Dunia Senja

Dunia Senja
#19 Bersama Zofin


__ADS_3


Ku pandangi setiap jengkal foto yang berada di galeri ponselku, potret diriku saat masih berbadan gendut, kadang rasanya aku gak pernah menyangka dengan perubahan fisik ku saat ini, aku bak seekor ulat yang bermetamorfosa menjadi seekor kupu-kupu, hanya saja aku tak sebebas kupu-kupu yang bisa terbang kemanapun ia mau, aku masih terus menunggu sayap ku untuk bisa ku kepakkan. Aku tak tau sampai kapan aku akan terkurung seperti ini disini, meskipun semua kebutuhan ku terpenuhi disini tapi tetap saja bagiku semuanya hanyalah semu.


Aku melihat pemandangan disekitar apartemenku saat ini, berderetan gedung-gedung menjulang diantaranya, kendaraan berlalu lalang disekitarnya, bahkan pemandangan saat ini tak akan pernah ku temui di kota tempat tinggalku, disini aku hanyalah orang asing yang tersesat & tak tau arah tujuan.


Aku mulai sebal saat ini dengan orang-orang yang membuatku terkurung disini, kenapa sampai saat ini dia ingkar janji denganku, apa sebenarnya aku tak layak untuk ia temui sehingga sampai saat ini ia terus bersembunyi entah dimana, saat ini bahkan aku sangat marah dengan diriku sendiri, kenapa aku begitu bodoh harus jatuh cinta & berharap dengan orang yang tak pernah ku temui, bahkan sampai detik ini ia tak pernah memberi tahu siapa namanya.


*Ting....tong.....


Suara bel pintu apartemenku menyadarkan ku dari lamunanku, aku berdiri lalu berjalan kearah pintu untuk melihatnya.


" Zofin " kataku


Aku menatapnya dengan penuh tanya sedangkan ia hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya, aku mulai berfikir jika Zofin pasti pernah membuntuti ku sampai keapartemenku sehingga ia bisa sampai disini.


" em,...aku gak dipersilahkan masuk nih? " kata Zofin


" sorry gak bisa, soalnya aku lagi sendiri " kataku


Bukannya tidak sopan tapi memang saat ini aku hanya sendiri di apartemen & gak mungkin aku menerima tamu lawan jenis saat ini.


" oh, okey " (kata Zofin), " mau keluar bareng aku gak? " (kata Zofin)


Aku berfikir sejenak, mungkin lebih baik jika aku pergi untuk menghibur diri mana tau Zofin bisa bantu.


" boleh, aku ganti baju dulu ya, eh tapi kamu gak papakan nunggu disini? " tanyaku


Sekilas ku lihat Zofin hanya mengangguk saja sambil tersenyum, kemudian aku masuk kedalam kamarku untuk mengganti pakaianku, setelah selesai berganti baju lalu aku keluar menemui Zofin yang telah menungguku didepan pintu apartemenku. Ku lihat ia masih setia berdiri di samping pintu apartemenku yang sengaja aku tutup.


" sudah siap? " kata Zofin


" udah, yuk " kataku


Aku berjalan bersama Zofin menuju pintu lift, terlihat Zofin tersenyum lebar yang tak bisa ku artikan mengapa ia bisa tersenyum mungkin sesenang itukah ia saat ini karena bisa berjalan bersamaku. Hari ini aku tak memperdulikan larangan yang dibuat oleh si boss sok Sweet yang melarangku untuk pergi atau mengobral dengan orang asing, mungkin saja Zofin bisa ku andalkan untuk mambantuku agar bisa mengantarkan aku pulang kembali kerumahku.


Setelah berada di lantai bawah aku terus berjalan mengikuti Zofin menuju arah parkiran motor, Zofin sudah siap diatas motornya lalu menyuruhku untuk naik keatas motor sport yang jelas lah pasti miliknya karena terpampang jelas nama Zofin di plat motor tersebut.


" naik ini? " kataku seolah tak percaya


Seolah tak percaya kami akan pergi entah kemana dengan berboncengan motor, padahal selama ini seumur hidupku aku gak pernah pergi kemanapun itu dengan naik motor, bukan karena takut kehujanan atau kepanasan tapi karena sebelumnya badanku lebih besar dua kali lipat dari yang sekarang & jelas saja motor jenis apapun tak akan kuat mengangkut badanku.


" iya naik ini, ayo " kata Zofin sambil mengulurkan tangannya


Aku menyambut tangan Zofin lalu naik tepat dibelakang Zofin, aku memegang erat pundak Zofin padahal motor Zofin belum bergerak sama sekali.


" kamu takut jatuh ya?, ko megang pundak aku kuat banget padahal kita kan belum jalan " kata Zofin tersenyum


Aku hanya tersenyum kikuk karena merasa konyol dengan kelakuan ku sendiri yang seperti orang udik.


" kalo takut jatuh mending tangannya peluk pinggang aku aja " kata Zofin sambil menarik tangan ku kepinggannya.


Jantungku berdetak kencang saat ini, entah karena aku gerigi karena baru kali ini akan pergi dengan naik motor atau karena perlakuan Zofin saat ini. Motor melaju melewati jalan raya, tanganku kini memeluk erat pinggang ramping Zofin sesuai instruksinya agar aku tak terjatuh.


Kami berdua mengelilingi kota Balikpapan entah daerah apa ini aku juga tak tau, melewati gang-gang kecil yang lumayan ramai kendaraan yang saat ini juga berlalu lalang.


" sudah makan belum? " kata Zofin bertanya


" belum sih? " kataku


" kita cari makan dulu ya, habis itu mau gak nonton? " kata Zofin


" boleh deh " kataku


Tidak terlalu buruk naik motor bagiku lebih asik dari pada naik mobil kemana-mana, meskipun saat ini aku takut jika saja motor yang kami naiki tiba-tiba tak seimbang menjadi oleng & terjatuh. Aku mulai tersenyum karena pada akhirnya aku tidak merasa seperti disangkar emas lagi seperti biasa karena aku bisa sebebas ini pergi dari sangkarku yang tak lain adalah apartemen tempat ku tinggal selama ini. Setelah melewati jalan raya yang lumayan padat akhirnya kami berdua sampai disebuah Mall, setelah turun aku kembali berjalan mengikuti Zofin masuk kedalam Mall tersebut.


" makan apa nih maunya? " kata Zofin


" aku ngikut aja sih " kataku


" yuk " kata Zofin yang mulai menggandeng tanganku, " takut nanti kamu ngilang jadi aku gandeng " kata Zofin lagi.


Rasanya seperti ada yang aneh di dalam tubuhku, jantungku serasa memompa lebih cepat dari sebelumnya, wajahku seraya panas terbakar merasakan genggaman tangan Zofin, baru kali ini aku bersentuhan secara langsung dengan lawan jenisku.


Mataku tak hentinya memandang kesegala arah, biasanya saat masih tinggal dengan kedua orang tuaku, kami akan menghabiskan waktu di mall seperti ini setiap dua minggu sekali, saat ini justru ditempat yang sama aku justru pergi dengan orang yang baru ku kenal.

__ADS_1


" duduk sini aja ya " kata Zofin sambil tersenyum


Aku hanya mengangguk sambil tersenyum, Zofin memesan beberapa makanan serta minuman untuk kami berdua, setelah menunggu sendiri akhirnya Zofin menuju arah meja dengan membawa beberapa macam makanan, selama dalam program diet aku tak pernah makan makanan cepat saji seperti ayam KFC, kentang goreng, burger & lainnya, kali ini justru Zofin membawakannya untukku.


" ayo dimakan, tunggu apa lagi " kata Zofin


" eh tapi aku lagi diet, gak boleh makan makanan kaya gini, gimana dong " kataku


" makan sekali ini aja gak papa kali, lagian ngapain lagi sih diet, badan udah kurus kerempeng gitu " kata Zofin


Zofin mungkin tak tau jika tak mudah aku mendapatkan tubuhku seperti saat ini, perjuanganku cukup berat bahkan hampir saja aku tak sanggup. Aku agak ragu-ragu untuk menyantap makanan yang sudah berada didepan mejaku meskipun saat ini aku juga sangat ingin memakannya.


" udah makan aja, aaaaaa " kata Zofin menyuapkan kentang goreng, Aku hanya menurut membuka mulutku.


" tenang aja tar aku temenin joging kalo kamu mau diet, tapi kayaknya kamu gak usah diet deh soalnya kamu terlalu kurus " kata Zofin lagi.


" tapi bener ya temenin aku joging " kataku yang mulai menyantap makanan yang ada dimeja saat ini.


" siap bos " kata Zofin sambil tersenyum.


Aku tersenyum kearah Zofin, sudah saatnya aku membuka diri untuk mempunyai seorang teman, sebagai seorang teman Zofin tidak terlalu buruk, dia perhatian & juga baik.


" kalo boleh tau kamu kelas berapa? " kataku


" kamu kelas berapa? " kata Zofin


" kelas sepuluh " kataku


" sama " kata Zofin


" kamu homeschooling juga kan?, kamu gak pingin tuh balik sekolah sama temen-temen gitu? " kataku


" emangnya kamu pingin? " kata Zofin


" banget " kataku


" Hem, ya udah habisin dulu ya, habis itu kita nonton " kata Zofin


Setelah menghabiskan makanan akhirnya kami pergi menonton film di bioskop, biasanya aku pergi ke bioskop seperti ini hanya berdua dengan sahabatku Asyifa, bagaimana saat ini kabar sahabatku Asyifa, mungkinkah saat ini dia telah memiliki teman baru selain aku pikirku.


" kenapa? " kata Zofin


" Sekarang?, kan filmnya belum habis, nanti kalo habis kita baru pulang deh ya " kata Zofin


" tapi bukan pulang ke apartemen " kataku, Zofin hanya menaikkan satu alisnya,


" aku mau pulang kerumah aku, rumah aku ada di sebrang " kataku menunduk


" gak ah, mending kamu balik aja ke apartemen kamu, dari pada tar bikin ribet " kata Zofin


Harapanku menipis untuk bisa pulang dengan usaha sendiri, mungkinkah aku akan berada di kota ini selamanya, apakan aku harus pasrah & berhenti berharap. Tiba-tiba modku menjadi buruk rasanya ingin segera beristirahat ke apartemenku.


" Zofin pulang ke apartemen aja yuk, aku tiba-tiba pingin pulang " kataku


" tapi ini belum selesai nih filmnya " kata Zofin


" tapi aku pengen pulang " kataku


" ya udah ayo " kata Zofin berdiri meraih tanganku sambil tersenyum.


Kami berdua berjalan kearah luar bioskop, Zofin masih terus menggandeng tanganku, seharusnya aku tak melakukan ini padahal Zofin sudah bersikap baik hari ini, sudah cukup menghiburku dengan membawaku berjalan-jalan seperti ini. Tiba-tiba langkahku terhenti yang membuat Zofin seketika menoleh kearahku.


" kita ketaman aja yuk " kataku


" mau ketaman? " kata Zofin


" iya " kataku


Aku masih terus berjalan sambil menggandeng tangan Zofin, pemuda di sebelahku ini cukup sempurna bahkan senyumnya sangat berhasil membuat jantungku seolah-olah akan berhenti berdetak. Ku pegangi dadaku yang sedari tadi berdetak tak karuan, mendapatkan perlakuan yang istimewa seperti ini membuatku seperti dikelilingi ribuan kupu-kupu.


" jadi beneran ya kita ketaman? " kata Zofin


" iya " kataku


" ya udah yuk naik " katanya lagi

__ADS_1


Kami berdua pun pergi kearah taman dengan menaiki motor, Zofin menarik tanganku untuk melingkarkan kepinggannya memeluk, motor pun melaju kearah taman dengan pesat, sepertinya aku mulai suka berboncengan naik motor seperti ini dengan Zofin, setelah beberapa menit akhirnya kami sampai juga disebuah taman.


Aku menghirup udara segar yang ada di taman tersebut, sudah lama rupanya aku tak melihat bunga-bunga segar yang terpampang cantik seperti ini. Sudah sangat lama sekali aku tak bisa berjalan kemana-mana & hanya berdiam diri saja, kegiatan yang ku lakukan selama ini hanya disekitaran apartemen tempat ku tinggal saat ini, bahkan aku juga hanya bergaul dengan orang-orang yang diutus si boss sok Sweet.Aku & Zofin akhirnya duduk disebuah ayunan besi, Zofin tersenyum padaku membuat jantung semakin berdetak kencang.


" sudah lama nih aku gak jalan kaya gini " kataku


" oh ya " kata Zofin


Aku hanya menganggukan kepalaku begitu juga Zofin.


" kamu tau dari mana kalo aku tinggal di apartemen itu?, apa kamu jangan-jangan ngebuntutin aku ya? " kata ku


" aku gak ngebuntutin kamu ko, yang jelas aw sudah lama tinggal disitu juga " kata Zofin


" oh ya, masa sih " kataku


" iya, pasti kamu gak tau ya kalo aku tinggal Deket apartemen kamu juga " kata Zofin.


" sumpah aku gak tau, aku pikir kamu buntutin aku " kata ku


" hahahah, ada-ada aja kamu " kata Zofin sambil tertawa.


" lo suka bunga? " kata Zofin


" suka, tapi aku gak suka bunga yang layu, aku gak suka bunga yang dipetik padahal lebih indah kan kalo bunganya kita biarkan tumbuh, kita cukup memandang aja tanpa harus memiliki " kataku


" kamu gak tanya aku sukanya apa? " kata Zofin


" apa? " kataku


" kamu " kata Zofin


" ih apaan sih " kataku malu-malu


Kata-kata Zofin benar-benar membuatku nyaris pingsan, pipiku bersemu merah seperti udang yang sedang direbus, aku memalingkan wajahku agar tak dilihat oleh Zofin, terlihat sekilas Zofin tersenyum sambil melihat kearah lain.


Setelah situasi hatiku mulai bisa dikendalikan aku kembali melihat kearah Zofin, ku perhatikan dari ujung rambut hingga ujung kakinya nyaris tak ada sedikitpun celah keburukan fisiknya, aku heran dengannya mengapa dia lebih memilih untuk diam di rumah untuk homeschooling daripada pergi ke sekolah agar bisa memiliki teman, padahal jika dilihat dari fisiknya Zofin pasti akan menjadi idola para wanita disekolahnya, mungkin saja Zofin memiliki sebuah traumatik.


" kenapa?, udah mulai naksir ya? " kata Zofin tersenyum


" ah enggak kok " kataku menyangkal sambil memalingkan wajahku kembali. Aku terlihat sangat kikuk kali ini karena ketahuan memperhatikan Zofin.


" boleh gak kalo mulai sekarang aku deketin kamu " kata Zofin, aku menoleh kearahnya tak mengerti maksud perkataan Zofin yang barusan.


" maksudnya? " kataku singkat


" tau gak?, sebenarnya aku itu suka sama kamu dari pertama kita ketemu " kata Zofin


Baru kenal beberapa hari & ketemu cuman beberapa kali saat joging Zofin bisa berkata seperti itu, aku mulai sedikit berfikir mungkin Zofin tipikal laki-laki playboy, mana mungkin seseorang bisa jatuh cinta dalam waktu sesingkat ini.


" aku serius loh Sya, dua rius malah, aku gak bohong & kamu jangan mikir kalo aku playboy ya " kata Zofin


Mataku melotot karena terkejut Zofin seolah-olah bisa membaca pikiran ku, aku masih diam seribu bahasa.


" please kasih aku kesempatan buat bisa Deket sama kamu " kata Zofin


Dilihat dari tatapan matanya Zofin terlihat tulus sih meskipun aku sedikit ragu dengan apa yang dikatakannya.


" cuman Deket ajakan gak lebih? " kataku mulai membuka suara


" lebih gak boleh ya? " tanya Zofin


" enggak, soalnya aku belum boleh punya pacar " kataku


" backstreet deh " kata Zofin


" gak mau ah, ya kalo kamu mau deket sebagai temen, ok lah " kataku lagi


" ok, tapi kalau suatu saat kamu cinta sama aku jangan salahkan aku ya " kata Zofin tersenyum


" ngarep " kataku



Zofin

__ADS_1



Alisya


__ADS_2