Ex Boyfriend

Ex Boyfriend
Hari Pernikahan


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, hari ini adalah hari pernikahan Ricko dan Diandra,  tidak ada yang berubah diantara mereka,  sama sekali tidak mencerminkan pasangan yang akan menikah, tidak ada keromantisan sama sekali, justru hanya pertengkarang yang drlalu terjadi disaat mereka bertemu. Acara akad nikah akan segera dimulai pukul 11.00 siang ini,  di rumah Diandra terlihat  ramai dengan kerabat dekatnya saja, karena memang acara hari ini hanya di hadiri keluarga saja.  Ricko sudah duduk manis di depan penghulu, hanya kerabat dekat keluarga Ricko juga yang menghadiri acara hari ini. Diandra yang sudah di make up berada di kamarnya ditemani oleh  Devinta.


"Rusy nggak jadi kesini apa ya?, lama banget" Tanya Diandra pada sahabatnya yang duduk tak jauh darinya. 


"Kesini kok,  tadi sih ngabarin udah deket sini" Jawab Diandra. 


Diandra mengerucutkan bibirnya


"Lama banget" 


"Sabar kenapa,  namanya juga emak emak beranak dua pasti repot" Jawab Devinta. Belum selesa mereka berbicara iba tiba datang seorang wanita menuntun 2 balita berusia 2 tahunan.


"Baru juga diomongin orangnya dateng,  panjang umur lo" Ucap Devinta ke pada Rusy yang tampak repot menuntun 2 anak yang berjenis kelamin laki laki itu. 


"Sory, jalanan macet banget nih" Ucap Rusy sambil mendudukan anaknya di ranjang Diandra.


"Ya ampun cantik banget,  akhirnya lo nikah juga" Ucap Rusy sambil memeluk Diandra.


"Iih lebay deh" Jawab Diandra sambil mencoba melepas pelukan Rusy, Diandra mengalihkan perhatianya ke arah 2 anak kecil yang menggemaskan itu. 


"Hallo Arka,  Arga,  aunty kangen banget nih lama nggak ketemu" Ucap Diandra lalu mencium gemas pipi kedua balita itu bertubi tubi sampai meninggalkan banyak bekas merah di pipi mungil mereka. 


"Jangan nodai anak gue" Ucap Rusy sambil menarik Diandra darai anaknya.


"Lihat nih pipinya merah semua gara gara lipstik lo" Imbuh sambik melihat pipi anaknya yang banyak noda merah.


Diandra hanya terkekeh melihat mereka yang tampak semakin menggemaskan dengan bekas lipstik merah di pipinya. 


"Makanya ntar buruan bikin yang kaya gini 5" Ucap Devinta. 


"Dih sama Ricko?  Lo aja kalu mau bikin sama dia, bikin satu aja sama dia gue ogah, apalagi lima" Ucap Diandra sambil mengidikan bahunya. 


"Orang laki lo, ngapain bikin sama gue, Gue mah setia sama ayang Revan"  Ucap Devinta.


"Jangan bilang ogah dulu,  ntar kalo udah ngrasain aja nagih lo" Ledek Rusy. 


"Apaan sih! Punya anak sama cowok kaya dia, amit amit" Ucap Diandra,  sementara kedua temanya hanya terkekeh melihat sahabatnya yang akan menikah dengan mantan pacarnya sendiri. 


Stelehah beberapa saat mengobrol,  mama Anita masuk ke dalam ruangan yang digunakan makeup,  meminta agar Diandra segera turun. Diandra berjalan pelan menuruni anak tangga,  ternyata menggunakan kebaya cukup merepotkanya. Semua mata tertuju ke arahnya,  Diandra memang terlihat sangat cantik dalam balutan kebaya dan polesan makeup tipis membuat semua mata melihatnya,  termasuk Ricko.  Kali ini Ricko melihatnya,  entah terpesona atau apa siapa yang tahu, tapi saat mata mereka beradu, lagi lagi Ricko mengalihkan pandanganya. Diandra sudah duduk manis di samping Ricko,  beberapa saat lagi ijab qabul akan dilaksanakan. 


"Saya terima nikahnya Diandra Firdauzi bin Andi Setiawan dengan maskawin tersebut di bayar tunai"


"Saahh"

__ADS_1


Suara sah menggema di ruang tengah rumah Diandra, Diandra dan Ricko telah sah menjadi sepasang suami istri.  Dengan ragu Diandra mencium tangan Ricko,  lalu Ricko mencium kening Diandra. Walaupun ini bukan kali pertama Ricko mencium Diandra karena dulu waktu SMA mereka memang berpacara,  tapi tampak sekali kecanggungan Diantara mereka. Tampak kebahagiaan terpancar di wajah kedua belah pihak keluarga ini,  tapi tidak dengan Ricko dan Diandra yang hanya menampakan wajah datar,  bahkan sangat terlihat tidak semangat. 


Setelah acara selesai dan seluruh keluarga besar sudah pergi,  Diandra memilih masuk ke dalam kamarnya yang diekori Ricko,  karena memang sebelumnya papa Diandra sudah meletakan koper milik menantunya di kamar Diandra. Ricko duduk di atas ranjang sambil menyandarkan kepalanya mampak sibuk memainkan ponselnya,  sementara Diandra sibuk di meja rias untuk membersihkan make upnya,  tidak ada yang berbicara,  hanya hening tercipta,  mereka larut dalam pikiranya sendiri,  entah canggung,  atau kesal karena pada akhirnya mereka benar benar menikah.  


Diandra melirik ke arah Ricko. 


"Lo mandi sana, ntar gantian, gue masih mau bersihin make up" Ucapnya tapi tak mendapat jawaban. 


"Gue bilang cepetan mandi" Ulang Diandra tapi masih juga tidak mendapat jawaban,  Diandra yang mulai kesal segera berdiri lalu berjalan mendekati Ricko.


"Lo budek ya" Ucap Diandra sambil berkacak pinggang.


Ricko mendongakan kepalanya,  melihat seseorang yang sudah berdiri dihadapanya. 


"Lo ngomong sama gue? 


"Sama tembok, ya iyalah emang ada orang lain lagi disini" Jawab Diandra ketus, rasanya Diandra ingin mencekik laki laki di hadapanya yang saat ini sudah sah menjadi suaminya. Tanpa menjawab Ricko berjalan menuju kamar mandi sementara Diandra melanjutkan membersihkan make up nya.  


Setelaah 15 menit mandi, tiba tiba saja Ricko berteriak dari dalam kamar mandi. 


"Diandra ambilin handuk sama baju gue di koper, gue lupa bawa" Teriaknya. 


"Apa?" Tanya Diandra berteriak. 


Ricko menjembulkan kepalanya keluar pintu kamar mandi.


"Punya tangankan? ,  ambil aja sendiri" Jawab Diandra yang masih fokus pada kaca besar didepanya. 


"Yaudah, gue keluar nggak pake baju nih" Ucap Ricko. 


"Iya iya bentar, jangan keluar, gue aja yang ngambikin,  lo disitu aja" Jawab Diandra terperanjat lalu berlari menuju koper Ricko, sementara Ricko hanya terkekeh melihat tingkah Diandra.  Setelah beberapa saat mencari baju Ricko,  Diandra berjalan ke arah kamar mandi lalu mengulurkan handuk dan piama milik Ricko dari luar pintu kamar mandi, setelah Ricko keluar gantian Diandra yang masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang sudah terasa lengket. 


Setelah 20 menit Diandra keluar dari kamar mandi menggunakan celana pendek dan kaos oblong yang terlihat kebesaran ditubuhnya,  tidak tau kenapa Diandra lebih suka memakai baju seperti itu saat tidur dibandingkan harus menggunakan piama. 


Diandra mirik Ricko yang sudah berada diranjangnya. 


"Ngapain lo di ranjang gue? " Ucap Diandra saat melihat ricko memejamkan mata di ranjangnya. 


"Nggak bisa liat gue mau tidur" Jawab Ricko yang masih memejamkan matanya. 


"Maksutnya kenapa lo tidur di ranjang gue?" Tanya Diandra. 


Ricko yang memang masih belum tidur membuka matanya. 

__ADS_1


"Menurut lo? Lo mau gue tidur diluar terus ntar ditanyain sama mama papa lo?" 


"Emm i iya,  ya yaudah,  tapi jangan deket deket gue,  awas aja lo berani berani nyentuh gue" Ucap Diandra dengan nada mengancam.


"Siapa juga mau deket deket sama lo, nggak sudi" Jawab Ricko sinis. 


"Bagus kalo gitu,  awas aja kalo berani,  gue cekik lo" imbuh Diandra sambil meletakan guling di tengah tengah antara mereka. 


"Lagian gegayaan banget,  gue udah sering cium lo kali" Jawab Ricko sambil memiringkan tubuhnya membelakangi Diandra. 


Diandra membelalakan matanya terkejut dengan ucapan Ricko


"Itu pas SMA, udah lama banget,  lagian gue udah lupa" Jawab Diandra sambil membentuk tanganya seperti ingin mencekik di belakang kepala Ricko. 


"Lo mau janda" Ucap Ricko tiba tiba seolah melihat padahal sedang memejamkan mata membuat Diandra segera menurunkan tanganya dan hanya bisa menggerutu di dalam hatinya.


Diandra meraih remote AC, setelah mengotak atiknya sebentar dia kembali merebahkan tubuhnya.  Setelah beberapa saat,  Ricko resah dengan tubuhnya,  membuang selimut jauh jauh.


"Lo matiin AC ya?" Tanya Ricko.


"Iya,  emang kenapa?" Tanya Diandra. 


"Nyalain nggak,  gue nggak bisa tidur nggak pake AC,  gerah banget" Ucap Ricko. 


Diandra segera meraih remot AC,  tapi justru malah menyembunyikanya di dalam selimut dan berpura pura tidur. Ricko yang mengetahui jika Diandra hanya berpura pura menarik narik selimut Diandra. 


Diandra membuka selimutnya kesal. 


"Apa sih?  Mau perkosa gue lo ya?"


"Gue bilang nyalain ACnya" Ucap Ricko, sementara Diandra justru semakin menyembunyikanya dengan menindih di bawah tubuhnya.


"Gue nggak bisa tidur,  atau gue yang maksa ambil sendiri" Ucap Ricko.  


"Waduh, bisa bahaya kalo Ricko maksa ambil sendiri" Pikir Diandra.  Lalu dengan terpaksa dia mengeluarkan remot AC yang tadi ditindihnya,  menyalakan AC dengan temperatur suhu yang tidak terlalu dingin. 


"Segini aja ya,  gue nggak bisa tidur kalo dingin dingin" Ucap Diandra melas. Ricko hanya mendesah.


"Yaudah" Ucapnya sambil melepas kaos yang ia gunakan. 


Diandra membelalakan matanya saat melihat Ricko tiba tiba melepas bajunya. 


"Ngapain lo buka baju? Mau merkosa gue benrean lo ya? " Ucap Diandra sambil menutupi tubuhnya dengan selimut. 

__ADS_1


"Jadi orang tuh nggak usah terlalu PD, dibilangin gue nggak bisa tidur kalo panas,  lo kan nggak mau mau terlalu dingin,  makanya gue lepas baju" Ucapnya. Diandra hanya mengedip ngedipkan matanya mencoba memahami,  lalu berbalik membelakangi,  dan pada akhirnya Ricko tidur tanpa memakai baju dan selimut, mereka tertidur saling memunggungi. 


√√Jangan lupa tinggalkan jejak disini ya, terimakasih sudah membaca


__ADS_2