
Diandra masih menangis sesenggukan di bahu Andra, hatinya hancur mengingat hububganya harus kandas karena perselingkuhan, tidak disangka kejadian yang selama ini ditakutkan terjadi, setelah beberapa lama menumpahkan air matanya bell tanda masuk pelajaran terakhir berbunyi.
Diandra menegakan tubuhnya lalu menggeserkan bokongnya sedikit menjauhi Andra
"Udah bell, kakak kekelas aja " ucap Diandra lirih.
"Biarin, gue mau nemenin lo aja disini" ucap Andra.
"Nanti lo dimarahin guru kalo bolos" Kata Diandra.
"Kan ujian udah kelar, udah nggak ada pelajaran" jawab Andra
Diandra menarik nafasnya panjang
"Gue pengen sendiri kak" ucap Diandra.
"Tapi" Andra menatap Diandra.
"Gue nggak apa apa, Ntar gue kekelas kok, lo duluan aja" ucap Diandra.
"Beneran nggak apa apa?" tanya Andra.
"Iya beneran. Btw thanks kak udah minjemin bahu buat gue" ucap Diandra.
"Yaudah, gue pergi" ucap Andra lalu pergi meninggalkan Diandra sendiri.
Tidak mungkin untuk Diandra kembali kekelas dengan kondisi yang seperti ini, matanya sangat sembab. Dia memilih melangkahkan kakinya ke UKS, tidak lupa dia mengirimkan whatsapp kepada teman temanya untuk mengijinkan sakit, pasalnya ikut pelajaranpun percuma, tidak akan bisa berkosentrasi.
Jam pulang sekolah berbunyi, Diandra menunggu bebererapa saat, ketika dikira sekolah sudah sedikit sepi dia beranjak pergi meninggalkan UKS untutuk ke kelas mengambil tasnya. Di kelas ketiga sahabatnya yang sangat khawatir masih setia menunggunya untuk meminta penjelasan, karena sebelumnya Diandra hanya bercerita akan putus dan terlihat baik baik saja.
Devinta miris saat melihat mata sahabatnya dengan mata sembab.
"Lo kenapa?" tanya Devinta sambik menyentuh tangan Diandra
Diandra masih diam bererapa saat.
"Gu gue beneran putus" ucap Diandra lirih tanpa sadar air matanya kembali jatuh, lalu ketiga sahabatnya memeluk erat.
"Gue tau lo cewek kuat" Ucap Alissa sambil mengelus elus rambut Diandra.
"Gue nggak nyangka akan berakhir kaya gini, gue pikir dia baik, ternyata dia nggak lebih dari cowok brengsek, bahkan dia melakukan hal menjijikan sama cewek lain, dia dia tidur sama mantanya hiks hiks" Ucap Diandra terbata bata karena sedang menangis.
"Udah dong, Air mata lo nggak pantes buat nangisin cowok kaya Ricko, lo harus tunjukin ke dia kalo lo baik baik aja, lo baik baik saja walaupun tanpa Ricko" ucap Devinta sambil menyeka air mata dipipi Diandra.
__ADS_1
"Jangan nangis " Ucap Rusy memeluk Diandra semakin erat.
"Tuhan sayang sama lo karena udah nunjukin apa yang dilakukan Ricko ke elo, Tuhan nggak pengen elo teeus berasama orang yang salah, lo nggak boleh nangisin cowok berengsek kaya Ricko" ucap Devinta.
"Dulu Anggara, sekaran Ricko. Kenapa Tuhan nggak pernah baik sama gue, Tuhan jahat banget sama gue, kenapa gue nggak boleh bahagia? Kenapa? " ucap Diandra.
"Huss, nggak boleh ngomong gitu, Tuhan itu sayang banget sama lo" ucap Devinta
"Tuhan merencanakan ini supaya lo nggak terluka lebih dalam nantinya, itu tandanya Tuhan sayang banget sama lo" ucap Alissa.
"Gue benci sama Ricko, gue bencii, gue nggak bakal maafin Ricko hiks hiks" tangis Diandra sesenggukan.
"Kenapa semua cowok sama aja, Gue muak sama cowok, gue nggak mau pacaran lagi, Gue muak" Ucap Diandra penuh emosi.
"Sabar yaa, lo bakal dapetin cowok yang lebih baik dari Ricko, yang nggak bakal nyia nyiain lo kaya gini" Ucap Devinta.
Teman teman Diandra membiarkanya menangis beberapa saat, Setelah beberapa saat menumpahkan kekecewanya dengan air mata akhirnya Diandra bisa sedikit tenang.
Diandra memejamkan mata sebentar lalu menarik nafasnya panjang.
"Gue janji cuma nangis hari ini doang" ucap Diandra sambil mengepalkan tanganya
"Harus,! Nggak boleh ada air mata lagi dipipi lo, buat apa nangisin cowok brengsek kaya dia, lo harus bikin dia nyesel" ucap Alissa. Lalu mereka berpelukan lagi.
"Ada kita, kita bakal nemenin lo hari ini" ucap Rusy.
"Lo nginep dirumah gue aja, cuma ada kakak gue kok" ucap Alissa yang memang rumahnya selalu sepi karena orangtuanya tinggal diluar negri.
"Gue bakal nemenin lo nginep di rumah Alissa juga, gue nggak akan biarin lo kesepian dan sedih" ucap Rusy sambil melebarkan senyumnya.
"Devinta nginep dirumah Alissa juga kok" ucap Rusy sambil mengedip ngedipkan matanya ke arah Devinta.
"Iya kan, lo nginep dirumah gue kan" tanya Alissa sambil memelototi Devinta.
"Iya iya gue ikut,"jawab Devinta lalu yang membuat Diandra merasa bahagia.
"Yaudah balik sekarang yuk" ajak Devinta.
Mereka berjalan bersama menuju parkiran, Diandra menatap tajam ke arah Ricko yang sedang mengemudikan mobilnya keluar parkiran. Diandra meremas rok seragam sekolahnya kesal. Rusy yang menyadari menggenggam tangan Diandra untuk menenangkanya.
"Dev, elo bawa mobil kan? Kita semua pulang bareng sama lo aja ya, lo yang nyetir!" pinta Rusy kepada Devinta.
Diandra mengerenyitkan dahinya.
__ADS_1
"Terus kalo gue pulang bareng Devinta nasib mobil gue gimana?" ucap Devinta
"Mobil lo ditinggal disini aja" ucap Rusy.
"Kok gitu, ntar kalo ilang lo tanggung jawab mau?" Tanya Diandra.
"Gue takut kalo lo nyetir sendiri, gue takut lo frustasi terus lo nekat bunuh diri" ucap Rusy dengan tampang sangat cemas.
"Ya ampun, gue emang patah hati, tapi nggak bakalan nabrakin mobil gue juga kali, gue nggak segoblok itu!" jawab Diandra sambil menjentikan jari di dahi Rusy.
"Sakit" ucap Rusy sambil mengerucutkan bibirnya dan menggosok gosok dahinya.
Ditempat lain dua orang sedang tertawa bahagia karena hubungan Diandra dan Ricko sudah berakhir.
***
"Ternyata nggak perlu waktu lama bikin mereka putus" ucap Grace sambil tersenyum sinis.
"Udah, seneng?" ucap laki laki yang duduk di sebrang Grace.
"Alah, orang lo juga seneng" jawab Grace.
"Bilang terimakasih kek, nggak kasian lo sama gue, gue nih yang pura-pura jogging malem malem sampe dikatain gila" kata Andra
"Iya iya, terimakasih, lagian lo juga yang enak bisa peluk peluk dia"
"Gue nggak nyangka sepupu gue ini jago acting, kenapa nggak jadi artis aja sekalian lo?" ucap Grace sambil terkekeh.
"Sialan lo" jawab Andra ketus sewot.
"Gue yakin sebentar lagi Ricko akan akan balik sama gue" ucap Grace tersenyum sinis.
"Dan gue, akan dapetin Diandra seutuhnya" jawab Ricko sambil memincingkan bibirnya.
"Gue bakal tabokin lo kalo berani-berani nyakitin Diandra"
"Tenang aja, urusan gue sama Diandra udah kelar.
"Galak banget sih lo!" ucap Grace sambil mencebikan bibirnya.
"Gue udah suka sama Diandra dari lama, sialnya Ricko lebih dulu dapetin dia. Dan sekarang pelan tapi pasti Diandra akan jatuh ke pelukan gue" Gumam Andra sambil mengepalkan tanganya.
Ternyata sikap baik Andra selama adalah bohong, ternyata selama ini dia bekerjasama dengan Grace, dan siapa yang menyangka bahwa ternyata Grace dan Andra adalah saudara sepupu.
__ADS_1