"haaaaaah......tau aja kamu co, baru kearasaan gak ada yang meratiin" kata indra


"hahahahahh,....brew....brew.....kaya gak ada cwe ajalah brew, putus satu tumbuh seribu" kata irwan, bagi irwan buat dapatin cwe itu gampang banget, bahkan dalam waktu sekejap dia bisa jatuh cinta & gampang juga bosannya, aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku.


"tak ada otak kau wan, mau kau samakan kita sama kau, kau itu opungnya buaya" kata yudis dengan logat bataknya lagi sontak kami semua tertawa karena kata-kata yudis.


"walah,...****** kamu co dikatain opungnya buaya,...hahahaha" kata indra


"wesssss....biarin lah brewwww yang penting heppy, ngapain si galau-galau gara-gara cwe, nikmati hidup pumpung masih bebas" kata irwan, sohibku yang satu ini memang pecinta wanita, baginya masa-masa mudanya kini akan ia habiskan untuk penjelajahan dengan para wanita, sampai akhirnya suatu saat nanti dia benar-benar akan dapatkan seorang wanita yang sesuai harapannya, ya walaupun terkadang menurutku irwan agak keterlaluan sih, bagiku terlalu gila sampai-sampai setiap sebulan sekali dia harus bergonta-ganti pacar, semoga saja kebiasaan playboynya gak kebawa-bawa saat dia nikah nanti.


"brew.....brew....berapa kah sudah mantanmu, ku rasa cwe sekota makassar ini sudah kamu pacari semua" kata yudis


"brew...ati-ati belum tekena orang yang begaram tuh kamu disini, masih bisa main-main sama cwe, dibikin cinta mati sampe kaya orang gila nyaho kamu brow" kataku


"kalo ngomong suka bener ni brew" kata indra padaku sambil menepuk bahuku.

__ADS_1


"dih kaya sandro brew, macam garam kenapa gak gula, terlalu banyak makan garam takut darting aku brew" kata indra ngebanyol


"ni makan gula biar diabetes" kata indra sambil melemparkan sarung tangannya ke irwan & ditangkap irwan, "tau temen lagi galau malah dibecandain" kata indra lagi sewot.


"hahahahaha,.... kamu beneran lagi galau nih kayanya brow, sory co...aku kan main-main aja....aelah jangan terlalu galau kenapa brew, kan kemaren kamu udah dapat nomernya sinta kenapa gak pdkt aja sih sama sinta sapa tau dia bisa ngobatin galau mu brew" kata irwan memberi saran sambil melihat keindra.


"iya lah brew kayanya saran irwan bener juga, sapa tau deket sama sinta bisa bikin galaumu ilang brew" kata yudis


"sinta lumayan cantik juga si, boleh juga lah saranmu wan" kata indra, ngomongin sinta aku jadi inget sama caca alias syahila nih, calon dokter muda nan cantik jelita, kalo dibilang tertarik kayanya memang aku agak tertarik si sama dia, syahila itu cwe yang agak cuek bahkan dia gak sedikitpun ngelirik ke aku padahal banyak cwe berbondong-bondong pengen deket & kenal deket sama aku tapi dia justru kayanya gak tertarik sama sekali sama aku.


Aku agak tersenyum mengingat wajah syahila, gak nyangka lah kalau ternyata syahila itu sepupu dari andre temenya irwan, agak beda dari pada yang lain bahkan dia juga selama merantau dimakassar belum pernah pacaran, tapi mungkin gak sih kalau sebenernya dia gak suka cwo, gak mungkin sih kayanya cwe cantik kaya gitu gak suka sama cwo, tapi anehnya kenapa dia gak sama sekali tertarik sama aku, jangankan tertarik melirik aja engga, apa mungkin aku bukan tipenya.


"hhhhhhhffffffttttttt" ku buang nafas kasarku, aku agak kesal si akhirnya ada juga cwe dikota ini yang acuh sama aku.


"kenapa brew?" kata irwan merangkul ku


"engga brew,...agak lucu aja si ini,...emm kalian inget gak sama caca temennya sinta" kataku bercerita


"oh yang mencak-mencak pas ngelabrak mantannya sinta dikafe ya" kata indra


"oh yg itu,...kenapa brew, naksir kah" kata irwan


"wah kemajuan ni, baru kali ini sohib kita ngomongin cwe" kata yudis


"hahahah,...engga tau juga brew, kalian tau gak, tadi aku pas ngegym tadi ketemu lagi sama caca, ternyata caca itu sepupunya temenmu lah wan si andre & ternyata namanya tuh syahila, caca itu cuman panggilan dari temen-temen deketnya aja" kataku


"andre yang pengusaha itu fah" kata indra


"hmmmm,....parah tuh cwe" katakaku sambil menggeleng-gelengkan kepalaku sambil tersenyum


"parah kenapa brew,...cantik loh" kata irwan


"sama sekali gak tertarik sama aku dia brew, jutek banget lagi" kataku


"wah parah sih itu,...masa iya dia gak tahluk sama pesona ketampananmu yang hakikih ini brew" kata yudis


"hahahahah,...ada juga cwe gak mau sama kamu co" kata indra


"jadi ceritanya kamu penasaran sama dia brew" kata irwan, aku menoleh kearah irwan sambil menganggukan kepalaku, ketiga sohibku ini tertawa kegirangan sambil bertos.


"aaaahhhhh,...akhirnya brew,...setelah sekian purnama terlewatkan akhirnya ada juga satu yang nyangkut dikepalamu" kata yudis


"brew,...aku saranin cari tau tentang dia, deketin, dapetin" kata irwan


"dih......emangnya siapa yang suka sih brew" kataku

__ADS_1


"penasaran itu tanda suka brew, udah lah dari pada pas sadar ternyata udah diduluin orang duluan mending dari sekarang brew dideketin" kata indra, "jadi sama-sama kita pdkt, kamu pdkt sama caca terus aku pdkt sama sinta,...ahhhh mantep" kata indra lagi


Sepertinya ada benernya si yang dibilang ketiga sohibku, mungkin ini waktunya aku ngebuka hatiku lagi.


__ADS_2