
Hanya hening tercipta diantara mereka, tidak ada kata, entah apa yang ada di dalam pikiran masing masing dari meraka, entah itu perasaan benci dan kesal yang tertinggal setelah 7 tahun lamanya, atau justru keduanya saling merindu.
Diandra duduk dipinggir kolam renang di belakang rumahnya, sementara Ricko duduk di kursi tak jauh dari Diandra berada.
Diandra memutar bola matanya ke arah lelaki yang duduk tak jauh darinya.
"Segitu nggak lakunya lo, sampai dijodohin mama lo?" Diandra yang memecah hening di antara mereka dengan pertanyaan yang menyebalkan.
"Gue nggak laku, hahaa bercanda lo? Yang ada karena keseringan ganti cewek makanya gue dijodohin. Yang ada itu lo yang nggak laku, sampai lo mau dijodohin" Ya memang benar itulah salah satu alasan yang menybabkan orang tua Ricko ingin menjodohkanya, semenjak kuliah
Ricko sering berganti ganti pacar hingga membuat mamanya pusing, yang paling membuat jengkel mereka sampai datang kerumah mencari cari Ricko, ada yang nangis nangis mengadu karena diputuskan sepihak, ada yang diselingkuhin, ada yang di PHP in, membuat mamanya pusing tujuh keliling krena kelakuan anaknya.
Diandra mengerjapkan matanya, bagai disambar gledek di siang bolong, pertanyaan menohok menyayat hati terdengar ditelinganya, ingin membantah tapi memang begitulah adanya, sejak 7 tahun lalu Diandra tidak pernah menjalin hubungan dengan laki laki manapun.
Ricko melangkah mendekati Diandra, ikut mendudukan tubuhnya dipinggir kolam renang, mendekatkan wajahnya ke samping Diandra.
"Ngapa lo diem? jangan jangan bener lagi yang gue omongin" Tanya Ricko menggoda.
"Sembarang" Jawab Diandra gelagapan sambik membuang wajahnya ke arah lain.
"Lo pikir gue mau dijodohin, gue udah nolak berkali kali asal lo tau, tapi apalah daya mama gue maksa, ngomongin cucu mulu gimana nggak frustasi gue" Diandra menendang nendang air yang ada didepanya, seolah menumpahkan seluruh emosinya.
"Sebenarnya mama lo itu khawatir sama lo?
Diandra menoleh ke arah Ricko, penasaran dengan hal yang diucapkanya.
"Khawatir kenapa emang?" sambil mengernyitkan dahinya.
"Khawatir lo lesbi, soalnya nggak punya pacar" Ricko tertawa terbahak bahak dengan ucapanya sendiri membuat Diandra semakin kesal.
__ADS_1
Diandra membelalakan mata dengan ucapan seseorang yang duduk disebelahnya, tiba tiba saja darahnya mendidih padahal kakinya sedang ia celupkan di air dingin.
"Sembarang lo ngatain gue lesbi" Diandra memelototkan matanya kesal.
"Rese!" Diandra yang kesal mencipratkan air didepanya ke arah Ricko lalu berlari ke dalam rumah. Ricko yang tidak siap hanya kaget tanpa bisa menghindar atau bahkan membalas.
"Wahh sialan, basah gue woy!" Ucap Ricko yang masih terkekeh. Dia kesal karena perempuan di depanya mencipratkan air ke tubuhnya, namun hati kecilnya suka saat menggoda Diandra, kecil sekali, sangat kecil bahkan hampir tidak terlihaat.
Sebelumnya Ricko dan Diandra memang sengaja diminta ke kolam renang untuk mengobrol berdua, sementara para orang tua membicarakan tentang perniahan mereka.
Diandra berjalan untuk kembali ke ruang tamu dimana orang tuanya berada, dia menghentak hentakan kakinya kesal seolah ubin yang dia injak adalah wajah Ricko, dunianya seperti tiba tiba runtuh, bagaimana tidak Diandra harus menikah dengan orang yang dia benci selama ini, orang yang bahkan membuatnya takut untuk menjalin hubungan kembali, lebih parahnya alasan Ricko dijodohkan karena terlalu sering ganti pacar, Yatuhan bagaimana nasib Diandra nanti? mungkin itu yang sedang dipikirkanya.
"Loh, kok sendiri? Dimana Ricko?" Tanya Anita saat melihat Diandra datang.
"Lagi berenang dia ma" Ucap Diandra singkat.
Intan mengrenyitkan dahinya "Hah, malem malem gini berenang?"
"Ya ampun, malem malem gini kamu berenang beneran Rick!?" Ucap Intan sambil menyentuh baju sedikit basah yang melekat ditubuh anaknya.
"Hah, berenang apa ma?" Ricko membuka mulutnya, dia tak mengerti apa maksut dari ucapan sang mama.
"Katanya Diandra kamu berenang, kamu nggak pake handuk apa ya kenapa bajunya basah gini?"
Ricko membelalakan matanya, menatap Diandra tajam, sementara Diandra menyembunyikan badannya di balik tubuh mamanya. Para orang tua yang akhirnya menyadari apa yang sebsnarnya terjadi kembali tertawa, seolah mengerti apa yang baru saja terjadi pada mereka.
Mereka kembali duduk rapi di sofa ruang tamu.
"Begini, jadi pernikahan akan segera dilangsungkan minggu depan" Ucap Bagas memukai pembicaraan.
__ADS_1
"Oh Minggu depan" Jawab Ricko dan Diandra santai, lalu terdiam sesaat mencerna kembali ucapan Bagas.
"Haa, minggu depan? " Ucap mereka bersamaan terkejut, bagaimana tidak terkejut baru hari ini mereka bertemu lagi, dan minggu depan sudah harus menikah.
"Om, nggak bercanda om? Kenapa buru buru kita juga baru ketemu om" Tanya Diandra kepada Bagas, saat ini hatinya tengah gundah gulana mendengar pernyataan bahwa mereka harus menikah minggu depan.
"Baru bertemu apanya, kata jeng Anita kalian dulu kan pacaran waktu SMA" Ucap Intan menjawab pertanyaan Diandra.
Anita mengarahkan pandanganyanke arah Ricko.
"Iya, tante seneng banget tau, sekarang kamu bener bener akan jadi mantu gantengnya tante" Ucap Anita
Ricko terlihat menahan senyumnya, bagaimana tidak barusan saja dia disebut ganteng oleh calon mama mertuanya, tapi disisi lain hatinya tidak terima dinikahkan dengan mantan pacar yang pernah menyelingkuhinya.
"Tapi tan, kita kan udah lama nggak ketemu, 7 tahun lo tan, itu lama banget" Ucap Ricko.
"Ya kan nggak apa apa, justru nanti pacaran lagi setelah menikah, biar mama cepet dapet cucunya" Jawab Anita membuat seluruh ruangan tertawa kecualin Ricko dan Diandra.
"Tapi kita belum nyiapin apapun ma" Tanya Ricko kepada orang tuanya.
"Iya, kita kan perlu banyak persiapan" Imbuh Diandra.
Andi menghembuskan nafasnya pelan.
"Sudah tenang saja, tugas kalian cukup fiting baju aja, selain itu kalian cukup duduk manis saja, karena kita yang akan menyiapkan semuanya."
"Dan minggu depan itu cuma acara akhad saja yang diadakanya pun cukup di rumah ini" Imbuh Andi.
"Tapi pa" Sela Diandra tapi tidak menjawab jawaban.
__ADS_1
" Lalu untuk resepsi akan di adakan di Bali satu minggu setelahnya, giliran keluarga kami yang akan menyiapkan" Ucap Bagas kepada dua orang pasangan yang akan menikah ini.
Sementara Ricko dan Diandra hanya bisa menjatuhkan bahunya lemas, membantah pun akan percuma, mereka hanya pasrah kepada keputusan dari orang tua mereka.