Ex Boyfriend

Ex Boyfriend
Salah Paham


__ADS_3

Ricko yang penuh emosi mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Setibanya dicafe Ricko yang datang lebih dulu memilih tempat duduk yang paling dekat dengan pintu sehingga dapat dilihat jelas dari parkiran. Setelah beberapa saat, Grace datang dengan temanya, namun temanya tidak ikut turun dan hanya menunggu didalam mobil.


"Haii, nunggu lama ya" ucap Grace.


"Enggak kok" Jawab Ricko singkat.


"Mau pesen apa?" Tanya Grace.


"Nggak usah, mana vidionya" ucap Ricko.


"Kenapa sih buru buru" Ucap Grace sambil menggeser duduknya ke arah Ricko lalu mengeluarkan ponsel miliknya dan memperlihatkan vidio Diandra bersama Andra.


Rahang Ricko mengeras, tanganya mengepal seolah ingin menghancurkan apapun yang ada didekatnya.


"Lihat deh mereka tertawa tawa, asal kamu tau mereka tadi mesra mesraan tapi aku nggak sempat merekamnya" ucap Grace semakin memanas manasi Ricko.


"Tau nggak tadi Diandra menyenderkan kepalanya di bahu cowok itu kaya gini sayang sekali aku nggak sempet merekamnya" ucap Grace sambil mempraktekan apa yang diucapkanya barusan.


Ricko yang merasa risih mendorong Grace menjauhinya.


"Cewek kaya gitu sama sekali nggak pantes buat kamu, berani beraninya dibelakang kamu dia jalan sama cowok lain" Ucap Grace sambil memegang tangan Ricko.


Ricko yang semakin geram melepas tangan Grace, lalu pergi meninggalkan Grace sendiri.


"Thanks Grace" Ucap Ricko sambil melangkah pergi. Sementara Grace melihat kepergian Ricko dengan tersenyum puas melihat responya.


"Gimana udah lo foto?" tanya Grace kepada temanya.


"Udah, nih lihat aja" ucap teman Grace.


"Sempurna"


"Gue bakal bikin permainan ini semakin seru" ucap Grace sambil tersenyum sinis.


"Gue fotografer handal kan"


"Gue pastiin mereka akan putus secepatnya"


Diandra dan Devinta telah pulang kerumahnya masing masing. Tetapi hingga larut malam Ricko masih belum menghubungi Diandra sama sekali. Diandra sudah berulangkali mencoba menelfon tapi terus saja dirijeck. Diandra bingung karena sama sekali tidak tahu apa kesalahanya "Masa iya gara gara gue jalan ke mall sama Devinta aja dia marah?" gumam Diandra. "Atau gara gara gue telat bales whatsapnya? tapi nggak mungkin ah, biasanya juga nggak marah sama hal hal kaya gitu". Diandra larut dalam pikiranya sendiri hingga tertidur.


Sudah dua hari Ricko tidak ada kabarnya sama sekali, Diandra terus mencoba mengubungi Ricko hingga menanyai ke teman temanya tapi tak ada jawaban sama sekali.


Saat Diandra mengotak atik ponselnya tiba tiba saja ada pesan whatsapp masuk dari nomer tidak dikenal. Diandra mengrenyitkan dahi "apa nomer baru Ricko?" pikiran itu terlintas dipikiranya hingga membuatnya buru buru membukanya. Betapa terkejutnya Diandra melihat foto yang diterimanya adalah Foto Grace dan Ricko decafe dengan pose Grace menyenderkan kepalanya dibahu Ricko dan satu lagi foto Grace sedang menggenggam tangan Ricko.


Diandra terdiam sejenak lalu dikagetkan lagi dengan pesan masuk tapi kali ini foto ruang tamu apartemen Ricko dengan tulisan paswordnya serta lokasinya.


"Ini ruang tamu apartement Ricko" ucap Diandra lirih.


"Benar ini apartemenya, ini alamatnya sama persis dan paswordnya tanggal lahir Ricko"

__ADS_1


"Apa ini alasanmu nggak menghubungiku sama sekali? " ucap Diandra lirih tanpa sadar air matanya sudah membasahi pipi putihnya.


"Enggak enggak, aku harus memastikanya sendiri" ucap Diandra.


Tanpa basa basi Diandra mengambil tasnya dan turun dari kamarnya bergegas untuk pergi ke apartemen Ricko.


"Mau kemana kok buru buru? " tanya mama Anita sedikit berteriak ketika melihat Diandra terburu buru.


"Kerumah Devinta bentar ma" bohong Diandra.


Diandra melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil menangis. Setelah sampai diapartemen milik Ricko Diandra diam sejenak di dalam mobil merasa ragu antara naik atau tidak, takut dengan apa yang akan terjadi diatas sana. Tanpa Diandra sadari ada mobil yang parkir tidak jauh dari mobil miliknya sedang mengawasinya.


Diandra turun dari mobil memutuskan untuk naik ke lantai 5 dimana unit apartement Ricko berada. Saat sudah sampai di depan Apartemen Ricko dia memasukan paswordnya dan berhasil lalu membuka pintunya pelan.


Setelah membuka pintu betapa terkejutnya Diandra melihat pemandangan disofa ruang tamu dengan posisi panas Grace berada diatas Ricko sambil memeluknya , ditambah lagi terlihat Grace sedang menggunakan kaos oblong kedodoran yang sudah dipastikan milik Ricko dengan rambut basahnya.


Diandra terdiam sejenak


"Aku nggak nyangka" ucap Diandra lirih lalu berlari keluar dengan air mata yang bercucuran dipipinya.


Ricko dan Grace terkejut saat melihat Diandra membuka pintu apartemen, Ricko bangkit berusaha mengejar Diandra tapi Grace tiba tiba berteriak kesakitan


"aaww" Ricko menoleh ke arah Grace yang terjatuh dan membantunya berdiri setelah itu keluar ingin mengejar Diandra tapi pintu lift sudah tertutup menandakan Diandra sudah turun.


Ricko mengepalkan tanganya dan meninjukan tangana ke tembok, dia kembali lagi masuk ke apartemen dengan berjalan gontai.


"Dimana Diandra?" ucap Grace penuh khawatir.


"Aku nggak nyangka kalo Diandra bakal dateang pas posisi kita kaya gitu, maaf tadi tiba tiba saja kakiku tersandung hingga aku menimpamu" ucap Grace penuh penyesalan.


"Pergi" ucap Ricko.


"Maaf, aku bakal coba jelasin ke Diandra" ucap grace lalu melangkahkan kakinya keluar dari apartement.


Grace turun ke basement lalu memasuki mobil yang tadi mengawasi Diandra


"Yes rencana gue berhasil" ucap Grace kepada temanya lalu tertawa psnuh kemenangan.


***Sebelumnya


Grace* Pov**


"Lo pastiin awasi setiap mobil yang dateng ke sini, gue yakin Diandra nanti bakal dateng kesini" ucap Grace pada temanya.


"Oke, lo serahin sama gue pasti aman" jawab Teman Grace.


"Jangan lupa lo kabarin gue kalo Diandra udah naik ke atas" ucap Grace penuh penekanan.


Grace menaiki lift dan menuju unit apartement Ricko dengan membawa kue. Grace memasukan pasword pintu apartemen Ricko yang dulu dan ternyata masih belum berubah.

__ADS_1


Ricko yang sedang menonton tv diruang tamu terkejut karena Grace masuk tanpa mengetuk pintu.


"Lo kenapa bisa masuk?" tanya Ricko.


"Tadi aku coba masukin tanggal lahir kamu bisa, ternyata kamu nggak pernah merubah pasword apartement kamu dari dulu" Ucap Grace sambil tersenyum.


"Lain kali bunyikan bell, kalo bertamu kerumah orang yang sopan" ucap Ricko.


"Maaf" ucap Grace lirih lalu mendudukan diri di sofa.


"Ini aku disuruh ngasih kue ini ke kamu sama mama" ucap Grace sambil memberikan kue kepada Ricko.


"Thanks ya" Lalu Ricko mengambilnya bergegas pergi ke dapur untuk meletakan dan mengambilkan minum untuk Grace.


Kesempatan ini tidak disia siakan begitu saja oleh Grace. Grace mengambil ponselnya dan mengirim foto fotonya bersama Ricko kemarin saat di cafe yang diambil oleh temanya kepada Diandra, tidak lupa mengirimkan foto ruang tamu apartemen Ricko serta mengirimkan alamat dan paswordnya untuk memancing Diandra agar datang kesini.


Saat Ricko datang Grace segera menyembunyikan ponselnya.


"Sikahkan diminum" Ucap Ricko sambil meletakan minuman dingin dimeja.


"Emm terimakasih" Grace terus mengajak berbicara Ricko untuk mengulur waktu, hingga dirasa sudah sedikit lama Grace meminta izin untuk menggunakan toilet.


"Aku numpang ke toilet dong" ucap Grace.


"Silahkan, udah tau tempatnya kan" Ucap Ricko. Lalu Grace berjalan menuju toilet.


Saat sudah ada ditoilet Grace mondar mandir memikirkan sesuatu.


"Gue harus bikin adegan ini jadi semakin dramatis" gumam Grace sambil melihat dirinya di kaca besar yang ada dikamar mandi. Grace yang menyadari dirinya sedang menggunakan hotpants sangat pendek menemukan ide yang menurutnya sangat brilian.


Grace menyalakan Shower dan menyiramkan ke rambut dan baju yang digunakan sehingga membuatnya basah.


"Riic, Ricko" teriak Grace dari kamar mandi yang tempatnya tidak begitu jauh.


"Kenapa sih teriak teriak" tanya Ricko sambil berjalan mendekat.


"Boleh pinjam kaos kamu nggak? aku nggak sengaja nyalain shower, baju sama rambut aku jadi basah" ucap Grace memelas.


"Ada ada aja sih lo, tunggu sebentar" ucap Ricko sambil berjalan ke kamarnya untuk mengambil kaos setelah itu kembali keluar untuk memberikanya kepada Grace.


Grace melepaskan Bajunya dan memasukan kedalam papper bag yang dimintanya dari Ricko, lalu mengenakan kaos yang diberikan oleh Ricko.


"Kan kalo gini gue kaya nggak pake celana, ditambah rambut gue basah"


"Perfect" gumam Grace pelan sambil berkaca. Benar saja kaos Ricko yang dipakai Grace terlihat kedodoran sehingga membuatnya seperti tak memakai celana.


Grace mengambil ponselnya yang berbunyi dari sakunya, ternyata pesan whatsapp dari temannya.


Diandra barusan naik lewat lift~

__ADS_1


Seperti itulah isi pesanya.


Grace keluar dari kamar mandi menuju ruang tamu, berjalan pelan ke arah Ricko sampai pada akhirnya Grace melihat pintu mulai terbuka Grace segera menjatuhkan dirinya diatas Ricko, membuatnya terliahat seperti sedang melakukan hal yang tidak pantas.


__ADS_2