Duren Dokter

Duren Dokter
Bab 12


__ADS_3

"Kumohon lakukan!" pinta Dara menarik dan langsung menekan kedua telapak tangan kekar Elmer di atas kedua gundukannya yang indah.


"Baiklah, aku akan melakukannya dengan perlahan. Katakan padaku kalau kamu merasa tidak nyaman," Elmer beringsut mendekat, kemudian mulai memijat mengikuti instruksi pada Video. Jangan tanya seperti apa perasaannya saat ini. Intinya Elmer menyesal seumur hidup karena mengabaikan istrinya yang lebih cantik dan lebih seksi daripada wanita-wanita yang pernah ditemuinya di dunia ini. Termasuk Cleona.


Aneh. Setelah melahirkan, Elmer merasa Dara sejuta kali lebih mempesona. Terkadang cantik, terkadang seksi, tapi terkadang juga imut menggemaskan. Jelas apa yang ada pada diri Dara adalah tipe idealnya. Elmer tak mengerti, ke mana saja dia selama ini? Kenapa baru sekarang ia menyadari bahwa Dara amatlah sempurna. Dan sayangnya ia baru menyadari kesempurnaan dara tepat setelah sang istri melahirkan. Di mana ia mau tak mau harus menahan hasrat mengingat post partum (masa nifas) akan berlangsung.


"Emm!" lenguh Dara berusaha menahan suara ketika Elmer memelintir chocochip pada kedua gundukanya.


"Maaf," ucap Elmer beringsut mundur dengan wajah yang telah memerah.


Masa bodoh dengan rasa malu, Dara lebih fokus pada kedua gundukanya yang masih sama, tidak ada setetes cairan pun yang mengalir. Dara berusaha menahan tangis, ia merasa gagal menjadi seorang ibu.


"Apa perlu kucoba sekali lagi?" tanya Elmer dengan senang hati, tapi Dara langsung menggelengkan kepala dengan cepat. Elmer tak bisa berbuat banyak. Melihat kedua manik sang isteri berair, Elmer juga merasa sakit bak disayat sembilu.


"Susu formula saja, bayiku pasti sudah kelaparan," ucap Dara mengambil keputusan dengan penuh kekecewaan.


"Baiklah, akan aku berikan susu formula terbaik untuk bayi kita," balas Elmer langsung keluar dari kamar usai mendapat anggukan kepala dari sang istri.


Di luar kamar.

__ADS_1


"Calvin, terima kasih banyak atas bantuanmu. Sekarang bawalah Nana pulang, kalian pengantin baru," kata Elmer menoleh pada Calvin sesaat, kemudian fokus melihat sang putra yang tengah diberikan susu formula oleh sang ibu tercinta.


"Kau mengusirku?" Calvin bercanda meski sebenarnya ia sedikit kesal.


"Sudah tahu pakai bertanya. Ayo kita pulang, jangan sampai melewatkan malam pertama!" seru Nana tak sabaran, membuat yang lainnya menahan tawa. Calvin yang geram bercampur malu, langsung menyeret Nana pulang.


"Sepertinya kita berdua juga harus—"


Brak!"


Semua orang kaget saat tiba-tiba pintu kamar terbuka lebar, tampak Dara berdiri sambil memegang perut bagian bawahnya. Khawatir akan keadaan Dara, Cleona dan Elsa langsung menghampiri.


"ASI-nya keluar!" seru Dara dengan senyum lebarnya. Begitu juga yang lainnya, apalagi Elmer yang langsung mengambil alih bayinya dan ia bawa masuk ke dalam kamar bersama Dara tentunya.


***


"Dokter Calvin," panggil Nana menatap kagum sang suami yang duduk tepat di sebelahnya.


"Mulai sekarang panggil namaku saja," balas Calvin tanpa menoleh dan tetap fokus membelah jalan raya.

__ADS_1


"Nana ingin mengatakan sesuatu."


"Apa?" perasaan Calvin mulai tak enak.


"Nana mau punya anak, titik!" tekan Nana dengan lantang, Calvin tiba-tiba menginjak rem mendadak saking kagetnya. Beruntung mobilnya canggih hingga Nana sang istri tak terluka meski keningnya membentur badan mobil.


"Aku masih hidup?" tanya Nana sambil memegangi keningnya yang terbentur.


"Apa kamu pikir mengandung, melahirkan dan mengurus anak itu mudah? Ada ngidam dengan segala drama, melahirkan bertaruh nyawa hingga baby blues syindrome," sanggah Calvin dengan nada suara meninggi.


"Lagian aku akan menceraikanmu, Nana."


.


.


.


Maaf baru update🙏🏻 Lagi fokus jagain emak di rumah sakit, mohon doanya untuk kesembuhan emak Othor. Terima kasih💕

__ADS_1



__ADS_2