
Pagi ini aku sudah berada disebuah jalan untuk melakukan lari pagi, joging hari ini ku lakukan tanpa ditemani mba nugrah karena mba nugrah sedang ada keperluan mendadak pagi nanti, Jam masih menunjukan pukul 06.00pagi langit masih terlihat sedikit agak gelap karena matahari masih malu-malu mengeluarkan sinarnya, sudah sekitar lima belas menit ku berlari menjauh dari apartemen yang ku tinggali saat ini, seandainya aku bisa bertemu dengan keluargaku dipagi ini, sudah hampir dua minggu aku menghilang sampai saat ini aku masih tetap belum menemukan tanda-tanda keluargaku mencariku padahal aku sudah sangat merindukan mereka, hanya satu harapanku agar aku cepat bisa kembali kerumah yaitu melaksanakan syarat dari si bos, semoga dalam waktu satu bulan berat badanku menjadi ideal.
Selama dua minggu melakukan diet ketat berat badanku lumayan banyak berkurang, satu minggu lagi aku bisa kembali kerumah dengan penampilan yang baru, memikirkan kepulanganku membuatku menjadi lebih semangat untuk melakukan olahraga, sangat takjup rasanya yang awalnya aku memakai pakaian dengan size besar sekarang justru pakaianku menjadi size kecil, ini semua berkat sibos sok sweety.
Sampai saat ini aku belum pernah bertemu dengannya & entah kapan dia akan menemuiku atau kita berdua tidak akan pernah bertemu sama sekali, tetapi meskipun hal itu tidak akan pernah terjadi aku tetap sangat bertrimakasi sekali dengannya, dia sangat berjasa membuat penampilanku menjadi berubah seperti ini, suatu saat jika aku kembali lagi kekotaku tidak ada lagi yang akan membuliku karena memiliki badan yang gendut.
Si boss sok sweet, penyelamat hidupku & orang yang sangat berjasa buatku....ya dialah orang yang membuatku menjadi aku yang baru meskipun masih dengan sifat & orang yang sama, aku akan menjadi aku meskipun aku nantinya dengan bentuk yang berbeda. Setiap hari berhubungan melalui saluran telpon, bertegur sapa & bercanda bahkan aku & dia selalu berbagi setiap keluh kesah, aku merasakan kenyamanan dengannya meskipun tak tau rupanya & siapa namanya, dia sudah mempunyai tempat yang khusus dihatiku.
Masih terus berlari meskipun dengan pikiranku sendiri, pagi ini sudah banyak murid-murid sekolah yang berlalu lalang untuk berangkat kesekolah, dua minggu yang lalu aku sama seperti mereka seorang murid sekolah yang harus berangkat pagi kesekolah agar tidak terlambat, sepertinya saat ini aku sedikit merindukan sekolah karena disana ada sahabatku asyifa & teman-temanku yang lainnya.
"hai....." kata seseorang yang berlari disampingku saat ini, aku menoleh kearah lain untuk memastikan pria ini menegur siapa, gak biasanya ada orang lain joging disini selain aku & mba nugrah, batinku
"aku" kataku sambil menunjuk diriku sendiri memastikan, ku lihat dia tersenyum karena jawabanku.
"iyalah siapa lagi, kan disini cuman ada kita berdua, masa iya aku negur orang yang disebrang jalan sana" katanya sambil menunjuk orang yang berada disebrang jalan, aku menoleh kearah orang tersebut juga, beneran negur aku nih cwo, batinku lagi.
"oh jadi negur aku ya" kataku lagi sambil tersenyum, ku lihat senyumnya juga mengembang.
"hemmm,...kenalin ahzafan zofin aban" katanya, "panggil aja sesuka kamu" katanya lagi
"emmmmmm,...." kataku sambil berhenti memperhatikannya, pria disampingku pun ikut berhenti, sudah hampir dua minggu berada disini baru kali ini ada seseorang secara langsung mengajakku berkenalan, kembali lagi dia mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan dirinya yang tak kunjung ku balas.
"hai....hallo" katanya lagi melambai-lambaikan tangannya didepan wajahku, "ngelamun atau apa, tenang aja aku gak jahat ko, sudah jinak gak perlu takut, soalnya aku gak gigit" katanya membuatku spontan menjadi tertawa.
"is....emang kamu peliharaan jinak" kataku, sepertinya gak ada salahnya si berteman sama ni cwo, pikirku.
Lagian selama berada disini gak satupun aku punya teman selain si bos sok sweety & mba nugrah, si bos sok sweety juga gak pernah nemuin aku secara langsung cuman mbak nugrah yang selalu ada meskipun mbak nugrah terlalu formal denganku.
"oh iya,...aku aliesya mikaila ananddin, panggil aja aliesya" kataku.
"ok,...."katanya singkat.
"aku panggil kamu apa ya" kataku berpikir.
"serah kamu aja, asal jangan dipanggil bolot" katanya lagi, aku tertawa mendengar kata-katanya.
"aku bingung mau panggil apa" kataku
"kalau kamu bingung panggil apa, panggil aja aku pacar" katanya lagi.
"is apaan sih,...baru kenal eh" kataku tersenyum
"heheh..habis kamu bingung sih,...yaudah panggil aja zofin" katanya lagi, aku hanya tersenyum & menganggukan kepalaku tanda setuju.
Kami berdua berlari memutar bersama sambil mengobrol, zofin anaknya lumayan asik juga meskipun kami baru saja berkenalan tapi bisa seakrab ini, sepertinya zofin sudah terbiasa seperti ini dengan para wanita mungkin saja zofin seorang playboy, dari tampangnya yang sangat-sangat ganteng maksimal aku yakin memang dia seorang playboy & pastinya pacarnya banyak & dimana-mana, penampilannya juga gak biasa meskipun hanya mengenakan celana basket & baju kaos oblong tetapi dia masih terlihat sangat cool, aku yakin siapa saja wanita yang dekat dengannya pasti hatinya akan meleleh apalagi jika melihat senyumnya, tapi kuharap aku tidak jatuh ditangan playboy sepertinya.
__ADS_1
"hemmm,...hayo mikirin apa" katanya yang berhasil membuatku kaget, "lagi mikirin aku ya" katanya lagi sambil tersenyum, tebakannya bener banget ya....seolah-olah bisa baca pikiranku, aku sempet beberapa menit terpesona memperhatikan betapa luar biasanya ciptaan tuhan yang berada disebelahku saat ini.
" sapa yang mikirin kamu GR" kataku berbohong, terlihat ia kembali tersenyum sambil menghadap kedepan.
Aku kembali lagi fokus berlari, setelah beberapa menit berlari akhirnya gedung apartemen tempatku tinggal sudah terlihat sangat dekat.
"ini aku sudah mau sampe, kayaknya kita pisah disini aja ya" kataku buru-buru memisahkan diri supaya zofin gak mengikutiku keapartemen.
Setelah sampai didepan gedung apartemen tempat tinggal ku saat ini aku buru-buru masuk menuju pintu lift sambil berharap semoga zofin gak mengikutiku sampai kesini tapi sepertinya dia gak ngikutin aku sih, pikirku agak lega. Setelah sampai didepan pintu apartemen tempat tinggalku aku lalu menekan tombol & masuk kedalam, kututup pintu apartemen ini terlebih dahulu sebelum ku dudukan bokongku diatas sofa untuk beristirahat, kesapu bulir-bulir keringat yang menetes membasahi tubuhku, rasanya badanku jadi lebih sehat sekarang gara-gara rajin olahraga.
Jam telah menunjukan pukul 07.30pagi sebentar lagi pelatih zumbaku zin alata akan datang, masih belum selesai kegiatan olahragaku karena masih akan berlanjut. Aku berjalan menuju arah dapur, ku ambil segelas air putih untuk menyegarkan dahagaku, hari ini lumayan lah, meskipun tanpa mba nugrah kegiatan pagiku masih tetap berlangsung.
###########kringggggg..........
ponselku berbunyi tanda panggilan masuk, ini kedua kalinya si boss sok sweety menghubungiku setelah pagi tadi sekitar jam 04.45pagi dia membangunkan aku untuk melakukan joging pagi tadi, aku segera mengangkat telpon tersebut.
"hallo bosssku" kataku
"eemmmm,...mulai lagi" katanya, "kamu ini loh yang bossnya aku, kamu tau gak aku kerja siang malam meskipun cuman pagi yang enggak, cuman buat kamu" katanya lagi.
"dih kaya suami aku aja kamu mah" kataku sambil tertawa, si bospun ikut tertawa.
"hahahahah,....kamu dirumah aja ya biar papa yang kerja" katanya bercanda, sudah bukan hal yang biasa obrolan candaan seperti ini kita berdua lakukan, terkadang cadaan seperti inilah yang ngebuat aku selalu nunggu telpon dari dia.
"hahahaha,....jangan gila dong ya, masih kecil loh akunya" kataku, "kalau kamu mungkin udah tua kali ya" kataku lagi.
"emmmm,...sweety makasi ya, kamu udah bikin aku bisa kaya gini sekarang, kita gak kenal tapi kamu baik banget, kamu perlakuin aku seistimewa ini selama hampir dua minggu disini, aku gak pernah kesepian walaupun aku tinggal sendiri disini soalnya kamu rajin nemenin aku walaupun cuman lewat telpon, kamu juga gak biarin aku bodoh selama disini tetep sekolah walaupun homescooling, mungkin aku gak akan bisa kaya gini sekarang kalau hari itu kamu gak nabrak aku, meskipun kamu biarin aku kelaparan sampe aku bisa kurusan hahahha, tapi makasi banget ya" kataku panjang lebar dari lubuk hati yang paling dalam.
"hahahhaha,....apa...apa, kamu bilang apa,....ulang dong" katanya sambil tertawa.
"lah.....aku udah ngomong panjang lebar lo, masa iya disuruh ngulang sih" kataku, "kamu lagi sibuk ya makanya gak dengerin aku" kataku lagi agak kesel sih kali ini, udah ngomong panjang lebar ngucapin trimakasih tapi gak dianggep.
"hheeeeh,....ngambek, aku dengerin ko, cuman aku agak speechless aja kamu tadi sebut aku sweety,...hehehe jarang-jarang nih" katanya, aku seketika melotot terkejut, meskipun kami hanya mengobrol via telpin seperti ini aku bisa juga tersipu malu seperti ini.
"aku tau pasti kamu lagi senyum-senyum malu ya" katanya, seolah seperti bisa melihatku yang memang sedang senyum-senyum sendiri, "ya udah siap-siap gih, bentar lagi pelatih zumbanya datangkan" katanya.
Setelah berpamitan akhirnya telpon segera terputus, ku letakan ponsel milikku diatas meja didepan sofa tempatku duduk, sepertinya sekarang aku selalu menantikan telpon darinya, aku juga bingung kenapa ada saja bahan untukku sekedar mengobrol dengannya, terkadang dia sengaja menelpon untuk menemaniku mengobrol sampai aku tertidur saat malam hari, selain itu dia juga sangat romantis bahkan dia terkadang mengirimkan bunga atau boneka kepadaku melalui mba nugrah.
*******ting.....tong......
Bunyi bel terdengar sepertinya zin alatalah yang menekan tombol bel tersebut, aku segera bangun untuk membukakan pintu.
"hai sayangnya zin" katanya sambil cipika cipiki denganku, "gimana udah siap" katanya lagi.
"siap dong zin" kataku sambil tersenyum, aku sudah sangat siap & bersemangat melakukan semua kegiatan olahragaku saat ini.
__ADS_1
"ok,...yuk" katanya mengajakku untuk pergi melakukan senam zumba sambil menggandeng tanganku.
Zin alata memang sangat ramah & lebih santai dari pada mba nugrah yang selalu bersikap formal denganku.
#####POV ARIANI ASYIFA
Masih berada didalam kelas hari-hariku terasa sepi sekarang, sudah hampir dua minggu aku belum mendapatkan kabar baik tentang keberadaan sahabatku Aliesya, sebenarnya dimana dia, aku selalu berharap jika tidak terjadi apa-apa dengannya & semoga dia dipertemukan dengan orang baik & lekas kembali.
Sudah hampir dua minggu setiap pulang sekolah aku selalu mampir kebutik tante fitri untuk menanyakan kabar perkembangan pencarian sahabatku tetapi sampai detik ini belum juga ada kabar dimana keberadaan sahabatku itu. Tante fitri & om sapar sudah melakukan aktifitasnya masing-masing seperti biasa kembali, kedua abang aliesya juga sudah kembali kekegiatannya masing-masing dikota lain, sedangkan ketiga tersangka penyebab menghilangnya sahabatku telah mendapatkan hukuman mereka bahkan sampai saat ini mereka bertiga belum juga masuk kembali kesekolah, entah mereka hanya sekedar diskors atau memang dikeluarkan dari sekolah.
Jam telah menunjukan pukul 09.00pagi pelajaran pertama telah dimulai dari sejam yang lalu, sekarang aku hanya bisa memandangi bangku kosong disebelahku yang belum terisi, rasanya aku sangat merasa kehilangan, aku ngerasa gagal sebagai sahabatnya.
"sttttt,....fa" kata seseorang memanggilku, sontak aku menoleh kearah suara tersebut.
"kenapa nin" kataku
"ada kabar kah soal aliesya" kata anin
"iya fa gimana" kata sandra
"semoga aliesya sehat-sehat ya" kata mia
Ketiga temanku inilah yang selama hampir dua minggu selalu menemaniku, mereka juga mencemaskan keberadaan aliesya, terkadang salah satu dari mereka atau ketiganya ikut denganku menyusuri kota ini, tapi usaha kami untuk mencari aliesya gak kunjung membuahkan hasil, tapi aku gak akan pernah putus semangat aku pasti bakal ketemu lagi sama dia entah kapan itu.
"belum ada kabar baik" kataku lemas menjawab.
"sabar fa, kita pasti bakal ketemu lagi ko sama aliesya, aku yakin itu" kata anin, aku hanya manggut-manggut & tersenyum.
"aamiin,..semoga ya" kata sandra.
Ku tatap kembali bangku disebelahku sambil memegangnya, mataku panas berkaca-kaca, ku tahan air mataku agar tidak menetes, aku sudah sangat rindu dengan sahabatku ini.
Sya cepet balik ya kamu, gak ada kamu aku kesepian, maafin aku gak bisa jagain kamu.
########BACK TO ALIESYA MIKAILA ANANDDIN.
Sudah satu jam penuh tanpa berhenti aku melakukan gerakan-gerakan senam zumba yang diperagakan zin alata yang berada didepanku, keringat jagungku mulai membasahi tubuhku, musik masih melantun merdu mengiringi gerakan kami berdua, aku mulai bisa mengikuti semua gerakan yang di lakukan zin alata dengan lebih mudah dari sebelumnya, menurutku ini bukan seperti senam tapi lebih seperti tarian atau dance, gerakan yang lumayan energik dengan alunan musik yang temponya sedikit lebih cepat.
"ok,...istirahat dulu ya, nanti kita lanjutin lagi" kata zin alata.
"siap zin" kataku, aku berlalu mengambil dua boto air mineral untukku & untuk zin alata, "zin minum dulu" kataku sambil menyodorkan satu botol air mineral kepada zin alata.
"thanks" katanya sambil tersenyum, "ngomong-ngomong kamu agak kurusan ya" katanya lalu menenggak air mineral yang ku berikan tadi.
"hehehehe, iya zin" kataku sambil menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal.
__ADS_1
"harus terus semangat ya de, kamu pasti bisa" katanya memberiku semangat, aku hanya mengangguk saja.