Felisha (Find The Destiny)

Felisha (Find The Destiny)
Berbeda


__ADS_3

Saat ini mereka sedang menikmati makan siang berlima di meja yang sama setelah sebelumnya makanan Alther dan Mark diantarkan oleh seorang pelayan. Feli yang masih terkejut hanya menikmati makanan dalam diam, begitu juga Garry apalagi Gabriel tidak ada yang berani mengeluarkan suaranya, bahkan untuk sekedar mengangkat wajahnya mereka begitu enggan.


Hanya Mark yang bisa menangkap raut wajah masing-masing orang yang ada disana dan dia tahu bahwa Feli sedang terkejut dan sedikit kesal terlihat dari mimik wajahnya, Garry dan Gabriel yang tentu menjaga sopan santun tidak berani memulai pembicaraan terlebih dahulu dengan pemilik tempat mereka bekerja, dan yang paling Mark tahu kalau saat ini Alther sedang dalam mood yang tidak baik. Bagaimana akan baik, tadi dengan semangatnya dia melangkah menuju restoran untuk mencari kesempatan makan siang bersama sang kekasih yang ternyata tengah meluangkan waktu makan siang dengan orang lain meskipun tidak berdua, Mark rasa itu hal yang wajar untuk Feli makan bersama atasannya tetapi siapa yang tau itu bisa segera merubah mood Alther siang ini. Belum lagi Feli yang berpenampilan cukup berbeda hari ini berhasil menarik perhatian Mark apalagi Alther.


"Nona Felisha, anda bekerja dibagian apa? Apakah bersama tuan Garry?" tanya Mark memecah keheningan sekaligus melaksanakan tugas yang diberikan Alther tanpa repot mencari-cari di data karyawan.


"Ah iya saya sebagai assistant manager tuan," jawab Feli sopan menghilangkan kesan akrab diantara mereka yang sudah sempat terjalin beberapa hari kebelakang.


"Uhukk," Mark sengajah tersedak karena panggilan Feli kepada dirinya.


"Sorry," ucap Mark sembari memandang Garry meminta penjelasan tentang posisi Feli disana. Dia tahu meski tidak memberikan reaksi apa-apa tetapi sebenarnya Alther sedang menyimak pembicaraan mereka.


"Nona Felisha menjadi asisten saya tuan, dipersiapkan juga untuk memegang jabatan yang sama kedepannya." Jawab Garry sopan, "sesuai resume yang ada nona Felisha ini sudah sangat berpengalaman, juga dengan nilai akademis seorang fresh graduate yang sangat bagus membuat nona Felisha begitu pantas berada di posisi itu hanya dengan sedikit pengawasan dalam pembelajarannya, bahkan baru hari ini dia sudah begitu cepat mempelajari semua yang akan kita terapkan," lanjut Garry dengan segala pujian untuk Felisha yang tentu tidak lewat begitu saja di pendengaran sang pemilik hotel.


"Wawww pantas saja aku," ucap Mark yang seketika itu juga segera menahan kalimatnya karena mendapatkan pelototan tajam dari Alther.


"Maksud anda tuan?" tanya Garry tidak paham dengan kalimat menggantung dari mulut Mark.


"Ahh tidak apa-apa, hanya saja sebelumnya saya sempat mendapatkan informasi yang salah," jawab Mark dengan senyuman yang langsung membuat Alther mengeluarkan tatapan tajamnya.


Feli juga langsung memberikan tatapan seakan bertanya kepada Mark yang hanya bisa dibalas dengan senyuman sembari menunjukan deretan giginya.


"Anda sudah selesai tuan?" tanya Mark kepada Alther.


"Hhmmm," jawabnya dengan menahan kekesalan.


Sedangkan Gabrien yang sejak tadi seperti pajangan disana terus saja memperhatikan wajah Alther dan seketika teringat dengan pelanggan tampan yang pernah dia temui beberapa bulan yang lalu saat dirinya masih bekerja part time di Auberge de Saviese, pantas saja waktu itu dia seperti pernah mengenal pria itu sebelumnya.


**


Selesai dengan makan siang mereka segera kembali dalam aktivitas masing-masing. Baik Feli maupun Alther memiliki pernyataan dan pertanyaan yang ingin segera mereka lontarkan, tetapi masih harus menahannya karena keadaan yang tidak memungkinkan.


"Apa-apaan dia bahkan tidak memberitahuku jika dia adalah pemilik hotel ini,"


"Dan apa tadi? Dia mengacuhkanku?"

__ADS_1


"Benar-benar menjengkelkan padahal sebelumnya selalu menggangguku setiap waktu,"


"Sabar Feli sabar, nanti bisa minta penjelasan,"


"Ahh tapi tetap saja, apa dia malu dan menyesal sudah menjadi kekasihku,"


"Apa hubungan ini bisa bertahan?"


"Seperti ada yang terlupakan dan aku tidak bisa mengingatnya,"


Feli terus dalam pikirannya sendiri sembari memandang punggung Alther yang semakin menjauh meninggalkan meja mereka.


"Fel, aku duluan mau bergabung dengan timku, mari tuan Garry," pamit Gabriel yang menyadarkan Feli dari pikirannya.


"Iyaa sampai jumpa nanti," jawab Feli sedangkan Garry hanya mengangguk.


"Ayo kita juga harus kembali ke ruangan," ajak Garry.


**


"Kau lihat itu?" tanya Alther, "dia bahkan berpenampilan sangat berbeda dari biasanya hanya untuk hari pertama bekerja," lanjut Alther kesal menjawab pertanyaannya sendiri setelah mereka berada di dalam lift, dia tidak bisa menunggu hingga tiba diruangannya untuk sekedar mengeluarkan kekesalan yang dia rasakan.


"Penampilannya begitu berbeda, aku tidak suka dia berpenampilan seperti itu sungguh menarik perhatian apalagi bersama dengan manajernya," ucap Alther.


"Ya dia memang terlihat begitu berbeda, tetapi rasanya itu sesuai karena dia bukan room service atau sejenisnya," jawab Mark memberikan pendapat sembari memutar bola matanya.


"Kau sedang mengataiku kalau informasi yang aku berikan salah?" tanya Alther sembari membuka pintu ruang kerjanya.


"Tidak salah, hanya tidak tepat,"


"Cehh, dia memang bekerja sebagai room service disana kalau tidak percaya sana cek resumenya," ucap Alther tidak mau kalah.


"Apa anda sedang meragukan tim rekrutmen kita? Tadi anda pasti menyimak apa yang diucapkan Garry kan?" Mark juga tidak mau kalah.


"Tetapi aku melihatnya langsung, dia yang membersihkan kamar tempat aku menginap dan juga dia yang memesankan makanan yang malam itu kamu habiskan," ucap Alther tanpa sadar membuat Mark segera memicingkan matanya.

__ADS_1


"Makanan apa?"


"Yaampun memori pikiran mereka ternyata sama," gumam Alther.


"Ahh aku ingat," ucap Mark yang seketika itu juga segera melebarkan kedua matanya, "jadi itu karena kau sedang jatuh cinta sejak saat itu kemudian menyuruh aku menghabiskan makanan tengah malam?"


"Ternyata ingatanmu lebih bagus, Feli bahkan tidak mengingat pertemuan kita itu," ucap Alther terkekeh.


"Yang benar saja," Mark masih ingin menggerutu.


"Itu sudah beberapa bulan yang lalu, yang jadi masalahnya sekarang aku tidak suka dia di bagian itu, cepat cari cara agar dia bisa pindah kalau bisa sekalian bekerja di ruangan ini," ucap Alther dengan gaya memerintah tidak seperti dirinya yang biasa.


"Memangnya perusahaan ini milikmu dan bisa sesuka hati memindahkan orang?"


"Hahhh?" Alther memberikan tatapan tajam.


"Ah iya ini milikmu, tetapi tetap saja kau tidak bisa sesuka hati seperti itu, sangat tidak profesional," Mark mengejek.


"Semoga kau cepat merasakan apa yang aku rasakan, ketika teman Feli itu mempunyai gebetan baru,"


"Apa hubungannya?" tanya Mark malas, "dan lagi kenapa begitu repot dengan penampilannya? Mantanmu bahkan mengumbar auratnya kemana-mana dan kau dulu tidak pernah protes untuk itu," lanjut Mark.


Alther terdiam, tidak bisa memberikan alasan yang tepat untuk pernyataan yang dilontarkan Mark. Dia sendiri bingung dengan perasaannya yang dirasa berbeda terhadap Feli, dia begitu cepat menghapus bayangan sang mantan kekasih dan mengisi pikirannya dengan seorang Felisha. Ya, dulu dia memang tidak pernah membatasi apa yang dilakukan Selena karena dia paham dengan profesi yang dijalani, kalau ditanya kenapa sekarang berbeda dengan Feli dia juga masih bingung.


"Mereka itu berbeda, Feli bukan modal atau public figure yang harus memperhatikan setiap penampilannya untuk dipertontonkan dihadapan publik," jawab Alther pada akhirnya merasa menemukan jawaban yang pas.


"Hanya karena dia bukan seorang model bukan berarti dia tidak perlu memperhatikan penampilannya tuan Alther," Mark memutar bola mata malas, "dan juga penampilannya sangat rapih dan sopan tidak ada yang salah, hanya sedikit mencolok karena brandnya mungkin," lanjutnya.


"Dan jangan lupakan kalau dia itu wanita Asia, penampilannya yang biasa saja sudah menarik perhatian orang lain karena rata-rata wanita eropa yang ada disini apalagi jika dia berpenampilan lebih menarik,"


Mark tertawa,"ya dia memang cepat menarik perhatian orang lain, berdoalah semoga yang ada diluar sana tidak seperti dirimu yang langsung terpikat dengan pesona seorang room service seperti Felisha," ucap Mark dan segera keluar dari ruangan itu masih dengan tawa yang sulit dikontrol.


"Sial," Alther mengumpat dan segera mengambil ponselnya, lagi-lagi pesannya belum dibaca sama sekali, memang selama makan Feli juga bahkan tidak menengok ponselnya.


"Apa sesibuk itu sampai tidak melihat ponselnya?" batin Alther yang mulai merasa keputusannya untuk memindahkan Feli lebih dekat dengannya adalah keputusan yang tepat.

__ADS_1


...🍓🍓🍓🍓🍓...



__ADS_2