Ex Boyfriend

Ex Boyfriend
Lamaran


__ADS_3

"Udah ma, jangan tebel tebel bedakinnya, Diandra bukan mau ngelenong ini" Sambil menggosok gosok bedak di pipinya.


"Iih,  jangan di gosok gosok,  ntar ilang, orang cantik gini kok" Ucap Anita yang kembali mengaplikasikan bedak di wajah anaknya. 


Suasana hati Anita sangat berbunga, bagaimana tidak, Diandra sudah menyetujui dijodohkan dengan putra dari temnanya, dengan semangatnya dia mendandani anaknya sambil terus tersenyum.


"Lagian kenapa sih Diandra harus dandan segala,  nih ya ma, orang mau kawin itu harus terima apa adanya pasanganya, harus menerima bagaimanapun keadaan pasangannya" Ucap Diandra menasehati mamanya,  padahal dirinya belum memiliki pengalaman apapun berumah tangga. 


"Kamu sendiri yang bilang gitu ya! Berarti kamu juga harus nerima apapun keadaan calon suami kamu,  meskipun tua dan botak"


Diandra membuka mulutnya saat mendengar ucapan mamanya. 


"Hah,  mama beneran ngawinin aku sama orang tua botak?


"Nikahin!"


"Kan kamu sendiri yang bilang orang mau nikah harus menerima keadaan apapun dari pasanganya" Ucap Anita sambil menahan tawa melihat ekspresi yang ditunjukan anaknya. 


"Tapi nggak tua botak juga kali ma,  bunuh Diandra ma, bunuh!"


Anita tertawa terbahak bahak mendengar penuturan putrinya. 


"Masak anak mama cantik gini mau dinikahin sama orang yang tua botak sih, ya enggak dong,  kamu percaya deh kali ini kamu pasti suka"


"Tau dari mana Diandra bakal suka? Ketemu aja belom pernah, mama dukun ya? " Ucap Diandra.


"Orang udah pernah ketemu, udah deh percaya mama kali ini kamu pasti suka"


Pernah ketemu?  Siapakah Orangnya?  Diandra larut sendiri dalam pikiranya. 


***


Jam menunjukan pukul 19.00, Mobil sedan mewah berwarna hitam baru saja memasuki halaman rumah Diandra. 


"Assalamualaikum" Ucap sepasang pasutri di depapan pintu. 


"Waalaikumsam Pak Bagas,  Bu Intan" Ucap Andi kepada tamu yang baru saja mengucapkan salam. 


"Silahkan masuk!"


"Silahkan duduk!"


"Oh, baik pak terimakasih" jawab mereka lalu mendudukan tubuhnya di sofa. 


"Lho, kok cuma berdua?" Tanya Andi saat mendapati calon besannya hanya berdua,  tanpa seseorang yang akan segera dinikahkan. 


"Iya,  anak saya menyusul pak,  mungkin sebentar lagi tiba,  soalnya dia terbang langsung dari Bali" Ucap Intan menerangkan. 


"Baik baik,  kalau gitu saya panggilkan Istri dan Anak saya sebentar ya"


Andi naik ke lantai dua untuk memanggil istri dan anaknya,  sementara si bibi baru saja mengantarkan minuman untuk tamu mereka. Diandra terlihat cantik menggunakan gaun berwarna kuning yang melekat ditubuhnya, menuruni anak tangga pelan membuat calon mertua terpesona. 

__ADS_1


"Ini dia princessnya?" Ucap Intan yang sedari tadi memandangi Diandra. Intan begitu terpukau melihat kecantikan dari calon mantunya.


Diandra mencium tangan kedua calon mertuanya


"Halo tante,  saya Diandra" 


"Wah kamu cantik sekali!" Ucap Intan lalu menyentuh pipi kiri Diandra. 


Selagi menunggu seseorang yang masih dalam perjalanan,  sepasang pasutri yang akan berbesanan ini membicarakan hal hal seputar pernikahan anak mereka,  sementara Diandra yang tidak semangat dengan acara lamaran ini hanya tertunduk lesu. 15 menit berlalu,  terdengar sebuah mobil memasuki halaman ruma. 


"Assalamualaikum" ucapnya. 


"Waalaikum salam" Ucap siapapun yang saat ini ada di ruang tamu.


Saat mendengar ucapan salam,  Diandra yang semula menunduk dan sibuk dengan kuku mendongakan kepalanya.


"Ricko!"


"Diandra!"


Ucap mereka bersamaan, Ricko dan Diandra saling membelakan mata.


Diandra spontan berdiri


"Kenapa lo disini?" 


"Elo yang ngapain disini?" tanya Ricko. 


"Mana ada, orang dulu rumah lo nggak disini"


"Orang gue pindah,  lihat nih mama papa gue,  lo pasti inget kan! Ini rumah gue!" 


Ricko semakin membelalakan matanya saat melihat Anita dan Andi ada di ruangan yang sama saat ini,  orang yang pernah ditemuinya 7 tahun lalu, iya, dia adalah kedua orang tua Diandra, orang tua dari mantan pacarnya.


"Sudah sudah,  ini kenapa malah berantem!"Ucap Andi yang pusing mendengarkan anak dan calon mantunya. 


"Tenang dulu,  kangen kangenanya nanti aja" Ucap Anita. 


Ricko melihat ke arah mama dan papanya. 


"Jadi mama mau nikahin aku sama dia?" Mengarahkan jari tekunjuknya ke arah Diandra dengan mata yang membelalak.


"Iya,  kalian dulu kan sempet pacaran" Ucap Intan kepada anaknya. 


"Aku nggak mau nikah sama dia ma!" Ucap Ricko dengan menatap Diandra tajam. 


"Emang lo pikir gue mau nikah sama lo! Ogah gue" Ucap Diandra sambil menyilangkan kedua tanganya.


Ricko ikut menyilangkan kedua tangnya. 


"Oke kita nggak jadi nikah"

__ADS_1


"Oke,  tau kalo itu elo gue juga nggak bakal mau!"


Ricko dan Diandra sibuk dengan perdebatan mereka, sementara para orang tua hanya geleng geleng memperhatikan tingkah anak anak mereka. 


"Cukup!" Suara membentak dari bibir Bagas menghentikan perdebatan mereka. 


"Siapa bilang pernikahan ini bisa dihentikan!" Ucap Bagas tegas. 


"Tidak ada kata dibatalkan,  justru pernikahan kalian akan semakin dimajukan" Ucap Andi membuat sepasang calon pengantin ini membelalakan matanya. 


"Papa nggak bisa gitu,  papa kenapa tega sama Diandra?  Kenapa papa nikahin aku sama suami orang?" Ucap Diandra membuat semua orang diruang tamu membelalakan matanya terkejut. 


Diandra mengambil nafasnya dalam, menatap tajam ke arah Ricko.  "Lagian lo jadi laki bisa bisanya gitu,  lo udah punya anak kenapa mau juga dijodohin?  Lo nggak mikirin anak istri lo?"


"Anak,  istri Apa maksut lo?" tanya Ricko yang sama sekali tidak mengerti maksut Diandra. 


"Iya apa maksut kamu?" Tambah Andi, sementara orang tua lainya hanya menganga mendengar ucapan Diandra. 


"Ya anak istri lo,  jahat banget lo nggak mau ngakuin, jadi lo nikah nggak bilang orang tua lo,  dasar durhaka! "


"Tunggu,  anak, apa maksut kamu?  Siapa yang menikah?" Tanya Intan yang menegang dsngan pertanyaan yang diucapkan Diandra. Sementara Bagas yang menegang hanya memegangi kepalanya tak percaya dengan tingkah putranya. 


"Anak tante ini sudah menikah,  apa Ricko nggak bilang sama tante? 


Ricko semakin membelalakan matanya lebar lebar. 


"Siapa yang nikah,  nikah aja nggak pernah apa lagi anak,  ngarang cerita dari mana lo? "


"Jangan ngeles deh, orang gue punya buktinya!" ucap Diandra. 


"Apa maksut kamu nak,  bukti apa?" Tanya Anita yang tanganya sudah bergetar hebat,  pikirnya dia melakukan kesalahan besar karena ingin menikahkan anaknya dengan suami orang. 


"Mana buktinya kalo lo punya!" Ucap Ricko dengan nada sedikit keras. 


Diandra mengambil ponsel yang ia letakan dinsofa,  membuka aplikasi instagram dan mengetikan alamat usher Ricko,  membuka story tersimpan di account milik Ricko yang sempat dilihatnya beberapa hari yang lalu. 


"Ini lihat,  ini bukti Ricko udah beranak istri! " Ucap Diandra sambil menunjukan layar ponselnya,  mereka semua berkumpul untuk melihatnya. 


Bagas menjatuhkan pundaknya yang sedari tadi menegang,Intan mendesah lega dengan apa yang dilihatnya,  sementara Ricko membuka mulutnya menganga tak percaya,  sementara orang tua Diandra menyandarkan tubuhnya lemas. 


"Ini bukan Istrinya Ricko,  ini cucunya mbak Risa jeng,  kaka saya, ini keponakan saya,  sepupunya Ricko yang baru melahirkan satu bulan yang lalu" Ucap Intan yang gantian membuat Diandra yang membelalakna matanya terkejut kali ini. 


"Wah, bener bener lo bisa bisanya lo nuduh gue nelantarin anak istri,  nikah aja belom!"  Ucap Ricko. 


"Astagfirullah Diandra! " Hanya itu ucapan yang keluar dari mulut kedua orang tua Diandra. 


Diandra yang setengah mati malu, hanya bisa menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah bak kepiting rebus. 


"Wah ketauan lo ya,  lo diem diem stalkingin gue ya, lo masih suka kan sama gue?" Ucap Ricko.


"Enggak, PD banget lo" Ucap Diandra yang semakin merona,  dan yang lain hanya tertawa.

__ADS_1


__ADS_2