
Malam itu, untuk pertama kalinya pasangan suami istri Calvin dan Nana tidur di atas satu ranjang yang sama, tapi sayang adegan yang dinanti oleh para pembaca tidak terjadi.
"Aku yakin dokter Calvin tergoda, hanya saja dia menahan diri karena kamu sedang sakit. Apa lagi kamu punya kartu as-nya, pria sejati seperti dokter Calvin pasti tipe pria yang memegang teguh janjinya," terang Cleona dengan serius.
"Waktuku tersisa 28 hari lagi, kalau begini terus bagaimana aku bisa hamil?" Nana mengusap kasar wajah dengan kedua telapak tangan. Nana kehabisan ide, ia tak menyangka misinya amatlah sulit, tak semudah yang ia bayangkan.
"Salahmu juga, dikasih 2 bulan, sok-sok'an bisa hamil dalam 1 bulan. Tapi kenapa tidak coba gunakan obat perang sang saja?" Cleona memberi saran.
"Suamiku dokter Calvin, Cleona. Jangankan penawar untuk obat perangsang, penawar untuk racun mematikan sekali pun dia punya dan bahkan tahu cara membuatnya," balas Nana pasrah, suaminya terlalu jenius untuk dibodohi.
"Kamu benar, trik sederhana itu tidak akan berhasil menipu Calvin," sahut Cleona ikut bingung memikirkan nasib malang sang sahabat. Jelas lawan Nana bukan sembarang lawan, gerak gerik Nana pasti sudah terbaca dengan mudah.
Lenggang beberapa saat, Nana dan Cleona saling diam di hadapan makan siang mereka yang kini terabaikan.
"Kenapa kamu tidak coba minta bantuan Tente Elsa? Kalau pun tidak dapat saran, setidaknya dia bisa mengulur sedikit waktu,"
Mendengar saran sang sahabat, Nana tersenyum lebar. "Ide bagus!" seru Nana penuh semangat.
Pulang sekolah Nana tak langsung pulang ke rumah, melainkan berkunjung ke rumah super mewah mertuanya. Kedatangan Nana tentu saja disambut hangat oleh Elsa.
"Duduklah sayang," wanita paruh baya itu menuntun menantunya hingga duduk dengan nyaman di sofa empuk ruang keluarga.
"Bagaimana sayang? Kamu dan Calvin pasti sudah buatkan mama cucu, bukan?" pertanyaan Elsa membuat Nana menundukkan wajahnya dalam. Elsa langsung mendekat dengan ekspresi wajah khawatirnya.
"Jangan bilang—"
"Nana tidak mau bercerai dari Calvin, Ma. Tapi ternyata sangat sulit, Calvin tidak mau meniduri gadis SMA seperti Nana," ungkap Nana mengangkat wajah, memperlihatkan kedua mata yang telah berlinang air mata.
Mendengar ungkapan Nana, Elsa langsung bangkit dari duduknya, ia mondar-mandir dengan ekspresi datarnya. Nana meneguk saliva bersusah payah, mama mertuanya dapat berubah ekspresi dari lembut menjadi keras dalam waktu singkat.
"Bagaimana pun caranya kamu harus bisa luluhkan pertahanan Calvin," Elsa menekan kalimatnya.
"Aku yakin aku pasti bisa, tapi kalau Calvin sibuk kerja dan aku juga harus sekolah. Kapan kami berdua punya waktu untuk buat anak?"
__ADS_1
"Kamu benar," balas Elsa menganggukkan kepalanya.
"Untuk itulah aku butuh bantuan mama," sahut Nana memelas dengan ekspresi wajah imutnya.
"Bantuan? Bantuan yang seperti apa?" tanya Elsa penasaran.
"Bulan madu."
***
"Heh, mau ke mana?" tahan Calvin saat Nana yang baru pulang sekolah akan masuk ke dalam kamarnya.
"Ya tidur bareng kamu, bukankah kita suami istri?" balas Nana dengan senyuman yang sangat memabukkannya, tapi tak cukup membuat Calvin tergoda.
"Lulus sekolah dulu baru boleh tidur bersama, sana pergi, kamar kamu di sebelah," usir Calvin, Nana langsung menggelengkan kepala dengan menyipit mata serta memanyunkan bibirnya.
"Tidak mau!" keukeuh Nana melesat masuk ke dalam kamar Calvin, kemudian menjatuhkan tubuh dengan kasar dan mendarat sempurna ke atas ranjang berukuran king size milik Calvin.
"Iya deh iya, cerewet amat suami aku," tanpa ragu Nana membuka pakaiannya satu persatu tepat di hadapan Calvin.
Calvin yang kaget langsung membalikkan badan. "Astaga! Mana ada wanita seceroboh kamu, NANA!" bentak Calvin murka. Bagaimana tidak murka, kali ini ia melihat dengan jelas bagaimana bentuk tubuh polos bagian depan istrinya. Bayangan Dua buah melon berbeda ukuran serta pangkal paha yang terhimpit kini menari-nari dalam benaknya.
"Aku tidak punya riwayat jantung!" batin Calvin kesal sambil merasai dadanya yang kini berdegup kencang tak beraturan.
Nana tersenyum senang melihat respon sang suami, ia turun dari ranjang, mendekat, dan tanpa ragu memeluk Calvin dari belakang dan Nana benar-benar menempelkan tubuh polosnya pada tubuh kekar sang suami.
"Meski aku bukan wanita pertama yang telan jang di hadapanmu, tapi kamu adalah laki-laki pertama yang melihatku telan jang," Nana berbisik sambil mengelus daun telinga Calvin yang memerah.
"Aku berani bersumpah bahwa aku tidak pernah seperti ini di depan laki-laki lain, selain kamu suamiku," elusan jemari lentik Nana semakin turun ke bawah.
"Berhenti menggodaku, Nana!" bentak Calvin menyingkirkan jemari Nana yang hampir menyentuh titik paling sensitif pada tubuhnya. Meski berhasil menyingkirkan jemari Nana, tapi Calvin tak bisa lepas dari pelukan sang istri. Nana justru semakin mempererat pelukannya hingga Calvin dapat merasakan tonjolan kenyal pengandung listrik bertegangan tinggi yang dapat menyengat tubuh kekar Calvin.
__ADS_1
"Menggoda suami sendiri tidak boleh, apa itu artinya aku boleh menggoda laki-laki lain?" celetuk Nana membuat Calvin semakin kesal.
"Berhenti bicara dan pergilah!" bentak Calvin yang secepat kilat membuka jasnya, kemudian melilitkannya ke tubuh polos Nana.
"Baiklah, kita pergi bersama!" seru Nana meloncat-loncat kegirangan, Calvin menggunakan salah satu tangan untuk menutupi tonjolan di pangkal pahanya. Jasnya tak cukup besar untuk menutupi seluruh bagian sensitif Nana yang rupanya begitu indah dengan ukuran yang jauh lebih besar dari prediksi Calvin.
"Kusangka apel, tapi ternyata melon," batin Calvin menelan saliva bersusah payah. Pepaya jumbo Cleona memang langka, tapi melon Nana tak kalah menggoda.
"Sialan! Apa yang aku pikirkan!" batin Calvin membentak dirinya sendiri.
"Apa maksudmu?" tanya Calvin tak mengerti.
"Ini surat cutimu dari papa dan ini tiket bulan madu kita berdua, Yeay!" sorak Nana kembali melompat heboh.
"NANAA!"
.
.
.
Hasil Jepretan Pelakor
Hasil jepretan Istrinya (Nana)
Tenang guys, itu fotonya dipake'in filter sama Nana🥲
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan bintang limanya biar author makin semangat nulis dan updatenya. Terima kasih 🙏🏻💕