
Malam berganti pagi dan cahaya terang sudah menyelimuti bumi, Feli bangun dari tidurnya kemudian segera melakukan aktivitas pagi hari seperti biasa. Selesai dengan itu Feli kemudian bersiap, ya hari ini adalah hari pertama Feli akan mulai bekerja di Willard Hotel, selain tidak sabar dengan pekerjaan barunya Feli juga tidak sabar untuk bertemu dengan Gabriel, temannya yang sudah dua minggu terakhir meninggalkan Jenewa karena harus kembali ke kota asalnya.
Disinilah Feli saat ini setelah selesai dengan persiapannya, lobby Willard Hotel. Dia menarik nafas sejenak siap memulai pekerjaan baru. Dengan menggunakan pakaian kerja formal namun tetap stylish yang menampilkan keanggunan seorang wanita, gaya vintage menjadi pilihan Feli di hari pertamanya ini. Postur tubuh dan penampilan khas wanita Asia membuat Feli sedikit menjadi pusat perhatian disana, pakaiannya begitu rapih sehingga memberi kesan wanita yang menggunakannya adalah tipe pekerja keras, namun tetap menjaga penampilan. Ternyata keberadaan sahabatnya dengan segala amanat-amanat yang ditinggalkan membuat Feli lebih sadar untuk memberikan penampilan terbaiknya.
"Feliiiii, kamu kelihatan berbeda," ujar Gabriel yang tiba-tiba muncul dari belakang dan mengejutkannya dengan menghadang langkah kaki Feli.
"Yaampun Briel, aku bisa jantungan di hari pertama bekerja," jawab Feli sembari mengelus pelan dadanya.
"Dan itu tidak lucu, yaampun baru berapa hari aku meninggalkanmu dan sekarang penampilanmu begitu berubah," ucap Gabriel memandang takjub penampilan Feli.
"Jangan berlebihan,"
"Aku tidak berlebihan, itu kenyataannya kau memang terlihat berbeda Fel, terlihat seperti pemilik dan bukan karyawan," ucap Gabriel tersenyum tulus.
"Terserah kau saja, ayoo segera kesana," ajak Feli mengalihkan pujian Gabriel yang dirasa tidak akan berakhir.
"Aku gugup sekali,"
"Untuk apa gugup, kita bukan akan interview tetapi kita sudah diterima untuk bekerja disini," Feli tersenyum.
"Iyaa kau benar,"
Dan akhirnya mereka berdua berjalan bersama menuju ruangan yang sudah ditentukan untuk pertemuan awal karyawan baru dengan pihak manajemen. Disana juga akan di jabarkan tugas-tugas mereka yang belum sempat di sebutkan. Felisha dan Gabriel mendapatkan penempatan yang berbeda, dimana Gabriel akan menjadi bagian dari event planner sedangkan Felisha di tempatkan sebagai assistant manager untuk membantu dan mempelajari pekerjaan menejer yang memang hanya di siapkan untuk sementara berada di cabang Jenewa. Pihak hotel sudah mempertimbangkan semua itu berdasarkan nilai akademis dan juga pencapaian dalam test yang mereka lakukan, apalagi Feli dengan bekal pengalaman kerja sebelumnya sudah begitu menarik perhatian pihak manajemen.
**
"Halloo ms. Claire perkenalkan saya Garry, sebenarnya saya memegang jabatan sebagai menejer di cabang Jerman tetapi karena cabang ini baru saja dibuka jadi kami tim Willard Hotel bekerja sama untuk itu sambil mencari orang-orang yang bisa dipercaya kedepannya," ucap sang menejer yang akan menjadi mentor Feli sembari mengulurkan tangan memperkenalkan diri sekaligus sedikit menjelaskan.
"Ah ya tuan Garry, mohon bimbingannya," ucap Feli sopan membalas uluran tangan atasannya.
"Tidak perlu merendah seperti itu ms. Claire, saya sudah melihat resume dengan berbagai pengalaman anda, bahkan sebelumnya anda sudah bekerja cukup lama di tempat pesaing kita," jawab sang menejer terkekeh.
"Saya tetap akan bekerja dengan profesional tuan Garry," ucap Feli, "ah yaa panggil saja saya Felisha tuan, sebenarnya Claire hanya nama tengah saya dan bukan nama keluarga," lanjut Feli.
__ADS_1
"Baiklah Felisha, kalau begitu panggil aku Gerry saja karena sepertinya tidak akan membutuhkan waktu lama untuk kita memiliki posisi yang sama disini,"
"Itu terdengar begitu tidak sopan tuan,"
"Aku tidak mempermasalahkannya, dan benar kau memang harus bekerja dengan profesional," jawab Garry santai.
Dan akhirnya mereka melanjutkan dengan beberapa perkenalan kehidupan Willard Hotel yang dijabarkan oleh Garry, dia juga menjelaskan pekerjaan apa saja yang harus dilakukan oleh Feli dan itu semua bisa ditangkap dengan cepat dan tepat, membuat Garry semakin yakin kalau apa yang sudah dibahas oleh tim rekrutmen memang benar Feli adalah kandidat yang sangat cocok dan akan mempermudah pekerjaan Garry sehingga dia tidak perlu berlama-lama meninggalkan tangggung jawab di Jerman. Waktu terasa begitu cepat berlalu hingga hari sudah siang dan sudah saatnya mereka menikmati makan siang, makan siang pertama bersama seluruh karyawan Willard Hotel.
**
Sementara itu di ruang kerjanya Alther sudah uring-uringan menunggu balasan pesan dari Feli, setelah terakhir pagi tadi bertegur sapah dan bertukar kabar dengan sang kekasih kini pesan singkatnya yang menanyakan keberadaan Feli belum direspon, padahal dia berniat untuk mengajak Feli makan siang bersama.
"Tuan, anda kenapa?" tanya Mark formal membuat Alther memutar bola matanya setelah melihat di dekat mereka seorang sekertaris sedang mengerjakan pekerjaannya.
"Aku sedang menghubungi Feli, tetapi dia tidak membalasnya sama sekali,"
"Ini hari pertama dia bekerja, mungkin dia sibuk dan tidak memperhatikan ponselnya," jawab Mark.
"Tetapi ini sudah jam makan siang, ah yaa apa sudah kamu cek di bagian mana dia?"
"Ish kau itu!"
"Kenapa tidak bertanya sendiri?"
"Kemarin dia belum tau ditempatkan dibagian mana, aku sendiri bingung sepertinya dia bukan karyawan biasa saja karna jika dia hanya seorang room service tidak mungkin dia tidak tau posisinya kan, coba kamu cek dan pastikan dia ada dibagian apa," jelas Alther sembari memberi perintah.
"Bisakah selesai makan? Cacing di perutku sudah merontah mencari asupan,"
"Kau.."
"Dengar dulu," potong Mark sebelum Alther melanjutkan kalimatnya.
"Hari ini hari pertama untuk semua karyawan makan siang bersama dan kemungkinan pujaan hati tuan muda Willard ada disana," ucap Mark sedikit mencibir.
__ADS_1
"Kenapa tidak bilang sebelumnya?" Alther balik melotot kesal.
"Makanya itu kalau meeting diperhatikan, ini sudah dibahas kemarin dalam rapat kalau sebelum operasional berjalan maka akan diadakan makan siang bersama dengan jam yang sama setiap harinya untuk menjalin keakraban dan rasa persaudaraan antar karyawan Willard Hotel," kesal Mark sambil menekankan kalimatnya.
"Aku tidak ingat sudah membahas itu," ucap Alther santai sembari bersiap meninggalkan ruangannya.
"Bagaimana mau ingat, kemarin begitu buru-buru untuk meninggalkan ruang meeting, tapi aku lihat hasil meninggalkan ruang meeting sepertinya sangat bagus," Mark menggoda karena dia melihat raut bahagia Alther sejak tadi pagi, kecuali siang ini ketika Feli tidak membalas pesannya.
"Banyak bicara, ayoo kasihan cacing di perutmu itu,"
"Ceh," jawab Mark dan segera melangkah menyusul sahabat sekaligus atasannya itu untuk menikmati makan siang bersama para karyawan.
**
Willard Restaurant
Feli yang duduk satu meja dengan Garry dan juga Gabriel baru akan mulai menikmati makan siangnya sebelum suara pria yang sangat dia kenal menginterupsi kegiatan mereka.
"Boleh kami bergabung disini?" ucap Alther sedikit dingin, tidak ada senyuman seperti biasa yang terpancar dari wajahnya.
"Tentu saja tuan, silahkan," ucap Garry yang segera berdiri menghargai kehadiran pemilik Willard Group tempat dia meniti karirnya, tentu saja dengan sedikit terkejut.
Sedangkan Feli jangan ditanya, meski ada raut keterkejutan di wajahnya tetapi dia hanya menatap bingung kejadian saat ini. Alther yang datang bersama Mark dengan setelan rapih, ditambah sang atasan yang begitu hormat tentu saja Feli bisa membaca semua itu.
"Begitu sibuk hingga mengabaikan pesan bahkan panggilanku?" tanya Alther pelan kepada Feli sebelum mengambil posisi duduknya.
"Ehmm.."
"Felisha, perkenalkan ini tuan muda Willard, cabang Jenewa ini sangat spesial sehingga tuan Willard sendiri menyempatkan diri untuk membimbing kita dari awal," jelas Garry yang menangkap raut wajah bingung dari Feli.
"Ah silahkan tuan," ucap Feli yang segera berdiri membungkuk berusaha menetralkan perasaannya. Ada rasa terkejut dan ada juga rasa kesel dalam dirinya kenapa sang kekasih bahkan tidak menceritakan tentang posisinya.
"Alther Willard," batin Feli yang seketika itu juga segera membuka ingatannya, wawasan yang seharusnya begitu luas akhir-akhir ini tertutup karena tidak menyadari kehadiran seorang Alther Willard yang namanya selalu menjadi perbincangan. Jangan salahkan Feli juga karena kehadiran Alther di sekelilingnya yang memang tidak menampilkan dirinya sebagaimana seharusnya, Alther hadir seperti orang biasa yang tidak bisa langsung membuka pengetahuan Feli tentang putra keluarga Willard ataupun pendiri goAG perusahaan terknologi yang begitu berkembang itu.
__ADS_1
"Silahkan duduk dan lanjutkan makannya nona," suara Mark memecah lamunan Feli dari semua bayangan tentang seorang Alther Giovanni Willard, sedangkan Alther hanya diam saja memberikan tatapan yang sulit untuk diartikan.
🍓🍓🍓🍓🍓