Dunia Senja

Dunia Senja
05 hari pertama mos


__ADS_3

Setelah beberapa hari lalu sudah diadakan tes & pengumuman bagi siswa-siswi yang diterima & dielminasi maka hari ini adalah waktunya bagi siswa-siswi yang diterima untuk melaksanakan mos (masa orentasi siswa), hari ini siswa siswi kelas dua & tiga sudah masuk juga setelah libur panjang kenaikan kelas, jam telah menunjukan pukul 06.30pagi aku masih sibuk mengikat rambutku dengan tali rafia warna warni dengan dibantu ibuku, sedari dulu aku selalu berfikir kenapa harus diadakan mos disetiap angkatan baru disekolah menengah pertama & atas bahkan diperguruan tinggi juga ada mos atau ospek tepatnya, aku tak pernah setuju dengan adanya mos atau masa orentasi siswa sebenarnya, jika tak ada manfaatnya untuk apa diadakan. Rambutku sudah terikat rapi, dua ikatan tali rafia untuk hari pertama setiap hari bertambah satu ikatan sampai hari keempat saat masa orentasi siswa selesai.


Ku ambil tas yang terbuat dari karung beras & topi berbentuk kerucut yang terbuat dari karton diatas tempat tidurku setelah itu aku turun bersama ibu menuruni anak tangga menuju ruang makan untuk sarapan pagi, dimeja makan sudah ada ayah duduk sendiri sambil menyeruput kopinya, sekilas ia melirik kearahku & tersenyum.


"pagi anak ayah"kata ayah padaku


"pagi yah" kataku sambil mencium pipi kanan ayah lalu duduk didepan ayah, ku ambil selembar roti & ku olesi selai coklat, "aku kaya badut ya yah, ayah senyum-senyum gitu" kataku sambil menggit roti rasa coklatku.


"engga sayang, pagi-pagi caca ko udah sensi si,...lagi PMS" kata ayah, ibuku hanya tersenyum mendengar kata-kata ayah.


"engga tuh yah" kataku singkat.


"caca hari ini berangkat sama ayah apa sama ibun sayang?"kata ibuku padaku


"sama ayah aja sayang, ini soalnya sudah jam tujuh kurang, takutnya kalo sama ibun caca nanti telat" kata ayah


"ok,...caca ikut ayah aja bun"kataku, abangku bariq sudah berangkat ke jogjakarta untuk kembali berkuliah dua hari yang lalu jadi mulai saat ini kembali seperti biasa aku akan pulang pergi dengan ayah atau ibuku dengan disupiri mang agus & saat pulang aku akan dijemput oleh mang agus lagi.


Setelah selesai sarapan aku pergi bersama ayah menuju sekolah baruku, aku berpamitan pada ibuku terlebih dahulu sebelum masuk kedalam mobil bersama ayah, setelah berpamitan aku langsung masuk kedalam mobil duduk disamping ayah yang sedang mengemudi.


Aku membuka tas karungku sambil mengingat-ngingat apakah perlengkapanku sudah lengkap & tak ada yang tertinggal.


"gak ada yang ketinggalan kan ca?"kata ayah melirik kearahku tetapi masih tetap fokus dengan kemudinya.


"kayanya si engga si yah" kataku pada ayahku, aku melihat jam ditanganku, untung saja aku ikut ayahku tadi pikirku.


Setelah beberapa menit tepat jam 07.00pagi mobil yang dikendarai ayahku akhirnya sampai juga didepan gerbang sekolah, ku lihat sudah ada asyifa didepan gerbang berdiri menungguku, aku menyalami ayahku & turun dari mobil berjalan mengahampiri asyifa, seperti biasa ayah belum beranjak pergi meninggalkan gerbang karena masih memperhatikanku.


"pagi om" kata asyifa, ayahku hanya membalas dengan anggukan beserta senyuman & suara klakson mobilnya lalu melambaikan tangan kepada kami berlalu pergi mencapkan gas mobilnya dengan perlahan.


"ayah kamu mirip banget kaya abang kamu si sya" kata asyifa padaku sambil tersenyum


"ih mana ada fa, yang ada abangku yang mirip sama ayahku, kan ayahku yang memproduksi abangku,...hihihihi"kataku


"eh iya,..ayah kamukan empunya,...hahahah"kata asyifa, aku & asyifa lalu berjalan menuju kelas X2.


Disekolah sudah banyak kakak kelas berdiri & berjalan kesana kemari dikelas-kelas selain itu juga sudah banyak siswa-siswi baru yang berpenampilan sama denganku & asyifa disini, kuncir dua dengan tali rafia beserta memakai tas terbuat dari karung beras bertali tali rafia & mengenakan ikat pinggang dari tali rafia juga, tetapi berbeda dengan siswa pria yang tak perlu mengikat rambut mereka dengan tali rafia tetapi mereka harus mengikatkan kaleng yang diikat dengan tali rafia dikakinya.


Aku & asyifa masuk kedalam kelas & duduk dibangku kedua dari belakang dibarisan paling pojok, mata-mata memandang aneh kearahku sambil berbisik-bisik, aku berusaha cuek & tak memperhatikan walaupun aku tau aku yang menjadi fokus perhatian mereka bukan karena aku populer tapi karena mereka memandang aneh fisikku.


*****braaaaaaakkkkkk********

__ADS_1


Aku yang berada disamping asyifa kaget karena ia tiba-tiba berdiri & menggebrak meja. "apa....liat-liat?" katanya, aku menepuk jidatku dengan telapak tanganku & menggeleng-gelengkan kepalaku, aku yakin ia sadar jika kami sedari tadi jadi sorotan mata-mata para siswa-siswi dikelas ini sedari tadi tapi tepatnya aku yang jadi sorotan mereka.


Aku memegangi tangan asyifa agar tetap berada ditempat & tak beralih dari tempat, "apa,....bisik-bisik" katanya lagi masih marah, "ngomong yang nyaring gak usah bisik-bisik, kalian pikir aku gak tau kalian ngomongin apa?"kata asyifa lagi.


"fa...sabar fa,...masih pagi ah,...jangan buang-buang energi bentar lagi upacara loh, jangan gara-gara kamu marah-marah nanti kamu pingsan"kataku asal


"apa sih,...cantik-cantik galak banget,...lagian pede banget si kita ngomongin kamu" kata seorang siswa laki-laki.


"iya kepedean kamu" kata salah satu siswi perempuan.


"kalo kalian gak ngomongin kita mata kalian gak usah kekita" kata asyifa, "mau dicolok kah tuh mata biar gak segitunya kalo ngeliat, biasa aja ngerti" kata asyifa marah.


"Awas liat-liat kearah sini lagi,....kalau ada yang berani liat kearah sini sambil bisik-bisik sambil ketawa aku gampar ya" kata asyifa memeperingatkan, "apalagi sampai ku tau kalian ngomongin sahabat aku", katanya lalu kembali duduk.


Siswa-siswi sudah tak memperhatikan kearahku setelah asyifa menggertak mereka tadi, asyifa memang sangat sensitif & terlalu peka.


******POV ariani asyifa


Mata-mata memandang kearah kedatangan ku & aliesya membuatku risih, "kenapa sih ngeliatnya sampe kaya begitu ampe mau keluar tuh biji mata batinku", aku segera duduk dikursiku masih dengan gaya santaiku, akupun menoleh kearah kiri, "nah lo sebelah sana ngeliatnya sambil bisik-bisik sama ketawa-ketawa lagi, gak bisa dibiarin ni, batinku lagi"


Aku menggebrak meja membuat seisi kelas tersentak kaget melihatku, habis kesabaranku, "ini murid didalam kelas pergi kesekolah buat menutut ilmu bukan buat ghibahin org, brengsek, batinku lagi"


Sahabatku aliesya seperti biasa selalu melarangku & mengingatkanku dengan tindakanku yang seperti ini, aku kembali duduk setelah meledak-ledakan emosiku. Aliesya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil melihatku aku hanya tersenyum kepadanya.


Setiap ada yang membuli sahabatku ini aku selalu pasang badan paling depan untuk membelanya, aku bersahabat dengannya semenjak duduk dikelas satu sekolah dasar awalnya karena suatu hari aku pernah ditolong olehnya saat aku masih duduk ditaman kanak-kanak entah dia mengingatnya atau tidak, waktu itu aku berada dipasar induk terpisah dari bundaku, aku menangis diarea parkiran karena tak kunjung bertemu dengan bundaku, saat itu aku ingat dia datang menghampiriku & mengajakku menghampiri ibunya lalu membantu mencari bundaku, sejak itu aku selalu mengingatnya & ingin terus berteman dengannya sampai suatu hari aku satu sekolah dengannya.


********** back to Aliesya mikaila ananddin


"aduh fa....fa....kamu jangan kaya preman kenapa si,...kamu cantik-cantik galak banget,...udah lah cuekin aja, aku udah biasa ko" kataku pada asyifa.


"ah....biarin sya, lagian suruh siapa ngeliatin kita ampe mata kaya mau lepas, gak pernah liat orang apa" kata asyifa


"""""""tet""""""tet"""""""tet""""""""


Bel bunyi masukan terdengar, tapi karena hari ini hari senin seperti biasa kegiatan upacara penaikan bendera rutin dilaksanakan, aku & asyifa segera keluar menuju lapangan dengan mengenakan atribut lenkap topi & dasi.


Kami berdua masuk kedalam barisan kelas X2, berada dibarisan ketiga, kami berdiri dibawah terik matahari sambil menyanyikan hikmat lagu indonesia raya.


Setelah upacara bendera selesai kami membubarkan diri dari barisan menuju kelas untuk mengambil perlengkapan yang telah kami bawa tadi & kembali berkumpul kembali dilapangan untuk melakukan mos, hari ini kami bebas dari pelajaran.


"""Bruuuuuuughhhhh""""""" tubuhku menabrak seseorang, "ehhhhhh....maaf, gak sengaja" kataku yang masih tetap berdiri tegak, seorang siswa pria tersungkur dibawah, ia lalu berdiri & membersihkan dirinya dengan dibantu dua temannya.

__ADS_1


"woyyyyyy,.....gajah, kamu jalan pake mata dong" kata murid yang ku tabrak yang tertulis nama didada kanannya kenan adipyo wiguna.


"lagian ngapain gajah disini bukannya dikebun binatang" kata salah satu teman pria tersebut yang tertulis nama didada kanannya bobby amrul dermawan.


"gak usah ngegas napa,....ni temenku udah minta maaf kali, lagian jalan itu bukan pake mata tapi pake kaki" kata asyifa dengan nada santai, aku diam tak bergeming.


"gimana aku gak ngegas coba badan gede gitu jalan nabrak-nabrak, aku tau jalan pake kaki tapi tetep sambil ngeliat pake mata,...brengsekkkkk" kata kenan adipyo wiguna.


"ah udah yo, ngapain si ngeladenin dua cwe ini, gak penting" kata satu teman mereka yang sedari tadi diam didada kanannya tertulis namannya erwin erwansyah.


"dih sana gih,...kalian lebih-lebih gak penting" kata asyifa, "yuk sya" kata asyifa lagi sambil menarik tanganku menuju kelas meninggalkan tiga siswa pria yang mengajaknya berdebat.


Aku yang ditarik oleh asyifa hanya menurut ikut masuk kedalam kelas, lalu duduk untuk melurukan kaki karena lelah berdiri saat upacara bendera.


"tuh mulutnya cwo tadi kaya banci banget,..taiiiii, ngatain orang gajah, mulutnya itu kaya kebun binatang" kata asyifa emosi


"hahahahaha,....mulutnya kaya kebun binatang, ada penjaga loketnya dong buat beli tiket masuk" kataku bercanda, "slow fa,....jangan suka marah tar kamu lama-lama kena hipertensi loh, lama-lama struk" kataku sambil tertawa.


"asem,...mana ada aku darah tinggi, amit-amit deh kena struk, aku belum tua kali sya masa iya kena struk" kata asyifa.


Aku hanya menaikan bahuku sambil tertawa membuat asyifa menaikan satu alisnya seperti berpikir, "ah udah gak usah mikir, yuk kelapangan, itu punya kamu jangan ampe ada yang ketinggalan" kataku sambil menggandeng asyifa.


Dilapangam kami murid tahun ajaran baru telah dikumpulkan, berbaris sesuai kelas masing-masing, sekitar 150 lebih murid kelas X dikumpulkan dilapangan, kelas X terdiri dari 5 kelas & setiap kelas terdiri dari 30siswa bercampur siswi atau lebih, seperti halnya kelas ku yaitu kelas X2 yang terdiri dari 16siswi perempuan & 15 siswa laki-laki.


Aku sengaja duduk dideret belakang bersama asyifa sadar diri pikirku karena sudah pasti jika aku berada dibarisan depan aku akan menutupi siswa-siswi yang berada dideretan belakang.


"wah ada pemain smackdown ni dibelakang" kata salah satu murid yang berada disebelah asyifa, yang membuat asyifa spontan memelototkan matanya lagi & membuat murid-murid dibarisan kelas ku tertawa karena kata-kata murid pria tersebut.


"iya ngomong-ngomong kamu ngomong begitu mau di smackdown yah?, itu mulut lancang amat sih" kata asyifa


"wih,...ini jubirnya kali ya.....sapa sih namanya coba liat" kata siswa tersebut yang mengataiku pemain smackdown membaca nama asyifa, "oooooow ariani asyifa,.....kakaknya jubirnya pemain smackdown yang disebelahnya kakaknya ya kak,...hahahahaha" kata murid tersebut yang membuat murid lain tertawa kembali.


"ooooo dasar lambe lek gak enek balunge yo koyo ngono kuwi,....lembeng,...bancer" kata asyifa menggunakan bahasa jawa membuatku tertawa, karena kebetulan aku & asyifa sama-sama bersuku jawa karena ibuku adalah orang jawa meskipun ayahku bersuku bugis.


"bhaaaaaaaaahhhhhhaaaa,...kakaknya pemain wayang, ohhh pemain srimulat yah kakak, atau gak pemain ludruk, kalo pemain barongan kan gak mungkin", kata murid tersebut masih bisa membuat yang lain kembali tertawa, meskipun aku yakin dia pasti tak mengerti arti kata-kata asyifa tadi.


"oooooohhhh,....raiiiii mu koyo wedossssssss,...kakak-kakak emange aku mbakyu mu,.....ndue utek dideleh neng dengkol,...opo....ndelok-ndelok,...cengangas-cengenges, tak samplok raimu go slopku merot lambemu", kata asyifa lagi lalu melengos kearahku, membuatku semakin tertawa terpingkal-pingkal, asyifa yang membuatku tertawa ikut menutuo mulutnya ikut tertawa, murid disebelahnya hanya garuk-garuk kepala tak mengerti apapun arti kata-kata yang diucapkan asyifa.


Pak dian berada didepan barisan sebagai kepala sekolah bersama seluruh anggota osis, memperkenalkan diri & memberikan kata-kata sambutan sebelum acara mos dimulai, anggota osis berdiri berjajaran sekitar dua puluh anggota osis, aku yakin jabatan akan membuat mereka semena-mena, mengatas namakan senior untuk menindas junior, memperlakukan junior dengan tidak baik padahal sekolahpun sama-sama bayar.


Aku ingat sekali dengan keempat wanita yang beberapa minggu lalu berselisih faham dengan asyifa karena membuliku saat mendaftar bersama asyifa & abangku, terkadang aku berfikir apa salahnya seseorang mempunyai badan besar, apakah ini salah kami, bahkan aku tak pernah menginginkan ini jika boleh memilih aku ingin hidupku normal seperti gadis lain, kadang aku menginginkan hidupku layak seperti gadis lain tanpa bulian, kalian tak pernah merasakan rasanya jadi diriku, bahkan bukan hal yang mudah menahan sakitnya dihina, jika kalian jadi aku....aku yakin kalian tak akan sanggup menahan bulian seperti yang ku dapat setiap hari, mungkin saja kalian akan depresi, semoga kelak ini semua akan berakhir batinku.

__ADS_1


__ADS_2