Friendship

Friendship
41


__ADS_3

Matahari yang berada tepat didepan kepala tak membuat orang-orang yang berada tepat di tengah taman yang dipenuhi bunga Tulip itu menepi untuk meneduh dari Sang Surya yang memancarkan cahayanya dengan terik.


Begitu juga dengan sepasang kekasih yang tengah ber-pose mesra dengan Sang Wanita yang duduk sampil menyandarkan punggungnya pada Sang Pria yang tanpa takut kotor meletakan kedua tangannya sebagi tumpuan tubuhnya dan tubuh Sang wanita yang menyandarkan tubuh sepenuhnya pada dada Sang Pria, yang duduk di atas rumput hijau.


Cekrek... Cekrek....


Suara dari kamera yang menangkap pose keduanya dengan cepat itu menjadi pengakhir sesi foto ditaman dengan pemandangan bunga Tulip berwarna orenge dan danau yang terhampar luas dibelakang mereka. Selesai. Kedua pasangan itu beranjak, dengan bantuan teman-teman mereka yang ikut membantu dalam sesi pemotretan untuk foto pre-wedding ini.


“Oke, kita punya waktu 1 jam buat istirahat sebelum otw tempat selanjutnya yah!” Suara Sang Fotografer pria berusia kepala 5 itu mengintruksi. Membuat semua orang yang masih berada di tempat mengiyakan dengan cara menganggukkan kepala kompak.


“Buat Calon Manten. Kalo mau jalan-jalan sekitar sini jangan jauh-jauh yah. Takut ilang!” Kembali sang Fotografer memberi tahukan.


“Siap! Makasih Om!” Suara Sang Pria menyahut.


“Kita ganti baju dulu yuk Ra.”


Ya, mereka pasangan Arra dan Shendy. Pasangan yang semula selalu menggaungkan kata ‘Persahabatan’ diantara keduanya. Kini tengah berdandan cantik dan tampan untuk melakukan berbagai gaya dan tema untuk foto Pre-Wedding mereka. Siapa sangka, pasangan yang selalu bersikap romantis dengan kata-kata’Kita Cuma Sahabat’ itu sekarang menjadi sepasang kekasih yang siap untuk menikah 5 hari kedepan. Tak ada yang menyangka, bahkan teman-teman dari keduanya pun tak pernah terpikir akan hal itu, walaupun mereka suka kesal sendiri saat melihat tingkah romantis keduanya.


“Shendy!”


Arra yang baru keluar dari mobil yang dikhususkan untuk mengganti baju kebingungan sendiri saat tidak melihat Shendy yang seharusnya tengah duduk di depan mobil untuk menunggunya.


Lelah berteriak dan bertanya namun tak ada yang tahu keberadaan Sang Kekasih sekaligus Calon Suami. Arra memutuskan untuk mencari, tanpa disangka karena berjalan tanpa melihat kedepan, Arra sampai menabrak seseorang, membuat beberapa barang yang orang itu bawa jatuh ketanah.


Arra segera ikut membantu untuk mengambil barang seseorang yang dia tabrak itu, sambil mengumandangkan kata maaf secara berulang.


“Maaf yah, tadi gak liat.”


“Iya, gak papa.” Arra mendongakkan pandangannya saat mendengar suara dari orang yang dia tabrak barusan.


“Lo?” seseorang itu ikut mendongakkan pandangannya, hingga beradu pandang dengan manik coklat gelap milik Arra.


“Lo... Lo Arra kan?” seseorang yang berjenis kelamin perempuan itu, memastikan.


“Ah iya. Lo Agha kan?” keduanya serempak berdiri.


“Iya. Um sorry buat tadi, gwe beneran gak sengaja. Sampe nabrakk lo.”


“Ahh... Ini punya lo.” Arra menyerahkan beberapa barang yang berada dalam genggamnya pada Agha.


“Santai aja. Gwe juga gak liat-liat tadi sampe jatuh gini. Btw lo lagi ngapain disini? Liburan?” Agha bertanya.


“Enggak kok. Lagi Prewedd.” Rona malu seketika muncul dikedua pipi Arra.


“Wow, jadi gosip itu bener? Kalo kalian mau nikah? Wah gak nyangka yah.” Agha bertutur dengan sedikit terkikik lucu sekaligus tak menyangka.


“Iya. Tapi tunggu... Gosip?” Arra mempertanyakan.

__ADS_1


“Lo gak tau? Kalian itu terkenal banget sampe sekolah gwe. Bahkan banyak disekolah gwe yang diem-diem jadi bucinnya Shendy .” Jawab Agha menjelaskan.


“Ahh gak heran. Shendy ganteng, heheh. Tapi lo sendiri di sini lagi apa? Sendiri?” Arra mengalihkan, menengok ke kanan-kiri mencari teman-teman dari Agha.


Sepi.


“Enggak kok. Gwe sama anak-anak yang lain. Lagi liburan. Ini juga buat keperluan acara yang digelar disini.”


“Ouh. Sama temen sekelas. Acara apa?” Arra masih gencar bertanya.


“Bukan... bukan temen sekelas, lebih tepatnya temen geng. Lo tau Geng motor PASMATA? Dari SMA Permata?” Arra mengangguk, pertanda tahu.


“Nahh gwe sama mereka. Kebetulan hari ini, hari jadi PASMATA, dan kita sepakat buat ngadain pesta disini. Gwe abis ngambil barang-barang buat dekor. Dan kebetulan ketemu sama lo.” Agha tersenyum tulus. Arra mengangguk sambil ber-oh ria.


“Oke, gwe pergi dulu. Lagi buru-buru. Semoga lancar Ra!” Agha mulai beranjak, menginggalkan Arra yang masih terdiam ditempat.


Berpikir.


“Agha!” langkah Agha terhenti seketika, saat mendengar suara Arra dari belakangnya memanggil. Memutar badan, dan menatap Arra dari tempatnya berdiri, sebelum cewek yang memanggilnya tadi itu sedikit berlari untuk menghampirinya.


“Kenapa Ra?” Agha bertanya tepat setelah Arra berdiri didepannya.


“Um gwe boleh ikut lo?” Arra bertanya. Agha menatap sebentar, sebelum mangangguk memberi ijin.


“Boleh.”


“Heem. Thanks Ra.” Keduanya berjalan beriringan. Bahkan Arra lupa niatnya mencari Shendy karena ingin tau Geng Motor PASMATA itu seperti apa?


Arra benar-benar ingin tahu.


Keduanya sampai tepat dimana acara pesta untuk merayakan ulang tahun PASMATA itu berlangsung. Kedatangan Agha bersama Arra menjadikan keadaan yang semula ramai dengan canda tawa seketika hening seakan tak ada kehidupan. Semua orang yang berada di sana sontak memfokuskan pandangan pada keduanya yang baru datang, atau mungkin hanya terfokus pada Arra yang terkenal disekolah mereka.


“Woyy!! Biasa aja kali liatnya!”


Cowok yang Arra liat lebih dewasa dari semua cowok yang ada disana, mengintruksi. Membuat semua cowok yang Arra yakini anggota Gang PASMATA itu berhenti memandang kearah Arra dan berganti, mendekati Arra. Membuat Arra semakin merapatkan tubuhnya pada Agha yang masih setia berada disampingkirinya.


“Gha....” Arra mencicit, dengan nada takut-takut saat Anak PASMATA mulai mengulurkan tangan untuk berkenalan dengannya.


Dari depan sana, cowok yang Arra lihat lebih dewasa dari yang lain dengan cowok yang pernah Arra lihat saat pertama kali bertemu dengan Agha beserta satu lagi cowok yang Arra tidak tahu siapa datang mendekat kearah dimana Agha dan Arra berdiri.


“Cekk... kalian gak bisa liat cewek cantik dikit apa ya?”


Cowok yang lebih dewasa itu berkata. Membuat semua Anak PASMATA yang semula mengulurkan tangan pada Arra seketika menurunkan tangan mereka kembali, lesu. Dan sedikit memberi celah untuk ketiganya berhadapan dengan Arra dan Agha.


“Lo Arra-kan?” cowok yang lebih dewasa itu memastikan. Arra mengangguk.


“Ahh, pantes semua Anak PASMATA langsung merepet sama lo.”

__ADS_1


“Kenalin gwe Naufal. Kakaknya Agha sekaligus Ketua Utama PASMATA.” Cowok dewasa bernama Naufal itu mengulurkan tangan mengajak berkenalan.


Arra menatap sebentar uluran tangan dari Naufal, sebelum beralih menatap Agha yang mengangguk meyakinkan. Dengan gerakan pelan Arra menjabat tangan Naufal.


“Arra.” Arra maupun Naufal sama-sama melepaskan uluran tangan mereka.


“Ah Arra, gwe gak bakal nanya gimana lo ketemu sama Agha adik gwe, atau alasan kenapa lo ada disini. Gwe cuma mau ngasih tau. Kalo lo aman disini. Kita emang Anak Geng Motor yang suka tawuran, tapi tenang aja. Nama sahabat lo terkenal di SMA kita dan gak ada yang berani ngelukain lo yang bisa buat nyawa kita terbang dengan cepat.” Naufal memberi tahu. Arra mengangguk mendengarkan.


“Dan buat tadi, gwe minta maaf, karena Anak PASMATA mungkin buat lo takut. Tapi mereka cuma mau kenal sama lo. Jadi tolong terima permintaan mereka.” Arra mengangguk, dan mulai mengulurkan tangan.


Naufal menggeplak tangan-tangan Anak PASMATA yang berebut untuk berkenalan dengan Arra.


“Satu- satu. Kalian kaya gak pernah kenalan sama cewek cantik aja. Heran aing.” Naufal mengingatkan. Arra terkikik.


“ Iyah, Bang Iyah. Hay Arra gwe Fauzan selaku Sekertaris PASMATA.” Cowok dengan baju hitam dibalut jaket berwarna serupa yang dibiarkan terbuka itu mengawali perkenalan.


“Arra.” Arra balas mengenalkan. Setelahnya terkikik geli saat melihat Fauzan mencium bekas jabatan tangannya dengan Arra seperti menghirup sesuatu.


“Anjirr gile wangi benerrrr!” Fauzan berucap lebay.


“Hay Arra cantik, kenalin nih Abang tamvan dari SMA Permata Babang Azkriss. Neng Arra boleh manggil Abang, Aa, Kakak, Oppa atau kalo perlu Sayang juga boleh.” Cowok yang bernama Azkriss itu memperkenalkan. Arra hanya terkikik geli.


Setelah semua anak berkenalan dengan Arra yang sekarang menjadi pusat perhatian Anak PASMATA. Naufal meminta semua anak kembali melanjutkan acara mendekor tempat untuk acara yang Arra tau akan digelar malam nanti. Semua mulai melangkah pergi sebelum suara berat terdengar memanggil Arra dari samping kiri. Membuat semua orang sontak menoleh kompak untuk melihat suara siapa itu.


Semua terdiam, bahkan tak ada pergerakan dari mereka saat melihat Shendy, Regal, Naga dan Cipto berjalan dengan cool menghampiri tempat dimana Arra berdiri dengan Agha disampingnya dan semua Anak PASMATA yang masih mengerubuni kedua cewek itu.


“Shendy.” Itu bukan suara Arra melaikan suara dari Naufal, yang juga terkejut akan kedatangan dari orang yang bahkan namanya selalu digaung-gaungkan oleh para cewek di SMA Permata.


Shendy berdiri tepat didepan semua Anak PASMATA yang sekarang menatap kearahnya. Mengangguk sekilas pada Naufal sebelum menarik tangan Arra lembut agar mendekat kepadanya. Arra hanya menurut, dan berdiri tepat didepan cowok yang sekarang berstatus sebagai calon suaminya itu. Semua orang memandang tak percaya saat Shendy yang mereka kenal sebagai sahabat dari Arra bahkan tanpa sungkan mencium kening cewek itu di depan semua Anak PASMATA yang memaku terkejut?


“Arra kenapa ada disini? Arra tau, dari tadi Shendy nyarin Arra?” cowok itu bertanya setelah adegan mencium kening yang dilakukannya selesai.


“Arra juga tadi nyariin Shendy, sampe ketemu Agha. Terus Arra ikut Agha deh kesini.” Arra mengaku jujur.


“Ouh gitu. Tapi Anak-anak PASMATA gak ada yang ngejahatin Arra-kan?” Shendy melirik tajam pada semua Anak PASMATA yang terdiam membisu, dengan kepala yang tertunduk.


“Enggak kok Shendy, semua Anak-anak PASMATA baik sama Arra. Mereka juga ngajak Arra kenalan.” Arra berujar dengan tangan yang mengusap pipi Shendy lembut.


Lagi- lagi semua Anak PASMATA dibuat cengo sampil gelang-geleng kepala.


“Ahh, karena kebetulan kita lagi ada acara, gimana kalo kita makan-makan dulu Shend gimana? Kalian mau-kan?” Naufal menawarkan, menyembunyikan aura takut yang seketika muncul saat melihat tatapan Shendy yang tidak diragukan lagi tajamnya. Entah kemana sosoknya yang tegas, bahkan sekarang dia merasa kecil didepan Shendy.


“Gwe mau, kalo Arra mau.” Jawab Shendy santai namun entah kenapa terdengar tegas di telinga semua Anak PASMATA.


“Gimana Ra? Ka Naufal kayaknya mau banget kalian ikut gabung walau sebentar aja sama kita.” Agha dengan tenangnya bertanya.


Arra mengangguk yakin, menoleh pada Shendy dengan senyum manis cirinya, membuat Shendy balas tersenyum, yang menjadi moment langka bagi semua Anak PASMATA yang melihat hal itu.

__ADS_1


-*-


__ADS_2