Ex Boyfriend

Ex Boyfriend
Putus


__ADS_3

Ricko yang marah membanting ponselnya keras, membuatnya pecah dan mungkin tidak akan bisa berfungsi lagi, Ricko meninjukan kepalan tanganya dengan penuh amarah sehingga membuat tangannya terluka dan berdarah.


Dikamarnya, Diandra terdiam dan merenungi apa yang terjadi hari ini, melirik ponsel yang ia letakan disampingnya lalu melihat pesan pesan dari Ricko. Diandra terdiam sejenak memikirkan apa yang harus ia lakukan selanjutnya.


"Apa gue harus nelfon Ricko untuk ngajak ketemuan besok buat mastiin semuanya" Gumam Diandra lirih.


Diandra memutuskan untuk menghubungi Ricko, sayangnya sudah berkali kali dicoba namun tetap saja tidak bisa, bahkan tidak tersambung.


"Chh bahkan usahanya buat ngejelasin cuma segini aja, sekarang ditelfon nggak bisa"


"Kayaknya emang udah nggak ada yang perlu dijelasin, mungkin dia bener-bener balikan sama Grace, dan kita harus berakhir kaya gini" Gumam Diandra lalu menangis lagi.


***


"Pagii guys" Ucap Rusy yang baru saja tiba di kelas penuh semangat.


"Semangat banget lo hari ini" tanya Alissa.


"Gue semangat soalnya ketemu kalian" Ucap Rusy girang.


"Tapi gue nggak semangat ketemu lo" Ucap Devinta datar.


"Iih jahat" ucap Rusy.


Ditengah tengah obrolan, mereka terdiam sejenak menatap Diandra yang sedari tadi hanya diam melamun, mereka bertiga saling tatap, melirik ke arah Diandra dan mengedikan bahu mengisyaratkan tidak mengerti apa yang terjadi dengan Diandra.


"Pagi pagi udah ngelamun aja neng" celoteh Alissa.


"Ayam tetangga gue diem aja tiba tiba mati" Ucap Devinta.


Diandra diam beberapa saat tidak menanggapi ucapan teman temanya.


"Kayaknya gue putus" ucap Diandra.


"Whaat" ucap Rusy, Devinta, dan Devinta secara bersamaan.


"Nggak salah denger gue" Ucap Devinta terkejut. Diandra hanya menggeleng gelengkan kepalanya.


"Kok bisa?" tanya Rusy.


"Apa masalahnya?" tanya Alissa.


"Ntar aja gue ceritain, Bu Indira udah dateng tuh gue nggak mau disuruh baca pancasila kaya dulu lagi" ucap Diandra yang masih sempat bercanda karena tidak ingin membuat teman temanya khawatir.

__ADS_1


Diandra dan teman temanya mengikuti pelajaran dengan khitmat, tidak ada satupun yang berani berbicara lagi di kelas ini mengingat hukuman yang pernah diterima Diandra dulu sangatlah menyeramkan.


Bell istirahat berbunyi, Bu Indira keluar kelas diikuti para siswa yang akan beristirahat. termasuk juga Diandra dan ketiga sahabtanya.


Seperti biasa mereka pergi ke kantin untuk mengisi perut dengan bakso dan es jeruk yang menjadi menu andalan mereka sudah tertata rapi di meja paling pojok siap untuk di santap.


"Ceritain apa yang terjadi sama lo dan kak Ricko" ucap Devinta sambil menatap Diandra.


Diandra meletakan sendoknya, melipat kedua tanganya di atas meja.


"Ricko kayaknya selingkuh" Ucap Grace Singkat.


Rusy yang baru saja memasukan bakso ke dalam mulutnya menganga terkejut membuat bakso yang dimulutnya keluar dan terjatuh.


"Rusy jorok" Ucap Alissa sambil memberi tisyu kepada Rusy.


"Sory kaget gue" sambil mengelap mulutnya.


"Pliss jangan bercanda"


"Kok lo bisa tau dia selingkuh?" tanya Devinta.


"Gue lihat pake mata kepala gue sendiri" ucap Diandra lirih.


"Hah kok bisa? Dimana? Siapa Ceweknya?" Tanya Alissa.


"Siapa tau itu temenya, atau mungkin keponakanya, lo mending tanyain dulu jangan langsung ambil kesimpulan" Devinta memberi saran kepada Diandra.


"Dia mantan Ricko, tepatnya cinta pertama Ricko. Sayangnya waktu itu gue ngelihat mereka dalam posisi yang nggak semestinya, gue rasa lo ngerti deh maksut gue gimana! " Diandra menjeda ucapanya sejenak.


"Sebelum mergokin mereka di apartemen gue udah pernah ketemu dia beberapa kali, gue yakin dia masih suka sama Ricko, parahnya lagi sebelum kejadian itu gue nerima foto Ricko sama cewek itu berduaan di cafe, dan itu sangat mesra. Alasan apa yang bikin gue nggak yakin kalo Ricko selingkuh?" Ucap Diandra yang sudah tidak bisa menahan air matanya.


"Yaampun, bahkan dalam keadaan lo kaya gitu kita nggak tau. Maaf Di" ucap Devinta sambil menatap Dianra nanar.


"Nggak apa apa, emang kejadianya masih baru baru ini, kita juga baru ketemu sekarang kan." Ucap Diandra.


"Dan sekarang gimana? lo beneran udah putus?" tanya Rusy.


Diandra menggelengkan kepalanya "Gue belum ketemu sama Ricko lagi, bahkan kita udah nggak berhubungan" ucap Diandra lirih.


"Sabar ya, lo masih punya kita" Ucap Rusy sambil memeluk Diandra.


Diandra menyeka air mata di pipinya.

__ADS_1


"Gue duluan ya, mau ke toilet dulu" ucap Diandra.


"Gue temenin" ucap Alissa.


"Nggak usah, lo lanjutin makan aja gue cuma mau cuci muka aja" ucap Diandra lalu pergi ke toilet sendiri.


Didalam toilet Diandravmencuci mukanya untuk menghilangkan sembab dimatanya, setelah dirasa sudah sedikit berkurang dia memutuskan untuk keluar. Diandra yang berjalan sendiri dikoridor tiba-tiba saja ditarik tanganya ke belakang sekolah yang sepi.


"Lepasin" Ucap Diandra sambil menghempaskan tangan cowok yang tadi menarik lenganya yang tak lain adalah Ricko.


"Cchh" Ricko mendecih.


"Mau apa lagi?" Tanya Diandra datar.


"Kamu kalo mau putus mending bilang langsung dari pada kaya gini dibelakangku" Ucap Ricko dengan menekan suaranya.


"Ooh, jadi kamu mau kita putus? Biar kamu bisa bebas ngelakuin apapun sama Grace? Biar nggak perlu sembunyi sembunyi di apartemen lagi?" Ucap Diandra sedikit berteriak.


"Yang kamu lihat waktu itu salah paham" Ucap Ricko.


"Hahaa salah paham kamu bilang? Orang bodoh mana yang menyebut itu salah paham? jelas jelas kamu ngelakuin hal menjijikan sama mantan kamu" Ucap Diandra sinis.


"Aku bilang itu salah paham, jangan jadikan itu alasan kamu untuk nyalahin aku. Harusnya kamu ngaca sama apa yang kamu lakuin dibelakang aku!" teriak Ricko.


"Apa yang aku lakuin? apa?" terik Diandra.


"Oke kalo kamu emang mau sama Grace silahkan, aku nggak akan larang" ucap Diandra.


"Oh jadi itu mau kamu, kamu mau kita putus?" tanya Ricko.


"Iya, kita putus" ucap Diandra.


"Oke, mulai sekarang kita putus" Ucap Ricko berteriak lalu pergi meninggalkan Diandra.


Diandra menatap kepergian Ricko, dia masih tidak menyangka kisah cintanya akan berakhir dengan perselingkuhan seperti ini. Diandra yang lemas menjongkokan tubuhnya. Saat sedang menangis, tiba tiba saja ada yang mengelus pundaknya, Diandra mendongakkan kepalanya dan melihat siapa yang datang.


"Nangis aja nggak apa apa cuma ada aku kok disini" Ucap Andra.


"Aku putus kak, hikss hikss" ucap Diandra sambil menangis.


Andra menarik kepala Diandra ke bahunya lalu mengelus rambutnya pelan.


"Udah ikhlasin aja, cowok kaya gitu nggak pantes buat kamu" Ucap Ricko lalu mengangkat salah satu sudut bibirnya.

__ADS_1


Sementara dari kejauhan Ricko melihat Diandra yang sedang bersandar di bahu Andra.


"Cchh, cewek brengsek"


__ADS_2