
Beberapa hari kemudian..
"Dila." panggil Maya pada Winnie yang tengah membereskan tempat tidurnya.
Winnie pun langsung menoleh ke arah Maya.
"Ya Bu." jawab Winnie.
"Bisakah kita ngobrol sebentar?" tanya Maya saat berjalan ke arah Winnie.
"Tentu Bu." jawab Winnie sambil tersenyum.
...****************...
Saat jam makan siang,Arya pun mengajak Damar untuk makan siang diluar.
Baru akan keluar dari kantor,tiba-tiba saja mereka pun dihadang oleh kemunculan Nayla.
Sontak membuat Arya dan Damar pun kaget.
__ADS_1
"Nayla." seru Arya.
"Arya aku perlu bicara dengan mu." ujar Nayla dengan serius.
Damar yang seakan paham dengan ucapan Nayla langsung mengundurkan diri meninggalkan mereka berdua.Sebab Damar mengerti jika Nayla hanya ingin bicara secara empat mata dengan Arya.
Nayla pun mengajak Arya ke sebuah taman yang letaknya tidak jauh dari kantornya.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Arya penasaran.
"Arya,please apakah kau tidak bisa mempertimbangkan lagi lamaran ku??Aku rasanya tidak bisa menerima penolak kan ini dari mu." ucap Nayla yang kembali memohon keinginannya untuk menikah dengan Arya.
"Hei,kenapa kau harus membahas ini lagi??Aku 'kan sudah bilang aku tidak bisa.Aku tidak bisa menerima lamaran mu jika tidak memiliki perasaan apa pun dengan mu." jawab Arya menjelaskan lagi pada Nayla.
"Maaf Nay,ini bukan soal status kita sama atau tidak.Tapi melainkan perasaan yang hanya sepihak.Aku tidak memiliki perasaan apa pun padamu.Aku hanya menganggap mu sebagai teman dan tidak lebih.Jadi jawaban ku tetap sama.Ku harap kau mengerti dengan keputusan ku." jawab Arya sembari bangkit dan akan meninggalkan Nayla.
Namun Nayla dengan cepat langsung memeluk Arya dari belakang.Membuat Arya sesaat diam.
"Tapi aku tidak bisa hidup tanpa mu Arya.Hiks..Aku bahkan tidak ada semangat sekali pun menjalani hari-hari ku selama ini.Tolong jangan menolak ku Arya.Hiks."lirih Nayla yang langsung menangis karena kembali menerima penolak kan dari Arya.
__ADS_1
Arya pun langsung melepaskan pelukan Nayla dan berbalik.Arya pun menatap wajah Nayla yang benar-benar berharap mendapatkan jawaban sesuai harapannya.
"Aku minta maaf Nay,jawaban ku tetap sama." jawab Arya langsung pergi.
Nayla pun semakin menangis terisak melihat Arya benar-benar menolak dirinya dan pergi.Hatinya pun begitu sakit karena Arya tidak mau memberi kesempatan untuk menerimanya sebagai pasangannya.Rasa cintanya yang begitu besar,tentunya sulit membuat Nayla untuk menerima penolakkan dari Arya.
Arya pun kembali kekantor dan menemui Damar yang tengah menikmati makan siangnya di kantin.
Buk..
Arya pun langsung menepuk punggung Damar dari belakang.Sontak membuat Damar langsung tersedak karena kaget.
"Uhuk..Uhuk.." lirihnya yang tersedak.
Damar pun langsung menoleh kebelakang.
"Santai donk bos nepuknya.Tidak lihat karyawan mu sedang makan?" protesnya dengan nada yang sedikit kesal.
"Salah mu sendiri makan kenapa sendirian dan tidak mengajak ku." ujar Arya sembari duduk disamping Damar.
__ADS_1
"Lah,bukannya dirimu lagi bertemu si nona hedon?" tanya Damar.
"Hedon??Apa itu?" tanya Arya yang tidak mengerti maksud Damar.