
"Bayinya ... Bayinya....
"Bayinya kenapa, Ma?" tanya Nana sambil melangkah cepat untuk melihat langsung apa yang terjadi kepada bayi Dara, sementara Cleona tetap di posisi semula, ia membantu menyanggah tubuh lemas Dara agar tak jatuh dari duduknya. Meski sudah duduk, tapi tetap saja Dara tak bisa melihat dengan jelas seperti apa kondisi bayinya.
Begitu melihat langsung seperti apa fisik sang bayi, Nana pun membulatkan matanya dengan sempurna. Namun, secepat kilat ia berusaha mengubah ekspresinya agar Dara tak khawatir.
"Bayinya tampan sekali, ayo kita bersihkan, Ma," ucap Nana tersenyum kecut, Elsa pun menganggukkan kepala dan mulai mengelap tubuh bayi Dara yang sedari tadi tak henti menangis histeris. Castin yang sudah tahu apa yang terjadi tampak biasa saja. Tidak seperti ibu dan istrinya yang begitu panik.
"Aku ingin menyusuinya," ucap Dara pelan, tapi masih dapat didengar.
"Jangan sekarang karena aku harus membawa bayimu ke rumah sakit untuk diperiksa oleh dokter khusus anak. Lebih baik kamu istirahat dan pulihkan dulu tenagamu. Nana, Cleona, bantu Dara," jelas Calvin detail, kemudian mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi sang ayah.
"Bagaimana, pa?" tanya Calvin cepat.
"Helikopter sudah siap, kemarilah," balasnya di seberang sana. Calvin langsung memutuskan panggillan, kemudian mengambil alih bayi Dara yang terus menangis.
Setelah kepergian Calvin, Dara tampak panik dan khawatir akan keadaan bayinya. Ia tahu ada sesuatu yang tidak beres. "Bayiku akan baik-baik saja, kan?" tanya Dara pada Cleona.
"Tentu saja bayimu akan baik-baik saja, Dara. Kamu tidak perlu khawatir," jawab Cleona mengusap pundak Dara dengan lembut.
"Benar apa yang Cleona katakan, bayimu akan baik-baik saja. Sesuai prosedur, bayimu harus berada di tangan dokter khusus anak setelah dilahirkan. Tidak hanya bayimu saja, tapi semua bayi yang baru lahir juga diperlakukan sama. Kalau tidak, Calvin yang akan disalahkan apa bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, apalagi kamu melahirkan tidak di rumah sakit," lanjut Elsa menjelaskan panjang kali lebar, tapi berhasil membuat Dara menghela napas dengan tenang.
"Sudah, lebih baik kamu istirahat sekarang, persiapkan diri untuk menyusui nanti," lanjut Elsa lagi dan Dara pun kembali merebahkan tubuhnya untuk beristirahat.
__ADS_1
***
"Elmer! Ikut aku!" ajak Calvin dengan suara meninggi. Elmer yang duduk di sofa segera bangkit, kemudian dengan patuh mengekor di belakang Calvin.
Di dalam helikopter.
"Apa terjadi sesuatu pada bayiku?" tanya Elmer dengan raut wajah yang sulit di jelaskan.
"Nanti kamu akan tahu sendiri," balas Calvin enggan menjelaskan.
Tak lama kemudian, helikopter pun mendarat di atap rumah sakit. Calvin dan Elmer bergegas turun dan langsung menemui dokter Dona untuk menyerahkan bayi Elmer.
"Bayiku..." Elmer tak sanggup melanjutkan kalimatnya saat melihat seperti apa kondisi fisiknya bayinya yang malang.
"Benar apa yang dokter Calvin katakan. Terima kasih karena sudah membawa bayinya tepat waktu, karena ada banyak pasien yang tidak dapat disembuhkan karena terlambat mendapatkan penanganan," kata dokter Dona menjelaskan di sela-sela memeriksa kondisi bayi.
"Ini kasus ringan, dapat sembuh dengan cepat, percayakan padaku. Namun, hal seperti ini tidak boleh terulang lagi, apa pun masalahnya, Dara seharusnya kontrol kandungan setiap bulan," lanjut dokter Dona yang tak lain adalah teman sekelas Elmer saat SMA. Elmer menghela napas lega dengan beban rasa bersalah yang menumpuk di dada. Ia menyesal karena tidak memiliki banyak waktu menemani Dara semasa kehamilannya.
"Ini salahku, maafkan papa, Nak," sesal Elmer. Calvin dan dokter Dona tersenyum simpul. Seorang jendral Elmer sudah banyak berubah.
"Hanya kaki bengkok saja, kan? Apa ada masalah lainnya?" tanya Calvin serius, menatap bayi tampan itu dengan kasihan. Ya, bayi malang itu mengalami kelainan berupa bengkok pada kaki sebelah kanannya. Dan beruntung masih ringan dan tentu dapat disembuhkan asal diobati dengan rutin sebelum berusia 3 tahun.
"Selain kaki, semuanya sehat dan normal," balas Dona menyelesaikan pemeriksaannya.
__ADS_1
"Keadaan Dara bagaimana? Dia juga baik-baik saja kan?" tanya dokter Dona khawatir terjadi sesuatu yang buruk kepada Dara.
"Dia baik-baik saja, tapi dia belum tahu kondisi bayinya," balas Calvin dengan datar.
"Jelaskan padanya dengan pelan, jangan sampai membuatnya khawatir. Bayinya sudah boleh dibawa pulang, ia harus mendapatkan ASI pertama. Aku akan datang setiap hari untuk mengobati kakinya sampai sembuh," balas dokter Dona menyerahkan bayi mungil itu kepada Elmer. Elmer menerima bayinya dengan gugup. Ia menggendong bayinya dengan sangat berhati-hati.
"Terima kasih, Dara," ucap Elmer tulus.
"Sama-sama, jangan lupa berikan sedikit perhatian pada istri dan putramu," pesan dokter Dona dan Elmer menganggukkan kepala sebagai jawaban.
"Kita langsung pulang saja, Dara dan yang lain sudah berada di rumahmu," kata Calvin yang baru saja mendapatkan chat dari istrinya, Nana.
"Baiklah," jawab Elmer dan mereka berdua pun keluar dari ruangan.
Dokter Dona fokus menatap punggung dokter Calvin dengan tatapan penuh akan kekaguman.
Coba tebak, dokter Dona ular biasa atau berbisa?🙃
.
.
__ADS_1