
Selesai jam kerja telah usai,Arya bergegas menuju suatu tempat untuk mencari tahu rekaman cctv yang mengkaitkan kecelakaan yang terjadi pada Winnie.
Setelah mendapatkan Arya justru merasa kebingungan.
"Jadi kecelakaan yang menimpa gadis itu sama sekali tidak meninggalkan identitas sedikit pun??Tapi kenapa orang sekitar itu tidak ada yang mengenalnya??Kenapa justru mengenal gadis itu sebagai gadis badut??Ini benar-benar membingungkan.Ck." ujarnya bicara sendiri.
Arya pun meninggalkan tempat tersebut dan melajukan mobilnya untuk pulang.
Namun,ditengah perjalanan ia pun menghentikan laju mobilnya ke sebuah toko kue langganannya.
Arya langsung turun dari mobilnya dan memasuki area toko kue tersebut.Ia dengan terpaksa membelikan sebuah kue Pai pesanan sang ibu.Hanya demi diberikan untuk Winnie yang menyukainya.
Saat akan memesannya,seorang wanita itu pun datang menyapanya.
"Arya." sapa seorang wanita yang tidak lain adalah Nayla.Wanita yang dikenal dari turunan konglomerat tersebut menyapa manis ke arah Arya.
Arya pun langsung menoleh kearah Nayla.
"Nayla." seru Arya dengan sikap biasa saja.
"Apa yang kau lakukan disini??Apa kau sedang membeli kue?" tanya Nayla penasaran.
"Yah,seperti yang kau lihat." jawab Arya sambil melirik ke arah etalase kue.
"Oh,aku baru tahu jika ternyata kau menyukai kue." ujar Nayla yang seolah memuji Arya.
"Ah,bukan seperti itu.Ini hanya titipan ibu ku saja.Bukan keinginan ku untuk membeli kue ini." jelas Arya agar Nayla tidak salah paham.
"Oh begitu.Tapi kau cukup manis juga,karena begitu penurut untuk ibu mu." puji Nayla lagi.
Arya hanya tersenyum datar.
"Dan kapan kau punya waktu lagi?" tanya Nayla sesaat mengalihkan pembicaraannya.
"Memangnya kenapa?" tanya Arya lebih dulu.
__ADS_1
"Aku ingin kita bertemu di cafe sambil mengobrol.Rasanya aku ingin mengobrol dengan mu." ucap Nayla dengan penuh harap.
"Maaf,tapi saat ini aku masih sangat sibuk.Mungkin lain kali saja." jawab Arya langsung menolak tanpa berpikir dulu.
Nayla pun langsung memasang wajah kecewa. "Kenapa kau selalu menolak jika aku mengajak mu untuk bertemu lagi Arya??Apa kau sangat risih jika melihat ku?" tanya Nayla yang ingin tahu sebenarnya dari sikap Arya.
Sebab baginya,Arya memang sangat sulit untuk didekati.Walau pun dirinya tergolong dari keluarga yang terpandang.Tapi tak membuat Arya langsung tertarik akan dirinya.Terlebih Nayla adalah wanita yang menarik dan pintar.Nayla hanya merasa bingung dengan sikap Arya yang selalu menghindari nya.
Selesai membeli kue Arya pun langsung berpamitan.
"Sampai jumpa " ucap Arya sembari melambaikan tangannya dan pergi.
Nayla hanya bisa memandang dengan menghela nafas dan kecewa.
"Sulit sekali menaklukan pria itu??Jika bukan karena kau tampan dan berkarisma,aku tidak akan mungkin tergila-gila dengan mu Arya." Celotehnya yang bicara sendiri.
...****************...
Dikediaman Marlina,Ia terlihat begitu tidak tenang memikirkan keadaan Winnie yang entah dimana keberadaannya saat ini.
Berusaha ia mencari tahu,tetap tidak mendapatkan hasil apa pun.Hal itu semakin membuat Marlina semakin bingung.
"Apa mama segitu inginnya mendapatkan uang dari musibah si Winnie?" sahut Susan yang tiba-tiba muncul.
Seketika membuat Marlina pun langsung menoleh.
"Memangnya kenapa??Apa kau tidak mau mendapatkan uang yang banyak?" tanya balik Marlina.
"Bukan tidak mau ma,siapa sih yang tidak butuh uang.Semuanya pasti butuh uang.Tapi tidak etis jika mama ingin uang dari musibah yang menimpa si Winnie.Bahkan kita juga tidak tahu bagaimana kondisi Winnie saat ini." ucap Susan yang secara tidak langsung menasehati Marlina sang ibu.
"Kau jangan sok menasehati mama.!Untuk apa mengkhawatirkan keadaannya.Apa kau masih tidak mengerti jika Winnie sudah dipulangkan yang artinya kondisi nya sudah baik-baik saja.Dan seharusnya kita bisa mendapatkan uang ganti rugi si Winnie.Paham.!!" tegur Marlina yang tidak menerima nasehat Susan anaknya.Marlina justru merasa sewot dengan nasehat Susan yang secara tidak langsung ingin menyalahkan dirinya.
"Tapi ma,kita juga tidak tahu dimana Winnie sekarang,'kan?seharusnya mama kasihan padanya,mama sudah terlalu sering menyiksa anak itu.Dan dalam kondisi seperti ini mama masih tidak peduli dengan nya." kata Susan yang masih menasehati sang ibu.
"Sudah lah,sejak kapan kau jadi memihak anak pembawa sial itu??Kau seharusnya dipihak mama bukan dia.Kenapa aku bisa punya anak tidak berguna seperti mu !" protes Marlina dengan sikap Susan yang masih tidak membelanya.
__ADS_1
"Awalnya aku memang tidak begitu peduli dengan dia.Tapi mengetahui kondisinya sekarang aku jadi merasa kasihan.Seorang gadis yatim piatu harus menghadapi beratnya hidup ini.ck." ucap Susan langsung pergi.
Marlina hanya menatap tajam sang anak dan tak berkomentar lagi.
"Dasar anak tidak berguna." protesnya lagi.
...****************...
Setibanya di rumah,Arya pun langsung disambut oleh sang ibu Maya.
"Mana kue Pai nya?" tanya Maya langsung.
Arya pun langsung memasang wajah yang datar pada sang ibu.
"Ma,anak mu ini baru pulang.Seharusnya yang mama katakan apakah kamu capek nak?apa kamu mau makan? Bukan langsung menodongkan Pai ini." sindir Arya sembari menyerahkan bingkisan Pai nya pada sang ibu.
Maya hanya bisa memasang wajah tersenyum tanpa rasa bersalah.Dan menepuk bahu Arya dengan lembut.
"Jangan bersikap seperti anak manja ya anak ku." ucap Maya langsung pergi yang secara tidak langsung mengejek Arya.
Arya hanya bisa menarik nafas panjang melihat sikap sang ibu.
Maya langsung menemui Winnie yang berada di kamarnya.
"Dilla sayang." panggil Maya pada Dilla yang sedang tiduran diatas ranjang.
Dilla pun hanya menoleh tanpa menjawab,namun sembari bangkit.
"Mama membawakan kue Pai untuk mu.Mama lihat kamu sangat suka dengan Pai yang mama berikan sebelumnya." ucap Maya yang sengaja memanggil dirinya sebagai mama di depan Winnie.Agar membuat Winnie merasa nyaman dengan dirinya.
Winnie pun hanya tersenyum tipis.Maya pun memberikan Pai tersebut pada Winnie.Dan Winnie langsung melahap kue Pai tersebut dengan lahapnya.
"Terima kasih ma,sudah baik padaku."balas Winnie hanya dengan ucapan.
"Jangan sungkan sayang,mama sudah menganggap mu seperti putri kandung mama." ucap Maya sambil mengusap rambut panjang Winnie
__ADS_1
Sementara Arya hanya memandang keakraban mereka dari kejauhan.
Sepertinya ibu ku benar-benar mulai nyaman dengan gadis itu.Tapi aku juga tidak bisa membiarkan gadis itu dengan kondisi tidak ingat apa pun.Biar bagaimana pun keluarganya pasti saat ini sedang mencarinya.' batin Arya yang justru merasa prihatin dengan kondisi Winnie yang masih amnesia.