Ex Boyfriend

Ex Boyfriend
Gimana kalo tua, botak?


__ADS_3

Diandra mengguling gulingkan tubuhnya di atas kasur.  Pertemuanya dengan Ricko beberapa hari yang lalu terus mengganggu pikiranya, semakin di pikirkan rasanya semakin kesal, tapi apa daya, tak mau dipikirkan wajah Ricko yang sudah berkali kali lebih tampan bak Lee Min Ho terus menganggu fikiranya.  Belum lagi waktu yang diberikan sang mama untuk mencari pendamping hidup tinggal satu minggi lagi.  Rasanya Diandra semakin frustasi, ingin sekali dia pergi ke kutub utara untuk mengasingkan diri, Diandra sudah pasrah.


"Eh Dev, tau nggak lo gue kemaren ketemu Ricko? " Ucap Diandra yang baru saja mesuk ke dalam ruangan Devinta. 


Tak tau kenapa, Diandra kesal atas pertemuanya dengan Ricko, tapi dia begitu bersemangat menceritakan kejadian hari kemarin kepada sahabatnya.


"Ricko siapa?"Tanya Devinta yang masih fokus pada komputernya,  dia tak mau semua perhitunga salah karena diganggu anak bosnya.


"Iiih, ya Ricko mantan gue,  mau Ricko siapa lagi? 


Devinta yang semula fokus pada komputernya mendongakan kepalanya. 


" Hah,  serius lo?  Kapan?  Ketemu dimana?" Dia kaget,  pasalnya sudah 7 tahun terakhir mereka tak pernah mendengar kabar Ricko. 


Diandra mendudukan tubuhnya dikursi


"Kemarin,  ketemu disini,  di hotel ini, tau nggak lo ternyata Ricko CEO perusahaan yang kemaren ngadain gathering di ballrom kita. 


"Serius lo, tajir banget dong?" Bagaimana tidak tajir, jika dia adal CEO dari perusahaan besar pikirnya.


"Duarius malah, pas jalan gue nggak sengaja nabrak dia" 


"Trus, kalian ngobrol apaan?" Tanya Devinta penasaran. 


Diandra memutar tubuhnya. 


"Idiih,  ngapain ngobrol?  Ogah banget, gue ajak berantem iya"


Jangankan mengobrol, baru lihat wajahnya aja rasanya udah pengen gue cakar,  batin Diandra.


"Elaah,  dendam banget si lo,  udah lama juga" Jawab Devinta. 


"Biarpun udah lama lukanya membekas tau nggak lo,  disini ni yang sakit,  disini" Ucap Diandra menyentuh dadanya mendramatisir ucapanya. 


"Ngomong ngomong lo kepo nggak sama dia yang sekarang?" Tanya Devinta.


"Nggak,  ngapain juga kepo,  nggak penting banget" Jawab Diandra sinis. 


"Nggak asik lo, gue kepo nih,  kira kira si Ricko dah nikah belom ya?"  Ucap Devinta sambil menggoyang goyangkan lengan Diandra. 


Diandra menjauhkan tangan yang baru saja menyentuh lenganya. 


"Tau, apaan si lo, nggak penting banget,  gue mau ke ruangan gue, banyak kerjaan jangan ganggu gue" Ucap Diandra sinis. 

__ADS_1


Devinta menatap punggung sahabatnya yang baru keluar dari ruanganya kesal. 


"Padahal dia yang ganggu gue,  jam kerja kesini cuma mau bilang abis ketemu mantanya, tapi gue yang disemprot" Sambil mencebikan bibirnya yang sudah tak bisa dilihat Diandra yang baru saja pergi. 


Flashback on


Bruugh


Diandra menabrak seseorang, karena merasa bersalah dia segera membungkukan badan untuk meminta maaf kepada seseorang yang dia rasa adalah laki laki karena menggunakan pantofel dikakinya.


"Mohon maaf pak"


"Oh, iyatidak apa apa" Jawab laki laki itu. Diandra mendongakkan kepalanya dan betapa terkejutnya dia.


"Ricko! "


"Diandra! "


Ucap mereka bersamaan, mereka hanya saling menatap untuk beberapa saat. Diandra memundurkan kakinya satu langkah.


"Ngapain lo disini?" Tanya Diandra sinis.


"Ngapain nanya nanaya? Bukan urusan lo" Jawab Ricko tak kalah sinis.


"Jelas urusan gue dong, orang gue disin" Ucap Duandra.


"Iihhhh, dasar setan,! kalo bukan klien udah gue bejek bejek muka lo" Gerutu diandra meremas kedua tanganya sambil menatap punggung Ricko yang semakin menjauh.


flashback off


Diruangan kerjanya, Devinta yang tingkat kekepoanya sudah ada dilevel paling atas tidak bisa menahanya lagi,  dia mulai memainkan jari jari lentiknya di ponsel pintarnya,  jiwa stalkers handal yang sudah mendarah daging ditubuhnya membuatnya mudahberselancar untuk mendapat akun instagram Ricko yang baru,  tentu saja setelah mencari cari di daftar followers akun instagram milik perusahan Ricko. 


"Ketemuuu" teriaknya keras yang bahkan mungkin bisa didengar karyawan lain dari luar ruanganya. 


Tepat jam 12  sebelum makan siang Devinta buru buru membereskan mejanya dan beranjak ke ruangan Diandra yang masih sibuk berkutat dengan komputernya. 


Devinta penuh semangat berlari kecil menuju ruangan sahabatnya susah payah karena rok sepan yang digunakanya "Diandra,  Diandra lihat deh ini!"  Ucapnya sambil menyodorkan ponsel dan menunjuk nunjuk layarnya. 


Diandra menoleh ke arah temanya.


"Iya kenapa, menang lotre lo?"


"Iihh bukan,  bukan lotre lagi ini mah,  ini si Ricko udah punya anak ternyata"

__ADS_1


"siapa nih bininya?"  Ucap Devinta mendekatkan layar ponselnya ke wajahnya untuk memperjelas penglihatanya. 


Diandra yang menjadi penasaran merebut ponsel milik Devinta. Diandra mengrenyitkan dahinya saat melihat salah satu vidio story di Instagram milik Ricko yang menampakan bayi yang sedang  menangis digendongan seorang wanita.


"Hah, dasar lelaki kurang ajar,  nyelingkuhin gue sama Grace, tapi  nikahnya sama orang lain, semoga aja tu yang dibuntingin bukan bini orang" Gerutu Diandra yang dapat didengar jelas oleh Devinga. 


"Hah,  masa si ini bini orang?" Tanya Devinta sambil memutar ulang vidio dan melihatnya seksama. 


"Yamana gue tau,  tanya aja noh sama orangnya" Jawab Diandra sewot. 


"Semoga aja gue nikah ntar laki gue nggak kaya Ricko,  mukanya pas pasan biarin dah, gue ikhlas, asal nggak kayak Ricko,  amit amit"


"Hahaa, segitu banget lo dendamnya, awas naksir lagi lo sama dia"


"Ogah banget, najis gue, apa lagi udah bini orang kaya gitu" Ucap Diandra sambil memgidikan bahunya.


"Eh,  emang lo udah setuju dinikahin sama mama lo? " Tanya Devinta. 


Diandra menganggukan kepalanya, pikirnya udah deh nggak papa dinikahin,  asal calonya nggak tua terus kepalanya botak aja. 


"Pasrah gue, nyari jodoh sendiri juga nggak dapet dapet, perasaan muka ya nggak jelek jelek banget"


"Minggu ini gue mau di lamar, doain aja temen lo ini calon suaminya nggak tua, kalo bisa ganteng,  sukur sukur kaya. 


" Imbuh Diandra.


"Yaelah,  paket lengkap itu mah"


"Ketemu sama calon juga belom pernah masa udah mau dilamar aja lo?" Ucap Devinta.


"Tau tuh,  emak gue kenapa ngebet banget nikahin gue"


Diandra berfikir sejenak, kenapa mamanya mau nerima lamaranya bahkan Diandra belum pernah bertemu dengan calon suaminya. 


Diandra menggebrak meja nya keras. 


"Jangan jangan calon gue beneran tua botak Dev?"


"Tolongin gue Dev!" Rengeek Diandra kepada temanya. 


"Beneran mati muda dah gue ini" Jawab Devinta sambil mengelus elus dadanya,  kenapa temanya suka menggebrak meja tiba tiba pikirnya. 


"Culik gue Dev, culik gue,  bawa kabur gue, mana napsu gue kalo lakinya botak tua"

__ADS_1


"Bwahahaa, ya lo malem pertamanya sambil merem aja" Ucap Devinta seraya terbahak bahak.


"Yaelah, tega banget lo sama gue!"


__ADS_2