
"Apa kamu pikir mengandung, melahirkan dan mengurus anak itu mudah? Ada ngidam dengan segala drama, melahirkan bertaruh nyawa hingga baby blues syindrome," ucap Calvin dengan nada suara meninggi.
"Lagian aku akan menceraikanmu bila kamu sudah menemukan cinta sejati," lanjut Calvin dalam hati.
"Bohong! Mama bilang mengandung itu enak karena akan dimanjakan, melahirkan sama seperti buang air besar, dan aku juga ingin memiliki bayi menggemaskan seperti bayi Dara dan Elmer," tukas Nana yang memang telah dibodohi oleh Elsa mama mertuanya sendiri.
"Melahirkan sama seperti buang air besar?" dari semua perkataan Nana, hanya kalimat ini yang membuatnya tercengang.
"Iya," respon Nana dengan cepat.
Calvin mengusap rambut hingga wajah dengan kasar, "Ini bukan lagi polos, tapi BODOH!" batin Calvin tak habis pikir dengan jalan pikiran istri kecilnya.
"Nana, bayi lahir bukan dari a nus," kata Calvin dengan nada yang ia buat selembut mungkin.
"Lalu dari mana?" Nana mengerutkan dahi penasaran. Mana mungkin mama mertua membohonginya.
Calvin menghirup banyak oksigen, kemudian menghembuskannya dengan perlahan. Setelah dirasa sedikit lebih tenang, barulah Calvin bertindak dengan merebut ponsel di genggaman Nana, kemudian mengotak-atiknya.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan, Calvin? Berikan ponselku!"
"Tonton dan perhatian baik-baik video ini," kata Calvin memperlihatkan sebuah video simulasi melahirkan yang dipraktekkan oleh seorang dokter dengan menggunakan patung khusus.
"Jadi bayi brojol bukan lewat a nus, tapi...." Nana menutup mulut dengan salah satu telapak tangan, ia tak sanggup melanjutkan kalimatnya. Adegan simulasi di hadapan matanya saat ini amatlah mengerikan, entah apa yang akan terjadi bila yang ia lihat adalah adegan asli.
Tak puas dengan adegan simulasi yang Calvin perlihatkan, Nana memberanikan diri untuk melihat seperti apa melahirkan yang sebenarnya. Sementara Nana fokus menonton di ponselnya, Calvin pun mulai melajukan mobil dengan kecepatan sedang hingga sampailah di apartemen.
Saking fokusnya, Nana tak berhenti menonton berbagai video seputar melahirkan di ponselnya. Calvin mengabaikan sang istri, ia kembali untuk istirahat di kamarnya sendiri. Sedangkan Nana masih di ruang tamu, ia tak lagi menonton dengan ponsel, melainkan dengan televisi yang telah ia nyalakan.
Seperti biasa, bangun tidur Calvin langsung mandi dan bersiap untuk berangkat ke rumah sakit. Begitu siap, ia pun segera keluar dari kamar dan betapa kagetnya ia saat melihat Nana yang masih terjaga dengan lingkaran mata yang menghitam serta senyuman kecil di bibir ranumnya. Nana terbaring di sofa, menghadap televisi yang memperlihatkan seorang ibu muda yang tampak sangat bahagia begitu berhasil membawa kehidupan baru ke dunia.
"Kau tidak tidur?" tanya Calvin berdiri tepat di hadapan Nana guna menghalangi pandangan sang istri pada televisi. Menyadari kehadiran sang suami, Nana pun langsung bangkit penuh dengan semangat.
"Aku tetap mau punya anak!" seru Nana tetap teguh pada pendirian. Nana akui sempat mengurungkan niatnya untuk memiliki seorang anak karena takut kala melihat betapa sakitnya bertaruh nyawa saat melahirkan. Namun, semua rasa takutnya sirna saat melihat setiap ibu yang melahirkan seketika tersenyum lebar begitu melihat bayi mungilnya. Hal itulah yang membuat Nana kembali pada pendiriannya untuk memiliki seorang anak dari suami tercintanya, Calvin.
Mendengar keteguhan sang istri, Calvin mengerjabkan mata beberapa kali. Rencananya untuk menakut-nakuti sang istri dinyatakan gagal total. Dengan menonton video melahirkan, Nana bukannya takut dan mengurungkan niatnya untuk hamil, tapi malah sebaliknya. Nana semakin yakin untuk memiliki seorang anak.
__ADS_1
"Baiklah aku setuju," balas Calvin dengan seringai di bibirnya.
"Serius!?" sahut Nana antusias.
"Tapi....
.
.
.
Terima kasih untuk semua doanya 🙏🏻. Kalian juga jaga kesehatan💕 Jangan lupa minum air putih yang banyak🥰
__ADS_1