Duren Dokter

Duren Dokter
Bab 07


__ADS_3

Hari yang Nana tunggu-tunggu akhirnya tiba, hari di mana ia akan menjadi istri sah dari pria yang sangat ia cintai. Impiannya selama ini akan menjadi kenyataan.


Pagi-pagi sekali Nana sudah bangun, mua langsung meriasnya dengan natural, mua juga membantu mengenakan gaun pengantin, hingga kini Nana pun siap dengan penampilan sempurnanya.



"Ayah, hari ini Nana akan menikah," Nana berdiri di depan foto sang ayah yang melekat sempurna di dinding kamarnya. Nana tersenyum manis dengan setetes air mata yang langsung ia tepis.


"Nana sangat bahagia, Nana harap ayah juga bahagia di surga sana," monolog Nana lagi, ia berusaha membendung air mata, tak ingin terlihat menyedihkan di depan sang ayah tercinta.


"Nana yakin hanya dokter Calvin satu-satunya pria yang pantas menjadi suami Nana. Menurut ayah bagaimana? Apakah dokter Calvin pantas menjadi menantu ayah?"


Tok, tok, tok!


Suara ketukan pintu terdengar, Nana pun terpaksa menyudahi perbincangan dengan foto ayahnya.


"Iya!" seru Nana mengangkat ujung gaun, kemudian melangkah dengan cepat menuju pintu kamar. Sepersekian detik kemudian, Nana membuka pintu hingga tampaklah sosok tampan yang tak pernah gagal dalam hal penampilan. Hari itu dokter Calvin tampak berkali-kali lipat lebih tampan daripada biasanya. Padahal, tak banyak yang berubah. Setelan jas seperti biasa selalu melekat sempurna di tubuh kekarnya. Nana terperangah, menatap Calvin tak percaya. Tak percaya kalau sebentar lagi dokter Calvin yang selama ini ia kagumi akan menjadi miliknya.


__ADS_1


"Sudah siap?" tanya Calvin dengan ekspresi datarnya. Nana pun menggelengkan kepala, berusaha menyadarkan diri dari keterkaguman.


"Iya, aku sudah siap," jawab Nana senyuman manis.


"Kita berangkat," ajak Calvin melangkah lebih dulu, seperti biasa Nana mengekor di belakangnya dengan raut wajah kekecewaan.


"Di kebanyakan novel, pengantin pria akan terpesona melihat penampilan pengantin wanita, tapi kenapa ini kebalikannya? Perasaan aku juga cantik, tak kalah cantik dari nona Cleona, tapi kenapa dia tidak bisa melihatku sebagai wanita?" protes Nana dalam hati.


"Mentang-mentang aku bisa bela diri, apa dia kira aku ini wanita jadi-jadian?" lanjut Nana semakin kesal.


"Haruskah aku telan jang di hadapannya? Ck! Lihat saja nanti," lanjut Nana mengumpat, tapi lagi-lagi hanya di dalam hati. Ia tak punya keberanian untuk mengungkapkan isi hatinya di depan Calvin. Nana takut, takut Calvin berubah pikiran dan membatalkan pernikahan. Membayangkan hal itu, Nana menggelengkan kepala dengan cepat.


"Ti-tidak apa-apa, hanya sedikit gugup," balas Nana tersenyum kecut.


"Pakai safety belt-mu," titah Calvin, Nana pun menganggukkan kepala dan langsung mengenakan safety belt-nya. Begitu Nana siap, Calvin mulai tancap gas menuju sebuah gereja yang tak jauh dari apartemen tempat tinggal Calvin.


Beberapa menit kemudian, mobil pun berhenti tepat di depan pintu masuk gereja. Nana menghela napas berat, kemudian barulah ia keluar dari mobil, menyusul Calvin yang telah masuk lebih dulu. Saat memasuki pintu utama gereja, Calvin tampak menghentikan langkahnya, sepertinya ia kaget dengan kehadiran kedua orang tua serta sahabat dekatnya. Siapa lagi kalau bukan Castin yang datang bersama Cleona istrinya, Elmer yang juga datang bersama istrinya yang telah hamil besar yaitu Dara, dan tak ketinggalan Devil yang datang seorang diri alias tanpa pendamping.


Melihat kedatangan Calvin dan Nana, mereka semua pun langsung berdiri dengan senyuman gembira, kecuali Arvin ayah Calvin yang terlihat begitu tegang. Sementara Elsa yang berdiri paling depan, tampak memberikan kode kepada sang putra agar mulai melangkah menuju altar untuk segera mengucapkan janji suci.

__ADS_1


Melihat Calvin bengong, Nana pun dengan penuh keberanian melingkarkan tangan di lengan kekar Calvin, kemudian menuntun Calvin untuk melangkah dengan perlahan menuju altar. Calvin dan Nana mulai melangkah perlahan, beberapa tamu yang hadir mulai bertepuk tangan. Elsa, Cleona dan Dara melempari kelopak bunga.


Ketika sampai di hadapan pendeta, Nana tampak gembira, berbeda dengan Calvin yang justru gelisah. Apalagi saat mengingat senyuman tulus Cleona tadi.


"Siap?" tanya pendeta.


"Siap!" seru Nana, tapi tidak dengan Calvin. Pendeta mulai menuntun Calvin dan Nana mengucapkan janji suci yang sakral. Begitu selesai mengucapkan janji suci, Calvin dan Nana pun telah sah menjadi pasangan suami istri, baik secara agama dan juga hukum negara.


"Ciiuuumm!" teriak Elsa memprovokasi, membuat semuanya ikut meneriaki hal yang sama, kecuali Arvin yang terlihat semakin gelisah.


Calvin tampak menggenggam tangan erat saat melihat Cleona memintanya untuk mencium Nana. Sementara Nana tersenyum malu, tapi tanpa malu-malu ia mendekatkan wajahnya ke wajah Calvin. Baru saja akan maju, tapi Nana kaget karena tiba-tiba Calvin menarik pinggang rampingnya dengan gerakan cepat, mendekapnya dengan erat, mendekatkan wajah sekilat, dan kemudian....


.


.


.


Lanjut nggak, nih? Like, komen, vote dan bintang limanya dulu dong😍

__ADS_1



__ADS_2