
Jam 07.30 Ricko sudah sampai di rumah Diandra, dia mendekati pintu rumah dan memencet bellnya
"Ting tung"
mama Anita yang mendengar segera membukakan pintu, setelah membuka pintu dan melihat sesseorang didepan pintu mama Anita hanya mengrenyitkan dahi, pasalnya dia belum sekalipun pernah bertemu denganya.
"Siapa pagi pagi gini bertamu" gumam mama Anita dalam hati
"Assalamualaikum tante, " sambil mencium tangan mama Anita
"Waalaikumsalam" jawab Anita sambil mengrenyitkan dahi karena merasa belum pernah melihat sosok yang saat ini berada dihadapanya saat ini.
"Saya Ricko tante, Diandranya ada?"
"Diandra ada di dalam" sambil mengarahkan jari telunjuk ke dalam rumah mengisyaratkan keberadaan Diandra.
"Eh jangan jangan kamu pacarnya Diandra ya? tanya Anita penasaran.
"Ehh i iya tante" jawab Ricko sambil menggaruk tengkuknya yang tidaj gatal.
"Waahh beneran ganteng ternyata, ayo masuk" puji Anita dan Ricko hanya tersenyum.
"Diandra pacarmu udah dateng nih" teriak Anita.
"Kenapa ma? " Diandra yang berada didapur berlari kecil ke ruang tamu dan tersenyum ketika melihat siapa yang datang.
"Ada pacarmu" ucap mama Anita berbisik.
"Ganteng mama suka" Bisik Anita yang masih bisa didengar Ricko.
"Ih mama"
"Kebetulan Diandra sedang sarapan tadi, nak Ricko mau sarapan dulu?"
"Terimakasih tawaranya tante, tapi kebetulan tadi saya sudah sarapan"
"Ooh gitu ya, sayang sekali"
"Yasudah nggak papa, sayang sekali papanya Diandra baru saja berangkat kerja, ada meeting pagi jadi nggak bisa ketemu kamu"
"Lain kali saja Ricko main kesini lagi tante" sambil tersenyum.
"Apa sih ma" ucap Diandra kesal kepada mamanya.
"Diandra udah selesai sarapanya, mau berangkat sekarang aja" sambil mencium tangan mamanya dan diikutu Ricko.
"Kami berangkat sekolah dulu ya tante, assalamualaikum" pamit Ricko.
"Hati hati, jangan ngebut ya calon mantu" ucap Anita sambil melambaikan tangan yang sukses membuat Ricko terssnyum malu.
Puncak acara classmeeting akan berakhir hari ini, beberapa siswa bersiap siap menampilkan performentsnya
Sementara itu Diandra dan sahabatnya duduk di kantin sambil menikmati es cincau.
"Eh btw gimana pacaran sama ka Ricko? " tanya Rusy penasaran.
"Gimana apanya?" tanya Diandra.
"Ya gimana enak nggak?"
"Baru juga jadian rus, ntar kalo udah agak lama lo tanya lagi deh gue jawab" jawab Diandra datar.
"Yaah kelamaan" jawab Rusy.
"Kalo mau sekarang sini gue ceritain" sambil mengisyaratkan tanganya agar Rusy lebih mendekat.
"Gue ceritain nabi nabi mau lo?" jawab Diandra.
"Elaahh, mau saingan lo sama Pak Rohman guru agama, saingan ntar dia nganggur" jawab Rusy disambut gelak tanya ketiga sahabatnya.
"Eh btw nanti pulang sekolah kita nongkrong dulu yuk, udah lama nih nggak cabut bareng" ajak Devinta.
"Setujuu, kita melepas lelah setelah ujian" sahut Alissa.
__ADS_1
"Hati gue yang lelah, lelah cari jodoh nggak dapet dapet" celoteh Rusy.
"Yaah maaf, gue udah teralanjur janjian sama Ricko, tadi aja sekolah gue dijemput sama dia" ucap Diandra memperlihatkan muka menyesalnya.
"Ah nggak seru lo" ucap Rusy.
"Yah sory, udah terlanjur janjian ngga enak dong"
"Yaudah deh serah males gue" ucap Devinta dengan nada pura pura marah.
"Ngambek, besok deh besok, kita kita nginep bareng dirumah gue, kebetulan bokab nyokab keluar kota jadi rumah sepi. Kan udah lama tuh kita nggak tidur bareng" jawab Diandra.
"Beneran lo? " tanya Devinta
"Iya, udah lama banget kan kita nggak tidur bareng" ucap Diandra
"Jadi gue nggak diajak nih?" protes Alissa
"Diajak dong sayang" jawab Diandra sambil mengelus elus kepala Alissa.
"Ehhh kayanya udah mau mulai deh itu" ucap Devinta sambil menunjuk ke arah panggung.
"Kita kesana yuk, kita nonton cowok cowok ganteng" ucap Alissa.
"Yeee, elo mah cowok ganteng mulu" kata Rusy.
"Biarin sih, kan mau liburan siapa tau dapet cowok buat temen jalan" jawab Alisaa dan membuat mereka tertawa.
Mereka berempat berjalan ke arah lapangan, memilih tempat dipinggir sedikit jauh dari panggung, satu persatu siswa menampilkan performnetsnya. Saat ini band sekolah yang terkenal memiliki personil ganteng sedang tampil, sahabat dan para siswi lainya sedang berteriak teriak histeris. "Sungguh cewek cewek alay " gumam Diandra sambil menggelengkan kepalanya.
Setelah beberapa lagu berlalu penampilan band sekolah yang baru saja jadi pusat perhatian turun dari panggung, kemudian seorang cowok menaiki panggung dengan gitarnya, Diandra diam membisu, matanya terpaku kepadanya.
"Ehmm lagu ini gue bawain spesial buat seseorang yang sekarang lagi ada disini" sambil menyentuh dadanya, sontak hal ini membuat para siswi gaduh.
can't take my eyes off you🎶
I need you, baby, and if it's quite alright
I need you, baby, to warm a lonely night
Oh, pretty baby, don't bring me down, I pray
Oh, pretty baby, now that I found you, stay
And let me love you, baby, let me love you
🎶🎶
"Diandra I love you" setelah lagu selesai tiba tiba cowok itu mengucapkan kata itu, membuat Diandra semakin kaget. Sontak seluruh siswa memandang kearahnya, ada yang menatap haru, iri, bahkan benci.
Cowok itu turun dari panggung, kemudian berjalan tegas ke arah Diandra, menggenggam tanganya untuk membawanya pergi meninggalkan lapangan.
"Ricko" ucapnya lirih dengan mata berkaca kaca.
Dua sejoli yang tengah dibamuk cinta itu berjalan beriringan menuju mobil Ricko, memecah jalanan, siang ini mereka akan pergi ke mall untuk menghabiskan waktu bersama.
"Kita mau kemana?" tanya Diandra
"Kamu maunya kemana?" menoleh ke arah kursi penumpang sambil senyum senyum
"Sana lihat jalan, nabrak aja baru tau rasa"
"Nggak papa asal nabrak hati kamu" jawab Ricko sembarangan, Diandra yang mendengr hanya memutar bola matanya jengah mendengar gombalan Ricko.
"Kamu maunya kemana sayang, asal kamu seneng aku ngikut"
Diandra yang mendengar kata kata sayang berusaha menutupi pipinya yang bersemu
"Ke taman Hiburan aja yuk" ucap Diandra sambil menampilkan ekspressi manja.
"Haah ngapain?" tanya Ricko.
"Udah gede juga, masih mau kesana aja"
__ADS_1
"Biarin siih, aahh ayo kesana aja"
"Iya iyaa kesana"
"Tapi aku nggak bawa jacket, nggak enak dong keluyuran di pake seragam sekolah, ntar diliatin orang takut diciduk gara gara dikira bolos sekolah" ucap Diandra.
"Aku mah nggak papa asal diciduk dihati kamu" gombal Ricko yang membuat pipinya meeona.
"Gombal"
Ricko terdiam sejenak terkihat memikirkan sesuatu.
"Mau ke tempat aku dulu nggak? ambil jacket kebetulan nanti kita ngelewatin kok" Ricko menawarkan.
"Emang nggak papa aku kerumah kamu?" tanya Diandra dengan suara pelan.
"Ya nggak papa dong"
"Yaudah boleh"
Beberapa saat kemudian mereka telah sampai dibasement apartement. Diandra mengekori Ricko dibelakangnya, setibanya didepan pintu apartement Diandra berhenti terdiam ragu untuk masuk.
"Kamu kenapa? ayo masuk" ucap Ricko.
"Beneran nggak papa aku masuk?" Diandra sambil melangkahkan kaki ragu ke dalam.
"Iya, udah ayo masuk aku gigit kalo pas hilaf aja kok"
"Ih Ricko" sambil mendelik menatap Ricko.
Ricko hanya terkekeh melihat tingkah Diandra lalu menggeret tanganya pelan dan mendudukanya di sofa ruang tamu.
"Kamu tinggal sendirian disini?" tanya Diandra
"Hmm" jawab Ricko sambil menganggukkan kepalanya.
"Udah lama tinggal disini?" tanya Diandra
"Emm, baru 2 tahun aku pindah kesini"
"Kenapa?"
"Mama papa jarang dirumah, lebih sering di Bali buat ngurus bisnisnya jadi aku lebih milih tinggal diapartement biar nggak kerasa sepinya karena lebih kecil"
"Kok kamu nggak ikut?"
"Aku lebih suka disini, soalnya ada kamu"
"Dasar gombal"
"Dari tadi kamu ngatain aku gombal terus, padahal aku serius"
"Aku duarius malah" ucap Diandra sambil tertawa.
"Kamu ngelakuin semuanya sendiri dong? " tanya Diandra
"Emm, nggak terlalu besar juga, aku masih bisa ngelakuin semua sendiri"
"Bentar ya aku ambil jaketnya dulu di kamar" Diandra hanya mengangguk tanda mengerti.
Selang beberapa saat, Ricko sudah kembali dengan megganti baju seragamnya dengan baju casual yang terlihat sempurna ditubuhnya, dan menyerkan hodie merah maroon yang dulu sempat dipakainya saat kencan pertama.
"Pake ini ya, sengaja aku kasih yang itu, soalnya udah pernah aku pakai biar kamu keinget terus sama wangiku" ucap Ricko
"Lihat deh kedegean banget" Diandra menunjukanya setelah memakai hoodienya.
Ricko melihatnya dan tertawa.
"Kamunya aja yang kecil" ucap Ricko sambil mengacak acak rambut Diandra
Diandra hanya mencebikan bibirnya, Ricko yang melihatnya pun gemas tidak menghilangkan kesempatan segera mendekatkan bibirnya dan mencium bibir merah Diandra lembut.
Diandra yang tidak sadar hanya diam mematung untuk beberapa saat, lalu berlahan menutup mata dan mulai menikmati ciumanya.
__ADS_1
Ricko dan Diandra beranjak keluar dari apartement, baru saja menutup pintunya Ricko berhenti dan mendekat ke telinga Diandra.
"Paswordnya tanggal lahir aku, kalo misalnya mau kesini kasih kejutan, jangan lupa tanggal lahir aku paswordnya"