Gadis Badut Kesayangan CEO

Gadis Badut Kesayangan CEO
Bab 10


__ADS_3

"Menurut ku??Aku tidak tahu Bu.Aku tidak tahu tentang wanita bernama Nayla." jawab Winnie sambil menggelengkan kepalanya dengan polos.


"Yah,jawaban yang tepat.Karena kamu memang belum pernah bertemu dengan Nayla.Jadi menurut ibu semua terserah kamu saja Arya.Jika Kamu merasa nyaman dengan wanita itu,kau boleh menerimanya.Tapi jika tidak lebih baik jangan memberikan harapan padanya.Karena wanita butuh kepastian,bukan digantung." jelas Maya menasehati panjang lebar pada Arya anak kesayangannya.


Sesaat Arya pun memperhatikan Winnie.


Menurut ku gadis ini lebih polos dan apa adanya,dibanding Nayla. gumam Arya yang sesaat merenung dalam hatinya.


Arya pun hanya memilih tersenyum tanpa bicara.


...****************...


Beberapa bulan kemudian..


"Ma,apa belum ada kabar dari si Winnie?"tanya Susan yang ingin tahu sembari menikmati sarapan pagi.


"Belum,mama masih tidak habis pikir kemana sebenarnya dia saat ini.Kenala dia sama sekali tidak ingat pulang ke rumah ini." jawab Marlina dengan nada kesal.


"Mau bagaimana dia pulang,jika dia pulang mama pasti akan menyiksanya lagi.Kurasa dia memilih untuk kabur daripada pulang ke rumah kita." ujar Susan.


Marlina pun langsung melirik sinis ke arah Susan.


"Kau ini benar-benar memihak gadis sialan itu dari pada mama mu sendiri?Hah?" sindir Marlina secara tidak langsung.


"Bukan begitu ma,aku cuma ingin mama sadar saja.Tolong buka mata mu,kasihani Winnie sebagai keponakan mu yang sudah yatim piatu.Bagaimama jika posisinya berpindah ke aku??Apa mama bisa tega melihat ku diperlakukan seperti yang mama lakukan?" ujar Susan mengingatkan Marlina dengan tujuan agar Marlina sadar dengan perbuatannya.


Susan yang selama ini dikenal sangat cuek dan tidak mau ikut campur jika Marlina sering menyiksa Winnie.Ternyata merasa tidak tega dengan apa yang dialami Winnie.Tapi ia pun tak bisa mengambil tindakan dengan membela Winnie sepenuhnya.Karena menyadari jika Marlina pasti akan tidak terima dan justru akan memarahinya.


Melihat situasi yang saat ini menimpa Winnie yang hilang entah kemana.Membuat Susan mendapatkan kesempatan untuk mencoba menasehati sang ibu agar pikirannya terbuka dan sadar.

__ADS_1


Tapi Marlina justru memilih diam dan memalingkan wajahnya.dari Susan.Seolah dia menolak semua nasehat Susan.Karena baginya apa pun yang ia lakukan pada Winnie tidak ada yang salah.Sebab ia justru ingin melampiaskan rasa kesalnya karena tidak terima jika mendiang kedua orang tua Winnie telah meninggalkan beban dan hutang yang harus ia tanggungkan.


...****************...


Lucas tampak sedang bersantai dikamar kostnya.Sesaat ia terus memandangi layar ponselnya.Entah kenapa ia mulai memikirkan Winnie yang tanpa kabar sudah beberapa bulan.


"Sudah beberapa bulan ini Winnie sama sekali tidak ada kabar.Kenapa ya??Bukankah kami belum putus?Dan dia selalu memberi kabar setiap saat jika dia melakukan apa pun.Tapi,kenapa sudah berapa bulan justru dia tidak ada kabar??" tanya Lucas pada dirinya sendiri yang merasa bingung.


"Apa jangan-jangan dia sudah tahu jika aku sudah berselingkuh?Tidak mungkin,selama ini aku sudah menutupinya secara rapi.Gadis seperti dia tidak mungkin tahu." ujarnya sambil menggelengkan kepalanya karena merasa tidak yakin.


Disela ia tengah bingung sambil melamun.Terdengar suara pintu terbuka tanpa diketuk.Dan terlihat wanita yang tak lain adalah Miranda sang pacar.


"Sayang.." sahut Miranda dengan nada keras sembari menghampiri Lucas.


Lucas pun langsung menoleh kaget.


"Hai sayang." sapa balik Lucas dengan datar.


"Kenapa?" tanya balik Lucas.


"Ayo temani aku belanja di mall.Aku ingin beli tas keluaran terbaru." ujar Miranda sembari mengajak Lucas.


"Hah??Belanja lagi??Bukankah baru kemarin kau belanja?Bahkan belanja mu sangat banyak Miranda." seru Lucas yang kaget dengan ajakan Miranda.


Pasalnya,baru kemarin Miranda menghabiskan uang untuk berbelanja yang cukup banyak.


"Iya,tapi kemarin kan aku hanya beli baju dan sepatu.Hari ini aku ingin beli tas dan perhiasan kalung." ujar Miranda dengan santainya.


"Apa?Perhiasan juga?Apa kau serius??" tanya Lucas yang kembali kaget.

__ADS_1


"Iya aku serius.Memangnya kenapa?"jawab Miranda.


"Tapi sayang,harus berapa banyak lagi aku akan mengeluarkan uang untuk mu berbelanja?Aku juga butuh biaya untuk kuliah sayang.Penghasilan ku juga tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan belanja mu.Kau kan tahu,aku hanya bekerja part time."jelas Lucas yang ingin minta pengertian dari Miranda.


Miranda justru memandang wajah cemberut.


"Sejak kapan kau jadi perhitungan begini sayang??Apa kau sudah mulai pelit padaku?" tanya Miranda yang justru mencurigai Lucas.


"Bukan begitu sayang.Tapi saat ini tabungan ku mulai menipis.Orang tua ku belum mengirimkan uang bulanan.Jadi sepertinya kau harus menunda dulu untuk belanja itu semua." jelas Lucas lagi.


"Bukankah masih ada gadis si badut bodoh itu?Kau bisa pakai uangnya kan?" tukas Miranda yang langsung menyinggung Winnie.Aebab ia tahu jika selama ini Lucas memang banyak memanfaatkan uang Winnie.Dengan mempengaruhi Winnie untuk menyimpan hasil gajinya pada Lucas.


Tapi sayangnya penghasilan Winnie justru dinikmati oleh Miranda.Untuk memenuhi kebutuhan hobinya berbelanja.Walau pun penghasilan Winnie tidak banyak dan hanya setengahnya karena harus dibagi juga untuk Marlina.Tapi setidaknya Lucas dapat memanfaatkan sebagian dari penghasilan Winnie.


"Maaf sayang,aku sudah beberapa bulan ini tidak bertemu dengannya.Bahkan aku tidak bisa menghubungi nomor kontaknya.Jadi kita tidak bisa memanfaatkan uangnya lagi." jawab Lucas apa adanya.


"Jadi kau tidak bisa menemani ku?" tanya Miranda mulai memasang wajah kesal.


"Maaf sayang,untuk saat ini sepertinya aku tidak bisa membiayai hobi mu."ucap Lucas dengan nada pelan.


Miranda pun langsung bangkit dan menatap Lucas dengan raut wajah yang sangat marah.


"Percuma saja aku datang kesini.Kau sungguh pelit Lucas.Aku malas bertemu dengan mu lagi." hardik Miranda yang memilih langsung pergi dengan perasaan marah.Karena ia sangat tidak peduli dengan kondisi Lucas saat ini.


Sementara Lucas hanya bisa menarik nafas panjang.


"Ku kira dia akan lebih baik dari Winnie.Tapi ternyata,cantik saja tidak menjamin dia memiliki attitude yang baik." curhatnya pada diri sendiri.Seajan Lucas merasa Miranda sangat jauh berbeda dengan Winnie.Perlahan-lahan Miranda pun mulai menunjukkan sikap aslinya yang semakin membuatnya jenuh.


Terlebih dengan hobinya yang selalu menghabiskan uang banyak hanya untuk belanja.Lucas tak mengira jika kecantikan dan penampilan yang menarik seperti Miranda,ternyata harus membutuhkan modal yang cukup besar.Yang harus menghabiskan seluruh tabungannya selama ini.

__ADS_1


Kini ia mulai menyadari akan kehilangan sosok Winnie yang justru lebih polos dan apa adanya.Bahkan tidak pernah menuntut dirinya apa pun.Winnie yang mandiri lebih memilih untuk tidak pernah menyusahkan Lucas karena masih kuliah.Sebab Lucas juga sedang berusaha dan berjuang untuk pendidikannya.


Tapi sayangnya Lucas tak menyadari akan ketulusan Winnie selama ini.Karena ia langsung dibutakan oleh kecantikan Miranda yang hanya membuatnya terjerumus dalam penyesalan.


__ADS_2