Friendship

Friendship
31


__ADS_3

Ruang kelas 12 Ipa 3 sudah sepi oleh Para Siswa-nya, begitu juga dengan sekolah yang sudah mulai kosong ditinggalkan Para Murid-nya. Menyisakan beberapa siswa yang masih setia duduk berputar di dalam kelas 12 Ipa 3 itu. Ya, mereka Arra and the gang. Para Siswi dan Siswa yang menghabiskan waktu lebih lama di dalam kelas mereka hanya untuk bercanda dan mengenang masa lalu saat mereka baru menginjak bangku SMA.


Tertawa saat mengingat hal konyol yang salah satu dari mereka alami saat pertama kali menginjak masa SMA. Sedih saat mengingat masa-masa yang begitu berat yang pernah mereka alami. Dan serasa waktu hanya bergerak dalam hitungan detik ketika mereka bersama. Waktu yang terasa cepat atau mereka yang masih belum siap untuk berpisah, dan melanjutkan ke masa yang akan mereka jalani selanjutnya. Entahlah, itu terlalu berat untuk dikatakan.


“Ahh udah lah. Gwe jadi melo kalo bahas bentar lagi lulus.” Cipto menyergah saat Regal hendak berkata tentang dirinya yang masih ingin bersama dan menghabiskan waktu lebih lama lagi dengan yang lain.


“Iya gwe juga. Sekarang-kan yang penting kita bareng, dan kita bakal buat waktu yang kita lewatin sebentar lagi ini jadi indah dengan kebersamaan. Oke kan?” Naga berucap. Semua serempak mengangguk.


“Gwe setuju.” Shendy menyeletuk sambil menyuapkan kacang yang sudah dia kupas dari kulitnya pada Arra yang duduk di samping kirinya.


Semuanya sibuk mengunyah makanan yang terdapat di meja tepat di tengah-tengah mereka. Kuaci, kacang, chiki, kue, donat dan jangan lupakan keripik singkong rasa balado kesukaan Arra yang setia cewek itu peluk dengan erat agar teman-temannya tak memakan cemilan favoritnya itu. Dengan minuman teh dalam kemasan botol yang lebih dari 10 untuk jaga-jaga.


Mereka memang telah merencanakan hal ini. Berkumpul setelah ujian terakhir selesai dan menghabiskan waktu bersama yang mungkin akan sulit mereka temui lagi nanti. Sebenarnya Arra sudah menawarkan untuk berkumpul dirumahnya, namun semua serempak menolak dengan alasan. ‘Suasana sekolah mungkin akan jadi suasana yang paling mereka rindu-kan nanti.’ Jadilah Cipto, Regal, Naga dan Shendy memutuskan untuk membeli beberapa minuman dan makanan untuk menemani mereka. Karena bercerita tanpa adanya cemilan dan minuman akan terasa kurang bukan?


“Ehh ehh...” Semuanya menatap Cipto kepo. Mengabaikan kacang yang rasanya lezat untuk sebentar mendengarkan Cipto yang ingin menyampaikan sesuatu entah apa itu.


“Apaan?” Naga menyahuti.


“Gak asik ahh masa yang nyahut cuma Naga?” Cipto enggan menyampaikan ucapannya, semuanya mendesah mendengar penuturan Cipto yang selalu ingin diperhatikan semua orang.


Dasar kuperian. Kurang perhatian!!


“Apaan!” Semua serempak menjawab. Cipto berjingkrak senang. Bahkan bertepuk tangan sekali sebagai wujud ekspresifnya.


“Nahh gitu dongg, kan keliatan kompakk, walau kesannya koplakk!” Cipto mengulas senyum lebar


“Buruan begooo!” Semua kembali menyeru kompak, membuat Cipto memberenggut kesal. Untung dia sabar. Kalau tidak sudah dia ceburin satu-satu temannya itu ke got samping sekolah yang baunya naudzubillah.


“Iya, iya. Dasar temen lacknattt!”


“Buruan Ciptooo!” Cipto sabar, ingat itu!


“Oke oke. Besok malem-kan promnight,” Semua temannya serempak mengangguk.


“Hmm, laluu?” Regal berucap guyon.


“Jangan ngomong tentang sedih-sedih lagi!” Peringat Naga.


Dia mulai kesal Cipto selalu memulai hal itu. Semuanya sedih dengan perpisahan, tapi jangan terlalu di ingat sampe buat suasana terkurung dalam kesedihan. Ya seperti itu menurut Naga Afraja.


“Enggak elah. Gwe cuma mau nanya. Kan promnight harus pasang-pasangan. Nah kalian sama siapa?” Akhirnya Cipto menyeruakan maksudnya itu.


Semua saling pandang satu sama lain, keadaan hening sebentar, seolah mereka sedang saling berpikir untuk berpasangan dengan siapa.


“Kalo gwe sih udah pasti sama Arra. Ya-kan Ra?” Shendy berucap percaya diri.


Semuanya manggut-manggut. Memang mereka sering berduakan? Jadi wajar kalau Promnight mereka juga berpasangan. Lagian Shendy gak bakal biarin Arra pergi tanpa dirinya atau pun dengan orang lain. Shendy juga sangat tampan akan cocok berpasangan dengan Arra yang cantik, seperti saat di pesta ulang tahun Siylla waktu itu.


“ Ogah.” Semua orang cengo.


Mendengar ucapan Arra barusan, begitupun Shendy yang wajahnya berubah pias seketika


Regal terbahak melihat ekspresi Shendy yang terluka, di susul dengan yang lainnya yang ikut tergelak. Mereka bahagia, melihat muka Shendy yang biasanya terlihat garang, kini berubah pias hanya karena Arra menolak ajaknnya.


“Kok ga-“


“Ogah nolak maksudnya.” Arra menujukan cengiran polosnya


Wajah Shendy kembali sumringah, dengan gemas cowok itu mencubit pipi Arra pelan. Semua teman-teman mereka kesal, gagal untuk tertawa lebih lama.


“Yah Si Arra mah, biarin dulu napa. Lucu tau Shendy kaya tadi. Sumpah garangnya ilang bhwahhha” Regal kembali tertawa mengingat ekspresi pias Shendy yang jarang bahkan bisa dibilang tidak pernah tertampil diwajah cowok itu.


Shendy mendelik garang, Regal menghentikan tawanya seketika. Membuat teman-temannya yang lain terkikik saat melihat wajah ketakutan dari Regal.

__ADS_1


“Kalo kalian sama siapa?” Arra menghangatkan suasana.


Semuanya kembali saling bertukar pandang kecuali Arra dan Shendy, yang asik meminum teh kemasan botol yang tersedia.


“Rahasia!”


Arra meneguk air yang Shendy minumkan padanya, sebelum kembali berucap.


“Heleh rahasia. Gwe udah tau kok!” Arra berkata tenang.


“Ahh Arra mah gak asik pasti udah tau dari mimpikan?” Nathalia lesu. Arra mengangguk semangat.


“Pasti. Lo sama Naga” Arra menujuk Nathalia kemudian Naga.


“Lo sama Laddy. Uhh jangan lupakan insiden waktu ujian matematika yang gwe tau.” Regal dan Laddy mendelik Arra serius.


“Tenang gwe gak bakal kasih tau siapa-siapa kecuali Shendy.” Regal, dan Laddy bernafas lega.


“Lo gwe tau sama Cipto kan? Ya kan, kan?” Arra menggoda Rosse yang menggeleng kuat, berbeda dengan Cipto yang mengangguk pasti.


“Tapi gwe gak bakal kasih tau siapa pasangan lo, tanang aja.” Arra memegang pundak Dynar yang berada tepat disampingnya.


Dynar tersenyum, Arra memang paling mengerti.


“Ihhh gak asikkk” Nathalia menyeru protes.


“Biar jadi kejutan.” Arra tersenyum manis, dia tau maksud Dynar merahasikan pasanganya.


Dynar tersenyum lebar, pasangannya nanti akan mengejutkan teman-temannya yang masih menganggap cewek itu belum bisa move-on dari Reno, terkejut bahkan lebih. Saat mengetahui siapa pasangannya di malam promnight nanti. Kita lihat saja, bagaimana ekspresi para teman-temannya.


-*-


Cowok itu melangkah dengan gagahnya, bukan hanya karena jas mahal yang dia kenakan, tapi juga karena bentuk tubuh proposional yang di miliki cowok itu. Dia Shendy Sambara berjalan dengan penuh wibawa bersama dengan sahabat yang selalu ada disisinya, Misya Ratna Farradibha. Cewek cantik yang mungkin akan menjadi salah satu atau satu- satunya cewek cantik yang ada di Promnight malam ini.


“Shendy kok Arra gugup yah?” Bisik Arra.


“Gugup kenapa Ra?” Shendy membalas tak kalah berbisik.


“Semua orang liat kita.” Arra semakin berbisik.


Shendy tersenyum, kenapa sahabatnya itu merasa gugup sekarang? Bukannya setiap hari, saat mereka berjalan bersama akan selalu mendapatkan tatapan dari semua orang yang melihat mereka? Kenapa sahabatnya itu baru menyadari hal itu sekarang? Dasar Arra.


Shendy mengulas senyum setelah mengecup kening Arra lembut, membuat Arra mendongak membalas senyum Shendy dengan senyum manisnya.


“Makasih.” Shendy mengangkat satu alisnya heran.


“Buat yang tadi. Shendy ngehilangin kegugupan Arra.” Arra tersenyum dengan lebar.


Shendy balas tersenyum. Lagi dia menjatuhkan satu kecupan ringan yang berdurasi sedikit lama di kening Arra.


“Sama-sama.”


Anjirr gwe baperrr...


Gila mantan Ketos romantiss bangetttt woyyy....


Iya, maning romantis pisan uyy....


Ahhh pengennn...


Shendy gwe juga gugup, pen di kecuppp....


Seperti biasa fens Shendy meneriaki mereka yang asik saling tukar senyuman dengan tatapan manis satu sama lain, membuat semua wanita yang sangat mengidolakan sosok Shendy, memekik heboh. Seorang cowok datang dengan dua orang dibelakangnya, menghampiri Shendy dan Arra yang masih berdiri ditempat semula. Cowok itu mengulas senyum di ikuti dengan dua orang dibelakangnya yang melakukan hal serupa. Cowok yang lumayan tinggi dan tampan walau tidak bisa menandingi ketampanan Shendy dimata Arra dan mungkin dimata seluruh cewek sekolah...

__ADS_1


“Malem Bang.”


Cowok yang berdiri tepat didepan Shendy dan Arra itu menyapa. Yang dibalas dengan senyum lebar dari Arra dan Senyum tipis dari Shendy.


“Kayak pernah liat. Tapi dimana yah? Terus siapa?” Arra membatin


“Gimana Bang? Suka sama dekornya?” tanya Cowok itu, Shendy balas menatap dengan senyum lebih lebar.


“Lumayan, tapi gak lebih bagus dari dekor anggota gwe tahun kemaren.” Shendy menyindir. Menatap cowok yang berdiri didepannya itu dengan smrik andalannya.


Cowok dengan kedua teman dibelakangnya itu tersenyum, seakan tak terganggu dengan sindiran kakak kelas sekaligus Ketua Osis sebelum angkatan mereka.


“Ahh Arra inget dia siapa, diakan...”


“Gwe bercanda, Rainad!”


“Nahh Rainad... Ketua Osis baru itu-kan?” Arra bertanya dalam hati.


“It’s oke Bang. Dan Ka Arra, lo cantik malam ini, bahkan mungkin paling cantik.” Cowok yang Arra tau bernama Rainad itu memujinya yang di balas dengan tonjokan ringan dari Shendy yang mendelik tidak terima Arra di puji oleh penggantinya sebagai Ketua Osis.


“Santai kali Bang, gwe cuma muji. Gak ada maksud ngerebut sahabat lo dan jadin pacar gwe.” Rainad terkekeh saat mendapat delikan lebih tajam dari Shendy.


“Oke, kayanya lebih baik gwe sama dua temen gwe pergi buat ngurus persiapan acara yang lain Ka Arra. Gwe pergi. Selamat menikmati Pesta Bang. Dan selamat menikmati Pesta Ka Arra yang cantik.” Cowok itu segera berlari diikuti kedua temannya setelah berhasil membuat Shendy menghunuskan tatapan marah sekaligus tidak terimanya.


Arra hanya terkekeh, seru melihat Shendy yang marah karena ada yang menggodanya. Bahkan cowok itu tidak tau kalau, Rainad berhasil memancing emosinya.


“Jangan ketawa Ra.” Peringat Shendy, Arra berusaha menghentikan tawanya, tapi tak bisa hingga akhirnya tawa lebih kencang keluar dari mulut Arra, membuat Shendy semakin memberenggut kesal.


“Woww woww woww apa ini?” Regal datang tak lupa dengan Laddy yang berada di samping cowok itu.


“Ouh Ratu malam Arra yang cantik jelita, sepertinya ada masalah dengan Raja-mu malam ini.” Regal berkata seperti seorang ajudan.


Arra dan Laddy terkikik saat melihat ekspresi Shendy yang semakin lucu dengan kekesalannya sekaligus amarah yang berusaha cowok itu kontrol.


“Ahh sepertinya gwe kelewatan sesuatu yang menarik.” Cipto yang baru datang ikut meledek Shendy.


Arra semakin terkikik melihat reaksi Shendy yang hanya diam kala teman-temannya yang lain datang dan menggoda eskpresi kesalnya.


Arra menghentikan tawanya, Naga yang baru datang dengan Nathalia juga tidak jadi menggoda Shendy saat melihat satu pasangan yang baru datang, itu salah satu teman mereka yang mereka pikir tidak bisa move-on dari cinta pertamanya di SMA.


Dynar...


Berjalan anggun dengan menggandeng seorang cowok yang mereka kenal sebagai salah satu sepupu dari Nathalia.


Nino?


“ Uwoww jadi ini yang di rahasiakan oleh Arra, dan Dynar? “ Nathalia berdecak hebohh.


Mereka semua saling menatap tidak percaya, ternyata Dynar memang sudah move-on dari Reno cinta pertama Dynar di SMA.


“Gimana gwe udah Move-on kan?” Dynar berujar bangga.


“Gila sih. Gwe gak percaya ternyata lo cepet juga yah cari pengganti Reno.” Laddy berdecak kagum, karena dia sendiri susah jika sudah berurusan dengan yang namanya Move-on.


“Gwe lebih gak percaya. Apa lagi yang jadi pengganti sepupu gwe? Dan lo gak bilang kalo lo deket sama Dynar?” hardik Nathalia pada Nino yang masih setia dengan senyum menawannya.


“Heheh sorry, Dynar yang minta buat ngerahasiaan hubungan. Dan kita juga udah pacaran.” Nino membenarkan.


“Whattttt!” Semuanya serempak berteriak, kecuali Arra dan Shendy yang sudah tau lebih dulu tentang hal itu.


Dynar tertawa, dia bahagia melihat ekspresi terkejut dari teman-teman dekatnya, dan memang ini yang sudah menjadi rencananya. Membiarkan semua temannya meledek dan berkata bahwa dia belum Move –On dari Reno. Dan sekarang dia bisa memetik hasil dari sabarnya yang selalu di ledek karena ‘Gamon’.


-*-

__ADS_1


__ADS_2