Ex Boyfriend

Ex Boyfriend
Disetujui


__ADS_3

Ditengah perjalanan mereka Ricko masih saja memandangi wajah Diandra yang terlihat kecapekan, Diandra yang menyadari salah tingkah dibuatnya.


"Nyetir sana nyetir yang bener" Ucap Diandra sambil menoyor pipi Ricko menggunakan jari telunjuknya agar menghadap lurus kedepan.


"Aww" teriak Diandra membuat Ricko terkekeh karena maksut hati menoyor Ricko menggunakan jarinya, malah Ricko menggigit jarinya.


"Sakit tau" ucap Diandra.


"Oh ya, besok temen temen aku mau nginep dirumah"


"Ngapain? " tanya Ricko penasaran.


"Ya mau nginep aja" jawab Diandra.


"Aku ikut" jawab Ricko membuat Diandra kaget.


"Ha bercanda kamu" ucap Diandra sambil melirik Ricko tajam.


"Enggak" ucap Ricko sambil mendapat pelototan dari Diandra.


"Iya iya bercanda, galak banget sih, dulu aja malu malu" ucap Ricko.


"Enggak, kapan aku malu" ucap Diandra ketus.


"Apaan dulu dideketin aja malu, dicium dikit aja diem kaya patung"


"Ricko" teriak Diandra sambil mencubit lengan kiri Ricko.


"Aaa iya iya ampun" ucap Ricko sambil memegangi tangan Diandra yang mencubit.


"Duuh KDRT ini namanya" ucap Ricko.


"Sakit ya? maaf. " Ucap Diandra lalu mengelus elus lengan Ricko yang tadi dicubitnya.


Setelah beberapa saat mereka telah sampai didepan rumah Diandra. Diteras terlihat papa Diandra sedang duduk sambil membaca buku sambil menikmati teh.


"Mampir dulu yuk, ada papa tuh" ucap Diandra.


"Boleh" ucap Ricko. Lalu mereka berdua turun dari mobil.


"Assalamualaikum pa" ucap Diandra lalu mencium tangan papanya dan diikuti oleh Ricko.


"Waalaikumsalam" Ucap Andi sambil tersenyum.


"Siapa nih, anak papa udah pulang dianter cowok aja" ucap Andi meledek.


"Kenalin om, saya Ricko" ucap Ricko sambil msngulurkan tanganya.


"Oh, Ricko sini duduk dulu di sini" ucap papa Andi meminta Ricko duduk di sebelahnya.


Ricko kemudian duduk sementara Diandra masuk ke dalam rumah.


"Dari mana kalian kok jam segini baru pulang?" tanya papa Andi membuat Ricko ketakutan.

__ADS_1


"Itu om, dari taman bermain" jawab Ricko dan Andi hanya mengangguk anggukan kepalanya.


"Boleh pacaran, asal kalian tau batasan, bisa menjaga diri masing masing" Ucap papa Andi tiba tiba membuat Ricko mendongakan kepalanya.


"Ingat kalian masih muda, pesan om cuma jangan sampai kebablasan"


"Baik Om, Ricko mengerti" ucap Ricko yang saat ini hatinya berbunga karena mendapat persetujuan dari papanya Diandra.


Setelah beberapa saat mama Anita keluar membawakan nampan berisi teh hangat.


"Ini nak, diminum tehnya" ucap Anita.


"Wah, repot repot tante, makasih ya" ucap Ricko membuat Anita tersenyum lalu mereka lanjut mengobrol.


Disisi lain, Diandra sedang khawatir karena takut papanya menanyai Ricko macam macam akhirnya turun dari kamarnya. Dirinya yang semula was was tiba tiba saja tercengang melihat suasana yang bebeda, papa, mama, dan Ricko justru terlihat mengobrol santai dan kadang tersenyum. Baru saja Diandra ikut duduk lalu Ricko sudah mau berpamitan pulang.


"Om tante, sudah malam Ricko pulang dulu ya" ucap Ricko sambil mencium tangan Andi dan Anita.


"Iya nak, hati hati ya" ucap Anita. Setelah mobil Ricko benar benar hilang dari pandangan Diandra, mama, dan papanya melanjutkan mengobrol.


"Papa tadi ngomong apa?" tanya Diandra penuh selidik.


"Rahasia dong" ucap Andi.


"Iih papa, nggak nanya aneh aneh kan? "


"Ini rahasia cowok" ucap papa Andi membuat Diandra mengerucutkan bibirnya, sementara Anita hanya tertawa melihatnya.


"Oh iya besok mama sama papa berangkat jam berapa?" tanya Diandra.


"Pagi banget sih" ucap Diandra


"iya soalnya ngejar pesawat pagi sayang, besok kami nggak usah pamit ya, kamu lanjut saja tidur yang penting sudah taukan kalo papa mama berangkat pagi" imbuh Anita.


"Iya, oh ya besok temen temen aku mau nginep sini ya?" tanya Diandra.


"Siapa?" tanya Anita.


"Biasa ma, Devinta, Alissa, sama Rusy"


"Ooh, ya boleh dong"


"Yaudah Diandra mau pamit kekamar dulu" izin Diandra kepada orangtuanya.


Keesokan hari Diandra bangun pukul 11.00 siang ya karena hari ini memang sudah mulai libur semester membuatnya bebas bangun siang. Diandra keluar dari kamar dan mendapati rumah yang sepi karena orang tuanya sudah berangkat pagi tadi.


Baru saja menyelesaikan sarapanya Diandra dikagetkan oleh bell rumahnya yang berbunyi, lalu dirinya melangkahkan kaki untuk membukanya.


"Rajin banget kalian ini masih pagi" ucap Diandra saat melihat ketiga sahabatnya yang datang.


"Elo masih pagi, ini tuh udah siang matahari udah diatas noh" ucap Alisaa, sementara 2 teman lainya sudah menerobos masuk kedalam rumah.


"Papa, mama lo udah berangkat? " tanya Devinta kepada Diandra.

__ADS_1


"Udah pagi tadi, gue aja nggak tau kapan berangkatnya" jawab Diandra.


Mereka berempat berjalan menuju kamar Diandra.


"Gue mandi dulu ya" ucap Diandra.


"Sip" Rusy.


Saat keluar dari kamar mandi Diandra sudah melihat Rusy dan Alissa bermain ps sambil memakan snack yang baru saja diambilnya dari kulkas, sementara Devinta sedang asyik membaca buku diatas ranjang. Dan mereka melanjutkan aktivitas hingga sore hari.


"Eeh, menurut kalian Ricko serius nggak sih sama gue" tiba tiba Diandra bertanya.


"Kenapa lo nanya gitu? " tanya Devinta kembali.


"Ya nggak papa, secara kalian tau sendiri siapa Ricko, berapa banyak yang suka sama dia, dan nggak mungkin juga dia nggak pernah suka sama cewek" jawab Diandra.


"Menurut gue sih dia serius sama lo, buktinya dia aja nggak malu ngasih liat ke semua orang kalo lo itu ceweknya" jawab Alissa.


"Tapi gue takut, kemaren aja ada telfon dia pergi ngejauh dari gue" ucap Diandra.


"Ya siapa tau tadi itu penting gitu, atau masalah pribadi" ucap Devinta.


"Udah deh, jangan mikir aneh aneh, yakin aja kalo dia serius sama lo" imbuh Alissa.


"Kalo masih nggak yakin minta aja ka Ricko buat nikahin lo" tiba tiba saja Rusy ikut menjawab.


"Gila lo" jawab Diandra sambil memelototi Rusy.


"Apa salah hamba yaallah" ucap Rusy.


"Salah lo banyak" ucap Alisaa.


"Udah jangan berantem, kita keluar aja yuk"


ajak Devinta.


"Kemana, males ni gue pasti macet, ini weekend" jawab Diandra.


"Yaelaah kalo mau tiduran dirumah doang mah tadi nggak usah kesini juga bisa" ucap Devinta.


"Iyanih, ayodong kita keluar" ucap Alissa sambil menggoyang goyangkan pundak Diandra.


"Ke mall aja, shoping Diandra pasti mau tuh" ucap Rusy menambahi.


"Okedeh kalo ke mall gue mau"


"Kan kan, kalo shoping aja semangat lo" ucap Devinta dan Diandra hanya tertawa nyengir.


Akhirnya merekapun keluar dari kamar dan menuju garasi mobil. Devinta membuka pintu mobilnya sendiri, Diandra juga membuka pintu mobilnya sendiri.


"Kenapa bawa mobil sendiri sendiri? kalian berantem?" tanya Rusy polos.


Devinta dan Diandra saling menoleh lalu tertawa bersama.

__ADS_1


"Yaudah bawa mobil lo aja dev" ucap Diandra, dan akhirnya merekapun berangkat ke mall bersama dalam satu mobil.


__ADS_2