Friendship

Friendship
25


__ADS_3

Semenjak kejadian kemarin yang membuat Arra terkunci di toilet, membuat cewek itu sedikit parno untuk ke toilet sendirian. Maka dari itu kini setiap kali Arra akan ke toilet, Arra akan meminta untuk ditemani. Tak jarang Shendy yang menemaninya. Membuat gosip tentang mereka lebih sadis lagi saja. Seperti sudah menikah?


Kini Arra dan Shendy sedang berada di perpustakaan. Mengerjakan tugas dari Bu Binta yang berparas menawan penuh make-up. Meraka tidak hanya berdua, ke-7 teman mereka juga melakukan hal yang sama. Mengerjakan tugas kimia yang kali ini lumayan rumit dengan diselingi canda tawa tak lupa untuk saling menggoda satu sama lain.


“To, tolong ambilin buku Kimia kelas 11 dong.” Cipto mengernyit akan perintah Shendy.


“Eh panjul... Kita ini kelas 12 bego! Kenapa lu minta gwe ngambil buku kelas 11? Lu amesia?” Cipto bertanya, dengan intonasi yang tidak biasa.


“Cipto Adibima yang pinternya udah kelewat makanya jadi BEGO sekarang! Ini materinya ada di buku kelas 11. Makanya gwe minta lo buat ambil buku kelas 11, makanya baca pertanyaanya tolol, jangan cuma bisa nyontek doang!” Shendy kesal sendiri, semua teman mereka menatap Shendy dan Cipto terkikik geli.


“Ouhh gitu.” Cipto hendak beranjak, sebelum suara Arra menghentikannya.


“Biar gwe aja.” Arra mengajukan. Cipto mengangguk. Membiarkan Arra yang melaksankan perintah Shendy.


Pandangan Shendy terus tertuju pada Arra. Naga yang bertanya diabaikan begitu saja oleh Shendy, membuat cowok itu kesal karena diabaikan dan mengikuti arah pandangan Shendy yang tertuju pada Arra. Mata Naga menatap bukan hanya pada Arra tapi pada tiga cewek yang ada di sekitar rak buku tepat dibelakang Arra berdiri.


“ARRA!!!” Suara Shendy menyebar kesegala penjuru perpustakaan, membuat semua orang ikut melihat kearah Arra.


Dengan gerakan cepat Shendy berlari untuk melindungi Arra dari rak buku yang hampir saja menimpa cewek itu. Cipto, Regal dan Naga spontan ikut berdiri dan dengan cepat membantu Shendy untuk meneraik rak buku yang cowok itu tahan dengan punggungnya agar tidak menimpa Arra.


“Arra gak papa? Ada yang luka?” Arra menggeleng, dan menunjukkan keningnya yang sedikit biru akibat tertiban satu buku yang cukup tebal.


Tanpa melihat tempat, Shendy dengan lembut menjatuhkan satu kecupan di kening Arra yang sedikit membiru itu. Dan memeluk cewek yang sangat dia sayang penuh kelembutan. Membuat Laddy, Nathalia, Rosse dan Dynar dan mungkin semua cewek yang menyaksikan hal itu memekik tertahan.


Namun memaklumi dan hanya bisa geleng-geleng kepala.


“Arra, Shendy kalian gak papa?” Nathalia memastikan.


Shendy menggeleng. Sambil memeluk Arra lebih erat lagi.


“Shendy gwe saranin kalian ke UKS deh. Siapa tau punggung lo memar. Biar di obatin sama Arra juga di sana.” Shendy mangangguk membenarkan ucapan dari Naga barusan.


Shendy memandang penuh arti kearah Naga, Naga yang mengerti tatapan Shendy mengangguk patuh. Sedangkan Cipto dan Regal hanya bisa diam saling beradu pandang melihat Shendy dan Naga yang saling pandang dengan tatapan penuh arti yang mereka tak mengerti. Laddy, Nathalia , Dynar, dan Rosse yang khawatir mengikuti Shendy dan Arra yang berjalan menuju UKS, meninggalkan Naga, Regal dan Cipto yang kini sedang membereskan kekacauan yang ada. Beruntung perpustakaan kali ini sedang sepi dan hanya ada mereka, dan beberapa teman kelas mereka di sana, jadi insiden itu tidak menimbulkan keramaian. Atau Para Guru yang berkoar heboh.


“Kadang gwe mikir deh Ga.” Regal mulai angkat bicara, dengan tangan yang dia letakan di dagunya seperti orang yang sedang berpikir dalam.


“Lo mikir apaan? Kaya pernah mikir aja lo. Biasanya otak lo gak pernah berfungsi!” Jawab Naga ketus, Cipto manggut-manggut menyetujui hal itu.


“Gwe serius ini.” Regal berusaha meyakinkan.


“Iye deh, apa-an?”


“Lo sama Shendy punya telepati ya? Kok setiap tatapan yang Shendy kasih ke lo, lo langsung manggut-manggut kaya anak curutt.” Regal menyampaikan pemikirannya.


“Nahh iyah” Naga menggeplak kepala Cipto saat cowok itu berteriak tepat didepan telinganya.


“Dasar Cipto sableng! Gila lo! “ Naga misuh-misuh, merasakan telinganya yang mendadak berdengung.


“Ihh Naga... Jawab.”Regal berkata dengan nada manja. Cipto yang melihat bergidik jijik.


“Jawab apa-an?” Naga masih sibuk membereskan buku-buku yang belum kembali ketempatnya.


Guru dan Para Staff sedang rapat, makanya tidak ada yang berkoar-koar saat insiden terjadi. Benar-benar keadaan yang bagus, untuk melakukan hal yang jahat bagi mereka yang merencanakan. Ah rasanya Naga seperti seorang detektif yang sedang mencari pelaku kejahatan yang sudah melukai Ratu.


“Gak ada yang kaya gituan. Gwe cuma tau kalo tatapan Shendy yang tadi, secara tidak langsung Shendy nyuruh gwe buat ngurus semua ini dan nyari tau siapa dalang di balik insiden ini.” Jelas Naga masih sibuk membereskan buku-buku yang sempat terjatuh tadi.


“Perasaan ini cuma insiden rak buku yang jatuh deh?” Cipto berargumen.


“Kalian mungkin cuma liat, kalo ini sekedar insiden rak buku yang jatuh. Padahal semua ini udah ada yang ngatur. Kalian terlalu bego, makanya gak bakal ngarti.” Naga menatap kedua temannya sombong.


“Terus lo tau gitu siapa dalang di balik semua ini?” Regal menatap Naga serius, begitu juga dengan Cipto.


Naga mengangguk samar, namun pasti.


“Gwe tau.” Naga berujar yakin.


Regal dan Cipto saling melempar tatapan dengan tatapan’ Siapa?’ kemudian kembali menatap Naga serius. Naga yang kesal dengan tatapan kedua temannya yang sangat serius itu tanpa segan menggeplak kepala keduanya dengan buku yang sedang dia pegang.


“Jangan natep gwe kaya gitu bego, gwe jijik!!” Naga berlalu meninggalkan kedua temannya yang kembali saling melemparkan pandangan.

__ADS_1


Naga menghentikan langkahnya tepat diluar perpustakan. Berbalik kebelakang, melihat dua temannya yang masih saling menatap itu.


“Woyy Duo Koplak! Mau ikut kagak? Kaya homo lo berdua, tatap-tatapan mulu!” teriaknya dari luar. Regal dan cipto yang semula masih saling tatap dengan cepat menoleh kearah suara. Dan berlari keluar untuk mengekori Naga.


-*-


Naga , Regal dan Cipto yang memasuki ruang UKS membuat tatapan Laddy, Nathalia, Rosse dan Dynar yang sedang duduk di sofa UKS menatap serius ke arah mereka. Naga berjalan tak perduli, lebih memilih menghampiri Shendy yang masih setia memeluk Arra di brangkar UKS dengan tak lupa di ikuti oleh Duo Koplakk yang mengiringi dikanan-kirinya


“Shend, gwe mau ngomong.” Naga memberi tatapan penuh arti. Yang mungkin hanya di mengerti oleh Shendy dari semua teman-teman mereka yang ada di UKS.


Shendy menatap Arra penuh kelembutan, mengusap pipi Arra pelan dan menjatuhkan satu kecupan di kening Arra singkat kemudian mengelus pipi Arra sekali lagi sebelum beranjak dan mengikuti Naga yang sudah keluar dari UKS terlebih dahulu dengan Duo Koplakk yang masih setia mengekorinya. Naga percis Ibu dua ekor Ayam hahah!


“Gimana Ga?” Shendy mendekat, ikut berkumpul dalam lingkaran yang dibuat Naga, Cipto dan Regal.


“Gwe tau siapa yang buat insiden ini terjadi. Dan kali ini gwe gak perlu cek CCTV buat masti-in kebenarannya karena, gwe sendiri yang ngeliat pelaku ngejalanin rencana.” Shendy menatap penuh pada Naga, begitupun dengan Regal, juga Cipto.


“Siapa?” Ketiganya kompak bertanya.


“Reikka dan dua antek-anteknya.” Naga menjawab setengah berbisik.


“Whatttt!” Cipto berteriak yang sontak mendapat delikan tajam dari ketiga temannya .


“Brisik Setan, dasar didikan dajjal anak iblis!” Naga kesal sendiri, karena sudah dua kali di kejutkan dengan orang yang sama pula. Mengesalkan! + kurang ajar!


“Maksud lo Reikka, Siylla, sama Bianca dalang di balik semua ini?” Regal memperjelas.


“Yapp 100 buat kamu.” Naga mulai alay dengan bertepuk tangan ala-ala host di tv.


“Kok bisa sih, padahal mereka anak paskibra yang paling-paling loh. Apalagi Reikka yang udah terkenal sebagai Ketua Eskul Paskibra selama 3 taun. Berbuat kaya gini? Gila sih gwe gak nyangka. Siylla yang imut kaya gitu ikut-ikutan lagi.” Cipto mencipta menggelang tak percaya.


“Gwe sih yakin- yakin aja. Secara gak ada yang gak mungkin kalo udah cinta kan?” Naga berujar.


“Apa lagi kejadian kemarin yang Arra kekunci di kamar mandi juga perbuatan mereka. So, cinta emang buta Bro.” Naga menepuk pundak Shendy pelan.


“Lo bakal diem aja Shend, apa lagi Arra yang hampir jadi korbannya bukan orang lain. Yang pasti kalo orang lain lo bakal diem aja. Tapi ini-kan Arra? Orang yang deket banget sama lo. Dan yah, kita tau seberapa pentingnya Arra buat lo.” Regal bertanya serius.


“Terus rencana lo apa?”


Cipto dengan santainya bertanya. Dia siap membantu dalam misi ini. Sepertinya seru. Membalas kejahatan dengan kejahatan yang akan direncanakan dengan sangat matang oleh Shendy yang tabiatnya akan seperti Iblis bila sudah marah, apa lagi kali ini menyangkut dengan Arra yang sudah seperti belahan jiwa untuk seorang Shendy Sambara.


“Gwe yakin mereka gak akan berhenti sampe sini. Jadi untuk sementara waktu biarin mereka ngejalanin apa yang udah mereka rencanain. Gwe siap kalo emang harus ngelindungi Arra 24 jam. Kita lihat sampai mana rencana mereka.” Shendy tersenyum penuh arti. Terlihat lebih menyeramkan dari pada iblis yang siap memekan manusia.


Naga, Cipto dan Regal hanya mengikuti. Mereka dengan suka hati siap membantu 24 jam untuk teman mereka yang satu itu.


-


Shendy duduk anteng di atas kasur Arra, sambil menunggu Sang Sahabat yang masih sibuk merias diri, hari ini mereka akan menghadiri pesta ulang tahun Siylla yang tak lain dan tak bukan adalah sahabat dari Reikka.


“Shend, emang harus banget yah, kita dateng ke ultahnya Siylla? Arra lagi gak mood buat ketemu banyak orang nih.” Ucap Arra masih sibuk dengan alat make-upnya.


“Harus dong Ra, kan satu sekolah di undang. Masa kita berdua doang yang gak dateng. Kan gak enak.”


-Lagian Shendy mau liat gimana rencana mereka selanjutnya.- Tambah Shendy dalam hati.


Arra tak menjawab lagi, memfokuskan diri untuk menata rambutnya sedemikian rupa. Sedangkan Shendy, mengambil Hp untuk menanyakan keberadaan teman-temannya.


@KITA COWOK.


(4 anggota)


Shendy :


Udah pada nyampe?


Naga:


Udah dari tadi.


Regal :

__ADS_1


Baru nyampe.


Cipto :


Lagi Otw.


Shendy :


Gwe bentar lagi Otw, tungguin gwe. Terus awasin keadaan.


Naga :


Siapp semua terpantau aman dan lancar.


Regal :


Anjirrr udah kaya polisi lalu lintas. Khahaha....


Cipto :


Ehh gwe hari ini di anterin supir masa? Berasa kaya Putri yang harus dianter jemput gwe.


Naga :


Fiks gwe ragu lo cowok!


Regal :


Apa lagi gwe yang liat foto pas dia bayi dipakein baju alala Princes gitu, hahahha...


Shendy :


Berhak di pertanyakan!


Cipto :


Ya Allah... terima kasih telah mengirimkan hamba teman-teman yang GAK ADA ACHLAK!!!


Cipto :


Gwe cowok tulen yah! Sembarangan Anda-anda!!!


Tubuh Shendy mendadak kaku, hp-nya yang tadi cowok itu pegang kini jatuh ke sisi kasur yang ada di kananya. Mata Shendy tak bisa berkedip sesaat, semua saraf di tubuhnya seakan berhenti bergerak. Sulit untuk mempercayai apa yang dia lihat saat ini. Itukah yang dinamakan Bidadari? Atau semua ini hanya pikiran Shendy yang terlalu memikirkan Arra? Sehingga pikirannya berhalusinasi kalau cewek yang berada di depannya itu adalah Bidadari dalam rupa Arra.


Shendy memekik saat satu cubitan dia rasakan disekitar pahanya.


“Aww aduhh, aduhh. Sakit Ra.” Shendy memelas saat Arra terus mencubit pahanya tanpa ampun.


“Nih nih rasain. Siapa suruh dari tadi di panggil malah ngelamun?!” Arra akhirnya menghentikan aksinya saat melihat wajah nelangsa Shendy.


“Aku ngelamun emang?” Shendy bertanya.


“Gak tau. Dasar, orang dari tadi Arra manggil buat nanya gimana penampilan Arra, eh Shendy malah bengong kaya keong kopong.” Arra memberenggut kesal.


“Cantik.” Arra berkedip, kemudian menoleh pada Shendy yang sekarang ada disisinya.


“Apa?” Shendy menggeleng.


“Shendy gak bilang apa-apa.” Kilah Shendy.


“Ihh tadi bilang apa?!” Arra terus mendesak, dia sampai mendekatkan diri pada Shendy agar bisa mendengar dengan jelas apa yang Shendy gumam-kan tadi.


Cupp...


Arra mengerjapkan matanya beberapa kali, saat mendapatkan sebuah kecupan disudut bibirnya, oleh Shendy yang dengan cepat berlari dari kamarnya.


“Shendyyyyyyyyyyy!”


***

__ADS_1


__ADS_2