
Sampai di dalam toilet, Dara langsung menutup pintu dan tiba-tiba saja ia merasakan ada cairan yang mengalir dari pangkal pahanya. Di waktu yang bersamaan, rasa sakit yang luar biasa mulai mulai dirasa. Menyadari bahwa ia akan segera melahirkan, Dara panik bukan main.
"Argh ... To ... Tolong....!" jerit Dara berpegangan pada ganggang pintu toilet. Sambil menahan rasa sakit yang menjalar, Dara berusaha membuka pintu guna keluar dari dalam toilet.
"To ... Long...." Dara menyeret sepasang kaki dengan berpegangan pada tembok, sementara cairan bening terus mengalir semakin deras. Meski begitu, Dara tetap berusaha mencari pertolongan.
Namun, rasa sakit berkali-kali lipat datang menghujam. Membuat Dara tak lagi sanggup melangkah hingga memilih bersimpuh di lantai dingin depan toilet. Meski ada rasa ingin mengejan, tapi berusaha Dara tahan sekuat tenaga. Di sela-sela menikmati rasa sakit, Dara meraih ponsel dari saku dress-nya, kemudian mencoba menghubungi sang suami untuk meminta pertolongan.
***
Karena kapal sudah berada jauh dari daratan, Calvin, Castin, Elmer, Devil dan Arvin mulai memancing. Saat tengah asik berbincang, tiba-tiba saja nada dering ponsel Elmer bersuara.
"Panggilan dari siapa?" tanya Devil penasaran.
"Dara, bukankah dia—" Elmer tak melanjutkan kalimatnya saat tak melihat keberadaan Dara di meja tempat Nana dan Cleona menikmati hidangan.
"Cepat angkat!" desak Castin khawatir terjadi sesuatu kepada Dara. Mendengar titah Castin, barulah Elmer mengangkat panggilan dari sang istri.
"Ada apa?" Elmer bertanya datar.
"Pe ... Perutku Sa..." rasa sakit membuat Dara tak lagi sanggup berucap.
"Kau di mana?" Elmer bertanya cepat, ia tahu bahwa telah terjadi sesuatu yang tidak baik pada Dara.
"A ... Aku ... Aaa...."
Tutt!
"Sial!" umpat Elmer berlari menghampiri Nana dan Cleona. Calvin dan lainnya juga ikut berlari menyusul Elmer.
__ADS_1
"Di mana Dara?" tanya Elmer dengan nada suara meninggi.
"Dara? Barusan dia ke toilet," meski bingung, tapi Nana tetap menjawab dengan cepat.
Setelah tahu di mana sang istri berada, Elmer pun langsung berlari menuju toilet dan betapa kagetnya ia saat melihat Dara sang istri telah bersimpuh di lantai dengan kondisi yang sangat mengkhawatirkan.
"Astaga, sepertinya Dara mau melahirkan!" seru Elsa kaget melihat wajah pucat, keringat, serta cairan bening yang membasahi dress longgar yang saat ini Dara kenakan.
"Elmer, angkat dan bawa Dara ke kamar di sana!" titah Calvin dan Elmer reflek menggendong membawa Dara menuju sebuah kamar yang Calvin sebutkan, kamar yang tak jauh dari lokasi mereka saat ini. Semuanya turut membawa Dara, kecuali Arvin ayah Calvin yang bergegas menghubungi Nakhoda agar membawa kapal kembali ke pelabuhan.
"Kamu mau ke mana, sayang?" tahan Elsa ketika Nana ingin masuk ke dalam kamar di mana Dara tengah berjuang melahirkan bayinya dibantu oleh dokter Calvin sang ahli.
"Mau temani Dara, Ma," jawab Nana dengan raut wajah khawatirnya.
"Tidak perlu, sayang. Sudah ada Calvin dan Elmer di dalam," Elsa tak ingin menantu polosnya mengurungkan niat untuk hamil saat mengetahui betapa sulitnya melahirkan.
"Betul apa yang Tante Elsa katakan, Na. Lebih baik kita berdoa untuk keselamatan Dara dan bayinya," sambung Cleona yang kini berdampingan dengan Castin sang suami. Mendengar perkataan ibu mertua dan sahabatnya, Nana pun menganggukkan kepala mengerti.
"Ma, Dara—"
"Tidak apa-apa, sayang. Memang begitu melahirkan," terang Elsa membawa Nana kembali duduk dengan tenang.
"Apa sesakit itu?"
"Tentu saja tidak, sayang. Tidak sakit sama sekali," lagi-lagi Elsa takut Nana tidak mau hamil, apalagi usianya yang masih tergolong labil.
"Lalu kenapa Dara berteriak, Ma?" tanya Nana lagi, sementara jeritan Dara dari dalam kamar semakin kencang.
"Sakit melahirkan itu sama seperti sakit saat kamu susah buang air besar. Karena terlalu lama, ada rangsangan perasaan untuk berteriak kencang. Itulah yang terjadi pada Dara, jadi kamu tidak perlu khawatir," jelas Elsa berkilah, dengan bodohnya Nana menganggukkan kepala percaya.
__ADS_1
Tak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi dibarangi dengan terbukanya pintu kamar dengan kemunculan Elmer dengan wajah syoknya.
Alih-alih bertanya pada Elmer, Nana, Cleona dan Elsa langsung masuk ke dalam kamar untuk melihat seperti apa kondisi Dara dan bayinya.
"Kau kenapa?" tanya Castin pada Elmer yang langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa.
"Tidak apa-apa, hanya sedikit lemas saja," jawab Elmer dengan suara yang bergetar.
"Sekuat dan semenakutkan apa pun musuh tidak mampu membuatmu lemas, tapi menemani istri melahirkan kau sudah seperti mayat hidup," cibir Castin tersenyum mengejek.
***
"Di mana bayinya?" tanya Elsa pada Calvin yang tengah menyelimuti tubuh lemah Dara, sementara Cleona dan Nana langsung mengerumuni Dara yang tampak pucat dan tak bertenaga, bahkan bicara saja dia sudah tak sanggup.
"Di sana, Ma. Mama bisa bantu lap tubuhnya?" tawar Calvin.
"Tentu saja," jawab Elsa yakin.
"Aaaargh!" teriak Elsa tiba-tiba.
"Kenapa, Ma?" tanya Calvin membuat Nana, Cleona dan Dara langsung menuju pada sumber suara.
"Bayinya ... Bayinya....
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, hadiah dan bintang limanya😍 Terima kasih 🙏🏻