
"Kalian udah ijin kalo nginep sini?" tanya Alissa.
"Udah kok, tadi gue telpon mama" jawab Diandra.
"Iya udah kok" ucap Rusy sambil mengangguk anggukan kepalanya.
Alissa menoleh ke arah Devinta yang sedari tadi sibuk dengan ponsel pintarnya.
"Lo gimana Dev? Ntar dicariin lagi? "
"Santai aja, gue pamit nggak pamit sama aja, papa gue nggak bakal tau kalo gue nggak pulang, dia terlalu sibuk sama kerjaanya" jawab Devinta.
Mereka berempat sedang menikmati makan malam diruang makan. Rusy celingak clinguk melihat ke seluruh ruangan.
"Kakak lo mana? Kok dari tadi nggak kelihatan?" Tanya Rusy memecah keheningan.
"Udah berangkat kerja kayaknya, tiap hari dia kan pulangnya subuh" jawab Alissa tidak jelas karena mulutnya penuh denganmakanan.
"Iih jorok, telen dulu Al" ucap Devinta.
"Hah, kerja apaan berangkat jam segini pulang subuh? Kakak lo bukan itu kan? " Tanya Rusy sambil mengrenyitkan dahinya.
"Sembarangan"
"Kakak gue punya klub malam" jawab Alissa sambil mengunyah makanan.
"Kakak lo punya klub malam?" tanya Diandra yang sedari tadi hanya diam.
"Emm" jawab Alissa sambil mengangguk anggukan kepala.
"Lo pernah kesana?" tanya Diandra.
"Pernah, kalo pas ikut kakak gue" jawab Alissa yang masih fokus ke makananya.
Diandra meletakan sendoknya.
"Kita kesana yuk"
"Waah gila lo, enggak enggak" ucap Devinta sambil mengegeleng gelengkan kepalanya.
"Kenapa sih, gue lagi galau nih, gue butuh hiburan" ucap Diandra sambil mengerucutkan bibirnya.
"Iya, sesekali kita butuh suasana yang beda, masa cuma Alissa doang yang tau rasanya dugem, gue juga pengen" ucap Rusy.
"Dapet KTP juga baru kemaren, masak udah mau msuk ke club malam aja, ntar mabuk gimana" Ucap Devinya
"Ya kan kita cuma main ke sana, bukan mau mabuk mabukan" jawab Diandra.
"Iya, siapa tau ketemu cowok ganteng gitukan, nggak kasian apa gue ini jomblo udah tahunan. " jawab Rusy.
"Ya nggak apa apa sih, ntar gue bilangin kakak gue, biar kita ada yang jaga" ucap Alissa.
"Tu kan, Alissa aja ngebolehin. Ayoo dong, nggak macem deh cuma main aja" Ucap Diandra sambil menggpyang goyangkan tangan Devinya.
"Lo nggak kasian apa, temen lo lagi galau butuh hiburan" ucap Diandra sambil menatap
Devinta memelas.
__ADS_1
"Iya kasian tau Diandra, lagi galau butuh hiburan." tambah Rusy.
Devinta yang melihat wajah melas Diandra jadi tidak tega.
"Kenapa sih melas banget, iya deh iyaa "
"Yaudah gue telfon kakak gue dulu" ucap Alissa lalu pergi untuk menelfon kakaknya. Sementara yang lain pergi ke kamar Alissa yang ada dilantai dua.
"Kata kakak gue kita disuruh kesana jam 11 nanti aja, soalnya kalo jam segini masih sepi" Ucap Alissa yang baru saja membuka pintu kamar.
Rusy melihat jam yang ada di ponselnya
"Udah jam 9, gue mau dandan dari sekarang, soalnya gue mau terlihat cetar membahana" ucap Rusy yang lalu berlari menuju meja rias.
"Syahrini kali ah cetar membahana" ucap Devinta.
"Lagian centil banget sih lo"
"Biarin aja kali Dev, Rusy tuh mau cari jodoh nggak pengertian banget sih lo" ucap Alissa.
"Iya, nggak seneng banget liat temenya seneng" Rusy mengerucutkan bibirnya.
"Yang pertama gue butuh baju, iya baju" ucap Rusy sambil menatap Alissa manja.
Alissa memgedio ngedipkan matanya.
"Alissa, pinjem bajunya dong"
"Kelilipan lo?" tanya Devinta.
"Iih diem aja kenapa sih" ucap Rusy sambil melirik Devinta tajam.
Rusy sibuk memilih memilih baju di lemari, berkali kali mencoba dan menunjukan bagai mana pendapat teman temanya.
"Pake ini gimana?" tanya Rusy yang sudah menggunakan tanktop tipis dan rok super mini berwarna hitam"
"Nggak takut masuk angin lo?" jawab Devinta sambil mengidikan bahunya.
Lalu Rusy kedalam walking closet mengubrak abrik isi lemari lagi untuk mencari baju lain.
"Kalo yang ini gimana? udah kaya princess belom?" tanya Rusy yang baru saja keluar dari walking closet milik Alissa.
"Lo mau ulang taun? Jawab Alissa saat melihat Rusy menggunakan gaun panjang ala ala disney.
Rusy mendengus kesal, lalu dia masuk lagi kedalam walking closet, dia sibuk memilih milih baju lagi.
"Kayanya ini cocok sama gue" ucap Rusy sambil menempelkan baju di badanya.
Setelah memakainya Rusy keluar lagi untuk memperlihatkan kepada sahabatnya baju yang sudah dipilihnya.
"Gue yakin kali ini kalian bakal suka sama baju pilihan gue" ucap Rusy yang menyembunyikan badanya dan mengintip dibalik tembok. Ketiga sahabatnya menoleh ke arah Rusy.
"Siap siap ya!... . Taraaa" ucap Rusy sambil berputar di depan sahabatnya.
"Hahahaa" ketiga sahabatnya tertawa lepas saat melihat Rusy menggunakan gaun panjang dengan belahan tinggi dipaha dan berwarna merah menyala, parahnya banyak payet blink blink yang mencolok mata.
"Mau dangdutan kemana neng?" ucap Devinta lalu tertawa lagi.
__ADS_1
"Mau gue sawer nih" imbuh Alissa.
"Bagus kok" Ucap Rusy.
"Bagus apanya, Gue nggak mau pergi yaa, kalo elo pake itu" Ucap Alissa.
"Kesel deh dari tadi pilih baju nggak ada yang bener" ucap Rusy.
"Sini gue pilihin baju yang bener" Ucap Diandra lalu menyeret Rusy ke walking closet untuk memilihkan baju yang sekiranya tidak membuat malu mereka.
"Lagian kenapa lo punya baju begituan?" Tanya Devinta kepada Alissa.
"Punya nyokap gue itu" Jawab Alissa.
"Yang jadi pertanyaan tu kenapa Rusy selera pakainya bisa norak kaya gitu?"
Ucap Alissa yang hanya disambut tertawa oleh Devinta.
Setelah beberapa saat akhirnya Rusy keluar, kali ini menggunakan rok jeans mini dan crop tee merah maroon berlengan panjang.
"Naah ini baru keren, seksi tapi nggak perlu buka bukaan" ucap Devinta.
Setelelah acara memilih baju Rusy selesai, dia melanjutkan dengan merias wajahnya. Setelah 1 jam lamanya didepan meja rias, dia menoleh ke arah ranjang dimana sahabatnya sedang asyik bermain monopoli.
"Gue udah cantik belom?" tanya Rusy tiba tiba sehingga mengalihkan perhatian sahabatnya kearahnya.
"Hahahaa" mereka bertiga kembali tertawa keras saat melihat Rusy.
"Kenapa sih?" Tanya Rusy.
"Kenapa lo jadi kaya bencong taman lawang?" tanya Devinta sambil memegangi perutnya karena tertawa.
"Sembarangan ngatain gue bencong" ucap Rusy.
"Trus apa? Ondel -ondel? " tanya Devinta.
"Dev jangan gitu" ucap Alissa sambil menggelengkan kepala "Bukan ondel-ondel tapi dakocan" ucap Alissa lalu tertawa.
"Ini dandanya lama tau, kalian ini nggak tau seni" ucap Rusy.
"Seni kepalelo, lo kira muka lo kanvas sampe lo coret warna-warni gitu. Hapus nggak?"
"Nggak, orang ini bagus" jawab Diandra sambil berkaca melihat eyeshadow hijau, eyeliner menukik bagaikan tikungan tajam, blush on pink, dan bibir merah menyala hasil karyanya.
"Hapus nggak? kalo nggak lo hapus nggak jadi pergi nih" ucap Alissa.
"Iya iya dihapus" jawab Rusy sambil menekuk wajahnya kesal
Diandra tertawa melihat perdebatan perdebatan sahabtatnya, dia sangat besyukur memiliki sahabat seperti mereka yang selalu ada di saat apapun, bahkan saat Diandra berada dalam keadaan tidak baik seperti ini hanya sahabatnya yang mampu membuatnya tertawa kembali.
sahabat itu seperti bintang
walaupun tak selalu bersinar
tapi dia selalu ada
seperti organ tubuh
__ADS_1
saat tangan terluka, hati merasa,
mata yang menangis