Ex Boyfriend

Ex Boyfriend
Taman Hiburan


__ADS_3

Setelah melalui perjalanan sekitar 30 menit, Saat ini mereka berdua telah sampai di salah satu tempat taman hiburan, Diandra berlari kecil dengan senyum merekah di bibirnya, dan Ricko yang melihat itu hanya tersenyum saja.


"Kaya ngajakin anak tk aja tau nggak" gumam Ricko lirih


"Kamu bilang apa?" ucap Diandra sambil memendelikan matanya.


"Enggak, aku bilang kamu cantik"


"Baru tau" jawab Diandra sambil tertawa.


"Seneng banget kamu main kesini aja?" tanya Ricko


"Hmm, dari dulu tu aku pengen banget kalo punya pacar kencan di taman bermain kaya gini"


"Berarti aku cowok pertama yang ngajakin kamu kesini dong? " tanya Ricko sambil menahan senyumnya.


"Enggak juga" Jawab Diandra sambil menggelengkan kepalanya. Ricko yang mendengar jawaban Diandra seketika merubah ekspresi wajahnya yang semula bahagia menjadi muram.


"Ohh" Ricko menjeda ucapanya "Emang siapa yang pertama?" Tanya Ricko dingin.


"Papaku" jawab Diandra sambil tertawa.


"Ngambek ngambek" goda Diandra.


"Nggak, siapa juga ngambek" elak Ricko.


"Tukan gitu aja ngambek, gantengnya hilang lo" goda Diandra.


"Ganteng dari lahir ga mungkin hilang" Jawab Ricko songong.


"Diih, baru tau ternyata seorang Ricko narsis" ucap Diandra


"Hmmm, emang kamu udah pernah main ke tempat gini sama cewek?" tanya Diandra penasaran.


"Enggak lah, mana ada cewek diajak kencan minta ke tempat beginian selain kamu" sambil mengacak acak pucuk kepala Diandra.


Diandra dan Ricko berjalan bergandeng tangan menyusuri taman yang ada di depan, sesekali mereka mengambil foto berdua.


"Ihh aku nggak keliatan" ucap Diandra sambil menjinjitkan kakinya.


"Makanya berdiri dong" kata Ricko meledek.


"Udah ni, udah berdiri, Lihat ini lihat. Kamunya aja ketinggian" sambil mencebikan bibirnya sebal.


Ricko terkekeh melihatnya sambil menundukan kepala di bahu Diandra agar lebih dekat dengannya, Diandra melirik wajah yang saat ini tepat disampingnya sambil menahan degup jantung yang seakan orang lain bisa mendengarnya.


"Ganteng ya? makanya dilihatin terus, dicium aja sekalian nggak papa kok" ucap Ricko menggoda.


Diandra yang mendengar ucapanya tersentak kaget dan mencubit pinggang Ricko.


"Aahhh sakit" teriak Ricko.


"Sukurin" ucpp Diandra sambil berlari kecil meninggalkan Ricko.


Setelah bererapa kali menaiki wahana mereka berdua mendudukan diri bangku kosong di bahawah pohon sambil menenggak minuman.


"Naik itu yuk" ucap Diandra sambil menunjuk salah satu wahana extrim.


"Kamu nggak capek?


"Emm enggak" jawab Diandra sambil menggelengkan kepalanya.


"Kamu berani?" tanya Ricko.

__ADS_1


"Begini doang masa takut sih, nonton film horor aja aku berani"


"Nyindir nih nyindir"


Mereka berdua telah mendudukan di salah satu kursi, setelah beberapa saat permainan dimulai Diandra berteriak histeris dan seketika wajahnya pucat, Ricko mendekap erat Diandra ke dalam pelukanya sampai permainan selesai.


"Kamu nggak papa? " tanya Ricko dan Diandra yang telah dilanda pusing luar biasa hanya menggelengkan kepala dan berjakn sempoyongan sambil dituntun Ricko. Tiba tiba saja Diandra berlari meninggalkan Ricko ke toilet dan apa yang terjadi tentu saja Diandra memuntahkan semua isi perutnya, setelah beberapa saat Diandra keluar dari toilet dengan wajah yang lemas. Sementara Ricko, menunggunya diluar dengan icecream dan minuman di tangan yang dibelinya saat Diandra sedang di toilet.


"Ini minum dulu" Ucap Ricko sambil menyodorkan satu botol air mineral kepada Diandra.


"Makasih"


Tiba tiba saja hp mikik Ricko berbunyi, dia melihat layar ponselnya lalu menjauhi Diandra lalu mengangkatnya. Setelah beberapa saat Ricko kembali lagi.


"Pulang yuk kamu pucat gini" ucap Ricko khawatir sambil menarik Diandra pelan dan mendudukanya di bangku kosong


"Aku nggak mau pulang" jawab Diandra.


"tapi kamu pucat gitu."


"Aku nggak papa kok"


"Makanya jangan minta naik yang gitu gitu" ucap Ricko.


"Aku berani kok"


"Iya tau berani, tapi teriak teriak histeris abis itu muntah" ucap Ricko meledek


"Biarin sih" jawab Diandra lalu mencubit lengan Ricko sebal.


"Aduuh" ucap Ricko sambil tertawa.


"Itu ice cream buat aku" ucap Diandra ketika melihat icecream ditangan Ricko.


"Buat aku mana?" tanya Diandra sambil mengerucutkan bibirnya.


"Nggak ada" Jawab Ricko menggoda.


"Itu icecreamku" ucap Diandra sambil berusaha mengambil icecream ditangan Ricko.


"Bukan, ini buat bapak bapak itu bukan buat kamu" Goda Ricko sambil menjauhkan icecream dari Diandra.


Diandra yang sebal menggigit lengan Ricko


"Aduuuhh, sakit"


"Sukurin" Ucap Diandra sebal.


"Iya iya ini icecream buat kamu, galak banget" Diandra menerima icecream itu dengan girang lalu membukanya.


"Lagian kamu itu kenapa sih, udah suka nyubit, suka gigit juga" tanya Ricko sambil mengelus elus bekas gigitan Diandra di lenganya. Dan diandra hanya menyebikan bibirnya.


"Makasi yaa" ucap Diandra, dan dibalas Ricko dengan senyuman.


"Kok cuma satu? " tanya Diandra.


"Emang kamu mau lagi?" tanya Ricko.


"Enggak, maksut aku, icecream buat kamu mana? " tanya Diandra.


"Ooh, enggak aku ngga begitu suka icecream, aku minum ini aja" Jawab Ricko sambil menunjukan botol minum di tanganya.


Diandra menikmati icecream ditangya, dan menyodorkanya ke arah Ricko

__ADS_1


"Enggak aah, kamu aja" ucap Ricko


"Buka mulutmu" ucap Diandra dan Ricko hanya menggeleng gelengkan kepalanya.


"Ayoo sekali aja, enak kok" ucap Diandra merajuk.


Lalu Ricko membuka mulutnya untuk menerima suapan icecream dari Diandra.


"Enak kan" Ucap Diandra.


"Nggak enak" jawab Ricko singkat.


"Kok gitu, padahal ini enak"


"Soalnya cuma ada bekas bibir kamu di icreamnya, padahal aku maunya langsung" Ucap Ricko dan mendapat cubitan Diandra di pinggangnya.


Setelah selesai menghabiskan icecreamnya Diandra dan Ricko berjalan pelan mengitari rmtaman hiburan.


"Aku mau naik itu" ucap Diandra sambil menunjuk wahana ekstrim lainya.


Ricko menoleh ke arah tangan Diandra melihat wahana apa yang dimaksut.


"Nggak boleh" ucap Ricko


"Kenapa enggak boleh? , ayok" ucap Diandra sambil memasang wajah melasnya.


"Pokoknya nggak boleh, kamu tadi aja udah muntah"


"Sekarang enggak deh"


"Pokoknya enggak boleh titik"


Diandra hanya mengerucutkan bibirnya sebal, Ricko yang melihat lalu merangkulkan tanganya ke pinggang Diandra.


"Kamu lagi nggak baik sayang, aku takut kamu muntah lagi lain kali aja kita kesini lagi naik itu" Diandra hanya menganggukan kepalanya kecil


"Bener bener berasa kaya bawa bocah tk" gumam Ricko lirih.


"Yaudah pulang aja yuk, kita cari makan dulu"


ajak Ricko


"Hmm"


Mereka memilih makan disalah satu restoran fastfood, tak lupan Diandra memesan satu cup icecream ukuran besar.


"Kok icecream lagi sih, tadi kan udah"


"Nggak papa, dikit aja kok"


"Dikit apanya, itu aja ukuran gede, nanti kamu sakit kebanyakan makan icecream"


"Engggak kok, aku nggak bakalan sakit, beneran." ucapnya sambil mengacungkan dua jarinya membentuk v.


"Yaudah terserah, awas aja kalo sampe sakit, kamu nggak boleh makan icecream lagi" ucap Ricko tegas


"iya janji, nggak bakalan sakit"


Diandra menikmati icecream dan mengabaikan makanyanya.


"Kamu ini, makan dulu sayang, baru ice cream lagi."


"Kalo dimakan nanti keburu leleh dong" jawab Diandra

__ADS_1


"Yaudah terserah kamu"


__ADS_2