
Beberapa bulan berlalu, Diandra menjalani hari hari dengan bahagia karena memiliki kekasih yang menyayanginya.
"Haii" ucap Ricko saat mendatangi meja kantin yang sedang ditempati Diandra bersama sahabatnya.
"Hmm sini" Diandra menepuk bangku kosong disebelahnya.
"Aaa" mulut Ricko menganga lalu Diandra menyuapkan bakso ke mulut Ricko.
"Kamu sendiri? "tanya Diandra.
"Enggak, tuh disana" Menunjuk ke arah meja yang ditempati teman teman Ricko.
"Aaa" Ricko membuka mulutnya lagi agar Diandra menyuapkan bakso lagi kemulutnya.
"Duuh nyamuk nih gue nyamuk" celoteh Devinta.
"Baigon mana baigon" tambah Alissa.
Diandra dan Ricko hanya menoleh lalu tertawa.
"Mana sih nyamuk gue kok gak lihat" ucap Rusy.
"Iyakan Rusy emang nggak ada nyamuk!" ucap Diandra.
"Iya nggak ada nyamuk, mereka nih suka ngarang" ucap Rusy plos, sementara Devinta dan Alissa hanya menggeleng gelengkan kepala.
Hari ini Ricko dan Diandra berencana untuk pulang bersama, sebelumnya mereka akan mampir terlebih dahulu ke toko kue karna mama Diandra sebelumnya menelfon agar dibelikan kue ditempat langgananya.
"Habis ini belok kiri ya pak" ucap Diandra memberi tahu ricko arah menuju toko kuenya.
"Abang grab kali" ucap Ricko membuat Diandra terkekeh.
Setelah selesai membeli kue mereka berdua hendak keluar, tiba tiba saja ada seorang wanita yang berteriak.
"Rickoo" ucap wanita itu sambil berjalan cepat menuju Ricko lalu memeluknya erat.
"Aku kangen banget sama kamu" ucapnya dengan semakin memeluk erat manja Ricko.
Sementara Ricko terdiam sesaat lalu melepaskan pelukanya.
"Kamu kok disini?" Tanya Ricko, smentara Diandra yang berada tak jauh dari Ricko hanya diam menatapnya nanar dengan hati yang sudah tak karuan.
"Aku baru nyampek kemaren lusa, aku kangen banget sama kamu" ucap wanita itu lalu memeluk Ricko lagi.
"Lepasin! ucap Ricko sambil berusaha melepaskan pelukanya.
"Kamu sih, aku telfon telfon nggak diangkat"
"Sory aku sibuk" jawab Ricko.
"Kamu sama siapa?" tanyanya sambil menatap sinis ke arah Diandra.
"Oh ya kenalin ini Diandra pacarku" ucap Ricko
"Haii, aku Diandra" ucap Diandra sambil menyodorkan tangan.
"Grace" Ucap wanita itu sinis yang ternyata bernama Grace.
"Hah Ricko udah punya pacar, nggak mungkin" Gumam grace dalam hati.
"Yaudah kita duluan ya" ucap Ricko kepada Grace lalu menggandeng tangan Diandra untuk pergi dari tempat itu. Sementara Grace menatap sebal ke arah Diandra.
Didalam mobil Diandra hanya diam menatap jendela tanpa menghiraukan Ricko.
__ADS_1
"Kamu kenapa" tanya Ricko.
"Enggak apa apa" jawab Diandra singkat.
Ricko paham kenapa Diandra dari tadi hanya diam saja.
"Itu tadi mantan aku, udah lama putus" ucap Ricko bermaksut menjelaskan.
"Ohh" ucap Diandra singkat.
"Aku udah nggak ada apa apa sama dia" ucap Ricko.
"Ooh" ucap diandra lagi.
"Beneran nggak ada apa apa sama dia, itu udah lama, kamu nggak perlu marah"
"Nggak ada tapi sering telfon telfonan" kata Diandra datar.
"Nggak sering" jawab Ricko.
"Nggak sering, tapi masih telfonan kan" kata Diandra.
Ricko terdiam sesaat.
"aku cuma nggak enak aja, dia anak temen papa, lagian aku udah lama putus, aku udah nggak ada perasaan apapun sama dia. " ucap Ricko
"Ooh" jawab Diandra singkat.
Ricko yang merasa frustasi mengacak kasar rambutnya, lalu menghentikan mobilnya dipinggir jalan yang sepi.
"Lihat aku" ucap Ricko sambil memegang bahu Diandra. Dan Diandra menoleh ke arah Ricko.
"Lihat mata aku" lalu Diandra menatap mata Ricko yang memancarkan aura kesungguhan.
"Percaya sama aku, aku nggak ada perasaan apapun sama Grace, aku jarang mengangkat telfonya, aku cuma sayang sama kamu"
"Percaya sama aku, aku sayang sama kamu" ucap Ricko dengan menatap tajam Diandra.
Diandra hanya menganggukan kepalanya lalu Ricko memeluk Diandra dan mengelus elus kepalanya.
"Aku sayang banget sama kamu" ucap Ricko lirih
Lalu mereka berdua melanjutkan perjalanan untuk pulang.
Beberapa hari berlalu, Diandra bisa sedikit melupakan kejadian ditoko kue hari itu. Siswa kelas XII sedang mempersiapkan diri untuk ujian nasional, banyak kelas tambahan sehingga membuat Ricko dan Diandra sudah jarang bersama.
Hari ini Diandra pulang sekolah sendirian, baru saja masuk mobilnya tiba tiba ada notif instagram masuk diapun segera melihatnya.
"Tring"
@Graciaa
Lo pacarnya Ricko kan? ~
Diandra mengerenyitkan dahinya ketika membaca pesan itu, setelah beberapa saat sadar bahwa sang mengiriminya DM adalah Grace, mantan kekasih Ricko.
@DiandraF
Iya, ada perlu apa? ~
@Graciaa
Bisa ketemu, gue pengen ngobrol berdua aja sama lo~
__ADS_1
Diandra terdiam " mau ngomong apa dia, gue rasa kita baru keetemu sekali" ucap Diandra lirih. Setelah beberapa saat berfikir akhirnya Diandra mengiyakan permintaan Grace.
@DiandraF
Boleh, mau ketemu dimana? ~
@Graciaa
Dicolony cafe, lo bisanya kapan? ~
@DiandraF
Sekarang aja, sekalian gue pulang sekolah~
@Graciaa
Oke~
Lalu Diandra mengemudikan mobilnya ke arah Colony cafe. Setelah tiba disana dia memutarkan bola matanya ke dalam cafe, Diandra tidak menemukan Grace dimanapun lalu dia memilih menunggunya disalah satu sudut cafe.
15 menit berlalu
"Duh mana sih ni cewek, dia yang ngajakin ketemu gue yang nunggu lama, nggak sopan banget" Gerutu Diandra.
5 menit kemudian terlihat Grace masuk kedalam cafe, dia yang melihat Diandra duduk di sudut cafe mendatanginya.
"Nunggu lama ya" tanya Grace.
"Hmm" Diandra berdehem.
"Sory, gue baru dari salon, rambut gue lebih penting" ucap Grace sinis.
Diandra menatap grace, memang benar Grace begitu cantik dengan rambut panjang bergelombang, terlihat lebih dewasa dibandingkan Diandra yang saat ini menggunakan seragam sekolahnya.
"Ada perlu apa nyuruh gue kesini?" tanya Diandra.
"Pengen ngobrol aja sama lo" Ucap Grace sambil memainkan rambutnya.
"Btw udah berapa lama pacaran sama Ricko?" tanya Grace.
"Baru 4 bulan" jawab Diandra singkat.
"Ooh,baru sebentar" ucap Grace.
"Gue dulu pacaran sama Ricko setahun lebih, dia tu sayang banget sama gue"
"Ooh" ucap Diandra tak perduli.
Grace kesal karena tak mendapatkan respon apapun dari Diandra.
"Lo tau, dulu Ricko tu adek kelas gue, dia ngejar ngejar gue, makanya dia cinta mati sama gue" ucap Grace dengan menaikan satu sudut bibirnya. Sementara Diandra hanya menatap heran Grace kenapa dia bercerita padahal Diandra tidak bertanya.
"Bahkan gue deket sama orang tua Ricko" ucap Grace lagi.
"Terus kenapa? " tanya Diandra seolah olah tidak perduli, padahal saat ini hatinya sedang porak poranda memikirkan ucapan Grace.
"Gue yakin Ricko masih punya perasaan sama gue, waktu itu, pas mau gue tinggal kuliah keluar negri aja dia mohon mohon biar gue nggak mutusin dia"
Deg, ambyar dah hatin Diandra, bener bener ambyar.
"Gue yakin Ricko nggak pernah cerita soal hubungan gue sama dia"
"Dan satu lagi, gue pikir lo harus hati hati Diandra karena cinta pertama nggak mudah hilang, apalagi hubungan lo baru sebentar." ucap Grace sinis lalu pergi meninggalkan Diandra.
__ADS_1
√√√
Hallo permisaa yang budiman, jangan lupa tinggalkan like dan comment yaa