Gadis Badut Kesayangan CEO

Gadis Badut Kesayangan CEO
Bab 13


__ADS_3

"Tapi Arya,kenapa harus secepat itu kau menolak ku?Kenapa kita tidak jalani saja dulu?Karena sejujurnya aku sudah lama menyukai mu Arya." ucap Nayla yang berharap pada Arya.


"Karena aku tidak mau memberi mu harapan jika aku belum memiliki perasaan apa pun padamu." jawab Arya dengan jujur.


"Please Arya,tolong jangan seperti ini.Kita sudah saling mengenal cukup lama.Aku nyaman setiap mengobrol dengan mu.Jika kita jalani lebih dulu aku yakin kau pasti akan memiliki perasaan padaku." ucap Nayla mulai memohon pada Arya.


"Maaf Arya,ibu ku mengatakan jika kita tidak boleh menggantung perasaan pada orang yang menyukai kita.Jadi lebih baik aku mengatakan apa adanya,daripada mengecewakan mu." ucap Arya langsung berpamitan pulang dan meninggalkan Nayla sendiri.


Nayla pun hanya bisa menelan kekecewaan atas jawaban Arya.


Arya pun langsung melaju pulang ke rumahnya.Saat tiba di rumah tanpa sengaja Arya pun melihat Winnie yang tengah membantu ibunya memasak di dapur.


Sesaat Arya tertegun memandangi wajah Winnie dari kejauhan.Ia baru menyadari jika ternyata Winnie sangat cantik jika terus diperhatikan.Tanpa sadar Arya pun tersenyum tipis.Terlebih melihat sebuah pemandangan yang begitu akrab antara ibunya dengan Winnie yang kini masih menjadi sosok Dila.


Arya pun meninggalkan keakraban mereka menuju kamarnya.Sesaat Arya teringat akan seseorang yang mungkin bisa membantunya untuk mencari siapa sosok Winnie sebenarnya.

__ADS_1


Arya langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Damar sang sahabat.


"Halo,kenapa bro?" sahut Damar disana.


"Aku punya tugas untuk mu." ujar Arya dengan serius.


"Tugas apa??Apa masalah kerjaan?" tanya Damar penasaran.


"Bukan,tapi diluar kerjaan." ujar Arya.


Marlina kembali terlihat gusar karena memikirkan Winnie yang hampir ia menemukannya.Ia pun juga begitu kesal karena telah gagal bertemu dengan Winnie.


"Ini tidak bisa dibiarkan,aku harus segera menemukan gadis sialan itu.Berani sekali dia kabur dari ku." ujar Marlina dengan perasaan kesalnya.


"Lebih baik aku pakai orang untuk melacak dimana dia sekarang." ujarnya langsung menghubungi seseorang.

__ADS_1


Dan hal itu langsung didengar oleh Susan sang anak.Susan pun langsung merampas ponsel Marlina dari tangannya.Dan hal itu seketika membuat Marlina terkejut.


"Apa yang kau lakukan Susan?" tanya Marlina kesal.


"Sudah lah ma,kenapa mama masih saja berusaha menemukan Winnie??Bukankah aku sudah bilang,sudah cukup mengusik hidupnya lagi.Lebih baik mama jalani saja hidup mama dengan tanpa masalah." ucap Susan berusaha menasehati sang ibu nya lagi.


"Kau jangan ikut campur.Ini urusan ku,kalau kau tidak mau membantu mama lebih baik kau tidak usah ikut campur urusan mama.!" tegur Marlina dengan nada sewot.


"Bagaimana aku tidak ikut campur,jika cara mu hanya akan bikin masalah ma.Kenapa mama masih tidak mengerti juga?" ujar Susan protes.


Marlina pun langsung merebut kembali ponselnya dari tangan Susan.


"Sampai kapan pun mama tidak akan terima jika Winnie lepas dari genggaman mama.Apa lagi jika dia sudah hidup lebih enak dari kita.!" hardik Marlina dengan tegas dan langsung pergi meninggalkan Susan.


Susan hanya bisa menarik nafas panjangnya,karena melihat sikap ibunya yang semakin sulit untuk dinasehati.Ia semakin tidak mengerti apa tujuan sang ibu sebenarnya.Yang begitu berambisi ingin Winnie kembali ke rumahnya dan menyiksanya seperti sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2