Gadis Badut Kesayangan CEO

Gadis Badut Kesayangan CEO
Bab 3


__ADS_3

Beberapa hari kemudian..


Marlina tampak bingung dan kesal,karena tak melihat Winnie beberapa hari ini di rumah.


"Brengsek.!Kemana perginya anak sialan itu??Kenapa sudah berapa hari ini aku tidak melihatnya di rumah?" ujarnya bicara sendiri.


Dan tanpa sengaja ia pun melihat Susan sang anak yang usianya beda 3tahun dengan Winnie.


"Susan." panggil Marlina pada Susan yang baru saja pulang dari kampusnya.


Susan pun menoleh ke arah sang ibu.


"Kenapa ma?" tanya Susan.


"Apa kau melihat anak sialan itu?Sudah berapa hari mama tidak melihatnya." tanya Marlina.


"Anak sialan??Maksud mama si Winnie?" tanya balik Susan memastikan.


"Menurut mu siapa lagi anak pembawa sial di rumah ini?" ujar Marlina menyinggung Winnie.


"Oh,tidak.Aku juga sudah berapa hari tidak melihatnya ma.Kenapa ma?" jawab Susan sambil mengangkat kedua bahunya.


"Sialan,pergi kemana sebenarnya anak itu?Beraninya dia tidak pulang berapa hari ini." gerutunya dengan kesal.


"Dia tidak pulang??Memangnya dia pergi kemana ma?" tanya Susan yang penasaran.


"Kalau mama tahu,untuk apa mama bertanya.!!" sentak Marlina langsung sewot dan pergi.


Susan hanya bisa memasang bibir cemberut saat melihat sang ibu pergi.


"Kenapa harus sewot sih." Celotehnya sendiri.


...****************...


Ditempat lain..


Ketika sepasang kekasih tengah berduaan disebuah kamar kost untuk memadu kasih.Terlihat seorang wanita tengah bersandar manja di dada seorang pemuda yang tak lain adalah Lucas.


"Sayang,kapan kau akan memutuskan hubungan mu dengan gadis bodoh itu?" tanya wanita itu bernama Miranda.


"Sabar sayang,secepatnya aku pasti akan putus darinya.Aku juga sudah bosan bersama gadis bodoh seperti dia ." jawab Lucas sambil membelai rambut Miranda dengan manja.


"Yah,dia terlalu beruntung jika memiliki pacar seperti mu.Dia sama sekali tidak pantas untuk mu " ujar Miranda yang dengan santainya menjelekkan Winnie.

__ADS_1


"Tentu saja,karena yang lebih pantas untuk cuma kau seorang sayang.Aku berpacaran dengannya hanya untuk memanfaatkan dia saja.Gadis polos dan bodoh seperti dia tidak akan mungkin bisa memiliki ku." ujar Lucas yang juga dengan santainya meremehkan Winnie.


Miranda pun seketika tersenyum sambil memeluk erat pemuda berusia 23 tahun itu.


...****************...


Dirumah sakit,Arya masih dengan setianya mendampingi Winnie yang keadaannya masih belum pulih.


Maya sang ibu yang baru datang karena sempat pulang dulu.Langsung menghampiri Arya saat Arya tengah duduk di sofa sambil memejamkan matanya sesaat.


"Arya." panggil Maya sembari meletakkan bungkusan yang berisi makanan.


Arya pun langsung membuka matanya dan menoleh ke arah Maya.


"Ibu,kapan kau datang.?" ujar Arya sembari bangkit.


"Baru saja.Ibu membawakan makanan untuk mu.Sebaiknya kamu makan lah dulu nak.Biar ibu yang bergantian menjaga gadis ini." ujar Maya menyuruh Arya untuk makan dulu.


"Tidak apa-apa Bu.Aku belum lapar,nanti saja aku makan." jawab Arya.


"Bagaimana dengan kondisi gadis ini?apakah dia sudah lebih baik?" tanya Maya mengalihkan topik pembicaraan.


"Dokter mengatakan kondisinya sudah jauh lebih baik.Hanya tinggal menunggu masa pemulihan saja.Tapi sayangnya dia masih belum membuka matanya." jelas Arya sesaat memperhatikan Winnie yang masih terbaring diatas ranjang dengan kondisi yang belum sadar.


"Ibu merasa sangat bersalah karena sudah membuat dia jadi seperti ini.Tapi ibu juga merasa bersyukur jika Tuhan masih melindunginya dari maut." ungkap Maya dengan perasaan yang bersalah.


"Jangan merasa bersalah Bu,ini musibah.Tidak akan ada satu pun orang yang akan tahu kapan itu terjadi.Yang terpenting kita banyak berdoa untuk kesembuhan gadis ini dan memberi dukungan penuh agar kondisinya semakin membaik."


"Kau juga merasa bersyukur jika ibu dalam keadaan baik-baik saja." ucap Arya panjang lebar.


"Iya kamu benar nak.Ibu berjanji jika gadis ini sadar apa pun ibu akan lakukan.Demi bisa membuatnya pulih seperti semula." kata Maya dengan penuh yakin.


Arya pun mengangguk dan merangkul bahu sang ibu sambil mengusapnya.


Malamnya,Arya masih setia menemani Winnie.Dan kali ini Arya hanya sendiri,karena ia menyuruh Maya sang ibu untuk pulang dan beristirahat.


Sembari menemani Winnie,Arya pun tengah fokus dengan pekerjaannya di depan laptop.Dikejar deadline mengharuskan Arya menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda di kantor.


Winnie perlahan menggerakkan jarinya dan membuka mata.Dengan kondisi yang masih sangat lemah,Winnie mencoba memperhatikan suasana di ruangan tempat ia berada.


Tanpa sengaja Arya yang melihat langsung menghampiri Winnie.


"Hei..Kamu sudah sadar?" tanya Arya dengan nada pelan.

__ADS_1


Winnie pun melirik kearah Arya,pemuda asing yang belum pernah ia lihat sekali pun.


"Anda siapa?" tanya Winnie dengan nada lemah.


"Nanti saja akan ku beri tahu,yang penting kamu harus banyak istirahat dulu.Jangan pikirkan apa pun.Pemulihan mu harus diutamakan." jawab Arya memilih untuk tidak memberi tahu siapa dirinya pada Winnie.


Winnie pun memilih untuk kembali memejamkan matanya untuk beristirahat.


...****************...


Keesokan harinya..


Marlina yang hendak akan pergi ke pasar,tanpa sengaja bertemu dengan seorang wanita yang tak lain adalah tetangganya sendiri.


"Halo nyonya Marlina." sapa wanita itu pada Marlina.


Marlina hanya menunjukkan senyuman terpaksa,karena sebenarnya malas untuk bertemu dengan wanita tersebut.


"Ku dengar ada gadis yang mengalami kecelakaan beberapa hari yang lalu disekitar sini.Apa anda sudah dengar??" jelas wanita itu dan bertanya.


"Tidak dan itu bukan urusan ku." jawab Marlina dengan nada datar.


"Oya??Tapi apakah gadis itu bukan salah satu dari keluarga mu??Ku dengar juga gadis itu seusai dengan keponakan mu Winnie.Apa kau yakin bukan dari keluarga mu??karena mereka tidak menemukan identitas gadis itu?" tanya wanita itu memastikan.


Sesaat Marlina pun terdiam dan berpikir.


"Sebaiknya kau harus cari tahu kejadian kecelakaan itu nyonya.Aku takut gadis itu adalah keponakan mu.Karena sudah beberapa hari ini aku juga tidak melihat keponakan mu Winnie." ujar wanita meyakinkan Winnie adalah korban dari kecelakaan kemarin.


Wanita itu pun langsung menyudahi obrolannya dan langsung pergi meninggalkan Marlina.


Marlina masih berdiri diam sambil terus berpikir.


"Apa iya Winnie yang jadi korban kecelakaan itu??Sepertinya aku harus cari tahu." ujarnya yang seketika penasaran dan langsung bergegas untuk menemui seseorang yang bisa memberikan sebuah informasi tentang kecelakaan sebelumnya.


*


*


"Maaf pak,apakah aku bisa melihat hasil rekaman cctv kecelakaan kemarin??" tanya Marlina pada seseorang yang bertugas di bagian sistem monitoring cctv wilayah.


"Memangnya anda siapa??Kenapa anda ingin melihat rekaman kecelakaan kemarin?" tanya pria tersebut.


"Karena saya adalah keluarganya,beberapa hari ini saya mencari keponakan saya yang sudah tidak pulang dalam beberapa hari ini pak.Ada yang bilang jika korban kecelakaan itu adalah keponakan saya pak.Tolong bantuannya pak." jelas Marlina yang sesaat memohon dengan sengaja bersandiwara.

__ADS_1


__ADS_2