
Mereka berempat telah sampai di Five Club milik kakak Alissa, Kakak Alissa yang sebelumnya telah dihubungi keluar dari dalam untuk membawa mereka masuk.
Alvaro melambaikat tangan ke arah empat gadis yang baru saja masuk club dengan kikuk, nampak sekali gadis gadis ini masih awam dengan tempat seperti ini.
"Kalian bisa duduk disini" Ucap Alvaro yang adalah kakak kandung dari Alissa sambil menggiring mereka ke arah table yang kosong.
"Gue ambilin minuman buat kalian, dan inget jangan sekali terima minuman apapun yang diberikan orang lain" Pesan Alvaro seperti nada mengancam lalu pergi menuju bar.
"Kita mau di ambilin bir ya?" tanya Rusy polos.
Alissa yang mendengar celoteh Rusy menjitak kepalanya pelan.
"Bir kepalelo, paling juga dikasih jus jeruk"
Rusy mendengus.
"Yaelah, jus jeruk doang mah minum dirumah sambil nonton tv juga bisa, mana ada sensani semriwingnya.
Devinta yang tadinya diam memelototkan matanya ke arah rusy
"Jangan macem macem lo"
"Hati hati keluar tu mata" Ucap Rusy jengah
"Diem kenapa sih, gue mau melupakan masalah hari ini" Ucap Diandra. Ditengah tengah obrolan mereka tiba tiba saja Alvaro datang dengan membawa minumnan berwarna orange di picter
Rusy menatap satu Picter minuman berwarna orange yang dibawa pelayan yang mengikuti Alvaro ke mejanya.
"Jus jeruk beneran dah, nggak sekalian baksonya bang" Celoteh Rusy
"Baksonya beli sendiri kalo abis dari sini ya neng" Jawab Alvaro sambil tertawa.
"Inget ya, jangan minum apapun selain ini, selama disini kalian akan diawasi, boleh joget asal jangan aneh-aneh" Ucap Alvaro sambing mengacungkan jari telunjuknya.
"Yaelah diawasin segala, tau gitu bawa baby sister deh gue" Celoteh Diandra.
"Kakak lo gak asyik Al, padahal gue pengen nyobain alkohol" ucap Diandra.
Alissa terkekeh mendengar ucapan sahabatnya.
"Ya emang gitu, tiap kesini juga cuma dikasih jus jeruk gue"
Diandra, Alissa, dan Rusy telah asyik berjoget di dance floor. Sementara Devinta hanya duduk di meja menunggu barang barang milik mereka. Diandra yang sudah merasa lelah lalu kembali kemejanya untuk beristirahat.
"Kemana yang lain" Tanya Devinta.
"Tuh, mereka batrenya ada 5 tuh kayanknya" sambil mengarahkan matanya ke dua sahabatnya yang masih asyik berjoget.
Tiba tiba saja seorang cowok datang kemejanya membawa dua gelas minuman berwarna putih bening.
"Haai" ucapnya yang hanya disambut anggukan oleh Diandra dan Devinta.
"Ini buat kalian" Sambil menyodorkan gelas, karena merasa tak direspon gelas itu hanya diletakan di atas meja tempat Diandra dan Devinta.
"Diminum ya! " ucapnya lalu pergi.
Devinta mengrenyitkan dahi bingung dengan maksut laki laki yang kira kira usianya sudah 25 tahun itu.
"Aneh banget sih" Gumam Devinta yang sebenarnya sudah sedari tadi menahan perutnya yang tidak bersahabat.
"Gue ke toilet ya"
Baru beberapa langkah Devinta berhenti dan membalikan badanya "inget kata kak Alvaro, jangan minum apapun selain jus jerukn ini" ucapnya memperingati.
"Bawel banget" Gumam Diandra.
__ADS_1
***
"Pusing banget kepala gue" Ucap Ricko.
"Udah lah bro, jangan mikirin mantan lo itu, yang lalu biar berlalu" Jawab tenya.
"Ngomong doang gampang!" Jawab Ricko.
"Mending kita cabut aja ke five klub" Ucap temanya.
"Lo nggak liat kita cuma berudua? gue takut dikira homo". ucapnya sambil mengedikan bahu merasa jijik dengan pikiranya sendiri.
"Sttt tenang! gue bakal ajakin temen temen gue, kali ini cantik, gue tau lo lagi galau butuh yang bening bening"
"Nggak ah, males gue" Jawab Ricko.
"Ayo lah, malem ini lo harus lepasin gundah gulana lo, anggep aja ini perayaan kejombloan lo" Ucap temanya.
"Perayaan palelo, nggak sekalian aja lo kadoin. Temen lo ini diselingkuhin, bukan ulang tahun!" Jawab Ricko.
"Udaah ayo!" Ucap temanya sambil menggeret Ricko.
"Iya iya, lepasin! lo pikir gue kambing" Ucap Ricko.
Ricko dan temannya bergegas menuju five club, club malam yang sama didatangi Diandra dan teman temanya.
Ricko dan Temanya mulai melangkahkan kaki memasuki club, mereka mendatangi sebuah meja yang telah ditempati 4 orang cewek.
***
Diandra yang sendirian sedang melihat orang orang sedang berjoget, tiba tiba saja saat Diandra memutar pandanganya dia melihat seseorang yang dia rasa kenal sedang berjalan menghampiri meja yang berisikan beberapa orang cewek.
"Kaya Ricko" Gumam Diandra sambil menyipitkan mata.
"Beneran itu Ricko, waah bener bener , mana ceweknya banyak bangret" Gumam Diandra.
Diandra yang tiba tiba merasa kepanasan, lebih tepatnya hatinya yamg panas langsung saja mengambil gelas yang sedari tadi di depanya.
"Apaan nih pait" ucapnya sambil menyipitkan mata dan mengeluarkan lidahnya.
"Kenapa lo" Ucap Devinta yang baru kembali dari toilet.
"Nggak papa, abis dari bertapa lo lama banget" Ucap Diandra sambil memengangi kepalanya yang sedikit pusing.
"Yaelah, m**c**t nih gue" Ucap Devinta.
"Ih jorok"
"Eh lo liat kesana deh" Ucap Diandra.
"Kemana?" Tanya Devinta.
"Duuh, itu itu yang ada ceweknya banyak, ada Ricko disana" sambil mengarahkan matanya ke meja Ricko.
Devinta menyipitkan mata mengamati meja yang tak jauh, namun sulit untuk menangkap jelas pandanganya karena lampu yang remang remang.
"Eh iya itu kaya Ricko"
"Yaelah emang Ricko itu" Jawab Diandra kesal.
"Mantanya yang mana tuh?" Tanya Devinta.
"Nggak ada, aah bener bener emang si Ricko dari dulu nggak berubah ternyata, suka ganti ganti cewek" Jawab Diandra sambil mengalihkan pandanganya.
"Bisa sakit mata nih gue lama lama" Gumam Diandra lirih.
__ADS_1
Sementara Devinta masih fokus ke arah Ricko. "Eh kemana tuh?" Ucap Devinta membuat Diandra mengalihkan pandanganya.
Diandra mengepalkan tanganya kesal saat melihat Ricko sedang berjoget bersama cewek cewek dimejanya tadi.
"Waah bener bener" Ucap Diandra lalu meraih gelas kedua di didepanya dan menenggak habis.
"Eeh, jangan diminum" Ucap Devinta tapi sudah telat, karena Diandra sudah menghabiskan dua gelas.
Diandra yang tiba tiba pusing luar biasa memegangi kepalanya, perutnya terasa diaduk aduk.
"Buwekk" Diandra memutahkan segala isi didalam perutnya keluar hingga mengenai celana yang digunakan Devinta.
"Iiuuhh" Ucap Devinta sambil menaikan tanganya Jijik.
Alissa dan Rusy yang baru saja datang terkejut saat melihat Diandra muntah.
"Diandra kenapa ?" Teriak Rusy.
"Waah mabuk ni bocah, minum apa dia?" Tanya Alissa kepada Devinta.
"Nih" Jawab Devinta sambil menunjukan gelas kosong yang ada didepanya.
"Bentar gue cari kakak gue"
Setelah beberapa saat, Alissa telah kembali ke meja beraama kakaknya.
"Minum apa dia?" Tanya Alvaro yang baru saja datang.
"Nih, tadi dikasih orang" Jawab Devinta sambil menunjukan gelas di depanya.
Alvaro mencium gelas yang ditunjukan Devinta.
"Wah, ini sih vodka, temen kalian mabuk nih"
"Bisa kaya anjing gitu ya, diendus doang udah tau itu apa" Celoteh Rusy.
"Berarti temen gue mabuk karna alkohol dong" Ucap Rusy heboh.
"Iyalah, masa mabuk gara gara naik bis" Jawab Alvaro kesal.
"Yaelah, masa cuma Diandra yang ngrasain, gue kapan" Ucap Rusy mendapat tatapan tajam Devinta.
"Yaudah kalian bawa pulang aja, ntar juga sembuh sendiri kok, untungnya dia nggak minum terlalu banyak" Ucal Alvaro lalu sambil memapah Diandra yang sempoyongan.
Baru beberapa langkah, Diandra melepaskan dirinya dan tiba tiba pergi menghampiri Rcko.
"Eeh, lo cowok berengsek, bisa bisanya lo abis seslingkuh sama Grace dan sekarang lo clubbing sama cewek lain" Rancau Diandra sambil menunjuk nunjuk Ricko.
"Lo tau nggak, lo itu berengsek, gue benci sama lo, gue benci"
"Yang berengsek itu lo, udah selingkuh,sekarang malah mabuk mabukan kaya gini" Ucap Ricko.
Sahabat Diandra segera menarik tangan Diandra untuk segera keluar dari club.
"Cowok brengssk, Ricko brengsek" Ucap Diandra yang masih saja merancau tak karuan.
Sampai di mobil, mereka memasukan Diandra di belakang kemudi. Sementara Devinta yang menyetir.
"Wah bener bener, gue nggak bakal ngebiarin Diandra masuk club malam lagi, apalagin sampe minum alkohol, bener bener bikin malu" Gerutu Alissa.
"Mau ditaroh mana tuh mukanya kalo ketemu Ricko" Ucap Devinta sambil terkekeh.
"Tau tuh, temen lo nih Rus" Ucap Alissa sambil menaikan jarinya ingin menjitak kepala Diandra yang tertidur dipangkuanya.
"Temen kita" jawab Rusy.
__ADS_1
Hallo semuanya
Jangan lupa, like, coment, dan vote biar makin semangat nulisnya!!!!