Felisha (Find The Destiny)

Felisha (Find The Destiny)
Cemas


__ADS_3

Setelah melewati beberapa jam dengan perasaan tidak karuan yang sebelumnya belum pernah dialami seorang Alther, disinilah dia sekarang, apartemen Feli menjadi tujuannya setelah memilih pulang tiga puluh menit lebih awal dari jam pulang sang kekasih. Alther sengaja menunggu Feli disana, dia pikir mereka memang perlu waktu untuk berbicara berdua. Dia yang berpikiran pendek hanya karena terkejut dengan penampilan Feli yang berbeda bukannya mengajak Feli berbicara berdua siang tadi tetapi malah mengacuhkannya, seharusnya dia bisa lebih sadar dengan posisinya, Felisha yang hanya seorang karyawan baru tidak mungkin memulai pembicaraan dengannya sang pemilik perusahaan.


Sudah sekitar satu jam menunggu tetapi Feli belum juga sampai di apartemennya. Rasanya Alther mulai tidak sabar, dia sudah menghubungi Feli tetapi ponselnya tidak aktif, akhirnya memilih untuk duduk di sofa lobby apartemen dan kembali menunggu.


"Permisi tuan," suara petugas keamanan menyadarkan Alther yang tertidur di sofa.


"Ah ya?"


"Anda menunggu siapa?"


"Aku menunggu seseorang di unit x," jawab Alther.


"Nona Felisha?" tanya petugas keamanan lagi yang seketika menyadari kalau pria tampan yang ada dihadapannya itu memang sudah pernah berkunjung ke apartemen ini lebih dari sekali.


"Iya,"


"Nona Felisha belum pulang tuan, pantas saja anda menunggunya sampai tertidur begitu lama," ucap petugas keamanan yang seketika membuat Alther langsung menatap jam mahal yang di kenakan.


Terlalu lama menunggu Alther bahkan tertidur di sofa. Dia begitu terkejut melihat jam yang sudah menunjukan pukul sembilan malam, artinya sudah sekitar tiga jam seorang Alther Giovanni Willard terbaring di sofa lobby apartemen sederhana itu.


"Anda yakin Felisha belum kembali?" tanya Alther memastikan sembari mengambil ponselnya dan kembali berusaha menghubungi nomor ponsel Feli, tetapi hasilnya sama masih tidak aktif. Pesan yang dia kirim sebelum pulang dari kantor sudah terkirim namun belum di baca, sedangkan pesan ketika dia sudah berada di apartemen belum terkirim.


"Iya tuan, biasanya saya hafal kalau nona Felisha sudah lewat," jawab penjaga keamanan membuat Alther menatapnya tajam.


"Kenapa begitu memperhatikannya?"


"Eh maksud saya karena nona Feli orang luar biasanya saya hafal karena perawakannya yang agak berbeda tuan," jawabnya salah tingkah.


"Hhmmmm baiklah,"


Alther segera menghubungi Mark untuk menanyakan apakah semua karyawan baru sudah pulang. Jawaban Mark dari seberang sana membuat dia mulai panik. Setelah mengecek langsung kalau Feli memang belum ada di apartemennya Alther akhirnya memilih untuk kembali ke hotel dan mengecek sendiri keberadaan Feli, kali ini dia ragu dengan jawaban Mark yang padahal sangat jarang bahkan hampir tidak pernah salah.

__ADS_1


**


Sedangkan Feli baru saja kembali ke apartemennya ketika hari sudah begitu larut, turun dari taksi dia segera melanjutkan langkahnya.


"Nona Felisha, tadi ada seseorang yang menunggu anda," ucap petugas keamanan ketika melihat Feli sedang berjalan hendak menaiki lift menuju ke unit apartemennya di lantai atas.


"Siapa pak?" tanya Feli.


"Seorang pria, saya rasa sebelumnya dia juga sudah berapa kali kesini,"


Feli langsung teringat dengan kekasih yang pagi tadi baru memberikan kejutan untuknya, terlalu bersemangat dengan apa yang baru saja dia lalui tadi bahkan hampir membuat Feli lupa kalau dia sudah memiliki kekasih. Tetapi sekarang dia ingat dengan jelas kalau dia masih harus meminta penjelasan kepada kekasihnya.


"Ah iyaa, dimana dia?" tanya Feli.


"Sudah pergi nona, tadi tuan yang tampan itu bahkan ketiduran disana karena menunggu anda," ucap penjaga keamanan dengan senyuman sembari menunjuk ke arah sofa lobby yang menjadi tempat Alther tertidur tadi.


"Yaampun," gumam Feli, "baiklah saya naik dulu pak," pamit Feli kemudian segera melanjutkan langkahnya.


**


Akhirnya Feli memilih untuk mengisi daya ponselnya dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, rasanya hari ini begitu melelahkan untuk Feli, tetapi dia juga sangat bahagia. Dan selesai mandi Feli yang memang jarang mengotak-atik ponsel kembali melupakan ponselnya, dia tidur tanpa membaca pesan dari Alther atau bahkan untuk sekedar mengecek dan menyalakan ponselnya.


**


Berbeda dengan Feli yang sudah masuk dalam mimpi indahnya, tetapi tidak dengan Alther, dia masih saja merepotkan Mark untuk mengecek cctv hotel dan benar Feli sudah keluar dari sana tidak lama setelah jam kerja berakhir. Kecemasan menjadi bagian Alther saat ini, tadinya dia sedikit kesal tetapi ponsel Feli yang belum juga aktif membuat dia begitu cemas takut terjadi hal buruk dengan Feli. Rasanya Alther ingin melacak taxi yang digunakan Feli untuk mencari keberadaan sang kekasih tetapi Mark masih bisa menyadarkan sahabatnya kalau hari sudah begitu larut dan mereka tidak bisa melakukan itu sekarang.


Pagi harinya Alther yang tidak benar-benar tidur semalaman segera beranjak untuk meninggalkan hotel dengan tujuan apartemen Feli. Dia tidak sabar mengecek keberadaan kekasihnya yang sampai pagi tadi tidak bisa dia hubungi.


"Mau kemana?" tanya Mark yang baru selesai dengan olahraga paginya.


"Apartemen Feli," jawab Alther yang sedang terburu-buru.

__ADS_1


"Heyyyy.." panggilan Mark tidak bisa menahan langkah kaki Alther.


"Astagah susah yaa kalau jatuh cinta, bukannya menunggu disini saja! Lagipula sebentar lagi kan jam kerja," gumam Mark sembari menggelengkan kepala menatap Alther yang sudah semakin menjauh.


**


Tiittttttt tiitttttttttt


Suara bel apartemen membuat Feli segera bergegas untuk mempercepat kegiatan after shower yang sedang dia lakukan. Sudah lengkap dengan setelan kerja yang akan dia kenakan hari ini Feli melangkah untuk membuka pintu apartemennya dengan rambut yang masih dililit handuk.


"Kemana saja hah? Aku menghubungimu seharian, bahkan menunggumu hingga larut," ucap Alther segera setelah pintu apartemen terbuka. Dia merengkuh pundak Feli sembari memperhatikan penampilan sang kekasih, "kenapa tidak menjawab telponku? Kenapa tidak langsung pulang setelah bekerja? Kamu kemana? Sampai pagi ponselmu masih tidak aktif," pertanyaan Alther yang tidak ada hentinya membuat Feli menahan senyumannya.


"Kenapa tidak menjawab?"


"Aku harus menjawab yang mana lebih dulu?" tanya balik Feli.


"Semuanya,"


"Ceh masuklah dan duduk disana, aku akan mengeringkan rambutku terlebih dahulu," ucap Feli kemudian berbalik hendak menuju kamar sebelum Alther menahan langkahnya.


"Tunggu dulu," pinta Alther.


"Kenapa lagi? Sudah aku bilang duduk dulu, jika seperti ini apalagi harus menjelaskan semua yang ada aku bisa terlambat untuk berkerja tuan Alther," ucap Feli sedikit menunjukan wajah kesalnya.


"Duduk dengan tenang dan pikirkan apa yang perlu kamu jelaskan padaku," lanjut Feli kemudian berlalu.


"Kenapa jadi dia yang galak? Kenapa juga jadi aku yang harus menjelaskan? Bukankah aku yang sedang menunggu penjelasan darinya," tanya Alther lebih untuk dirinya sendiri.


**


Guyssssss sorry kalo aku updatenya lama banget hihi monmaap yaaaa lagi agak sibuk dengan kehidupan real *ehekkk sok sibuk lebih tepatnya maap juga ini bab nanggung banget agak gajelas aku maksain biar up sampe nulis judul bingung, tungguin besok lagi yaaa hihi🖤😄

__ADS_1


Oiyaa meski udah agak terlambat, lewat sehari aku tetap mau ucapin Happy Independence Day untuk Indonesiaku tercintahhh🇮🇩 Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh! Semoga Indonesia cepat pulih dan kita semua warga mt/nt diberikan kesehatan senantiasa bersama keluarga.


Lope lope sekebon stoberry🍓


__ADS_2