
Abangku berjalan menggandengku sepanjang kami berjalan dari tempat parkir bolak balik ruang kepsek untuk mengambil formulir yang akan diisi & sampai saat ini didepan papan pengumuman untuk melihat persyaratan apa-apa saja yang harus dipenuhi, abangku tak melihat mata-mata elang para wanita yang melihat sinis padaku karena digandeng oleh pria tampan seperti abangku seperti tak sabar ingin mencabik-cabikku, sedang asyifa yang selalu mengikuti disampingku terus cengengesan karena sesekali aku cemberut sambil menghentak-hentakan kakiku karena bang bariq tak kunjung melepaskan gandengan tangannya, karena merasa lelah ditarik kesana kemari oleh abangku akhrinya aku protes juga, "bang ini aku capek lo abang tarik kesana, tarik kesini, abang gak sadar apa dari tadi kita diliatin sinis, dikira abang pacar aku kali ya, cwe-cwe melotot liat abang ganteng liat aku gendut" kataku sebal, sedang asyifa yang mendengarkan protesanku malah tertawa.
"hahahahha,....santai aja sya, baru juga di pelototin belum ditelen" kata asyifa asal, abangku hanya melihat kesekeliling kami & menggelengkan kepalannya sambil mengeluarkan nafas kasarnya.
"bang bariq mah gak peka fa,...liat nih malah geleng-geleng kepala" kataku pada asyifa sambil melihat kearah abangku, "bang lepas napa tangan aku bang" kataku lagi pada abangku bariq.
"kamu malu abang gandeng, abang gandeng kamu biar gak ngilang, dari pada nanti abang bingung nyari kamu, ini yang daftar banyak tau" kata abangku padaku, memang bener si yang dibilang abangku, karena banyak siswa yang mendaftar kami bisa terpisah kalau dia gak menggandeng tanganku, tapi gak mungkin dia gak bakal nemuin aku karena cuman aku yang punya badan besar disini. "ayo kita kesana dulu duduk kalo kamu capek" kata abangku menunjuk kesebuah kursi yang berhadapan yang memang kebetulan kosong, aku hanya mengangguk kearah abangku, "yo fa" kataku pada asyifa
Kami bertiga berjalan kearah dua bangku panjang kosong yang berhadapan, aku masih terus digandeng abangku sampai akhirnya kami sampai dibangku tersebut, aku lalu duduk bersampingan dengan asyifa & akhirnya abangku melepaskan tangannya dari tanganku, kenapa gak sekalian aja diikat ni tangan tadi kalo emang takut hilang sih bang pikirku.
"duduk disini aja ya de,...jangan kemana-mana kalian berdua, abang cariin minum" kata abangku yang tau kalau aku hampir dehidrasi karena tenggorokanku hampir kering, "caca mau nitip cemilan gak?" tanyanya padaku
"serah abang ajalah, asal beliin juga temen aku ni" kataku pada abang ku mengingatkan kalau disini bukan hanya ada aku tapi juga ada asyifa sahabatku, abangku hanya melihat kearah asyifa & menganggukan kepalanya lalu pergi menjauh dari kami.
"aaaahhhhh,...tanganku pegel banget dari tadi digandengin mulu, dah kaya truk gandeng" kataku pada asyifa, aku berani berkata seperti itu karena abangku sudah tak terlihat lagi menghilang di belokan lorong.
"hahahah,...aku malah pengen deh digandeng abang kamu, tapi aku gak pengen jadi kamu pengen jadi pacarnya ahhhhhhh,.....biar bisa diliatin kaya kamu tadi sama cwe-cwe, pasti mereka ngiri,.hahahahah" kata asyifa sambil tertawa dengan gaya genit.
"idih,...yakin kamu pengen jadi pacar bang bariq, ganteng iya tapi kaku" kataku "posesif pula, sama gue aja yang adeknya posesif apalagi sama pacarnya" kataku lagi, aku bersyukur abangku bariq tak mempunyai pacar aku tak bisa membayangkan nasib pacar abangku ini jika denganku saja dia bisa seposesif itu.
"ahhhhhh....mau dong diposesifin sama bang bariq" kata asyifa.
"is....gila kamu" kataku sambil menepukan tanganku kejidatku, gak habis pikir sahabatku sendiri bisa sejatuh cinta itu dengan abangku. "fa,...kamu liat gak mata-mata cwe-cwe yang melotot kaya kaget gitu ngeliat gue digandeng bang bariq, pasti mereka nyangka aku pacarnya bang bariq, trus kamu obat nyamuknya kita berdua,...hahahhaha" kataku mengejek asyifa yang membuat asyifa mendorong pelan tubuhku.
"sialan,....hahahhaha" kata asyifa tertawa, "iya juga ya sya, dari tadi aku ngintilin kalian dah kaya kacung aja aku, kaya dayang kalian" kata asyifa
"hahahahha,...kacung,....parah mah itu fa" kataku, "cantik-cantik kamu dikira kacung fa, aku yang gendut malah dikira pacar abangku, aduh ini salah faham yang hakikih, nambah lagi masalah hidupku, kita liat aja tar apa yang bakal nimpa aku" kataku pada asyifa, belum berhenti aku & asyifa tertawa segerombolan kakak kelas yang tak lain adalah anggota osis datang mendekati kursi yang kami duduki, membuat aku & asyifa seketika langsung terdiam saling pandang lalu berbisik-bisik, lima cwe anggota osis ini sepertinya sengaja duduk didepan bangku kosong yang terletak didepan kami sambil melihat sinis kearahku.
Matilah aku kali ini batinku mulai tak tenang karena terus-terusan diperhatikan dengan sinis, kenapa juga abangku lama pikirku, aku lihat kearah asyifa yang masih dengan tenang melihat kearah kelima cwe didepan kami tanpa rasa takut sedikitpun, senyumku mulai mengembang saatku lihat abangku muncul dari belokan lorong yang sama tempat ia menghilang bukan menghilang seperti hantu ya,...hahahaha.
Abangku mulai berjalan cepat kearahku, aku tau apa yang dipikirkannya ia pasti kuatir jika para kakak kelas yang berada dihadapanku ini akan menggangguku, setelah sampai ia lalu menyuruhku untuk menggeser duduku agar ia bisa duduk tepat disebelahku membuat para kakak kelas hanya takjub melihat kearah abangku & kearahku, abangku membuka kantongan yang dibawanya tadi yang berisikan minuman & cemilan.
"emmmmm" kata abangku memberikan botol minuman yang sudah dibuka terlebih dahulu & memberikan satu botol lagi yang sama kepada asyifa, "ayo diminum dulu" kata abangku lagi, setelah memberikan minuman yang dibukanya ia memberikan kantongan yang berisikan cemilan kepadaku, "ini cemilannya, makannya pelan-pelan aja, abis itu kita pulang" kata abangku.
__ADS_1
Aku menerima bungkusan yang berisikan beberapa cemilan lalu membukanya & ku berikan kantongan itu kepada asyifa agar ia juga memilih cemilan yang akan ia makan, "ni fa" kataku, asyifa menerima kantongan tersebut & memilah-milah, aku menengok kearah abangku karena terus memperhatikanku, "kenapa bang,...mau" kataku menyodorkan satu iris kripik kentang dengan tanganku kedapan mulutnya, tanpa menjawab ia hanya membuka mulutnya, membuat para kakak kelas didepan bangku kami ini langsung mencibir.
"aduuuuuhhhhhhh,....gak sadar banget pake suap-suapan" kata salah satu siswi didepanku, yang terlihat nama didadanya aulia azahra, abangku yang mendengar kata-kata dari salah satu kakak kelas ini langsung melotot, sedang aku & asyifa kembali hanya berpandangan, oohhhh....aku sangat gila gak sadar kalo ada mereka tadi pikirku.
"lagian ganteng tapi seleranya yang kaya gajah gini,...aneh,...hahahhaha" kata kakak kelas yang lainnya yang didada kanannya tertulis namanya arlinda mayangsari.
Abangku bariq tiba-tiba berdiri yang ku tau ia pasti sudah kehilangan kesabaran karena mendengar kata-kata dari kakak kelas yang bernama arlinda mayangsari mengataiku gajah, aku lantas menarik tangan abangku "bang sabar bang, udah biarin aja" kataku pada abangku.
"heh....mbaknya,...jangan sok cantik ngatain orang gajah, mbaknya udah ngaca belum, tuh jidat lebar kaya lapangan futsal, hidung penyet kaya gunung dipotong eksapator" kata asyifa, membuatku & abangku menoleh kearah asyifa, aku gak nyangka aku nenangin abangku yang lagi emosi tapi aku lupa sama sahabatku yang juga gampang panasan kalo ada yang ngebuli atau ngehina aku.
"nyolot banget kamu ya,....kamu nantangin" kata arlinda mayang sari.
"ngajak ribut ni bocah" kata salah satu kakak kelas lain, yang tertulis nama didada kanannya amora andriani
"sapa yang nantangin, lagian kalian duluan yang ngatain sahabat aku ya, tapi kalo memang ngajak ribut,...ayo" tantang asyifa, wah...wah...asyifa memang sangat berani tapi aku gak nyangka dia bahkan berani dengan kakak kelas seperti ini, "fa...sabar fa, aku gakpapa" kataku pada asyifa sedang abangku hanya melongo melihat keberanian sahabatku ini.
"udah sya biarin, kakak kelas yang kaya gini gak bisa dibiarin, mulutnya itu loh gak bisa dijaga, ngehina aja bisanya, udah yang kaya perfect aja bentukannya" kata asyifa,
Mendengar kata-kata asyifa membuat salah satu kakak kelas itu berdiri yang tertulis nama didada kanannya irma kartini. "minta ditonjok ni mulutnya biar diem, nantangin kita" katanya
"kalian ini emang bener-bener ya,...aku dari tadi diem aja udah gemes banget ama kalian semua, bisa-bisanya ngomong sembarangan" kata salah satu kakak kelas tersebut yang sedari tadi hanya diam tak ikut berkomentar & membuli yang tertulis nama didada kanannya aisyah ratu cantika, "maaf ya ka,...temen-temen aku gak maksut ko, aku tau tadi mereka cuman main-main aja tapi malah keterusan" kata aisyah ratu cantika meminta maaf pada abangku
"sekali lagi kalau aku denger antara kalian atau siapa aja ada yang berani ngatain ade aku, bakal ku robek mulutnya" kata abangku membuat mereka semua menunduk kecuali aisyah ratu cantika
"de maafin temen-temen aku ya" kata aisyah ratu cantika padaku & pada asyifa, aku hanya mengangguk tapi tidak dengan asyifa aku tau ia pasti masih sama kesalnya dengan abangku, aisyah lalu mengulurkan tangannya kearahku, "kenalin namaku aisyah ratu cantika, panggil aja aisyah atau kak aisyah" katanya sambil tersenyum.
aku membalas uluran tangannya & memperkenalkan diriku, "namaku aliesya mikaila ananddin...panggil aja aliesya atau alies kak" kataku memperkenalkan diri.
Setelah menyalamiku aisyah juga menyalami asyifa serta abangku.
"aisyah" katanya
"sudah tau" kata asyifa jutek tak melihat kearah aisyah
__ADS_1
"namanya sudah tau"kata aisyah
"iya aku sudah denger tadi mbanya kan ngenalin namanya sama sahabat aku nyaring, aku juga gak budek jadi aku denger" kata asyifa, abangku tersenyum mendengar kata-kata asyifa, baru kali ini abangku bisa tersenyum karena tingakah sahabatku.
"namanya siapa ya"kata aisyah
"ni baca ndiri,...bisa bacakan mbanya, ah elah nama segede ini gak liat" kata asyifa lagi masih dengan mode jutek, sahabatku ini memang begitu kalau dari awal emang sudah gak suka sama seseorang.
"hmmmm....emmmm namannya airin asyifa,...ok airin" katanya sambil manggut-manggut & tersenyum, terlihat ia nampak sabar menghadapi asyifa meskipun asyifa sedari tadi jutek padanya.
"serah" kata asyifa
"sahabat aku ini biasa dipanggil asyifa kak" kataku menjelaskan sedang aisyah hanya manggut-manggut & tersenyum manis, ia memang paling cantik dibanding keempat temannya yang masih duduk diam dibangku didepan kami.
Aisyah lalu mengulurkan tangannya lagi pada abangku untuk memperkenalkan diri pada abangku sedang abangku hanya diam saja tanpa membalas uluran tangan aisyah malah sibuk dengan ponsel ditangannya, aku lalu menyikut abangku, "bang....." kataku mengomando agar ia membalas uluran tangan aisyah, abangku hanya melihat kearahku, aku mengodenya agar membalas uluran tangannya baru abangku membalasnya.
"aisyah" katanya
"bariq" kata abangku
"bang bariq ini abangku kak" kataku pada aisyah
"oh,...gitu,...masih sekolah juga kak?, kelas berapa?, diSMA apa?" kata aisya panjanh lebar
"sekalian aja tanya alamat rumah, nomer telpon, makanan kesukaan, ukuran sepatu, ukuran baju sama celana, jomblo atau gak,...."kata asyifa nyerocos, belum selesai ia berkata aku langsung memotong kata-katanya, "hussssstttttt" kataku pada asyifa, "kaya kereta api aja nyamber" kataku lagi pada asyifa, abangku hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, entah apa yang membuatnya tersenyum, entah kata-kataku atau kata-kata asyifa atau juga kata-kata ponselnya, maksutnya abangku sedang memegang ponselnya mungkin ada yang lucu didalam sana makanya abangku tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"maafin asyifa ya kak, dia ini sebenernya baik ko" kataku pada aisyah, "abangku ini sekarang lagi kuliah tataboga" kataku
"dih ngapain minta maaf, lagian aku gak ada salah ko sya" kata asyifa lagi, aku menggeleng-gelengkan kepalaku, "fa udahan napa fa,...eling fa...eling...kesambet setan dimana si kamu" kataku lada asyifa.
"udah,...gakpapa ko,...oh iya sekali lagi maafin temen-temen aku ya" kata aisyah, aku hanya mengangguk kembali, "kalau gitu aku keruang osis dulu ya" katanya lalu pergi mengajak keempat temannya menjauh dari kami bertiga.
"aaaaahhhh....tuh para nenek lampir" kata asyifa, aku langsung mencelah perkataan asyifa, "hussssttttt,...ngomong sembarangan" kataku pada asyifa
__ADS_1
"emang bener nenek lampir, kamu tadi tanyakan aku kesambet apa, aku kesambet setan kunti, bikin panas ati mulut kaya tempat sampah" kata asyifa, membuatku & abangku tertawa terbahak-bahak, luar biasa sahabatku ini, dia memang benar-benar tak rela jika ada seseorang yang menyakiti perasaanku, semoga kami berdua ditrima disekolah ini supaya bisa terus bersama & terus menjadi sahabat baik seperti kemarin, sekarang & untuk selamanya sampai kami menua & mati.