Felisha (Find The Destiny)

Felisha (Find The Destiny)
Kebersamaan


__ADS_3

Tidak menunggu waktu lama berita berakhirnya hubungan Alther dan Selena sudah mulai naik dalam pemberitaan. Pemburu berita saat ini sudah mulai mencari Selena untuk mendapatkan konfirmasi tentang hal itu, tidak banyak yang mencari konfirmasi langsung dari Alther karena mungkin mereka sadar pebisnis muda yang sibuk itu bukan sasaran yang tepat untuk mencari konfirmasi untuk suatu informasi yang belum begitu jelas, tidak sembarang orang bisa bertemu dengannya. Tetapi mereka juga masih susah mendapatkan pernyataan dari pihak Selena yang sepertinya memilih untuk diam.


Berita tersebut sudah sampai ke banyak telinga, media sosial memang menakutkan banyak yang sudah memberikan pendapat masing-masing tentang berakhirnya hubungan itu tetapi memang belum sampai ke telinga Feli yang sejak selesai dengan urusan pekerjaan kemudian kembali disibukan dengan kegiatan bersama sang mami. Alther sendiri mempercayakan Mark untuk semua berita yang ada.


**


Auberge de Saviese


Setelah selesai dengan pekerjaannya Alther memutuskan untuk datang ke restoran itu, menikmati hidangan disana yang memang sering dia nikmati bahkan sebelum dia melihat sosok Feli saat itu. Dia menikmati hidangan yang di pesan sebelum kemudian akan kembali ke hotel untuk beristirahat, meski sudah mempercayakan pemberitaan itu kepada Mark tetapi Alther juga ikut memikirkan hal tersebut, dia mulai berpikir untuk mengkonfirmasi langsung hal itu melihat pihak Selena yang memilih diam. Sebenarnya Alther sangat ingin menghabiskan waktu berkunjung ke apartemen Feli atau mengajaknya makan bersama sekedar bertukar pikiran dengan sang kekasih. Tetapi hal itu tidak bisa dia lakukan karena saat ini Feli sedang menghabiskan waktu bersama keluarganya.


Dari tempat dia akan beranjak pandangan Alther menangkap sosok yang dia kenal, siapa lagi jika bukan Febian rekan bisnis yang dia percayakan untuk menangani proyeknya di Indonesia.


"Selamat malam tuan Febian, tuan Alex," sapa Alther ketika dia tiba dimeja yang ditempati oleh Febian, Farrel dan Alex. Walaupun hanya sekedar formalitas tentu dia harus menyapa rekan bisnis yang lebih tua darinya itu. Untuk kedua kalinya mereka bertemu di Jenewa bagaikan kebetulan yang direncanakan pikir Alther, karena mereka masing-masing bukan berasal dari negara itu.


"Tuan Alther," ucap Alex yang segera bangkit dari tempat duduknya diikuti oleh Febian dan segera menyalami Alther, pria yang lebih muda dari mereka tetapi tidak bisa mereka remehkan.


"Wah apakah kali ini bukan kebetulan? Sudah dua kali kita bertemu di kota ini tuan Alther, apa anda sudah menetap disini?" ucap Febian dengan senyum di wajahnya.


"Iya benar tuan Febian, saya memutuskan untuk menetap disini sedikit lebih lama," jawab Alther.


"Sungguh sangat senang bisa kembali bertemu dengan anda disini, ingin sekali membahas tentang proyek di Indonesia yang sudah hampir rampung mungkin kita bisa mengambil waktu nanti,"


"Tentu saja tuan Febian, kebetulan Mark tidak ikut denganku saat ini bagaimana jika kita menentukan waktu kapan akan bertemu?" ucap Alther karena memang dia belum sempat berkunjung ke Indonesia dan sangat kebetulan bertemu dengan Febian disini. Selama ini kerjasama mereka hanya dia pantau lewat laporan-laporan yang diberikan, dia sangat puas dengan hasil yang diberikan pihan Febian dan mungkin itu juga yang membuat dia tidak terlalu terburu-buru untuk mengeceknya langsung.


"Baiklah kami akan menghubungi anda dalam satu atau dua hari kedepan," ujar Febian yang dijawab dengan anggukan kepala dari Alther.


"Anda sendiri ada keperluan apa kembali ke Jenewa tuan?" tanya Alther.


"Seperti sebelumnya, saya kesini mengunjungi anak saya," jawab Febian tersenyum.


"Ah yaa I see," ucap Alther yang melihat ada seorang anak muda yang bersama dengan Febian dan Alex, dia berpikir kalau itu adalah anak yang dimaksud Febian padahal sebelumnya Febian sudah bercerita tentang mengunjungi putrinya.

__ADS_1


Sedikit melanjutkan perbincangan sebelum akhirnya Alther pamit untuk kembali ke hotel karena Mark sudah menghubunginya perihal sesuatu yang harus mereka bahas.


**


"Wah udah kelaparan aku nunggu," cibir Farrel ketika Lisiana dan Feli tiba di restoran.


"Kenapa gak pesan ajah dulu?" tanya Lisiana.


"Abis dari tadi mih kalo udah pesen, adanya gak makan bareng kita karena mami sama kakak belanjanya lama banget," jawab Farrel.


"Kita malah belum sempat liat-liat ke tempat lain, baru liat baju wisuda kakak sama beli baju kerja," jelas Lisiana yang memang tadi dia dan Feli hanya mengunjungi satu tempat setelah selesai dengan outfit wisuda Feli.


"Lihat pih, perempuan mah gitu satu toko ajah lamanya kebangetan,"


"Udah biarin, jarang-jarang mami kamu ditemenin kakak belanja,"


"Yeh papiiii, ngomong gitu bukan karena papi seneng gak nemenin mami kan?" Feli buka suara sembari membuka buku menu dihadapannya.


"Kalian mana pernah mau nemenin mami," balas Lisiana dengan nada sinis.


"Kan ada Feli sayang,"


"Feli bisanya cuma sore nunggu selesai kerja, besok Farrel yang anterin mami ngambil baju di butik buat dipake wisuda kakak, tadi belum selesai soalnya masih harus dipermak," todong Lisiana kepada putranya.


"Kok jadi aku? Gak mih, papi ajah!" Tolak Farrel cepat.


"Papi sudah ada janji dengan rekan bisnis papi," jawab Febian juga tidak mau kalah.


"Rekan bisnis? Emang papi kesini kerja?" tanya Lisiana.


"Tadi kebetulan ketemu, dia orang yang jarang bisa ditemui jadi kita janjian besok ada yang mau dibahas, iya kan Lex?" Febian meminta dukungan asistennya yang segera merespon dengan senyuman dan anggukan kepala.

__ADS_1


"Huff aku besok mau jalan-jalan mihh," keluh Farrel.


"Iya sekalian," jawab Lisiana, "tuh sambil pesen makan, katanya udah laper," lanjutnya.


"Ah adanya aku nemenin mami belanja sampe gatau waktu, mami kan gitu kalau belanja."


"Sok tauu kamu, udah kayak yang sering temenin mami ajah, kalo gak sama kamu terus mami sama siapa? Masa sendiri? Kasian papi," balas Lisiana santai.


"Kok jadi papi?" tanya Feli.


"Iya kasian papi kalo mami ada yang godain disini," balas Lisiana terkekeh.


"Udah gak laku mih," jawab Farrel dengan wajah kesalnya.


"Farrel kamu temenin mami, no dabate!" Febian memberikan kesimpulan apa yang harus dilakukan Farrel besok.


"Cih dasar," jawab Farrel dan Feli kompak sedangkan Lisiana dan Alex hanya bisa tertawa.


"Oh iya sayang, kamu libur kan dihari kamu wisuda?" tanya Lisiana kepada Feli.


"Iya mih,"


"Bisa dua hari gak liburnya?" tanya Lisiana lagi dengan senyum yang menampilkan deretan giginya.


"Ih mamiii, wisuda ajah cuma dua jam!" jawab Feli tersenyum menggelengkan kepala, yang benar saja sang mami bahkan untuk ijin satu hari dia sebagai karyawan baru sudah merasa tidak enak. Untung saja pihak hotel memang mengerti dengan hal itu dikarenakan mereka sudah biasa dengan perekrutan fresh graduate.


Mereka terus mengisi kebersamaan itu dengan perbincangan ringan diselingi candaan. Rasanya sudah lama kehangatan dan canda tawa seperti saat ini tidak mereka nikmati, disadari atau tidak sekarang keluarga mereka rasanya mulai kembali seperti dulu. Mungkin benar selama ini Feli hanya butuh waktu, sekian lama waktu yang keluarganya berikan tidaklah sia-sia terlihat dari sifat Feli yang mulai terbuka secara perlahan. Alex memahami hal tersebut dan tersenyum ikut bersyukur merasakan kebahagiaan untuk keluarga yang sangat dia hargai itu.


...πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“...


*dari kemarin sore kirain udah kirim up, pas pagi ini cek kenapa gaada notif like komen dll wkwkwkkwk cek lagi ternyata masih di draftπŸ˜…

__ADS_1


__ADS_2