Friendship

Friendship
26


__ADS_3

Arra memasuki pelataran tempat diadakannya pesta ulang tahun Siylla dengan Shendy di samping kirinya. Berjalan dengan tangan yang saling bertaut dan tatapan memuja dari teman-temannya yang hadir di malam ini.


Seperti biasa Arra dan Shendy akan mengabaikan semua tatapan itu, entah yang bersifat memuji atau iri. Mereka lebih memfokuskan langkah kearah dimana teman-teman mereka sudah berkumpul dengan pandangan yang terfokus pada mereka juga.


“Gila, gila ini Misya Ratna Farradibha anaknya Om Sunjaya sama Tante Ratna kan? Bener ini kan? Apa bukan? Jangan-jangan lo bidadari dari khayangan yah?” Regal berkata heboh saat Shendy dan Arra sudah berada dalam lingkaran mereka.


“Biasa aja woyy!” Shendy menatap nyalang pada temannya itu.


“Uhhh pawangnya ngamuk. Kalo ini gwe percaya berati ini Arra kita.” Shendy mendelik tidak terima.


“Arra kita pala lo bocor? Arra cuma punya gwe!” Shendy menekankan, merangkul pinggang Arra dengaan sangat posesif.


Sedangkan yang jadi perbicaraan hanya tersenyum manis.


Nathalia, Dynar, Rosse, Laddy, Regal , Naga, dan Cipto hanya bisa geleng-geleng sambil mencabik.


Posesif kaya gitu. Masih aja ngaku Sahabat.


Hilihhh goeblok emang!


Tok... Tok...Tok...


Semua attensi mengarah pada mic yang berbunyi nyaring saat di ketuk itu. Menatap seseorang yang berdiri diatas panggung yang terdapat satu set alat Dj disana, Siylla. Yang berdiri dengan Reikka dan Bianca plus seorang Dj. Siylla memang yang menjadi tuan rumah, sekaligus Ratu Pestanya kali ini namun tidak lebih menyita perhatian dari Arra yang tabiatnya hanya tamu acara, yang tampak cantik bagaikan Putri kerajaan.


Membuat beberapa pasang mata sesekali mencuri-curi pandang kearahnya. Membuat Shendy yang menyadari hal itu tak melepaskan sedetikpun tanganya dari pinggang Arra yang orang kenal sebagai sahabat dari cowok itu. Possesif!

__ADS_1


-*-


Siylla dan Bianca turun dari atas panggung setelah Sang Ratu Pesta bercuap-cuap manjahhh. Menghampiri beberapa teman dekat mereka, dan kali ini mereka juga mendatangi Shendy dan Arra yang sedang berada dalam lingaran pertemanaan mereka.


“Haii gaysss, gimana pestanya seru gak?” Siylla memulai.


“Asik kok Siyl, Dj-nya keren abiss dehh!” Laddy mengangkat jempolnya, yang di setujui oleh teman- temannya dengan menganggukan kepala.


“Bagus deh kalo kalian suka, gimana menurut lo Shend?” Siylla memandang Shendy dengan senyum imutnya.


Shendy hanya menampilkan senyum tipis dan anggukan ringan sebagai jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh Siylla. Semuanya menikmati pesta yang berlangsung dengan iringan musik Dj yang terus mengalun, menggoda setiap tubuh yang mendengar untuk ikut bergerak sesuai irama yang keluar. Berbeda dengan Shendy yang selalu fokus untuk terus berjaga-jaga jika sesuatu hal yang mungkin akan terjadi menimpa Arra-nya.


Siylla dan Bianca yang masih berdiri dalam lingkup pertemanan Arra and the gang, tampak asik ikut berbicara dengan Laddy dan Dynar yang tampak asik menikmati suara decitan yang di hasilkan oleh sang Dj.


Nathalia dan Regal yang beberapa kali tertawa akibat godaan yang di lontarkan Cipto untuk Rosse. Berbeda dengan Naga, Shendy dan Arra yang terus diam dengan sesekali hanya saling lirik. Waspada!


Semua orang di sekitar Arra sontak meneriakan kata ’Awas!‘ berbeda dengan Shendy yang langsung memasang punggung agar baju Arra tidak terkena minuman yang Reikka bawa, karena cewek itu hampir terpeleset, akibat air yang sedikit menggenang karena tempat yang dijadikan berlangsungnya acara itu tepat di tepi kolam.


Semua menatap jas putih Shendy yang berubah warna karen terkena minuman berwarna merah tadi, Shendy menoleh sekilas kearah kemejanya. Tak masalah. Kemudian menatap cewek yang dilindunginya masih memejamkan mata, seolah mempersiapkan diri jika minuman yang dibawa Reikka mengenai wajahnya.


Arra membuka matanya dengan cepat saat air yang seharusnya mengenai wajahnya justru berganti dengan kecupan ringan yang mendarat di kening. Arra sedikit mendongak untuk menatap Shendy yang masih berdiri dihadapannya dengan senyum manis yang akan selalu cowok itu tunjukkan pada Arra.


“Makasih.”


Arra tersenyum, tau kalau Shendy melindunginya dari tumpahan jus yang Reikka bawa tadi. Shendy hanya tersenyum, mengusap kepala Arra dengan lembut.

__ADS_1


Kemudian kembali ketempatnya semula. Di sisi kiri Arra.


“Ra, lo gak papa?” tanya Siylla dengan wajah yang seolah panik.


“Gwe gak papa.” Arra tersenyum manis.


“Gwe minta maaf Ra, tadi terlalu bersemangat buat nyamperin kalian, jadi gak liat jalan.” Reikka memasang wajah bersalah ala-nya


“It’s oke.” Arra mengulas senyum.


“Shendy...” Shendy menghentikan gerakannya yang sedang melepaskan jas yang sudah kotornya, untuk menatap Reikka.


“Sorry.” Shendy hanya menampilkan smirk-nya dan lanjut melepaskan jas putih-nya, sebelum menyampirkan itu di punggung kirinya, meninggalkan kaos hitam polos yang melekat pada tubuh sempurnanya, membuat semua mata menatap kagum pada tubuh proposional yang dimiliki oleh Shendy. Menoleh Shendy menatap Arra yang sedari tadi menatapnya.


“Kenapa Ra?” Arra sedikit menyipitkan mata.


“Shendy keren.” Arra tersenyum malu-malu.


Shendy tersenyum, mendekat pada Arra dan menjatuhkan satu kecupan di pipi cewek itu, membuat rona merah muncul di kedua pipi Arra mencuat dengan indah bagi Shendy.


“Makasih” Arra membuang muka, malu.


Semua teman-teman mereka hanya geleng-geleng kepala, kadang heran dengan sifat Shendy yang berbeda hanya dengan Arra saja. Saat cowok itu dengan Regal, Naga, dan Cipto yang dulu terdapat Reno, cowok itu akan bersifat dingin, cuek, dan tak suka basa-basi, hanya bicara seperlunya. Lebih parah lagi saat cowok itu bersama dengan anggota Osis yang dulu dia pimpin, sifatnya akan berubah lagi menjadi sosok yang tegas dan tak terbantahkan. Tapi Shendy akan berubah sifat 180 derajat berbeda, saat dengan Arra. Bahkan hanya Arra seorang yang bisa buat Shendy menjadi cerewet jika sesuatu terjadi pada Arra, dan akan banyak berkata kasar saat Arra di goda teman-temannya. Aneh kan? Yahh itulah yang selalu teman-teman Arra dan Shendy rasakan saat bersama dengan pasangan yang selalu menyebut diri mereka dengan setatus Sahabat, yang bahkan setiap tingkah laku mereka lebih mencerminkan kalau mereka adalah Pasangan Suami Istri yang menikah diam-diam dan mengatakan kalau mereka hanya Sahabat.


Cipto, Regal, Nathalia, Laddy, Rosse, Dynar tak lagi memperdulikan Reikka dan kedua temannya yang menatap tak suka pada dua orang sahabat yang saling melempar tawa di depan mereka itu, seakan dunia hanya ada mereka berdua.

__ADS_1


Reikka berdecih, kemudian berbalik untuk berlalu pergi dengan dua teman atau lebih tepatnya dayang yang akan selalu mengikuti setiap perkataanya. Tak lagi perduli pada sikap baik yang harusnya mereka gunakan agar Shendy terjerat dan melihat kearahnya. Percuma cara baik, gak ada artinya! Maka cara buruk harus dilakukan!


-*-


__ADS_2