Ex Boyfriend

Ex Boyfriend
Gagal Kencan


__ADS_3

Sudah tengah malam Diandra masih juga belum bisa tidur, kata kata Grace masih terngiang ngiang dikepalanya. Diandra memikirkan kembali semua ucapan Grace


"Apa benar Ricko sangat mencintainya? kenapa Ricko nggak pernah cerita soal Grace sama aku?" banyak pertanyaan pertanyaan tentang hubungan Grace dan Ricko dimasalalu dikepalanya. Diandra larut dalam pikiranya sendiri dan memutuskan untuk bertanya langsung besok saat bertemu Ricko agar tidak terjadi kesalah pahaman.


Hari ini weekend, Ricko dan Diandra memiliki janji berkencan seperti pasangan lainya. Setelah melalui perjalanan akhirnya mobil Ricko telah sampai didepan rumah Diandra. Ricko membunyikan bell rumah seperti biasanya dan disambut mama Anita.


"Eeh nak Ricko, ayo masuk" ucap Anita


"Iya tante" Ricko melangkahkan kaki kedalam rumah.


"Sebentar tante panggilkan Diandra" ucap Anita.


"Diandra! " teriak Anita kepada anaknya.


"Iya ma" jawab Diandra.


"Ditungguin Ricko nih"


"Iya sebentar ma, masih catokan" teriak Diandra.


"Katanya sebentar masih catokan" ucap Diandra kepada Ricko.


"Iya tante, nggak papa kok" jawab Ricko.


"Sabar ya kalo nungguin cewek, emang gitu cewek kalo dandan lama, apalagi kalo mau ketemu pacar"


"Emang semua cewek kaya gitu ya tante?" tanya Ricko penasaran.


"Kebanyakan gitu sih, soalnya waktu muda dulu tante juga gitu hehe" Ucap Anita dengan nada setengah berbisik. Ricko hanya tertawa mendengarnya.


Setelah beberapa saat akhirnya Diandra turun dari kamarnya terlihat sangat cantik menggunakan minidress berwarna mustart dengan rambut dicurly.


"Cantiknya anak mama, nggak sia sia dandan lama" ucap Anita.


"Apaan sih ma" ucap Diandra malu.


"Emang bener cantik, tanya aja sama Ricko. Gimana Ric Diandra cantik kan? tanya Anita kepada Ricko.


"Aaah iya, cantik, cantik banget" ucap Ricko sambil memandangi Diandra dan sukses membuat pipinya merona.


"Yaudah, kita berangkat dulu ya ma" sambil mencium tangan mamanya diikuti oleh Ricko.


"Iya hati hati, jangan pulang terlalu malam ya" ucap Anita sambil melambaikan tangan.


Mobil Ricko melaju pelan menikmati pemandangan malam hari kota Malang yang hari ini terasa dingin. Tujuan pertama mereka adalah pergi ke restoran untuk mengisi perut terlebih dahulu. Setelah sampai restoran mereka turun dari mobil, berjalan bersama dengan tangan Diandra menggandeng lengan Ricko, mereka terlihat sangat serasi.


Setelah beberapa saat melihat buku menu Ricko melambaikan tangan bermaksut memanggil pelayan.


"Selamat malam, mau pesan apa? " tanya pelayan.


"Aku pesen apa?" tanya Ricko kepada Diandra.


"Kan kamu yang makan, kenapa nanya aku" ucap Diandra membuat mbak pelayan tersenyum.


"Yaudah aku mau tenderloin medium, sama jus jeruk aja mbak" ucap Ricko kepada Pelayan.


"Aku aglio olio, minumnya jus jeruk juga ya mbak" ucap Diandra lalu dicatat oleh pelayan.


"Baik, pesananya ada 4 item ya! silahkan ditunggu sekitar 20 menit" ucap pelayan.


"Makasih mbak" ucap Diandra.

__ADS_1


Setelah 20 menit akhirnya makanan dan minuman mereka datang, saat tengah menikmati makanaya tiba tiba seorang wanita mendatangi meja mereka.


"Hai kalian disini juga ternyata" ucap Grace sambil tersenyum.


"Iya" jawab Ricko dingin "Lo baru dateng apa udah mau pulang?". Sementara Diandra hanya diam membisu berusaha tidak perduli.


"Baru dateng, boleh ikut gabung nggak? aku bosen nih makan sendirian" tanya Grace dengan nada manja.


"Silahkan" ucap Ricko disambut Grace dengan senyum penuh kemenangan, sementara Diandra menatap Ricko tajam menunjukan ekspresi tidak suka karena dia telah membolehkan Grace bergabung dengan mereka.


"Mbak" ucap Grace sedikit berteriak untuk memanggil pelayan.


"Iya, mau pesan apa?" tanya pelayan.


"Aku mau steak rib eye, sama jus avokado ya mbak"


"Baik pesananya 2 item ya mbak" ucap Grace kepada pelayan.


Grace melirik Diandra lalu mengangkat satu sudut bibirnya sinis, setelah itu menatap Ricko dan tersenyum manis.


"Kamu masih suka makan disini ternyata?" tanya Grace mendapat anggukan dari Ricko.


"Makanan favorit kamu masih sama ya, tenderloin medium, aku inget karna dulu kalo kita makan bersama selalu aku yang mesenin makanan buat kamu." ucap Grace sambil tersenyum.


Diandra yang sedari tadi diam sedikit berfikir, karena memang sejauh ini dia bahkan tidak tau makanan favorit Ricko, karena mereka lebih sering makan dipinggir jalan daripada di restoran seperti ini.


"Oh ya, Diandra kenapa dari tadi kok diam aja" ucap Grace.


"Karna ngga baik makan sambil ngomong" jawab Diandra datar, sementara Ricko masih asyik menikmati makananya tidak sadar perang dingin yang terjadi diantara dua wanita yang berada didekatnya.


"Oh ya Ric, kamu ditanyain papa katanya kenapa nggak pernah main kerumah? " tanya Grace kepada Ricko sambil menyentuh lengan Ricko.


Diandra yang jengah dengan kelakuan Grace tiba tiba saja meletakan sendoknya kasar sehingga menimbulkan bunyi yang cukup keras hingga membuat Ricko dan Grace menoleh.


"Lihat deh Ric, pacarmu itu kayaknya nggak suka sama aku, dari awal bertemu dia nggak pernah ramah"


"Enggak kok, kalian belum saling kenal aja" bela Ricko, walaupun sebenarnya dia sadar hari ini Diandra berbeda dari biasanya. Grace mengepalkan tanganya sebal karena Ricko membela Diandra.


Setelah beberapa saat Diandra kembali dari toilet lalu duduk tanpa mengatakan apapun.


"Kok lama kenapa? " tanya Ricko.


"Iya, tadi di dalem ngantri" jawab Diandra singkat.


"Rick, inget nggak, dulu kita sering photobox, aku masih nyimpen foto fotonya loh ini coba lihat" ucap Grace sambil memperlihatkan foto yang diambil dari tasnya.


Diandra meremas dressnya dibawah meja, rasanya ingin mencakar wanita yang saat ini berada didekatnya.


"Aku yakin deh kamu masih nyimpen foto kita, kapan kapan kita photobox lagi ya" ucap Grace manja.


"Kamu inget juga nggak, kamu dulu pernah bela belain malem malem dateng kerumah aku, cuma gara gara aku bilang takut gelap soalnya waktu itu mati lampu, kamu dulu romantis ya.


Diandra yang yang sudah habis kesabaranya tiba tiba berdiri.


"Aku mau pulang"


"Loh kenapa?" tanya Ricko sambil meraih tangan Diandra.


"Kenyang, terserah kalo kamu masih mau disini" ucap Diandra.


Ricko yang sadar jika Diandra sedang marah segera menggenggam tangan Diandra.

__ADS_1


"Ayo kalo gitu, Grace kita duluan" ucap Ricko singkat lalu melangkah pergi.


"Ricko! " teriak Grace hingga membuat Ricko dan Diandra menoleh.


"Jangan lupa main kerumah ya" ucap Grace sambil mengedipkan salah satu matanya.


Disepanjang jalan Diandra hanya diam menatap keluar jendela.


"Kamu kenapa?" tanya Ricko.


"Nggak papa" jawab Diandra singkat tanpa menoleh.


"Kamu jangan jutek jutek dong sama Grace" ucap Ricko membuat Diandra menoleh keatasnya.


"Kenapa aku nggak boleh jutek sama dia? apa karna dia mantan pacar yang masih kamu cintai?" tanya Diandra sambil menatap tajam Ricko.


"Maksut kamu apa?" tanya Ricko tidak mengerti.


"Apa aku nggak boleh marah sama mantanya pacarku yang masih berharap kembali?


"Haah maksut kamu apa?" tanya Ricko masih tidak mengerti.


"Apa kamu bodoh, atau pura pura bodoh, terlihat jelas mantanmu itu masih berharap sama kamu!" ucap Diandra tanpa sadar bulir air mata terjatuh disudut matanya.


"Nggak mungkin, kita udah nggak ada hubungan apapun sayang" ucap Ricko.


"Nggak mungkin apanya, dengan perilakunya yang kaya gitu semua orang juga bisa lihat kalo dia masih suka sama kamu. Dan kamu apa? kamu sama sekali nggak nolak atas perlakuan dia. Apa jangan jangan emang bener kamu masih sayang dia?"


Ricko menghentikan mobilnya dipinggir jalan


"Enggak, beneran aku udah nggak ada perasaan apapun sama Grace" ucap Ricko bersungguh sungguh.


"Terus kenapa sebelumnya kamu nggak pernah cerita apapun soal Grace? kamu nggak pernah bilang kalo Grace ternyata kakak kelas kita? bahkan kamu akrab sama keluarganya? " tanya Diandra sesenggukan.


"Karena menurutku itu nggak penting, Grace cuma masalaluku"


"Asal kamu tau kemarin Grace menemuiku, Grace bilang semuanya tentang kalian" ucap Diandra.


"Apa? " ucap Ricko terkejut.


"Denger sayang Grace itu cuma masalalu, saat ini Grace hanya sebatas anak dari rekan kerja papaku nggak lebih"


"Tolong percaya sama aku" ucap Ricko meyakinkan.


"Kamu nggak usah dengerin Grace, kamu cukup percaya sama aku" Ucap Ricko lembut mampu meluluhkan hati Diandra.


"Aku mohon kamu percaya sama"


"Udah dong nangisnya" Ucap Ricko sambil mengusap air mata Diandra lalu memeluknya.


"Udah ya kita pulang sekarang" Ucap Ricko mendapat anggukan dari Diandra. Lalu mereka pun melajukan mobil ke rumah Diandra untuk mengantarkanya pulang.


Saat Diandra akan turun dari mobil tiba tiba Ricko menarik lenganya membuat Diandra menoleh.


"Hari ini kita gagal kencan" ucap Ricko.


"Nggak papa" jawab Diandra.


"Kita ulang kencanya nanti ya setelah aku selesai ujian" ucap Ricko mendapat anggukan dari Diandra.


"Yaudah kamu masuk terus tidur, good night"

__ADS_1


"Hati hati pulangnya" Ucap Diandra lalu masuk kedalam rumah meninggalkan Ricko.


__ADS_2