
Suara host yang menggema diseluruh ruangan, menghentikan semua aktifitas dan obrolan yang berlangsung didalam ruangan itu, tak terkecuali Arra and the geng yang semula tengah asik bercanda gurau. Memusatkan seluruh perhatian pada sang host yang mengambil attensi.
“ Ya, malam makin larut nih? Gimana penampilan sebelumnya? Baguskan? Nah, untuk menyempurnakan acara malam ini, kita bakal liat short movie yang dibuat oleh Shendy cs.” Cuap salah satu host diantara dua host yang ada, menyampaikan acara selanjutnya. Membuat seluruh siswa kelas 12 memekik heboh saat mendengar nama Shendy diucap.
“Penasaran? Udah gak sabar pengen liat?” Semua serempak menjawab iya. Sambil berseru dengan heboh yang hanya ditanggapi gelengan oleh Shendy cs.
“Oke, oke kita bakal putar short movie ala mereka. Yuk hitung mundur. 3, 2, 1...”
Kedua host berbeda jenis itu mengintruksi, setelahnya tepat setelah hitungan ke 1 short movie yang sempat di buat oleh Shendy cs diputar. Semua bertepuk tangan, dilanjut dengan hening larut dalam menikmati short movie yang terpampang pada layar putih yang berada dipanggung.
Arra tersenyum dalam rangkuhan Shendy, dia terkikik geli melihat dirinya sendiri di video itu. Menurut Arra dirinya lucu, sedangkan menurut Shendy Arra sangat menggemaskan dalam video itu.
Prokk... Prokk... Prokk..
Semua bertepuk tangan heboh, Shendy cs tersenyum hangat, membuat semua bucinnya Shendy yang berada di sana histeris saat menyaksikan senyum hangat dari Shendy yang jarang sekali cowok itu tujukan dimuka umum.
“Uwowww... Gimana gays, asik gak short movie karya Shendy cs?” Host mengambil intruksi.
“Asikk!”
“Baper parahhh!”
“Kurang lama!”
__ADS_1
Dan banyak lagi seruan-seruan dari anak kelas 12 yang ada. Membuat Shendy kembali tersenyum hangat. Yang membuat semua siswi memekik heboh, lagi.
“Oke, nanti kita minta buat Shendy cs, bikin short movie yang lebih lama, bahkan kalo perlu bikin filem dokumenteri, oke?” Semua orang berseru sedih.
“Hahah, oke jangan sedih. Buat ngobatin rasa kecewa kalian, gimana kalo buat kalian semua Shendy cs bakal tampilin satu atau dua lagu buat kita gimana?”
“Setuju!” Semua menjawab kompak.
“Oke, gimana Bang Shendy? Siap tampil kedepan?” Host bertanya pada Shendy yang duduk berjarak 4 meter dari panggung.
Shendy mengangguk samar, sebelum mengacungkan jempolnya tanda setuju. Membuat semua orang bertepuk tangan heboh. Shendy mengangguk sekilas sebelum beranjak, diikuti Cipto, Regal, dan Naga menuju panggung.
Kembali semua berseru heboh saat Shendy cs sudah berada di panggung dan lengkap memakai alat musik yang ada. Shendy dengan gitar sekaligus sebagai vokalis, Naga sebagai pianis, Cipto sebagai basis, dan Regal sebagai dram-er. Keadaan hening saat Shendy mengetuk kepala mic sebanyak tiga kali untuk mengintruksi.
“ Ini untuk Misya Ratna Farradibha.” Semua bertepuk tangan sambil melirik Arra dengan tersenyum. Yang dibalas dengan senyum manis dari Arra ditambah dengan rona merah pada kedua pipinya hanya untuk Shendy.
Suara gitar yang Shendy petik menjadi awalaan untuk semua alat musik yang dipegang oleh Shendy cs mulai berbunyi, menciptakan nada-nada indah membentuk sebuah lagu yang akan dinyanyikan oleh Shendy.
Senyum Arra tak pernah surut, saat Shendy memfokuskan pandangan kearahnya dengan sesekali melihat pada senar gitar yang dia petik.
“Kau begitu sempurna...” Shendy mulai bernyanyi dengan pandangan yang terus terfokus pada Arra.
“Dimataku kau begitu indah...
__ADS_1
Kau membuat diriku akan selalu memujamu...”Semua mengangkat kedua tangan keatas dan mulai menggerak-gerakkannya ke-kanan dan kiri dengan perlan.
“ Disetiap langkahku...
Kukan selalu memikirkan dirimu, tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu...” Semua orang kembali bertepuk tangan heboh dengan lirik yang Shendy nyanyikan.
Arra mengulas senyum lebar saat Nathalia yang berada disamping kiri, menyikut sikunnya pelan dan menggodanya.
“Ahh gwe mau deh kalo dapet cowok kaya Shendy. Kalo boleh. Ra, Shendy buat gwe aja ya?” Laddy berkata enteng, yang dibalas dengan tatapan membunuh dari Arra.
“Berani lo rebut Shendy dari gwe. Gwe buat idup lo gak tenang. Tujuh turunan, tujuh tikungan, tujuh nikahan, dan tujuh tanjakan, tujuh tujuh yang lainnya paham lo!” Arra berkata kejam, membuat Laddy mengangguk takut, berbeda dengan Natahalia, Dynar dan Rosse yang terkikik geli.
“Lad... Lad....” Nathalia mencolek lengan Laddy bermaksud agar cewek itu menolehkan pandangan cewek itu kearahnya.
“Apa!” Laddy berkata galak.
“Santai Mbak-nya. Gwe, Dynar, sama Rosse cuma mau bilang satu kata sama lo.” Laddy menatap dengan satu alis terangkat, meminta penjelasan.
“MAMPUSSS!” Kompak ketiganya, disusul tawa meledek yang mereka layangkan khusus untuk Laddy, membuat Laddy menekuk bibirnya kesal.
Ke-empatnya kembali memfokuskan pandangan pada Shendy cs yang masih menyanyikan lagu ‘Sempurna-Andra and the backbone.’ Dengan hikmat.
Arra masih tersenyum dengan pandanganan yang difokuskan pada Shendy diatas panggung sana.
__ADS_1
“Shendy juga sempurna.” Gumam Arra.
-*-