Felisha (Find The Destiny)

Felisha (Find The Destiny)
Percaya


__ADS_3

"Alther," Mark terlihat buru-buru masuk ke kamar yang ditempati Alther karena ingin mengabarkan sesuatu.


"Ada apa?" ucap Alther yang baru keluar dari kamar mandi, dia baru akan bersiap untuk memulai


"Selena sepertinya sengaja tidak ingin mengkonfirmasi berita itu,"


"Hubungi dia dan jelaskan padanya kalau kita akan segera mengkonfirmasi hal itu, agar pihaknya juga tidak kerepotan dengan pertanyaan wartawan," jawab Alther yang masih sedikit memikirkan apa akibat yang bisa muncul dalam karir Selena.


"Masalahnya aku tidak bisa menghubungi Selena atau pihaknya, padahal kemarin dia beberapa kali menghubungiku," jelas Mark membuat Alther mengerutkan keningnya.


"Alther, apa aku bisa berpikir negatif saat ini? Aku merasa Selena sengaja menghilang karena tidak ingin mengkonfirmasi hal itu," jelas Mark sedikit ragu.


Alther masih saja diam, semalaman dia memikirkan hal itu dan sekarang ternyata sahabat sekaligus orang kepercayaannya itu juga memiliki padangan yang sama dengannya.


Sembari masih berpikir Alther kemudian mengambil ponselnya hendak menghubungi Selena yang nomornya sudah dia blokir dari beberapa waktu yang lalu karena sang mantan yang masih menghubunginya itu dan benar saja tidak bisa dihubungi. Wanita sulit dimengerti keinginannya ternyata benar, sekarang dia bingung apa keinginan Selena tetapi dia tetap berusaha berpikir positif mungkin Selena hanya tidak ingin ambil pusing dengan pemberitaan yang ada.


"Huffttttt," Alther menarik nafas panjang sembari meletakan ponselnya ke sembarang arah.


"Ah iya, siang ini kita akan makan siang dengan tuan Febian," ucap Mark.


"Hari ini?" tanya Alther memastikan.


"Iya, tuan Alex menghubungiku tadi, maaf aku segera menyetujuinya dan tidak mengkonfirmasi hal itu denganmu terlebih dahulu," Mark merasa bersalah.


"Tidak masalah, aku memang akan memintamu menghubungi mereka," jawab Alther. Masalah pribadi mungkin sedang menguras konsentrasi pikirannya tetapi tidak membuat dia mengabaikan urusan bisnisnya.


**


Feli sudah tiba dikantor, hari ini dia akan menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dari biasanya selain karena hari peresmian Willard Hotel semakin dekat juga karena besok Feli akan mengambil ijin untuk hari wisudanya.


"Selamat pagi tuan Garry, sepertinya saya agak terlambat," sapa Feli dengan perasaan kurang enak pada atasannya yang ternyata sudah tiba lebih dahulu dikantor.


"Selamat pagi Felisha, tidak perlu sungkan sebenarnya aku yang terlalu cepat berada disini," jawab Garry yang sebelumnya memang sudah menyuruh Felisha untuk tidak terlalu formal dengannya.


"Sepertinya memang iya," jawab Feli sembari melihat jam tangan mewah yang sedang dipakainya dan itu tidak luput dari pandangan Garry yang jelas mengetahui merek jam ternama itu.


"Kebetulan aku hanya perlu menuruni lift untuk tiba dikantor, sebenarnya itulah yang paling aku syukuri ketika ditugaskan untuk berada disini," cerita Garry yang memang dipermudah ketika berada di Willard Hotel Geneva ini, dia bisa tinggal di salah satu kamar hotel yang tidak mempersulitnya untuk berangkat kerja seperti di Jerman.


"Maka jangan terburu-buru untuk segera kembali ke Jerman tuan," jawab Feli dengan senyuman yang memang masih butuh banyak belajar dengan atasannya itu.


"Apa kau begitu membutuhkan kehadiranku disini?" jawab Garry dengan sedikit menggoda yang hanya membuat Feli tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.


"Ahh aku hanya bercanda," jelas Garry, "aku rasa cabang disini sudah menemukan orang yang tepat, lagipula aku tidak bisa meninggalkan Jeman dengan waktu yang lama," sambung Garry yang memang tugas utamanya ada disana.


"Kalau begitu saya akan sangat merepotkan anda dalam sisa waktu anda disini tuan," jawab Feli yang memang berniat untuk banyak belajar dari Garry.


"Sudah aku bilang jangan terlalu formal, dan ya tidak perlu sungkan gunakan waktumu untuk bertanya apa saja yang ingin kau tanyakan," ucap Garry, "mungkin hanya beberapa minggu setelah peresmian aku akan segera kembali ke Jerman, tunanganku bisa mencari penggantiku jika aku terlalu lama disini," lanjut Garry terkekeh.

__ADS_1


"Aku akan merasa sangat bersalah untuk itu," Feli menjawab dengan senyuman manis dan kemudian bergerak ke meja kerjanya.


"Besok jadi untuk ijin tidak bekerja?" tanya Garry memastikan kembali karena sebelumnya Feli sudah mengutarakan niatnya itu.


"Tentu saja jadi tuan," jawab Feli terkekeh karena tidak mungkin acara wisuda untuk kampus ternama itu akan mundur hanya dalam satu hari terakhir.


"Ah yaaa, tidak mungkin batal." Garry ikut terkekeh dan kemudian mereka segera memulai aktivitas kerja mereka masing-masing.


**


"Permisi," suara Alther yang membuyarkan keheningan di ruang kerja Garry dan Feli.


"Tuan Alther, ada yang bisa saya bantu?" ucap Garry yang segera berdiri dari duduknya, tentu membuatnya terkejut ketika mendapati Alther ada diruangannya.


"Ahh, santai saja saya hanya ingin berbicara dengan Feli sebentar," jawab Alther yang melihat kalau karyawan yang merupakan atasan dari kekasihnya itu begitu terkejut dengan kehadirannya, tetapi dia tidak sadar ucapannya itu justru membuat Garry semakin bingung.


"Ada apa tuan Alther?" tanya Feli sopan, dia segera mengeluarkan suara agar Garry tidak semakin bingung.


"Ikut aku sebentar," ucap Alther sembari keluar dari ruangan.


"Saya permisi sebentar tuan," pamit Feli kepada Garry yang dibalas anggukan masih dengan raut kebingungan.


"Ada apa?" tanya Feli setelah mereka tiba diluar ruangan.


"Aku hanya ingin melihat kekasihku sebentar saja," jawab Alther santai.


"Aku tidak bercanda," Alther tersenyum, "aku akan makan siang diluar dengan rekan bisnisku, jangan lupa nikmati makan siangmu," lanjutnya.


"Hanya itu?" tanya Feli sembari menggelengkan kepalanya.


"Iya,"


"Astagah, aku tahu kamu adalah bosnya tetapi ini sungguh sangat tidak penting," ketus Feli.


"Entah aku merasa akan merindukanmu, jadi aku harus menghubungimu sebelum pergi," jelas Alther.


"Cehh, yasudah aku harus kembali bekerja," ucap Feli sembari akan berjalan kembali ke ruang kerjanya.


"Sebentar lagi," tahan Alther sembari menggapai lengan Feli.


"Jangan seperti itu, aku tidak ingin dilihat orang."


"Apa kau tidak menanyakan lagi masalah aku dan Selena?" tanya Alther membuat Feli segera menatapnya serius.


"Tidak, aku percaya kamu sudah menyelesaikannya," jawab Feli.


Alther hanya bisa memaksakan senyumannya, "terimakasih," ucapnya.

__ADS_1


"For what?"


"Karena sudah percaya kepadaku," jawab Alther.


Benar saja Felisha bukan tipe orang yang akan update dengan berita, bahkan sampai sekarang yang dia tahu bahwa masalah Alther dengan kekasihnya sudah terselesaikan, dia percaya dengan apa yang Alther katakan kemarin kalau semua akan berjalan lancar karena Alther sudah mengangkat berita itu ke publik. Kekuatan seorang Alther memang tidak bisa diragukan lagi dalam bidang teknologi, tetapi mungkin Feli lupa bahwa ini bukan hanya membahas Alther sendiri, ada Selena seorang model internasional yang ikut andil dalam pemberitaan itu, gerak geriknya tidak bisa disepelehkan jika berkaitan dengan media.


**


Siang harinya Feli sedang berada di sebuah restaurant bersama mami dan adiknya setelah sebelumnya menerima panggilan dari sang mami yang mengajaknya makan siang bersama.


"Sayang, maaf jika mami harus mengatakan ini, bisakah kamu merubah keputusanmu untuk kembali bersama kita ke Indonesia?" tanya Lisiana setelah mereka selesai dengan makan siangnya, sebelumnya dia memang melarang suaminya membicarakan hal itu tetapi bukan berarti dia tidak berharap Feli kembali, sangat besar harapannya agar sang putri menjalankan bisnis yang sudah mereka siapkan.


"Mih, kita sudah membahas ini, biarkan Feli mencari pengalaman kerja disini," jawab Feli mencoba memberi pengertian untuk maminya.


"Tapi mami dan papi sudah yakin dengan kemampuanmu sayang, ada hal yang belum sempat kami sampaikan kepadamu," ucap Lisiana pelan diakhir kalimatnya. Semalam Lisiana sempat membahas perihal hotel yang akan diberikan untuk Feli, ada sedikit masalah dengan manajemen profesional yang mengurus hotel mereka, belum lagi rencana perluasan cabang hotel yang baru sedangkan Febian sendiri sulit untuk turun langsung mengatur hal itu, begitu banyak hal yang masih menjadi tanggung jawabnya saat ini.


"Apa itu mih?"


"Papi kamu sudah menyiapkan hotel untuk kamu kelola," jawab Lisiana yang membuat Feli sedikit terkejut. Lisiana yang paham dengan raut keterkejutan putrinya segera menceritakan tentang hotel yang memang dibangung untuk Feli segera setelah Feli mengutarakan niatnya untuk menempuh pendidikan ke Swiss.


"Felisha hotel adalah milik papi?" tanya Feli memastikan.


"Bukan, itu milik kamu sayang," jawab Lisiana, "untuk itu mami dan papi ingin kamu segera belajar langsung dari sana," sambungnya.


Feli mulai berpikir, "biarkan itu menjadi milik Farrel mih," ucapnya kemudian.


"Hey kenapa bawa-bawa namaku, kakak ini aku bahkan belum kuliah," jawab Farrel yang memang mendengar pembicaraan mami dan kakaknya meskipun dia sibuk dengan game di ponselnya.


"Sayang, adikmu akan kuliah bisnis di Jerman dan lagipula perusahaan papi bukan cuma satu yang harus diatur oleh kalian nantinya," jelas Lisiana namun tidak bisa merubah keputusan Feli.


"Maaf mih," ucap Feli dengan wajah menyesal.


"Yasudah, tetapi mami akan tetap berharap supaya kamu berubah pikiran, masih ada beberapa hari kita disini setelah hari wisuda kamu besok," ucap Lisiana tersenyum.


**


Sementara itu di dalam sebuah pesawat tujuan Jenewa dengan bangku bussines class, seorang wanita cantik dan modis yang sedang berusaha menyamarkan penampilannya sedang duduk dengan gelisah, tidak sabar untuk segera tiba di Jenewa.


...🍓🍓🍓🍓🍓...


*sooooo sorry guyssss karna aku begitu sibuk dengan banyak kegiatan dadakan jadi udah kurang sempat buat nulis huhuhu terimakasih banyak kalo ada diantara kalian yang nunggu updatenya dan maaf sudah mengecewakan🥺🥺 sebenernya cerita ini udah aku pikirin jalan ceritanya tapi entah kenapa mau nuangin dan rangkai ke dalam kata-kata itu yang susah dan rasanya gak sempat ckckck sok sibuk aku wkwkwkw tapi emang sibuk banget sih.


Jangan lupa jaga kesehatan ya kalian❣


Semoga secepatnya novel ini bisa lanjutt hihi


Lope lope sekebon strawberry dari aku one and only berry manis wkwkwkwk🍓

__ADS_1


__ADS_2