Felisha (Find The Destiny)

Felisha (Find The Destiny)
Penjelasan (2)


__ADS_3

Setelah melewati beberapa jam dengan pikiran masing-masing akhirnya sesuai kesepakatan pagi tadi Feli dan Alther akan menghabiskan waktu makan siang dengan membahas apa yang seharusnya mereka bahas. Ruangan Alther menjadi pilihan tempat yang pas menurut Feli agar tidak perlu menarik perhatian orang lain, selain Mark tentunya setelah menyuruh sekertaris yang bertugas disana untuk menikmati makan siangnya terlebih dahulu. Feli juga dengan sedikit bingung mencari alasan untuk tidak menerima ajakan makan siang bersama Garry dengan alasan akan bertemu dengan keluarganya di sekitar hotel.


"Ini makan siang kalian," ucap Mark sembari memberikan beberapa hidangan yang sudah dia pesan sesuai permintaan Alther.


"Terimakasih tuan," ucap Feli sungkan.


"Pffftttt, jangan memanggilku seperti itu," balas Mark menahan tawanya.


"Itu hanya bentuk rasa hormatku saja,"


"Astagahhhh begitu berlebihan," Mark menggelengkan kepalanya.


"Sudah tinggalkan kami, waktu istirahat bisa habis mendengar ocehanmu," Alther membuka suaranya.


"Hhhmmmm," Mark menjawab dengan malas sambil melangkah meninggalkan ruangan Alther, dia akan menghabiskan makan siangnya diluar ruangan meskipun sebenarnya dia menempati ruangan yang sama dengan Alther disana.


**


"Jadi apa yang perlu dijelaskan?" tanya Feli.


"Seperti yang aku bilang tadi, tidak ada yang perlu dijelaskan," jawab Alther sembari menyiapkan makanan mereka.


"Aku serius,"


"Wanita terlalu cepat emosi yaa," jawab Alther terkekeh.


"Aku dan Selena memang pernah menjadi sepasang kekasih tetapi hubungan itu sudah berakhir beberapa bulan yang lalu," jelas Alther.


"Tapi.."


"Dengarkan dulu," Alther memotong perkataan Feli, "sambil makan dan kamu hanya perlu mendengar sementara aku akan menjelaskan," lanjutnya sembari menyodorkan makanan ke arah Feli yang langsung diterima.


"Aku memang belum mempublikasikan berakhirnya hubunganku dengannya karena sebelumnya aku pikir itu tidak ada gunanya, bukan aku tidak tahu kalau terkadang dia masih menggunakan namaku untuk mensupport karirnya dan aku juga tidak mempermasalahkan itu. Sejak dulu Mark terbiasa membantu dia dalam hal apapun dan itu atas permintaanku," jelas Alther membuat Feli menghentikan suapan makanannya.


"Eh itu dulu, semenjak hubungan kita berakhir aku tidak pernah melakukan apa-apa lagi untuknya, yaa kecuali itu aku ternyata masih membantunya dengan tidak mempublikasikan hubungan kita dan sekarang aku baru menyadarinya," ucap Alther.


"Aku akan segera mengumumkan tentang hubunganku dengannya yang sudah lama berakhir,"


"Siapa yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan kalian?" tanya Feli.


"Dia yang memutuskannya," jawab Alther kemudian menceritakan alasan Selena memilih untuk mengakhiri hubungan mereka yang sulit untuk dicerna oleh Feli. Dia tidak percaya kalau Alther kurang perhatian, karena yang dia rasakan beberapa bulan terakhir bahwa Alther adalah seorang yang begitu perhatian.

__ADS_1


"Awal kita bertemu apakah kamu masih memiliki hubungan dengannya?"


"Tentu saja tidak," jawab Alther.


"Eh tapi tunggu dulu, yang kamu maksud awal itu yang mana?"


"Tentu saja di lobby hotel waktu itu," jawab Feli mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu ketika dia sedang menunggu sang papi.


Alther tersenyum, "ternyata kamu benar-benar tidak mengingat aku,"


"Dengar aku sudah tidak memiliki hubungan dengannya sejak pertama kali aku melihatmu malam itu," ucap Alther membuat Feli memfokuskan perhatiannya, "aku memang tidak terima ketika hubungan itu berakhir dan waktu itu aku datang ke Jenewa setelahnya karena urusan pekerjaan, aku tidak sengaja melihat seorang wanita di sebuah resto yang suka aku datangi,Β Auberge de Saviese. Wanita itu kemudian mencuri perhatianku, aku juga bingung semenjak itu aku yang seharusnya memikirkan hubunganku yang baru saja berakhir kenapa malah memikirkan wanita itu," jelas Alther.


"Maksudnya aku?" tanya Feli dengan percaya diri.


"Percaya diri sekali nona, tapi iya kamu benar," jawab Alther tersenyum.


"Ohh my Goddddddddddd, aku ingat itu sudah lumayan lama ketika aku menggantikan temanku untuk bekerja disana," ucap Feli sembari mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu yang bahkan hampir dilupakannya.


"Dan karena kamu hanya bekerja sementara disana aku jadi sulit menemukanmu Felisha, padahal ketika berkunjung lagi ke Jenewa aku kembali kesana karena penasaran denganmu," lanjut Alther pelan.


"Apa?" tanya Feli.


"Nothing," jawab Alther malu, "kita bukan hanya bertemu disana, aku juga melihatku di cafe dan kemudian kita kembali bertemu di hotel malam itu,"


"Astagah kamu benar-benar pelupa yaaa," ucap Alther gemess.


"Aku bukan pelupa, hanya tidak ingin mengingat hal-hal yang tidak penting," Feli membela diri.


"Yaa terserah kamu saja," Alther tersenyum, "waktu itu aku menginap di four season dan maaf kamu membersihkan kamarku malam itu," ucap Alther ragu.


Feli terlihat berpikir, berusaha membawa kembali memori pikirannya ke beberapa bulan yang lalu meski itu sangat sulit. Tidak semua orang memiliki memori yang tepat, apalagi untuk sekedar mengingat kejadian yang kurang berkesan.


"Belum ingat juga?" tanya Alther.


"Ahh kamu si bule mesum!" ucap Feli pelan ketika teringat sesuatu kemudian menutup mulutnya dan terkekeh.


'What?"


"Tidak, aku ingat kamu yang begitu menyebalkan terus memandangiku di cafe," kata Feli, ternyata dia bisa menemukan memori itu, memori yang dulu tidak begitu berkesan tetapi kedepan bisa menjadi sangat berkesan untuknya.


"Aku pikir memori ingatanmu tidak bisa diandalkan," ejek Alther.

__ADS_1


"Ceh," Feli memutar bola matanya malas, "aku juga memesankan makan malam untukmu kan," lanjut Feli.


"Iya padahal waktu itu aku hanya mencari alasan, aku tidak benar-benar ingin memesan makanan dan akhirnya Mark yang harus menghabiskannya," Alther terkekeh.


"Ohh jadi kamu sudah menjadi fansku sejak saat itu?" tanya Feli mengejek.


"Bisa dibilang begitu,"


"Tapi aku masih tidak percaya kalau kamu sudah tidak memiliki perasaan dengan model cantik itu," ucap Feli.


"Astagah apalagi yang harus aku buktikan? Bahkan kamu sudah merebut perhatianku sejak pertama kali aku melihatmu tanpa kamu sadari."


"Isi hati orang siapa yang tahu," jawab Feli.


"Isi hati orang memang tidak ada yang tahu, tetapi kita bisa menilainya melalui apa yang kita lihat, gunakan hati kita sendiri untuk mengetahui isi hati orang lain. Mungkin kamu tidak bisa menbacanya langsung, tetapi aku yakin kamu bisa merasakan apa yang aku rasakan," tutur Alther.


"Iya kamu benar, tetapi kadang isi hati orang juga bisa disembunyikan dengan baik jika orang itu tidak berkenan untuk orang lain membaca isi hatinya," jawab Feli membuat Alther memicingkan mata menatap Feli serius.


"Aku harap kamu bukan orang yang dengan sengaja meyembunyikan isi hatimu," lanjut Feli.


"Sepertinya akan tetap salah jika aku mengeluarkan kata-kata," ucap Alther pasrah, "kalau begitu tetaplah bersamaku dan kamu bisa menilai sendiri perasaanku, aku yakin kamu pasti paham dengan bagaimana seseorang menyembunyikan perasaannya dari orang lain." Lanjut Alther tersenyum.


Feli hanya membalas dengan sedikit senyuman, sebenarnya dia belum begitu yakin, tetapi perkataan Alther seolah membuat dia tidak boleh bersikap egois, benar kata Alther masalah memendam perasaan dia sangat paham karena itulah yang dia lakukan selama ini. Dia hanya perlu menunggu Alther mempublikasikan berakhirnya hubungannya dengan Selena, karena bagaimanapun opini publik tetap selalu menjadi hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan setiap orang, apalagi seorang Alther yang memang sudah begitu dikenal dunia luar Feli tidak bisa menyepelehkan hal itu meskipun dia sempat tidak mengenali sosok kekasihnya.


"Aku rasa kita tidak bisa terlalu dekat sebelum hubunganmu jelas dimata publik," ucap Feli.


Alther menatap dengan raut wajah terkejut meminta penjelasan.


"Iya aku mungkin percaya dengan penjelasan kamu tetapi dimata semua orang dia adalah kekasihmu, kamu tidak bisa menjelaskan kepada setiap orang satu persatu kan? Aku yakin kamu paham," tutur Feli.


Alther segera mengambil ponselnya, "aku akan meminta Mark memberitakan hal itu sekarang juga," ucapnya.


"Makan dulu, jam makan siang segera berakhir. Makananku sudah habis dan kamu belum menyentuh makananmu," Feli mengingatkan Alther setelah sadar dengan makanan Alther yang belum tersentuh.


"Aku bosnya, bisa makan kapan saja tetapi ini lebih penting. Aku tidak bisa harus menjaga jarak dengan kekasihku yang ternyata cerewet ini," kata Alther membuat Feli berdecih kesal.


"Terserah,"


"Ingat kamu juga perlu menjelaskan apa yang kamu lakukan kemarin," lanjut Alther.


'Ahh ituu.."

__ADS_1


...πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“...


__ADS_2