Gadis Badut Kesayangan CEO

Gadis Badut Kesayangan CEO
Bab 8


__ADS_3

Malamnya,ketika Winnie sudah tidur.Maya pun menemui Arya yang sedang duduk santai di teras rumah.


"Arya,apa ibu menganggu mu?" tanya Maya sembari menghampiri Arya dengan duduk disampingnya.


"Ada apa bu?" tanya Arya yang menoleh kearahnya.


"Bagaimana??Apa kamu sudah menemui dokter yang menangani Dila?" tanya Maya yang ingin tahu.


"Maaf Bu,aku belum sempat menemui dokter itu." jawab Arya.


"Lalu bagaimana cctv nya??Apakah kau melihat ada pihak keluarganya yang mengenal Dila?" tanya Maya lagi.


"Itu juga tidak,bahkan aku sempat berkeliling di kota dan bertanya dengan orang-orang sekitar situ.Mereja juga tidak mengenal sosok gadis itu." jelas Arya panjang lebar.


"Apa ibu cari saya pira yang sempat mengenal Dila sebagai gadis badut kostum?" tanya Maya meminta saran.


"Percuma saja bu,jika dia tidak mengenal gadis itu.Ibu tenang saja,aku pasti akan cari tahu siapa keluarga gadis itu." ucap Arya meyakinkan sang ibu agar tetap tenang.


"Sejujurnya ibu tidak ingin jika ingatan gadis itu kembali.Ibu sudah nyaman dengan keberadaan gadis itu.Walau pun menurutnya masih sedikit asing,tapi dengan berjalannya waktu dia pasti akan nyaman juga bersama keluarga kita." ungkap Maya dengan curhat.


"Tapi Bu,kita tidak bisa memaksa gadis itu untuk terus bersama kita,apa lagi masuk dalam keluarga kita tanpa ikatan apa pun.Biar bagaimana pun keluarganya pasti juga akan mencari dan mengkhawatirkan gadis itu." jelas Arya.


Sesaat Maya pun tertunduk dan menghela nafas panjangnya.


"Aku tahu ibu ingin menjadikan gadis itu seperti Dila adik ku.Tapi ibu harus sadar jika gadis itu bukan Dila dan tidak bisa menjadi sosok Dila yang ibu rindukan." ucap Arya menasehati dan mengingatkan Maya.


Maya pun langsung mengangguk paham." Yah,ibu paham maksud mu.Kita memang tidak bisa memaksakan gadis itu untuk masuk dalam keluarga kita,karena tanpa ada ikatan apa pun,'kan?"


"Iya Bu." jawab Arya mengangguk.


"Kalau begitu bagaimana jika kamu nikahi saja gadis itu.Dengan begitu tidak ada alasan lagi jika dia masuk kekeluarga kita jika sudah punya ikatan." ucap Maya dengan mudahnya memberi saran.


Sontak membuat Arya pun terkejut. "Apa??" seru Arya.


...****************...


Dikantor,Arya yang baru saja tiba diruangannya langsung menghempaskan tubuhnya di kursi sambil menarik nafas panjang.

__ADS_1


Damar yang juga baru saja datang dan memasuki ruangan Arya tanpa mengetuk.Langsung menatap bingung dengan tingkahnya.


"Kau kenapa?" tanya Damar penasaran.


"Ibu ku lama-lama semakin gila." jawab Arya dengan nada tidak semangat.


"Memangnya kenapa lagi dengan ibunda?" tanya Damar yang sengaja ingin mengejek.


Arya pun langsung melirik datar.


"Belum tuntas aku mencari tahu siapa gadis badut itu sebenarnya,sekarang dia menyarankan ku untuk menikahi gadis itu.Apa kau kira ibu tidak berlebihan?" jawab Arya dengan mudahnya curhat pada Damar sang sahabat.


"Woah..Semakin jauh saja pemikiran ibu mu.Apa dia segitunya ingin menimang cucu?" tanya Damar.


"Ini bukan masalah menimang cucu,tapi masalahnya aku harus menikahi gadis yang kondisi nya masih dalam hilang ingatan.Bukankah ini namanya memanfaatkan situasi yang tidak benar."jelas Arya panjang lebar.


"Haha..Ibu mu mungkin meragukan kau masih benar perjaka atau,Ops.." celoteh Damar yang langsung menutup mulutnya karena takut salah bicara.


Arya yang bisa menebak langsung melirik tajam.


"Atau apa??Atau aku dianggap tidak normal?Begitu maksud mu??Tokek buntung sialan.!" umpat Arya kesal.


"Sepertinya aku menyesal sudah menceritakannya pada mu.Pervi lah,kau merusak mood ku hari ini." gerutu Arya sembari menyuruh Damar untuk pergi.


"Tunggu,tanda tanganin data ini dulu bos." ucap Damar sembari menyerahkan sebuah file pada Arya sebelum ia pergi


...****************...


Dikediaman Nayla,Nayla pun langsung menemui sang ibu dan ayah yang masih tengah sarapan pagi.


"Ayah,ibu." panggil Nayla sembari menarik kursi dan duduk.


Ayah dan ibu Nayla pun hanya melirik.


"Hemm." sahut sang ayah.


"Ada apa nak?" jawab ibu Nayla dengan nada lembut.

__ADS_1


"Begini,apakah Ayah ibu tidak bisa membantuku untuk menjodohkan aku dengan Arya?" tanya Nayla yang ingin meminta bantuan.


"Arya??Arya mana sayang?" tanya sang ibu sambil menikmati sarapan paginya.


"Arya dari perusahaan Jaya Sentosa itu?" tanya ayah memastikan dulu.


"Benar pa.", jawab Nayla langsung semangat.


"Kenapa harus dia??Bukankah masih banyak pria yang ingin mendekati mu dengan latar belakang yang sepadan dengan mu." tanya sang ayah menyarankan.


"Tapi aku hanya menyukai Arya.Arya memiliki karisma dan kepribadian yang beda yah.Aku tidak bisa menghindar darinya.Aku benar-benar jatuh cinta padanya." ungkap Nayla.


"Tapi ibu pernah dengar jika kau sempat ditolak oleh pemuda itu Nayla.Kenapa kau masih ingin mengejarnya?" tanya sang ibu mengingatkan masa lalu Nayla.


"Dia bukan menolak ku Bu.Hanya saja dia sedikit minder.Karena aku sebagai turunan keluarga konglomerat jadi dia sungkan untuk mendekati ku lagi." jelas Nayla lagi.


"Jadi kau ingin ayah bagaimana?Dengan cara apa kau ingin ayah mendekatkan mu pada pria cuek itu?"tanya sang ayah.


"Bekerja sama lah dengan bisnisnya yah.Arya pasti akan merasa sangat menerima dan mendukung jika bisnis nya memang mengandung cuan." ujar Nayla memberi ide.


"Tidak bisa semudah itu Nayla.Kita harus mencari tahu latar belakang perusahaannya.Jangan hanya karena kau ,usaha kita jadi sampai merugikan." ucap sang ayah yang tidak mendukung niat Nayla.


Seketika membuat Nayla langsung memasang wajah cemberut.


"Ayah dan ibu tidak sayang ku lagi ya?"tanya Nayla dengan nada manja.


"Justru kami sangat menyayangi mu Nayla,kami juga ingin yang terbaik untuk kebahagiaan mu.Tapi ayah minta tolong untuk kau renungkan lagi niat mu itu." ujar sang ayah.


Nayla pun langsung memilih meninggalkan. mereka.


"Ayah dan ibu mengecewakan ku." ucap Nayla mengutarakan perasaan kecewanya dan langsung pergi.


Ayah dan ibunya hanya bisa menghela nafas.


"Aku semakin tidak paham dengan sikap anak itu." ujar sang ayah.


"Aku juga yah,mungkin selama ini kita terlalu memanjakan Nayla.Jadinya setelah dewasa dia jadi anak yang terlalu keras kepala dan sulit diatur.

__ADS_1


"Suruh para pengawal yang didepan pintu untuk mengawasi Nayla.Aku takut dia akan berbuat nekat.Dia selama ini susah untuk mendengar ceramah ku." ucap sang ayah mengingatkan istrinya.


"Baik yah, aku mengerti nanti aku akan memerintahkan pelayan." ujar sang istri sambil mengangguk.


__ADS_2