Gadis Badut Kesayangan CEO

Gadis Badut Kesayangan CEO
Bab 4


__ADS_3

Maya kembali datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan Winnie.Maya tampak tak sabar ingin melihat kondisi Winnie yang sudah sadar.Sebab Arya sebelum telah memberitahu jika Winnie sudah sadar.


"Arya,bagaimana kondisi gadis itu?" tanya Maya dengan tidak sabarnya.


"Saat ini dia sedang istirahat bu.Tadi dokter sempat memeriksa keadaannya dan memberikan suntikan.Setelah itu dia baru beristirahat."jelas Arya.


"Oh begitu..Ibu sangat bersyukur jika keadaan mulai membaik.Tapi apakah kamu sudah mengetahui siapa gadis itu??" tanya Maya.


"Tidak,aku belum sempat bertanya karena melihat kondisinya yang masih sedikit lemah.Tapi dia juga sempat bertanya siapa aku,dan aku juga belum memberitahunya." jawab Arya.


"Ya sudah,kita tunggu saja sampai kondisinya benar-benar membaik.Ibu sebenarnya sudah tidak sabar ingin tahu siapa gadis ini.Dsru wajahnya dia sepertinya gadis yang sangat polos." ujar Maya menilai sosok Winnie.


Arya pun hanya mengangguk dan memahami ucapan sang ibu.


Disela obrolan mereka,Winnie kembali membuka matanya dan menoleh ke arah Arya dan Maya.


Maya yang lebih dulu melihat keadaan Winnie langsung menghampiri Winnie.


"Hei..kamu sudah bangun nak." sapa Maya dengan nada lembut.


Winnie sesaat hanya diam dan memperhatikan wanita paruh baya yang terlihat ramah padanya.


"Anda siapa?" tanya Winnie masih dengan nada pelannya.


Maya pun menoleh ke arah Arya dengan maksud apakah harus menjawab pertanyaan Winnie.Arya yang mengerti akan tatapan ibunya,hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.


"Aku adalah ibu Maya dan dia adalah Arya anak.Bagaimana dengan mu gadis kecil??Siapa nama mu nak?" jawab Maya mengenalkan dirinya dan Arya dan bertanya balik.


Winnie pun langsung menunjukkan raut wajahnya yang bingung.Dan ia pun hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"Aku tidak tahu." jawab Winnie.


Maya pun kaget dan kembali menoleh ke arah Arya.


*


*


Diruang dokter,Maya dan Arya menemui sang dokter yang sejak awal sudah menangani Winnie.Mereka seolah ingin meminta penjelasan tentang kondisi Winnie yang tidak mengenal siapa dirinya.


"Dokter,kenapa gadis itu tidak mengenali siapa dirinya??Apa yang sebenarnya terjadi dengan kondisinya dok?" tanya Maya yang begitu penasaran akan kondisi Winnie.

__ADS_1


"Pasien saat mengalami amnesia tapi bersifat hanya sementara.Akibat benturan yang mengenai kepalanya." jawab sang dokter menjelaskan.


"Bersifat sementara??Maksudnya bagaimana dok??Apa ingatan nya bisa kembali lagi?" tanya Maya lagi memastikan.


"Amnesia global sementara masih belum bisa dimengerti sepenuhnya. Namun, hilangnya ingatan pada kondisi ini biasanya bersifat ringan dan sementara. Saat mengalami jenis amnesia ini, penderita akan merasa bingung atau gelisah yang hilang timbul dan berulang.Jadi ingatan pasien bisa kembali lagi asal ditangani dengan tepat."


"Contohnya bagaimana dok?" tanya Arya yang ikut penasaran.


"Pasien tidak boleh stres,tidak boleh ada tekanan yang mengharuskan dia ingat dan selalu melakukan terapi rutin.Supaya perlahan ingatan bisa perlahan kembali." jawab sang dokter.


Maya dan Arya pun saling pandang seakan mengerti dengan semua penjelasan sang dokter.


...****************...


Setibanya di rumah,Marlina langsung disambut oleh Susan yang masih berada di rumah.


"Mama dari mana saja??kenapa tidak ada makanan di meja??Aku sangat lapar ma." tanya Susan sembari mengeluh pada Marlina.


"Itu tidak penting,ada hal yang lebih penting dari itu." ujar Marlina sembari berjalan ke dapur untuk mengambil minum.


"Maksud mama?" tanya Susan yang bingung dengan ucapan ibunya.


"Mama sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Winnie." jawab Marlina.


"Ternyata kemarin Winnie menjadi korban kecelakaan."


"Hah?Mama serius?Terus bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Susan yang langsung kaget dengan penjelasan sang ibu.


"Mama tidak tahu,dan mereka bilang bahwa Winnie saat ini tengah di rawat di rumah sakit dengan kondisi yang cukup parah.Tapi itu tidak penting,karena yang terpenting adalah kita harus menemui Winnie dan memanfaatkan keadaannya sekarang." ujar Marlina.


"Maksud mama?" tanya Susan yang bingung.


"Kita bisa memanfaatkan keadaan Winnie dengan meminta ganti rugi atas kecelakaan yang terjadi padanya.Karena yang sudah menabrak Winnie adalah orang sangat kaya,melihat ia memakai mobil yang sangat mahal." jelas Marlina.


"Dari mana mama tahu?" tanya Susan meragukan ibunya.


Marlina pun langsung menoleh tajam ke arah Susan.


"Tentu saja mama sudah mencari tahu sebelumnya.Mama sudah melihat dari rekaman cctv disekitar situ.Dan terlihat jelas jika yang menabrak Winnie memakai mobil Tesla dan bahkan dia juga yang bertanggung jawab untuk Winnie.Jadi sudah jelas kita bisa memanfaatkan orang itu." jelas Marlina dengan nada yang sewot.


"Tapi mama sudah tahu belum Winnie dirawat rumah sakit mana??"

__ADS_1


Marlina pun langsung tersenyum sengit.


"Tentu saja mama sudah mengetahuinya.Dan besok kita akan langsung menemuinya.Dengan begitu mama bisa meminta ganti rugi yang cukup mahal." jawabnya yang begitu yakin jika ia bisa mendapatkan uang dari orang yang sudah menabrak Winnie.


...****************...


Keesokan harinya,tanpa menunda hari dan waktu,Marlina pun bergegas menuju rumah sakit untuk menemui orang yang sudah menabrak Winnie.Susan pun terpaksa ikut serta menemani Marlina.Karena jika menolak perintah sang ibu,jelas akan berpengaruh pada uang jajannya.


Setiba dirumah sakit,Marlina langsung menemui seorang resepsionis untuk mencari tahu kamar dimana Winnie dirawat.


"Maaf,saya ingin menjenguk pasien bernama Winnie.Korban kecelakaan beberapa hari yang lalu dan katanya dirawat disini." ucap Marlina dengan nada yang ramah.


"Sebentar ya nyonya,saya akan cek dulu." jawab seorang resepsionis tersebut sembari mengecek data Winnie melalui komputernya.


"Maaf nyonya,disini tidak ada pasien bernama Winnie." jawab seorang resepsionis tersebut.


"Apa??Tapi mereka bilang jika keponakan saya di rawat disini.Dia adalah korban kecelakaan mobil beberapa hari yang lalu. Coba dilihat lagi dengan teliti nona." ujar Marlina yang tak percaya begitu saja.Sebab dia yakin dan percaya dari orang yang memberi informasi,jika Winnie dirawat di rumah sakit tersebut.


"Maaf nyonya,memang sebelumnya kita menerima pasien kecelakaan seorang gadis berusia sekitar 19tahun,tapi sayangnya kita tidak menemukan identitasnya.Dan saat ditanyai identitasnya,pasien justru hilang ingatan.Jadi kami tidak bisa memastikan jika pasien yang anda maksud adalah pasien kecelakaan sebelumnya." jelas wanita tersebut.


Sesaat Marlina pun mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah foto yang ternyata adalah foto Winnie seorang.


"Kalau begitu apakah dia orangnya??" tanya Marlina sambil menunjukkan foto tersebut.


Wanita itu sesaat memperhatikan foto Winnie dengan bingung.Dan disela ia memperhatikan ,datang lah seorang perawat lain yang menghampirinya.


"Ada apa??" tanya perawat tersebut.


Wanita itu pun langsung menoleh kearah sang perawat.


"Ini,apakah kau melihat seorang pasien yang wajahnya mirip dengan yang di foto??" tanya wanita itu.


Sang perawat pun memperhatikan foto tersebut.


"Yah,dia korban kecelakaan yang belum lama ditangani." jawab sang perawat membenarkan foto tersebut.


"Lalu dimana dia dirawat sekarang??"tanya Marlina dengan perasaan yang tidak sabar.


"Maaf,jika saya boleh tahu anda siapa pasien?"tanya sang perawat lebih dulu ingin tahu.


"Aku adalah pihak keluarganya,bibi dari gadis itu." jawab Marlina memberitahukan dirinya.

__ADS_1


"Maaf nyonya,pasien hari ini sudah tidak berada di ruang perawatan lagi.Karena pasien sudah diperbolehkan pulang hari ini."jelas sang perawat.


__ADS_2