Ex Boyfriend

Ex Boyfriend
Gara gara Pembalut


__ADS_3

Saat Diandra menikmati ice creamnya tiba tiba saja perutnya merasa sakit, Diandra yang tak berani bilang kepada Ricko hanya diam saja sambil memegangi dan menahan perutnya yang sakiy tanpa menyentuh lagi icecream maupun makananya. Ricko yang menyadari pun bertanya.


"Kamu kenapa? "Tanya Ricko sambil mengerutkan dahinya.


"Nggak papa" Jawab Diandra sambil menggelengkan kepalanya berpura pura baik baik saja.


Ricko kembali melanjutkan makannya dengan masih memperhatikan Diandra yang sesekali mengerenyit menahan sakit.


"Kenapa sih? kamu tiba tiba keringetan gitu" tanya Ricko khawatir.


"Nggak papa kok" Jawab Diandra yang masih mencoba menutupi


"Jangan bohong, kalo nggak papa kenapa dari tadi diem aja, makananya kenapa ngak dimakan?"


Diandra yang tidak tahan akhirnya berbicara jujur kepada Ricko


"Perutku sakit" sambil menundukan kepalanya.


"Tuhkan, dibilangin ngeyel ya gitu, ayo ke rumah sakit kita periksa" Ucap Ricko sambil mendekati Diandra.


"Nggak usah, nggak papa kok nanti juga sembuh"


"Ngga ada, pokonya ayo periksa dulu"


"Iya iya, tapi aku ketoilet sebentar ya, pengen pipis, nggak tahan" izin Diandra.


"Kamu bisa ketoilet sendiri?" tanya Ricko.


"Masih bisa kok" jawab Diandra sambil berdiri dan melangkahkan kaki ketoilet.


Setelah sampai ditoilet Diandra melakukan apa yang sudah direncanakanya tadi, dan saat itu Diandra baru menyadari menstruasinya baru datang.


"Astaga, ternyata sakit perut gara gara datang bulan" Gumam Diandra.


Diandra segera merapikan lagi dirinya dan keluar dari toilet untuk kembali ke mejanya. Diandra mendudukan kembali tubuhnya di samping Ricko dan sedikit memepetkanya.


"Ayo kerumah sakit" Ucap Ricko.


"Nggak usah" jawab Diandra.


"Nggak usah gimana, orang kamu sakit perut gitu" ucap Ricko.


"Emm, anu ini sakit perut biasa"


"Sakit perut biasa gimana, seenggaknya kita cari obat biar kamu nggak kesakitan" ucap Ricko dengan sedikit memaksa.


"Emm anu ini sakit perut gara gara ada tamu" Ucap Diandra pelan


"Hah tamu apa? siapa tamu yang berani bikin kamu sakit perut?" tanya Ricko penasaran.


"Bukan itu, maksutnya ini sakit perut gara gara aku hari ini datang bulan" jawab Diandra pelan.


"Ohh, bilang dong, tapi kenapa jadi perutmu sakit?" tanya Ricko lagi.


"Ya emang gini, biasanya kalo hari pertama memang sakit, kamu mau ngerasain? " tanya Diandra.

__ADS_1


"hiih enggak" Jawab Ricko.


"Yaudah ayo cari obat biar perut kamu nggak sakit lagi" Tanyan Ricko menggandeng tangan Diandra hendak mengajaknya pergi.


"Biasanya minum air hangat juga sembuh kok" jawab Diandra


"Yasudah, sebentar aku mintakan air hangat ke pelayanya" jawab Ricko.


"Emmm, masalahnya bukan itu" Jawab Diandra terlalu malu untuk memberi tahu yang sebenarnya.


"Terus apa?" tanya Ricko semakin penasaran.


"Itu aku nggak bawa pembalut" Ucap Diandra membisikan ke telinga Diandra.


"Terus gimana?" Tanya Ricko.


"Ya kamu harus bekiin pembalut, disebrang sana kan ada minimarket" ucap Diandra.


"Haah, harus aku ya?" Tanya Ricko sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Siapa lagi? Masak aku? " Ucap Diandra.


Bagaikan disambar gledek disiang bolong, Ricko masihbtidak percaya permimtaan pacarnya itu.


"Beneran aku?"


"Iyadeh iya aku beliin, sekalian aku mintain air hangat sebentar ya" Ricko berlari meninggalkan Diandra.


"Rickoo" Diandra berteriak tapi sudah tidak terdengar oleh Ricko.


"Gimana sih, padahal aku belum ngasih tau apa apa, semoga saja dia ngerti deh" gumam Diandra. Lalu seorang pelayan datang membawakan air putih hangat.


"Makasih mbak" jawab Diandra sambil tersenyum.


Setelah beberapa saat menunggu akhirnya Ricko kembali, anehnya dari kejauhan Diandra melihatnya membawa kantung plastik berukuran besar ditanganya, sedangkan pembalut biasanya hanya butuh kantung plastik kecil.


"Kamu bawa apa gede banget?" tanya Diandra sambil meraih kantung plastik dari tangan Ricko dan melihatnya.


"Astaga Ricko, ini pempers dewasa bukan pembalut" ucap Diandra sambil menepuk jidatnya sendiri.


"Kan sama aja, buat dewasa juga" Jawab Ricko seenaknya.


"Bukan ini, kamu pikir aku lansia" Diandra mendengus kesal, lalu membuka ponsel dan mencarikan di google pembalut yang dimaksut.


"Yang kaya ini" sambil menunjukan gambar.


"Kamu nggak bilang sih, nggak papa pake aja yang ini" Ucap Ricko.


"Waah, nggak bener, nggak mau pokoknya beliin lagi, kalo nggak tau tanya ke mbaknya"


"Masa balik lagi? "


"Iya lah, salah kamu sendiri diminta beliin pembalut malah di beliin pampers dewasa"


"Harus ya beli lagi? " tanya Ricko memelas.

__ADS_1


"Iya harus, sekarang, keburu tembus ni" ucap Diandra memaksa Ricko hanya mengerucutkan bibirnya sebal.


"Terus yang ini nasibnya gimana?" tanya Ricko sambil menunjuk kantung plastik di sebelahnya.


"Ya kamu aja yang pake, biar kalo malem nggak ngompol"


"Jangan lupa yang ukuran 30 cm, terus ada sayapnya, kalo nggak tau tanya sama mbaknya" ucap Diandra.


"kaya pesawat aja ada sayapnya" gumam Ricko lirih.


"Iya iya, aku beliin yang baru" ucap Ricko sambil melangkah pergi.


Disisi lain Ricko telah sampai di minimarket, mencari cari pembalut yang dimaksut Diandra tapi tidak menemukanya, Ricko yang awalnya ragu ragu menanyakan kepada mbak mbak yang ada dikasir karena hari ini sedang ramai, akhirnya memberanikan diri bertanya dari pada salah lagi.


"Emm, mbak boleh nanya" tanya Ricko.


"Iya mbak, apa yang bisa saya bantu? " tanya mbak kasir.


"Mau beli pembalut mbak, katanya yang 30 cm terus ada sayapnya" ucap Ricko. Karena takut salah lagi Ricko memberitahukan foto yang tadi sempat Diandra bsritahukan.


"Kaya gini nih mbak"


Kasir dan pembeli yang sedang mengantri dikasir tersenyum, Ricko yang menyadarinya hanya diam kikuk menahan malu.


"Yang ini mas" kata mbak kasir.


"Iya kali mbak, berapa?


"20 ribu ya"


"Ini mbak uangnya"


" Terimakasih, jangan lupa datang kembali"


Ricko berlari kecil keluar dari minimarket dan segera menghampiri Diandra.


"Yang ini kan" ucap Ricko sambil memberikan pembalut ke arah Diandra.


"Naah pinter, bener banget yang ini " jawab Diandra "aku ketoiket dulu"


"Huuh baru kali ini beli pembalut, dan nggak akan pernah lagi" ucap Ricko pelan. Dan setelah beberapa saat Diandra telah kembali dari toilet dengan wajah sumringah.


"Udaah? " Tanya Ricko.


"Emm, makasih" Jawab Diandra sambil tersenyum.


"Lain kali jangan lupa bawa ya, cukup kali ini aja aku malu setengah mati" ucap Ricko demgan wajah ditekuk.


"Iya iya, nggak iklas banget sih nolonginya" ucap Diandra sambil mencebikan bibirnya.


"Bukan nggak iklas sayang, aku malu aja tadi pas nanya aku diketawain mbak mbak kasir sama pembeli disana" Diandra yang mendengarnya hanya terkekeh.


"Iya iya maaf ya , nggak bakal diulangi, makasih ya" ucap Diandra dengan nada manja.


"Hmm, terus ini buat apa?" tanya Ricko sambil menunjuk pampers dewasa yang ada disampinya.

__ADS_1


"Aku bilang buat dipake kamu, biar kalo tidur nggak ngompol" jawab Diandra sambil tertawa.


"Kesel banget aku liat ini" ucap Ricko sambil memukul bungkusan plastik besar yang ada sisampingnya.


__ADS_2