Gadis Badut Kesayangan CEO

Gadis Badut Kesayangan CEO
Bab 1


__ADS_3

Saat terlihat gadis belia bernama Winnie yang berusia 19tahun.Tengah bersiap-siap akan mulai memakai kostum untuk bekerja.Winiie bekerja sebagai seorang badut kostum beruang di area taman bermain pusat kota.


Selain akan bersiap-siap akan memakai kostum,Winnie pun tampak sedang mempersiapkan sebuah kotak kecil yang berbungkus kan kado.Saat menyiapkannya,Winnie sangat begitu bersemangat dan terkadang senyum-senyum sendirian.


"Kuharap Lucas menyukai kado pemberian ku." ucapnya yang penuh harap sambil tersenyum.


Selesai berganti baju,Winnie mulai melakukan pekerjaannya dengan menghibur anak-anak yang selalu menghabiskan waktunya untuk bermain di taman.


Sudah hampir setahun Winnie melakukan pekerjaan itu.Ia pun tidak pernah mengeluh dan berusaha menjalaninya dengan perasaan bahagia.Terlebih ia selalu mendapat dukungan dari sang kekasih yaitu Lucas.Pemuda yang baru 3 bulan ia pacari dan membuat hari-hari semakin bersemangat.


Winnie adalah gadis yatim piatu dan tak terpaksa tinggal bersama sang bibi,karena tidak memiliki tempat tinggal.Sebab sejak kematian kedua orang tuanya,Winnie tidak mendapatkan sedikit pun harta yang ditinggalkan kedua orang tuanya.Hanya hutang piutang yang harus dibayarkan.Dan alhasil seluruh harta peninggalan kedua orang tuanya pun habis tak tersisa hanya untuk membayar semua hutang kedua orang tuanya.


Saat Winnie tengah menghibur anak-anak kecil yang menghampirinya.Tanpa sengaja Winnie pun melihat Lucas yang kebetulan datang ke taman itu.


Perasaan Winnie seketika langsung merasa senang dan ia pun bergegas mengambil kotak kado yang sudah ia siapkan sebelumnya.Dan akan berniat ingin ia berikan secara langsung pada Lucas.Dengan cara memberinya sebuah kejutan kecil dari balik kostumnya.


Namun,saat ia berbalik badan dan akan berniat memberikannya pada Lucas.Sebuah pemandangan yang menyakitkan harus ia langsung dengan kedua matanya.


Saat seorang wanita muda dan cantik dan menghampiri Lucas dan merangkul lengannya dengan mesra.


"Hei..Kenapa kau cepat sekali jalannya." sahut wanita itu dengan nada manja.


Lucas pun menoleh dengan wajah tersenyum.Senyuman yang selama ini selalu tunjukkan pada Winnie.


"Lihat,disana ada badut.Bagaimana kalau kita berfoto dengannya?" ujar wanita itu mengajak Lucas.


"Apa kau yakin?" tanya Lucas sebelum menerima ajakan wanita itu.

__ADS_1


"Yah,Aku ingin menjadi kan kenangan kita untuk momen hari ini.Ayo." jawab wanita itu langsung menarik lengan Lucas dan menghampiri Winnie yang memakai kostum badut beruang.


Mereka pun mengajak Winnie untuk berfoto bersama.Winnie pun tak dapat menolak dan hanya bisa menuruti ajakan mereka untuk berfoto bersama.


Perasaan Winnie pun begitu hancur,saat harus melakukan foto bersama Lucas dan wanita asing yang terlihat mesra dengannya.Bahkan wanita itu mencium pipi Lucas agar terlihat mesra dan serasi.


Winnie pun semakin syok saat harus menyaksikan kemesraan mereka.Hatinya benar-benar hancur berkeping-keping.Saat pria yang baru dijalani nya selama 3 bulan dan membuatnya nyaman,justru telah tega mengkhianati perasaannya.


Dan berpikir jika Lucas adalah pria yang baik dan setia.Tapi ternyata baik saja memang tidak menjamin jika dia akan setia.Terlebih menemukan wanita lain yang dianggapnya lebih baik.


Winnie hanya bisa meneteskan air matanya dari balik kostum yang ia pakai.Sebanyak apa pun air matanya mengalir,tidak akan ada satu pun orang yang akan melihatnya.Karena hatinya benar-benar hancur


...****************...


Malam harinya..


Winnie masih tidak percaya jika Lucas telah tega melakukan hal itu padanya.Berniat ingin memberikan kado ulang tahunnya,kini hanya sia-sia.Kado itu pun langsung ia buang entah kemana.Karena baginya sudah tidak berarti lagi.


Setibanya di rumah,Winnie bukannya disambut hangat oleh sang bibi.Justru sebuah lemparan gelas melayang ke arahnya yang hampir mengenai dirinya.Saat ia masih berada didepan pintu.


Prang..


Terdengar suara gelas pun jatuh berserakan dilantai.Hal itu pun membuat Winnie terkejut dengan tindakan sang bibi.


"Bibi ada apa?" tanya Winnie yang masih kaget.


Belum menjawab,sang bibi bernama Marlina justru menarik rambut Winnie secara kasar.

__ADS_1


"Akh..sakit bi." sahut Winnie yang meringis kesakitan.


"Kau tanya kenapa??Dimana uang ku??Kau pasti mencurinya kan??" sentak Marlina yang langsung meluapkan emosinya pada Winnie.


"U..Uang apa bi??Aku tidak mengerti." tanya Winnie yang tidak mengerti maksud sang bibi


"Jangan berlagak bego anak sialan..!!Kalau bukan kau yang mengambil uang ku,siapa lagi??Cepat kembalikan uang ku.!!" hardik Marlina yang masih meluapkan emosinya pada Winnie.


"Tapi bi,aku tidak mencurinya.Aku bahkan tidak tahu dimana bibi menyimpannya." jawab Winnie dengan jujur sambil berusaha melepas cengkraman Marlina dari rambutnya.


Namun,Marlina pun tidak mempercayainya dan justru menghempaskan kepala Winnie ke dinding.


Bug..


"Akh." lirih Winnie sambil memegangi kepalanya.


"Dasar kau gadis bawa sial.!!Aku tidak mau tahu,kau harus mengembalikan uang 1 juta.Jika tidak kau kembalikan aku akan mengusir ku dari rumah ini.Paham.!!" pekik Marlina memberi peringatan keras pada Winnie dan langsung pergi.


Winnie pun hanya bisa diam dan menerima perlakuan kasar dari Marlina.Dan ia pun tidak tahu bagaimana meyakinkan Marlina jika dirinya memang bukan yang mencuri.Karena Winnie juga tidak pernah tahu dimana Marlina menyimpan uang.Bahkan untuk memasuki kamarnya Winnie juga tidak berani.


Winnie pun hanya bisa merasakan sakit nya seorang diri tanpa ada yang peduli dengannya.Di rumah itu memang tidak ada satu pun yang peduli dengan nasibnya.Justru selalu mengutuk dirinya sebagai anak pembawa sial.Karena telah membuat kedua orang tuannya meninggal dan hanya meninggalkan beban hutan dan juga dirinya.


Winnie tidak tahu harus berbuat apa.Ia pun tidak memiliki apa pun untuk bisa lepas dari sang bibi.Karena sejak dulu ia sangat ingin pergi dari kehidupan keluar Marlina.Tapi setiap penghasilan yang ia dapat dari menjadi badut kostum selalu saja dirampas paksa oleh Marlina.Tanpa memberikan sedikit pun uang untuknya dan tidak peduli bagaimana keadaannya tanpa memegang uang sepeser pun.


Winnie langsung pergi keluar untuk menenangkan dirinya.Ia serasa tak sanggup dengan semua yang ia hadapi.Bahkan untuk hari ini,yang sudah cukup membuatnya begitu berat menghadapinya.


Winnie pun berjalan seorang diri tanpa tahu kemana ia akan pergi.Saat ini hidupnya benar-benar hancur.Disaat ia membutuhkan seseorang disampingnya untuk menguatkan dirinya.Justru sedang sibuk dengan wanita lain tanpa memikirkan perasaannya.

__ADS_1


__ADS_2