Gadis Badut Kesayangan CEO

Gadis Badut Kesayangan CEO
Bab 17


__ADS_3

Setelah membaca artikel berita tentang Winnie,Susan pun berniat akan pulang.


Namun,saat ia akan meninggalkan cafe.Tanpa sengaja Susan melihat Winnie yang tengah berjalan seorang diri.


Susan pun bergegas menghampiri Winnie dan menepuknya dari belakang.


"Winnie." panggil Susan.


Winnie pun langsung menoleh ke arah Susan dan memandang bingung.


"Kamu siapa?" tanya Winnie yang seakan tidak mengenal Susan karena kondisinya.


Susan pun langsung terkejut saat Winnie tak mengenali dirinya.


"Hah??Kau tanya siapa aku?" tanya Susan yang masih terkejut.


Winnie hanya mengangguk dengan polosnya.


"Kau tidak kenal aku?" tanya Susan lagi.


Winnie pun menggelengkan kepalanya.


"Kau serius tidak kenal aku??" tanya Susan memastikan lagi.


Winnie mengernyitkan tatapannya ke arah Susan.


"Lalu nama mu siapa?"


"Namaku Dila." jawab Winnie yang mengenali dirinya sebagai Dila.

__ADS_1


Susan kembali terkejut dengan jawaban Winnie.


"Maaf,aku sedang buru-buru.Aku harus pergi,permisi." sahut Winnie langsung pergi meninggalkan Susan.


Susan hanya diam memaku saat melihat Winnie yang tak mengenali dirinya dan menganggap dirinya sebagai Dila.


"Ada apa ini?Kenapa dia bisa tidak mengenaliku??Kenapa dirinya menganggap sebagai Dila??" ujarnya yang masih tidak percaya jika Winnie tak mengenali dirinya.


...****************...


Winnie yang baru saja tiba dirumah,langsung disambut oleh Maya sambil tersenyum.


"Sayang,kamu sudah pulang." ujar Maya sambil mengusap rambut Winnie.


"Iya Bu,ini titipan ibu." jawab Winnie sambil memberikan bingkisan makanan yang dipesankan Maya sebelumnya.


"Terima kasih ya sayang.Maaf ya,tadi ibu tidak bisa menemani mu." ucap Maya sambil menerima pemberian dari Winnie.


"Perempuan??Siapa??" tanya Maya penasaran.


Winnie pun hanya menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu Bu,tapi dia sepertinya mengenali ku.Dan dia bahkan menyebutkan namanya." jelas Winnie.


"Nama??Siapa nama perempuan itu?" tanya Maya semakin penasaran.


"Susan,dan dia juga sempat memanggil nama ku.Tapi bukan Dila,melainkan Winnie." jelas Winnie lagi.


"Hah?Winnie.?" seru Maya.


...****************...

__ADS_1


Malamnya..


Maya menemui Arya saat baru saja pulang dari kantornya.


"Arya,sepertinya ibu harus bicara penting dengan mu." ucap Maya dengan serius.


"Tentang apa Bu?Apakah persiapan pernikahan kami?" tanya Arya memastikan.


"Yah..Sepertinya kalian harus mempercepat pernikahan ini,ibu ingin minggu depan kalian sudah harus menikah." kata Maya memberitahu Arya.


"Dipercepat?Bukankah ibu ingin kami menikah awal bulan depan?Ini masih tanggal 10 bu." ujar Arya mengingatkan sang ibu.


"Benar,tapi ibu ingin dipercepat lagi."ujar Maya.


"Kenapa tiba-tiba Bu??Ada apa??" tanya Arya penasaran.


"Sudah lakukan saja,jangan banyak tanya."tukas Maya yang enggan menjelaskannya pada Arya.


"Tapi kenapa harus buru-buru Bu?Apa ibu sangat tidak sabar ingin menjadikan Dila sebagai menantu?"


"Iyah,kau benar nak.Ibu sudah tidak sabar.Jadi tolong dipercepat ya nak." kata Maya memohon pada Arya.


"Baik lah Bu,aku akan urus semuanya.Secepatnya semua akan sesuai keinginan ibu." ujar Arya mengiyakan perkataan Maya.


"Terima kasih ya nak."


...****************...


"Susan.!!Susan..!" teriak Marlina memanggil Susan yang berada di kamarnya.

__ADS_1


Susan yang tadinya sedang beristirahat langsung terbangun dengan teriakan sang ibu.


Marlina pun langsung memasuki kamar Susan tanpa lebih dulu mengetuknya.Susan yang mengetahui sang ibu langsung masuk ke dalam kamarnya,hanya memasang wajah datar dan jutek.


__ADS_2