Felisha (Find The Destiny)

Felisha (Find The Destiny)
Flashback


__ADS_3

Flashback On


Feli baru selesai dengan pekerjaannya dan berniat untuk kembali ke apartemen, dia hendak mengecek ponselnya bertepatan dengan panggilan vidio yang masuk melalui akun media sosial dari sang adik tercinta. Kebetulan tadi Feli sempat mengaktifkan aku media sosialnya setelah bertukar informasi dengan teman-teman barunya, tetapi dia memang belum mengecek pesan dari Alther karena memang sedikit kesal dengan keterkejutan yang dia terima dari sang kekasih siang tadi. Dengan ragu dan sedikit heran Feli akhirnya menerima panggilan itu.


"Kakaaakkkkkkkkkk,"


"Ada apa? Tumben,"


"Astagah bukan menanyakan kabar adiknya yang tampan ini,"


"Kamu sudah terlihat begitu baik dari sini," jawab Feli.


"Hahahaha, kakakkk tebak aku ada dimana sekarang," ucap Farrel dari melalui panggilan yang kemudian membalikan posisi kamera dari ponselnya, menampilkan jendela kamar hotel dengan pemandangan luar yang sangat Feli kenal.


Rasanya Feli begitu terkejut, dia memastikan kembali apa yang dia lihat dari layar ponselnya dan ternyata itu memang benar pemandangan Four Seasons Hotel des Bergues Geneva yang pernah menjadi tempat Feli bekerja, itu artinya Farrel sang adik sedang berada disana.


"Kakak, aku tahu kamu terkejut tetapi apa kamu tidak berencana untuk segera menemui kami disini?" tanya Farrel menyadarkan Feli dari keterkejutannya.


"Kami?"


"Iyaaa, aku mami dan papi," jawab Farrel, "Ah ada om Alex juga sih,"


"Aku segera kesana," jawab Feli dengan antusias dan segera memutuskan sambungan telponnya kemudian bergegas menuju Four Season dengan menggunakan taksi.


Flashback Off


**


Feli akhirnya menjelaskan kepada Alther apa yang dia lakukan kemarin, tentang orang tuanya yang sedang berkunjung secara dadakan dan dia kemudian menemui mereka tanpa pulang ke apartemen terlebih dahulu.


"Nanti sore juga aku sudah ada janji untuk menghabiskan waktu dengan mereka," kata Feli pelan.


"Waktu denganku bagaimana?" tanya Alther dengan nada manja.

__ADS_1


"Sudah aku bilang kita akan menjaga jarak terlebih dahulu,"


"Sebentar lagi juga semua orang akan tahu jadi kita tidak perlu menjaga jarak," tutur Alther santai.


"Maksudnya?"


"Aku sudah meminta Mark mengeluarkan beritanya," jawab Alther tersenyum.


"Tetap saja,"


"Jangan berdebat lagi, apa tidak berniat mengenalkan aku dengan orang tuamu?" tanya Alther membuat Feli bingung menentukan jawaban.


"Tidak masalah jika belum siap," lanjut Alther menangkap raut berbeda dari wajah Feli, "santai saja tidak perlu terbebani dengan permintaanku, nikmati waktumu bersama keluarga aku paham mereka tidak selalu ada didekatmu," lanjut Alther.


"Thankyou," jawab Feli tersenyum.


Feli bukan tidak ingin mengenalkan Alther dengan keluarganya, dia hanya belum siap karena sudah pasti sang papi mengenal atau setidaknya mengetahui sosok seorang Alther Giovanni Willard. Mempertimbangkan juga hubungan Feli dengan orang tuanya yang dia rasa belum kembali sedekat itu.


Alther juga mengerti dia tidak bisa memaksa Feli untuk itu, dia juga tidak boleh egois karena Feli pasti sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama keluarganya. Meskipun Alther tidak tahu jelasnya tetapi dia bisa sedikit melihat bahwa ada yang Feli sembunyikan mengenai keluarganya. Pensaran dengan keluarga sang kekasih? Tentu saja tetapi Alther tidak ingin memaksa biar itu menjadi privasi Feli karena yang dia perhatikan semenjak menghabiskan waktu bersama bahwa raut wajah Feli akan berubah ketika membahas tentang keluarga, tetapi berbeda hari ini dia terlihat antusias dengan kehadiran orang tuanya.


**


"Aku sudah menghubungi pihak terkait, mereka akan mengeluarkan berita itu sore ini," jelas Mark.


"Kalau bisa buat berita itu segera menyebar," pinta Alther.


"Sekarang terburu-buru, sebelumnya aku sudah menawarkan tetapi ditolak," cibir Mark.


"Itu berbeda, sebelumnya aku pikir tidak ada masalah tetapi sekarang ternyata itu bisa menjadi masalah untuk aku karena yang Feli tahu hubungan itu belum berakhir," jelas Alther.


"Jelas dia akan tahu ketika sadar siapa kamu, ehmm tapi.." Mark terlihat ragu.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Aku sedikit tidak yakin kalau Selena akan mengkonfirmasi hal yang sama denganmu, waktu itu dia bahkan sempat menghubungiku menanyakan kabarmu, aku rasa dia mungkin menyesal atas apa yang terjadi diantara kalian," ucap Mark pelan.


"Itu tidak mungkin karena dia yang memutuskan hal itu." Jawab Alther.


"Apa kau menutup komunikasi dengannya?" tanya Mark.


"Tidak juga, aku hanya tidak menjawab panggilan dan pesan darinya. Apa kamu masih berkomunikasi dengannya?"


"Itu sama saja! Aku juga sama mengabaikan panggilannya yang terkadang masih menghubungiku. Terakhir ketika kita masih di Los Angeles beberapa bulan yang lalu aku masih membantu mengatasi masalahnya,"


"Ya aku tahu itu, semoga saja dia tidak memperumit berita yang akan muncul,"


Beberapa waktu setelah hubungan mereka berakhir Selena memang masih sempat menghubunginya, tetapi Alther yakin kalau itu hanya kerena dia sedang membutuhkan bantuan, Alther tidak menggubrisnya tetapi menyerahkan semua urusan itu kepada Mark, itu juga yang membuat dia tidak mempublikasikan berakhirnya hubungan mereka karena dia tidak ingin semakin direpotkan dengan pemberitaan yang ada.


Tetapi sekarang, Alther yang jenius tentu tahu kalau hal itu bisa merugikan hubungannya dengan Felisha, dia juga paham dengan permintaan kekasihnya itu untuk menjaga jarak karena bagaimanapun media adalah yang paling menakutkan. Dia takut hal itu akan berimbas pada sang kekasih yang dinilai buruk oleh orang lain hanya karena status yang belum dipublikasikan disaat yang tepat.


Sebenarnya bukan hal yang sulit untuk seorang Alther yang merupakan penemu dan pemilik goAG untuk sekedar mengangkat suatu berita dan menutup berita yang lain, tetapi dia hanya tidak akan memanfaatkan hal itu, mungkin untuk saat ini dan tidak untuk nanti.


**


Sore hari selesai dengan pekerjaannya sesuai rencana Feli segera menuju ke sebuah butik ternama. Lisiana sudah menunggunya disana untuk fitting baju yang akan mereka pakai saat Feli wisuda, Lisiana memang sudah menghubungi pihak butik semenjak dia masih berada di Indonesia, tidaklah sulit untuk pengusaha sekelas Lisiana mendapatkan rekomendasi butik. Dua hari lagi adalah hari wisuda Feli dan mereka akan melakukan foto keluarga juga disana, Feli tidak bisa menolak keinginan yang sang mami diutarakan kemarin.


"Sayang, kamu sudah sampai? Lihat ini baju yang akan kamu pakai nanti," ucap Lisiana sembari menunjukan outer sepasang dengan rok batik berwarna hijau muda yang sudah di desain begitu anggun dan mewah tanpa melewatkan kesan Indonesia didalamnya.


"Bagus banget mihh," ucap Feli tersenyum, ya pilihan sang mami yang sudah begitu sukses dalam bisnis fashion memang tidak bisa diragukan lagi.


"Kamu suka kan?"


"Tentu saja mih, tapi ini kok selesai cepet banget?" tanya Feli.


"Iya sudah mami hubungin jauh hari, ini tempat rekomendasi temen mami," jelas Lisiana.


Mereka terus membahas tentang outfit yang akan mereka kenakan sebelum akhirnya memutuskan untuk berpindah ke tempat perbelanjaan yang lain. Hanya memiliki waktu dua jam untuk shopping dengan putrinya membuat Lisiana sedikit mengeluh dengan pekerjaan Feli tetapi dia tetap bersyukur untuk hal itu. Selesai dengan shopping singkatnya mereka segera menuju ke Auberge de Saviese yang sudah menjadi tempat mereka janjian dengan Febian dan Farrel untuk makan malam bersama.

__ADS_1


...🍓🍓🍓🍓🍓...


*jangan pada minta next, masih lama nextnya🤪🏃‍♀️


__ADS_2