
Setelah selesai makan di restoran,Mereka pun langsung pulang.Diperjalanan,Maya tampak heran saat memperhatikan Winnie yang sejak tadi hanya diam dan bahkan terlihat murung.
"Dila."panggil Maya sambil menyentuh lengan Winnie.
Winnie yang tengah melamun pun seketika tersadar dan menoleh ke arah Maya.
"Iya Bu,kenapa?" tanya Winnie.
"Ibu lihat,sejak tadi kamu diam saja.Apa kamu sedang memikirkan sesuatu?" tanya Maya ingin tahu.
Sementara Arya yang duduk didepan sambil mengemudi hanya melirik dari kaca spionnya.
"Tidak apa-apa Bu."jawab Winnie sambil menggelengkan kepala.
"Apa kamu yakin nak?Apa kamu sedang tidak enak badan?" tanya Maya memastikan.
"Tidak Bu,aku baik-baik saja." jawab Winnie sambil tersenyum tipis dan mengalihkan perhatiannya ke arah jendela mobil.
Melihat sikap Winnie,justru membuat Maya sedikit khawatir.Sebab dia tidak tahu apa yang sudah terjadi sebelumnya pada Winnie.
Winnie pun kembali termenung dan teringat kembali akan sosok Lucas yang menurutnya mengaku sebagai sang kekasih.Tapi dia tidak ingat siapa Miranda yang sebenarnya juga tidak mengenal sosok Miranda.
Dalam pikiran dan hatinya,Winnie seperti sangat mengenal Lucas.Tapi karena kondisinya yang masih belum mengingat apa pun,ia benar-benar tidak tahu siapa Lucas.
__ADS_1
Sesampainya di rumah,Maya mengantarkan Winnie ke kamarnya.Saat memasuki kamar,Maya justru tidak meninggalkan Winnie.Yang lebih memilih untuk menemaninya sebentar.
"Dila,apa kamu yakin baik-baik saja?"tanya Maya yang memastikan lagi keadaan Winnie.
Winnie kembali menunjukkan senyuman tipis pada Maya. "Iya Bu,aku baik-baik saja.Ibu tenang saja." jawab Winnie meyakinkan Maya
"Tapi kenapa ibu merasa kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari ibu?Pasti sesuatu terjadi pada mu,'kan?" tanya Maya yang tetap merasa penasaran dan tidak puas akan jawaban Winnie sebelumnya.
Winnie pun sesaat memandangi Maya dengan sedikit bingung.
...****************...
Lucas mencoba mengunjungi rumah Marlina sang bibi Winnie.Ia pun disambut Marlina dengan tatapan yang heran.
"Maaf nyonya jika aku menganggu waktu istirahat mu.Nama ku Lucas,aku teman Winnie dan ingin mencarinya.Apakah dia ada di rumah?" tanya Lucas yang ternyata memberanikan dirinya untuk mencari langsung ke kediaman Marlina sang bibi Winnie.
Selama ini Lucas tidak pernah ingin datang ke rumah bibi Winnie,sebab ia tidak pernah berniat ingin serius dengan Winnie.Padahal,Winnie mengajaknya bukan karena untuk menjalin hubungan serius.Melainkan hanya ingin memperkenalkan Lucas dengan Marlina yang masih keluarganya.
"Teman Winnie??Aku tidak pernah melihat mu.Untuk apa kau mencarinya?" tanya Marlina memandang Lucas dengan aneh.
"Aku mencarinya karena sudah lama tidak bertemu dengannya.Apakah aku bisa bertemu dengannya nyonya?" tanya Lucas lagi.
"Dia tidak ada disini dan jangan pernah mencarinya lagi.Pergi lah." jawab Marlina dengan nada sinis dan langsung ingin menutup pintunya.
__ADS_1
Namun,Lucas justru menahan pintu tersebut agar Marlina tidak menutupnya.
"Tunggu nyonya,biarkan aku bertemu dengannya.Ini sangat penting nyonya." tukas Lucas yang mencoba untuk memaksa Marlina mempertemukan Winnie dengannya.
"Apa kau tuli??Sudah kubilang dia tidak disini dan tidak tinggal disini lagi !!Sebaiknya kau pergi dari sini.!!" hardik Marlina mulai kesal dan emosi melihat sikap Lucas yang memaksa.
"Tidak mungkin dia tidak disini nyonya.Bukankah dia tinggal bersama mu?Biarkan aku bertemu dengannya sebentar saja." tukas Lucas yang tak menyerah begitu.
"Aku bilang dia tidak ada disini.!! Kalau kau memaksa,aku akan panggil polisi untuk menangkap ku bocah gila.!" sentak Marlina yang semakin emosi dengan tindakan Lucas.
Lucas pun akhirnya memilih menyerah dan mengalah.Dan Marlina pun langsung menutup pintu rumahnya dengan cukup keras.Hingga membuat Lucas pun sesaat terkejut.
Lucas pun meninggalkan kediaman Marlina dan pergi dengan perasaan yang kecewa.Karena ia gagal untuk bertemu dengan Winnie.
Ia pun tidak mengetahui jika Winnie sudah cukup sekian lama tidak berada di rumah Marlina.Ia hanya yakin jika Winnie masih tinggal bersama Marlina.
Setelah menutup pintu,Marlina pun berjalan ke arah kamarnya.Dan Susan yang baru saja keluar dari kamar,menghampiri Marlina sang ibu.
"Ada apa?Sepertinya aku mendengar sedikit keributan?" tanya Susan penasaran.
"Ada bocah gila yang berusaha masuk ke rumah kita.! jika dia datang lagi mencari Winnie,kau langsung saja telepon polisi untuk menangkap bocah itu." jelas Marlina dengan nada amarah dan langsung ke kamar.
Susan pun hanya memandang bingung dengan penjelasan sang ibu.
__ADS_1
"Bocah gila??Siapa yang dia maksud?" tanya Susan dengan perasaan yang bingung.